The Indigo Twins

The Indigo Twins
Penemuan mayat yang sudah membusuk



Aku dan Alisa membawa mereka ke jalanan desa yang sepi yang tadi malam kami datangi, kami masih ingat betul di mana tempat hantu terompah itu menunjukan letak keberadaan mayatnya.


"Assalamualaikum Ustadz, saya minta tolong usir hantu terompah dari desa ini, saya sudah banyak dengar dari warga tentang hantu terompah itu" titah pam RT yang baru datang ke rumah kami untuk meminta tolong.


"Wa'alaikum salam, kami akan berusaha untuk buat hantu terompah itu pergi pak RT, kami sekarang ini mau datang ke tempat di mana jasad hantu terompah di buang" jawab Ustadz Fahri.


"Kalau boleh tau hantu terompah itu sebenarnya siapa tadz, kenapa dia tiba-tiba datang dan bikin onar di kampung ini, warga-warga jadi pada takut keluar rumah setelah kedatangan hantu terompah" penasaran pak RT.


"Hantu terompah itu pak RT adalah orang yang di bunuh sama warga di desa ini, mayatnya di buang di jalanan desa yang gelap, dia gentayangan dan ganggu orang-orang karena mau balas dendam sama orang yang sudah bunuh dia dengan cara membuat kampung ini gak aman lagi, mangkanya sekarang ini kami mau ke jalanan desa, hantu terompah bilang jasadnya di buang di sana, dia minta kami buat makamin mayatnya dengan layak"


"Kalau seperti itu saya ingin ikut juga, saya ingin tau seperti apa hantu terompah itu" titah pan RT.


"Ayo pak RT ikut bersama kami ke sana, biar pak RT percaya kalau warga di desa ini yang sudah membuat hantu terompah itu meninggal" ajak ayah.


Pak RT mengangguk, ia berjalan bersama kami menuju jalanan desa yang sepi dan sunyi.


"Kalian tau dari mana kalau orang yang sudah bunuh hantu terompah itu warga di desa ini?" sedari tadi pak RT masih sangat penasaran dengan orang yang sudah memberi tau kami.


"Kami tau dari hantu terompah sendiri pak RT, tadi malam kami di datangin sama hantu terompah, dia bilang kalau dia meninggal karena di bunuh, perhiasannya juga di ambil sama orang yang sudah bunuh dia, dia minta kami buat makamin jasadnya dengan kayak terus tangkap pelakunya, baru setelah itu dia akan pergi dari desa ini" jelas Alisa.


"Kalian sudah tau siapa pelakunya, kalau kalian sudah tau cepat bilang sama saya, saya akan panggilkan polisi untuk tangkap dia?" sangat penasaran pak RT pada sosok yang sudah membunuh hantu terompah.


"Kami gak tau pak RT, tapi hantu terompah bilang kalau orang yang sudah bunuh dia adalah orang kaya baru, apa pak RT tau siapa orang kaya baru di desa ini?"


"Wah itu saya kurang tau, saya masih belum dengar ada orang kaya di desa ini, mungkin saja beritanya pasti akan berkembang pusat di desa ini" jawab pak RT.


"Semoga saja kita bisa langsung tau siapa orang kaya baru di desa ini, biar kita langsung selidiki dia, kita harus tau dulu apakah dia orang yang sudah bikin hantu teromoah meninggal atau tidak, kalau kita main tangkap dia, Aliza hanya takut salah orang, nanti kita yang malah di tuntut karena pencemaran nama baik, Aliza gak mau masuk penjara"


"Ada om kamu za, dia yang akan urus kalian jangan ikut-ikut" jawab bunda.


"Tapi pasti om akan minta tolong sama kita bun, jadi kita juga yang harus terjun ke dalam kasus itu, om gak akan bisa selidiki dan tangkap pelakunya tanpa arahan dari kami"


"Iya, tapi kalaupun kalian ikut mecahin misteri itu hati-hati, jangan sampai kalian jadi korbannya, bunda gak mau kalian terluka lagi" peringatan bunda"


"Siap bun, kami akan terus hati-hati" jawab kami kompak.


Kami menghentikan langkah ketika sampai di tempat yang hantu terompah tunjukan pada kami.


"Nah di sini hantu terompah itu tadi malam berhenti"


Mereka semua melihat sekeliling tempat kami berhenti, yaitu di tengah-tengah jalanan desa.


"Kok bau busuk ya, dari mana asal bau busuk ini" mulai tak tahan Angkasa saat memcium bau busuk yang menyengat.


"Perasan tadi malam gak ada bau busuk sama sekali, kenapa sekarang malah ada" merasa aneh Alisa yang terus menutup hidungnya karena tidak tahan dengan baunya.


"Hantu terompah itu bilang jasadnya ada di sebelah mana?" penasaran Ustadz Fahri.


"Di sana, hantu terompah nunjuk ke arah semak-semak itu, dia bilang jasadnya ada di sana"


"Coba kita cari jasadnya, kita harus evakuasi mayat hantu terompah baru kita makamin dia dengan layak" ajak pak RT.


Mereka semua setuju, ayah, pak RT Ustadz Fahri dan Ustadz Zaki meloncat ke bawah dan mencari keberadaan mayat hantu teromoah.


Bau busuk semakin menyengat saat mereka berada di bawah yang tidak terlalu tinggi, sekitar 15 cm tingginya dari jalanan aspal.


"Kenapa baunya semakin busuk" tak tahan Ustadz Fahri saat terus mencium bau busuk saat berada di bawah.


"Sabar tadz, kita harus cari jasad hantu terompah itu, baru pulang dari sini" jawab Ustadz Zaki.


"Saya rasa jasad hantu terompah itu gak jauh dari sini, ayo kita cari dia dan temukan, lalu bawa dia pergi dari sini" ajak Ustadz Fahri.


"Saya juga rasa seperti itu tadz, saya prediksi jasad hantu terompah berada di sekitar sini" sahut pak RT.


"Ayo kita mulai cari saja, kita harus temukan jasad hantu terompah itu" ajak Ustadz Zaki.


Mereka semua setuju, mereka mulai mencari keberadaan jasad hantu terompah yang di curigai ada di sana.


Mereka berempat mencari jasad hantu terompah dengan kendala bau bangkai yang semakin lama semakin bertambah ngengat baunya.


Ustadz Fahri dengan memegang ranting kayu mencoba mencari jasad hantu terompah di dalam semak-semak merambat yang ada di sana, ia menyibak satu persatu semak-semak dengan menggunakan ranting kayu itu.


"Astaghfirullah hal adzim" kaget Ustadz Zaki langsung memundurkan tubuhnya ketika melihat sesuatu yang mengerikan di depannya.


"Ada apa Ustadz?" penasaran mereka yang melihat ekspresi wajah Ustadz Fahri yang tiba-tiba langsung berubah.


"A-ada mayat" jawab Ustadz Fahri terbata-bata.


"Mana tadz?" ayah, pak RT dan Ustadz Zaki menghampiri Ustadz Fahri.


"I-itu, itu mayatnya" tunjuk Ustadz Fahri ke arah mayat seorang wanita yang mengenakan pakaian berwarna merah, wajah mayat wanita itu sudah tak berbentuk, banyak lalat-lalat yang mengerumuni mayat itu sehingga mengeluarkan bau busuk yang menyengat.


"Astaghfirullah hal adzim" kaget mereka saat melihat mayat hantu terompah yang menakutkan dan sudah membusuk.