The Indigo Twins

The Indigo Twins
Kondisi yang parah



Di sisi lain.


Reno sampai di lokasi, di sana sudah ada banyak orang yang mengerumuni.


Reno memarkirkan motor dengan sembarangan lalu langsung mendekat ke arah kerumunan itu.


"Alisa" kaget Reno saat melihat Alisa yang tidak sadarkan diri di tengah-tengah kerumunan.


"Alisa bangun, Alisa" Reno berusaha membangunkan Alisa namun tidak ada pergerakan.


"Di bawa ke rumah sakit saja dek" salah satu orang yang berkerumun di antara mereka berusul.


"Tolong pak bantu bawa ke rumah sakit, saya mohon" titah Reno.


"Ayo bapak-bapak bantu bawa dia ke rumah sakit"


Mereka semua setuju lalu langsung mengangkat Alisa yang sudah tidak sadarkan diri untuk masuk ke dalam mobil berwarna putih.


"Pak korban yang kecelakaan 2 orang, satunya di mana pak?" Reno bertanya pada bapak-bapak yang berada di dekatnya.


"Itu di sana dek" tunjuk bapak-bapak itu pada sebelah utara yang berjarak beberapa sentimeter saja namun tak terlihat karena banyak orang yang berkerumun.


Reno langsung mendekati ke arah kerumunan massa itu.


Bertapa terkejutnya Reno saat melihat tubuh ku yang di tutupi koran.


"Gimana keadaan dia?" telinga Reno mendengar percakapan yang terjadi di dekatnya.


"Dia baik-baik aja apa gimana?"


"Dia sudah meninggal, satunya tadi sekarat mungkin sekarang juga sudah meninggal"


Pertahanan Reno hampir runtuh ketika mendengar hal itu, namun ia berusaha untuk menahannya.


"Pak tolong bawa korban ke rumah sakit" titah Reno.


Bapak-bapak yang ada di sana langsung mengangkat tubuh ku dan memasukannya ke mobil yang sama dengan Alisa.


Mobil itu melaju ke rumah sakit sedangkan Reno mengikutinya dari belakang.


Sepanjang perjalanan air mata mengalir di pipi Reno, ia hanya tak kuat mendengar kematian kami berdua yang tewas karena kecelakaan.


Di sepanjang perjalanan Reno berusaha menyakinkan diri kalau hal itu tidak akan pernah terjadi, ia terus melajukan motor mengikuti mobil putih itu dari belakang.


20 menit waktu di habiskan hingga pada akhirnya mobil sampai di depan rumah sakit.


"Suster tolong kami" teriak Reno yang panik.


Suster-suster yang mendengar langsung berlari mendekatinya, suster-suster itu berlari dengan membawa brankar.


"Tolong teman saya sus, selamatkan mereka" titah mereka.


"Baik dek" suster-suster di bantu dengan para staf rumah sakit meletakkan tubuh kami di brankar lalu mendorongnya ke ruangan UGD.


Reno mengikuti suster-suster itu."Adek tunggu di sini, masalah pasien kami yang akan handel" suruh dokter.


"Selamatkan teman saya dok" titah Reno.


"Kami akan berusaha semaksimal mungkin, suster bawa mereka masuk" suster-suster itu membawa dua brankar itu masuk ke dalam.


Reno menunggu di depan ruangan UGD, ia mengacak rambutnya kasar.


"Kenapa harus mereka yang mengalami kejadian ini, kenapa gak yang lain saja, nyesel aku gak ikut bersama mereka sehingga kejadian naas ini terjadi" frustasi Reno yang terus mondar-mandir tidak tenang.


"Ya Allah Reno mohon tolong sembuhkan mereka, jangan ambil mereka ya Allah, Reno mohon sekali"


Reno terus berdoa, ia menunggu di depan ruangan UGD dengan tidak tenang, mondar-mandir ke sana kemari terus ia lakukan, pikiran-pikiran buruk berdatangan yang membuatnya semakin tidak bisa diam.


Krieet


"Dokter bagaimana keadaan mereka, kenapa salah satu di antara mereka di keluarin, mereka gak apa-apa kan dok?"


