The Indigo Twins

The Indigo Twins
HANTU



Tiba-tiba aku mendengar suara orang yang menaiki tangga.


"Alisa kamu kenapa?" tanya Reno yang datang kemari bersama Ustadz Fahri dan juga Angkasa.


Reno melihat Alisa yang terus menangis.


"Ini Alisa di ganggu sama hantu, mangkanya dia teriak-teriak" jawab ku.


"HANTU"


Terkejut mereka ketika mendengar penjelasan ku.


"Hantu yang mana lagi?" tanya Angkasa.


"Apa hantu itu sama seperti hantu yang tadi gangguin kamu ketika di meja makan?" tanya Reno.


"Bukan, hantu itu lain lagi, hantu yang gangguin aku itu sosok ibu-ibu yang bajunya penuh dengan darah, dia itu tadi berdiri di ambang pintu, akkkhh aku gak mau ketemu lagi sama dia, aku takut" jawab Alisa.


"Ibu-ibu"


Penasaran kami dengan hantu yang Alisa maksud.


"Iya ibu-ibu, dia itu serem banget" jelas Alisa.


"Kok bisa ada hantu ibu-ibu segala, perasaan tadi kita gak ketemu sama hantu ibu-ibu deh" kata Angkasa.


"Itu yang aku bingungkan, kenapa bisa ada hantu ibu-ibu, apa dia hantu yang ngikutin kita di jalan?" tanya ku.


"Gak tau juga, coba kamu panggil mbk Hilda dan yang lain, suruh mereka ke sini, biar dia cari tau siapa hantu yang udah gangguin Alisa" jawab Angkasa.


Aku mengangguk lalu memanggil mereka semua.


"Ada apa lagi kalian manggil kami?" tanya mbk Hilda.


"Apa ada hantu yang gangguin kalian lagi?" tanya mbk Gea memastikan.


"Iya mbk, ada hantu yang udah gangguin Alisa barusan" jawab ku.


"Hantu yang mana lagi?" tanya mbk Gea.


"Hantu ibu-ibu mbk, dia itu serem banget, tak cuman hantu ibu-ibu ada pocong juga yang tadi berada di dalam kamar ku, plis usir mereka, jangan biarkan mereka berada di sana, aku gak mau lihat mereka lagi" jawab Alisa.


"Siap, kami akan ngusir mereka, tapi masalahnya kenapa masih ada hantu yang gangguin kalian, perasaan kami semua berada di depan, kenapa hantu itu berani-beraninya masuk ke dalam kamar mu dan gangguin kamu" tak habis pikir mbk Santi.


"Iya juga, perasaan kami ada di depan, kami gak lihat ada hantu atau siapapun yang masuk ke dalam rumah, kenapa ada hantu yang bisa gangguin Alisa, masuk dari mana dia" kata mbk Gea.


"Mungkin aja hantu itu masuk lewat belakang rumah yang gak kalian jaga juga" jawab ku.


"Bisa aja sih" kata mbk Gea.


"Wah ini gak bisa di biarin, makin lama hantu ini makin berani aja, padahal kita ada di depan, tapi kenapa dia pake gangguin Alisa segala, apa dia gak takut sama kita" kata mbk Hilda yang geram sekali pada hantu itu.


"Aku rasa mereka gak takut lagi sama kalian mangkanya dia gangguin Alisa di saat kalian berada di depan" kata Angkasa.


"Kalau seperti itu kita harus perketat penjagaan, kita gak boleh biarkan ada hantu lagi yang masuk dan gangguin siapapun lagi" kata mbk Gea.


"Iya kita harus lakukan itu biar gak kecolongan terus" setuju mbk Santi.


"Tapi sebelumnya kalian cari tau siapa hantu ibu-ibu itu dan tanyakan mau apa dia, kenapa dia gangguin Alisa" kata ku.


"Iya, nanti kami akan cari tau, sekarang kalian lebih baik istirahat saja, jangan pikiran tentang hantu itu, karena kami yang akan membereskannya" suruh mbk Hilda.


"Baik mbk" jawab kami.


"Kami pergi bertugas dulu, kalau ada gangguan lagi, cepat panggil kami, kamu yang akan usir dia" kata mbk Gea.


