
Alisa mengambil masker dan topeng itu, kami juga mengambilnya.
"Untung kamu udah nyiapin ini semua, aku gak berpikir ke arah sana sama sekali"
"Aku tau kalian pada sibuk, mangkanya aku nyiapin ini sendiri, ayo sekarang kita mulai beraksi, kita harus menghemat waktu" kami mengangguk lalu memakai masker agar tidak ada yang melihat wajah kami.
Aku yang biasa menguncir rambut ku kini ku urai agar tidak ada yang sadar kalau itu aku.
Alisa yang biasanya rambutnya selalu di gerai kini di kuncir, kami tukar posisi saat ini.
"Ayo kita masuk, ren sana kamu masuk sama Alisa duluan, kami biar belakang" suruh Angkasa.
"Ayo sa kita masuk" ajak Reno.
Alisa berjalan bersama Reno untuk masuk ke dalam rumah pak Jarwo.
Kami mengamati punggung mereka yang berjalan meninggalkan kami, setelah mereka tidak lagi terlihat, kami masih diam di tempat menunggu beberapa menit lagi, baru ikut masuk ke dalam rumah pak Jarwo.
Satu menit terasa 1 jam, lama sekali kalau di nanti dan itu terjadi pada ku saat ini.
"Ayo sa kita masuk juga" aku sudah tidak sabar untuk masuk ke dalam rumah itu dan mencari mbk Indri.
"Tunggu sebentar dulu za, kita diam di sini saja dulu, berlagak biasa dulu, biar gak ada yang curiga" jawab Angkasa.
Aku pun pasrah dan tetap diam di tempat, menunggu beberapa menit, baru masuk ke dalam rumah pak Jarwo menyusul Alisa dan Reno.
"Ayo sa kita harus ke sana, ini sudah 5 menit"
"Ayo kita masuk" kami bangun dari duduk dan berjalan masuk ke dalam rumah pak Jarwo.
Tak ada orang yang curiga pada kami, karena mereka sibuk menonton pertunjukan di depan, dan juga banyak orang-orang yang tak lain adalah pelayan-pelayan rumah ini yang sibuk keluar masuk ke dalam rumah sedari tadi.
Aku melihat sekeliling sebelum masuk ke dalam rumah pak Jarwo.
"Aman sa, ayo kita masuk"
Kami melangkah masuk ke dalam rumah pak Jarwo.
Seperti biasa di ruangan kamar pertama itu adalah tempat para penari dan penyanyi lainnya yang sedang berias.
"Sa mana Alisa sama Reno"
"Mereka pasti ada di sekitar sini, ayo kita cari mereka, biar yang mau nyari mbk Indri bareng-bareng" jawab Angkasa dengan sepelan mungkin.
"Iya, ayo kita cari"
Kami dengan wajah datar dan tenang mencari keberadaan Alisa dan Reno di rumah pak Jarwo.
Di tempat para penari yang tengah berias itu tidak ada Alisa dan Reno, kami mencari mereka di ruangan lain yang semakin masuk ke dalam rumah pak Jarwo.
Banyak kamar-kamar di dalam rumah pak Jarwo namun kami tidak melihat satupun orang yang berkeliaran di sana.
"Ngapain kalian di sini"
"Sini" kami mendekati Alisa dan Reno yang bersembunyi di samping tembok, entah apa yang mereka lakukan, kami masih tidak tau.
Kami ikutan bersembunyi seperti mereka.
"Ada apa, kenapa kalian sembunyi?" suruh Alisa.
"Sstt jangan berisik" aku diam, tak lagi berbicara dan bersembunyi di samping tembok itu dengan perasaan aneh karena tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi.
tap
tap
tap
Telinga ku menangkap suara langkah kaki seseorang yang mendekat.
Kami yang bersembunyi di samping tembok itu diam tanpa mengeluarkan suara sedikitpun, bahkan kami menahan napas agar tidak ada orang yang mengetahui keberadaan kami.
tap
tap
tap
Suara langkah kaki itu menjauh dari kami membuat kami bernapas lega.
"Emang siapa dia, kenapa kalian sembunyi dari dia?"
Alisa mengintip."Lihat, itu orang yang buat kami terpaksa sembunyi" tunjuk Alisa pada seorang wanita berkebaya hijau yang sebaya dengan bunda berjalan mendekati tempat para penari di rias.
Angkasa semakin tidak mengerti dengan apa yang terjadi."Kenapa kalian sembunyi dari dia, dia kan sama seperti penari-penari lainnya?"
"Tidak, dia itu berbeda, dia tidak sama seperti mereka" jawab Alisa dengan hebohnya.
"Letak perbedaannya di mana, dari segi pakaian dan penampilan serta aksesorisnya itu sama, palingan cuman beda dikit, kenapa kamu masih bilang dia beda sama yang lain?"