"Teruntuk pasien bernama Alisa Qiensyah hanya cedera ringan saja, tapi beda halnya dengan Aliza Qiensyah, kondisinya parah, kami akan melakukan ct scan di rumah sakit pusat, di sini alatnya rusak, ayo suster bawa pasien ke ambulance, kita harus lakukan ct scan secepatnya sebelum pasien tidak tertolong" suruh dokter.


"Baik dok" para suster-suster itu mendorong brankar ku meninggalkan Reno yang tengah kacau balau.


Reno terduduk di bawah, ia terngiang-ngiang dengan ucapan dokter barusan.


"Tidak mungkin, ini tidak mungkin terjadi, mereka akan baik-baik saja, mereka kuat, mereka tidak akan pergi" air mata mengalir tanpa aba-aba di pelupuk mata Reno.


"Reno bagaimana dengan Aliza sama Alisa, mereka ada di mana ren, mereka baik-baik saja kan, mereka gak terluka kan?" khawatir bunda yang melihat Reno diam dengan tatapan lurus ke depan, sesekali air mata mengalir tanpa aba-aba.


Bunda datang bersama ayah, Ustadz Fahri dan juga Ustadz Zaki.


"Reno jawab pertanyaan kami, katakan mereka baik-baik saja kan?" ayah semakin khawatir saat melihat Reno tidak menjawab meski tubuhnya di goyang-goyangkan olehnya.


"Reno jawab pertanyaan bunda, katakan bagaimana mereka, mereka baik-baik saja kan ren?" tangisan bunda pecah saat Reno masih diam tanpa menjawab yang membuatnya semakin panik dan cemas.


"Renoo jawab!"


"Aliza bunda" jawab Reno.


"Aliza kenapa Reno, kenapa dia, dia baik-baik saja kan?" semakin khawatir bunda.


"Aliza terluka parah bunda, dia lagi di bawa ke rumah sakit pusat"


Seketika tubuh bunda langsung lemas, tangis bunda semakin pecah.


"Ya Allah"


Mereka semua yang berada di sana langsung khawatir setengah mati.


"Aliza, ayah Aliza" tangis bunda semakin pecah, ia terduduk di bawah dengan bersandar pada dinding di belakangnya.


"Bunda tenang dulu, Aliza pasti baik-baik saja, dia anak yang kuat, dia pasti bisa bertahan" ayah terus menenangkan bunda yang tengah kacau.


"Huhu Aliza, Aliza" bunda terus memanggil nama ku, tangisannya semakin lama semakin mengeras saat pikiran-pikiran buruk datang menghantuinya.


"Ayah Aliza ayah, Aliza terluka parah, bunda tidak mau kehilangan dia ayah"


"Aliza akan baik-baik saja bun, dia pasti kuat, bunda jangan mikir macem-macem, anak kita pasti bisa melewatinya" ayah berusaha tegar saat mendengar kenyataan pahit ini.


Bunda terus menangis di depan ruangan UGD, ia takut pikiran-pikiran buruk yang berdatangan itu terjadi.


"Reno bagaimana dengan Alisa, dia baik-baik saja kan?" Ustadz Fahri teringat pada Alisa yang juga terlibat dalam kejadian mengerikan yang terjadi sekitar pukul 4 sore.


"Alisa masih ada di dalam bun" jawab Reno.


Krieet


Seorang suster keluar dari dalam ruangan UGD, mereka semua yang melihat suster itu langsung berdiri dan mendekatinya.


"Suster bagaimana dengan keadaan anak saya, dia baik-baik saja kan sus?" bunda langsung bangun dan menghampiri suster itu..


"Keadaan pasien baik-baik saja, hanya cedera ringan saja" jawab suster.


Mereka semua mengucap syukur ketika keadaan Alisa baik-baik saja tak terlalu mengkhawatirkan.


"Suster saya ingin melihat pasien, bolehkah saya masuk?" meminta izin ayah.


"Tidak di perkenankan pak, orang luar kecuali staf rumah sakit tidak boleh masuk ke dalam, pasien saat ini masih belum sadarkan diri, kami akan memindahkan pasien ke ruangan perawatan" jawab suster.