"Siap mbk" jawab kami.


Mereka bertiga kemudian menghilang dari hadapan kami.


"Kalian kembalilah istirahat, jangan lupa baca doa biar gak ada hantu yang gangguin kalian lagi" kata Ustadz Fahri.


"Besok kita tunggu informasi dari mereka bertiga tentang siapa hantu ibu-ibu itu" kata Angkasa.


"Iya, eh kemana Tiger, kenapa gak datang bareng mereka?" tanya ku.


"Mungkin saja dia lagi ngurus anaknya, dia gak akan hilang kok, ayo kita tidur, malam ini aku mau tidur sana kamu aja, aku gak mau tidur sendiri, karena takutnya hantu itu kembali lagi dan membuat aku ketakutan" jawab Alisa.


"Ya udah ayo masuk" ajak ku.


Kami masuk ke dalam kamar sedangkan tiga pemuda itu kembali ke dalam kamarnya masing-masing.


Aku merebahkan tubuh ku di kasur di susul oleh Alisa.


Kami kembali melanjutkan tidur yang terjeda.


Di luar mbk Hilda dan dua Kun muncul di depan Tiger dan White.


"Tiger Alisa di ganggu sama hantu" lapor mbk Hilda.


"Kok bisa, hantu apa yang sudah berani-beraninya gangguin Alisa?" tanya Tiger.


"Mana aku tau, dia cuman bilang kalau hantu yang gangguin sosok ibu-ibu, kamu tau gak siapa hantu itu?" tanya mbk Hilda.


"Tidak, aku tidak melihat ada hantu yang berkeliaran di sekitar sini mangkanya aku ngira gak akan ada yang terjadi pada mereka" jawab Tiger.


"Tiger Aliza minta kita buat cari tau siapa dia dan apa mau dia gangguin Alisa" kata mbk Santi.


"Ya sudah, ayo kita cari tau siapa dia sebenarnya, apa dia suruhan orang atau hantu yang memang ngikutin mereka dari belakang saat pulang ke desa" jawab Tiger.


"Ayo kita cari" ajak mbk Gea.


Mereka hendak mencari tau siapa hantu yang sudah mengganggu Alisa namun tak jadi sebab mata mereka melihat ada sosok ibu-ibu yang pakaiannya penuh dengan darah dan sosok ibu-ibu yang kini mereka lihat itu sama seperti ciri-ciri hantu yang mengganggu Alisa.


"Apa dia yang sudah gangguin Alisa?" tanya mbk Gea.


"Melihat dari ciri-cirinya memang iya" jawab mbk Hilda.


"Oh jadi dia yang sudah gangguin Alisa" kata Tiger dengan mengeluarkan tatapan mautnya pada hantu itu.


"Siapa kau, kenapa kau gangguin Alisa?" tanya mbk Santi.


"Aku bukan siapa-siapa, kalian tidak perlu tau siapa aku" jawab sosok itu.


"Apa tujuan mu mengganggu Alisa?" tanya Tiger.


"Tidak ada, aku hanya sekedar usir saja" jawab sosok itu.


"Usil kamu bilang, kalau kamu lagi usil di sarankan jangan ganggu Alisa maupun yang lain yang tinggalnya di dalam rumah itu, lebih baik kau ganggu saja orang-orang di desa ini, jangan mereka" kata mbk Hilda.


"Aku tidak mau, aku maunya hanya mengganggu mereka saja" jawab sosok itu yang sangat ngeyel.


"APA KAMU BILANG"


"Mau mengganggu mereka saja"


Terkejut mereka dengan ucapan sosok itu.


"Kau itu mau mencari petaka apa bagaimana?" tanya mbk Santi.


"Di bilangin jangan ganggu mereka malah maunya gangguin mereka" kata mbk Gea.


"Apa kamu kurang kerajaan sehingga suka sekali gangguin mereka hah" kata mbk Hilda.


"Iya aku memang kurang kerjaan sehingga aku mengganggu mereka" jawab sosok itu.


"Oh kalau seperti itu kau memang mencari mati" kata Tiger.


Sosok itu yang melihat tatapan tajam Tiger langsung bergidik ngeri.