"Dia itu beda za, auranya dia dengan penari-penari lainnya itu sangatlah berbeda, mangkanya aku sama Reno langsung sembunyi saat dia hampir melihat kami" jawab Alisa.
Aku melihat punggung wanita berkebaya hijau yang sudah hampir tak terlihat itu.
"Kita jangan pikirin dia dulu, kesampingkan saja dulu, kita fokus ke tujuan awal saja"
"Kalian udah nemuin mbk Indri gak?" keduanya menggeleng.
"Enggak sa, kami gak nemuin mbk Indri, kami rencananya tadi mau nyari mbk Indri dengan meriksa semua kamar yang ada di sini, tapi terjeda ketika kami melihat wanita berkebaya hijau itu yang mendekat" jawab Reno.
"Ya sudah ayo kita mulai cari mbk Indri, aku yakin dia pasti ada di sini" ajak Angkasa.
Kami semua setuju."Kita mau nyari di mana, rumah ini luas banget, bakalan lama kalau kita nyari mbk Indri di rumah seluas ini?" Alisa meminta pendapat kami untuk langkah selanjutnya.
"Gak apa-apa sa, walaupun lama yang penting kita bisa nemuin mbk Indri, ayo kita cari dia, kita harus menghemat waktu, kalau bisa kita secepatnya harus nemuin mbk Indri dan bawa dia pergi dari sini sebelum suami gaibnya datang dan bawa dia kembali ke desa gaib itu"
"Iya, ayo kita cari mbk Indri di setiap kamar" jawab Reno.
Kami dengan pelan-pelan keluar dari tempat persembunyian.
Dengan wajah tegang dan gelagat yang wajar kami mulai mencari mbk Indri dengan membuka satu persatu kamar yang terdapat di rumah ini.
Kamar-kamar yang ada di rumah ini sangat banyak, di bawah saja sudah banyak sekali, belum di atas, kami masih meriksa kamar yang di bawah, kalau di bawah tidak ada mbk Indri kami akan mencarinya di atas.
Semua kamar yang kami buka kosong, tidak ada orang yang aku cari-cari di dalamnya.
"Di mana mbk Indri, pak Jarwo naruh dia di mana?"
"Pasti di sekitar sini za, kita harus temuin dia, sa, ren kalian cari di bawah saja, aku sama Aliza akan ke atas buat meriksa apakah di sana ada mbk Indri atau tidak" suruh Angkasa.
"Iya, kami akan cari mbk Indri di sini, kalian ke atas aja, kalau kalian berhasil nemuin mbk Indri langsung hubungi kami" setuju Reno.
Angkasa mengangguk."Kami akan hubungin kalian, nanti kalau ada orang yang naik ke atas bilang sama kami, biar kami bisa waspada"
"Siap"
"Ingat hati-hati saat nyari mbk Indri, jangan sampai kalian ketahuan, bisa bahaya nantinya" peringatan Angkasa.
"Kami akan berusaha untuk hati-hati, sana kalian ke atas, kami mau nyari mbk Indri lagi" suruh Reno.
Kami naik ke atas tangga yang banyak itu, mereka berdua mencari keberadaan mbk Indri di kamar yang terdapat di bawah.
*******
Disarankan membaca dari bab 117 yang berjudul "gadis pucat" tapi lebih afdol dari awal, dari misteri hantu Alisa, nanti kalian akan tau ada banyaknya perubahan yang terjadi.
Kalian ingin Steven hilangkan? sudah saya turuti.
Steven hilang, ini masih bab pergaiban, kalau masalah bab percintaannya di belakang dengan jalan percintaan yang otomatis berubah.
Tapi akhir cerita HAPPY ENDING udah senang kan, gak usah marah-marah karena lama up, ada banyak bab baru di depan mangkanya agak lama revisinya.
Teruntuk bab Yuki masih belum di tulis karena author ngira konflik gadis pucat itu akan selesai dalam 5/10 bab, ternyata tidak, kalau kalian ingin tau selesai dalam berapa bab silahkan baca aja dari bab 117 yang berjudul "gadis pucat"
TERIMAKASIH sudah setia nungguin author ❤️
Maaf authornya lama up-nya, ini aja udah berperang sama waktu untuk bisa nyelesain revisinya.
Ada bab baru di depan yang jumlahnya hampir sebagian besar jumlah bab di The Indigo Twins saat ini.
Kalau kalian sudah tau misteri hantu Alisa, gak usah di baca lagi, artinya kalian itu pembaca baru, tapi kalau kalian gak tau misteri hantu Alisa, di sarankan baca dari awal.
Teruntuk gadis pucat juga, kalau kalian gak tau kasus gadis pucat, silahkan baca lagi, itu bab baru kok, biar kalian gak bingung sama cerita selanjutnya.
...SELAMAT MEMBACA...
...Sekian terimakasih...