The Indigo Twins

The Indigo Twins
Misteri suara minta tolong 3



"Di antara kalian ada yang tau tentang bu Dinda sebelumnya gak?"


"Enggak, aku cuman dengar kalau dia guru baru di sekolahan ini, guru sebelumnya mutusin berhenti ngajar karena harus merawat orang tuanya yang sudah sakit-sakitan, mangkanya pihak sekolah nyariin guru pengganti" jawab Dimas.


"Kalau itu kami sudah tau dim"


"Kalian gak tau di mana rumahnya bu Dinda?" penasaran Angkasa.


"Dia itu tinggal di jalan merpati, aku sering lewat di sana biar lebih cepat nyampe ke rumah, mangkanya kalau pulang ke desa aku gak bareng mereka berdua" jelas Byan.


"Oh jadi kalian bertiga satu desa?"


"Iya, kami satu desa, cuma kadang kala kami gak bareng saat mau pulang" jelas Roki.


"Byan berati kamu tau rumah bu Dinda kan?"


"Tau, orang setiap hari aku selalu lewat di sana, kenapa, kalian mau ke rumahnya?" aku dan Angkasa langsung mengangguk cepat.


"Kamu bisa anterin kita ke sana kan, aku penasaran banget sama sosok perempuan itu, aku ingin tau kenapa dia bisa meninggal dan kenapa pula dia ikutin bu Dinda terus menerus" jawab Angkasa.


"Tapi sebelum kita ke rumahnya bu Dinda, kita harus cari tau dulu siapa sosok itu, kalau terbukti meninggalnya dia ada hubungannya dengan bu Dinda, baru kita selidiki sampai ke rumahnya" sahut Roki.


"Iya juga, saat istirahat nanti kita coba cari tau tentang sosok perempuan itu, soalnya dari tadi pagi dia sudah cegat kami, dan sekarang kami malah ketemu lagi sama dia"


"Iya, nanti kita juga akan bantu kalian" jawab Dimas.


Percakapan kami semua terhenti saat melihat bu Riska yang masuk ke dalam kelas.


"Waktunya bu Indah ya?" bu Riska berjalan mendekati meja guru.


"Iya bu" jawab kami semua.


"Hari ini bu Indah gak bisa masuk di karenakan anaknya sakit" senyuman merekah di bibir kami saat mendengar ada guru yang tidak masuk, ketidakhadiran seorang guru adalah kebahagiaan untuk murid-muridnya.


"Tapi bu Indah ngasih tugas" seketika senyuman manis itu langsung sirna.


"Kalian kerjakan latihan siswa halaman 45, setelah selesai kalian boleh istirahat duluan, tapi gak usah berisik, kalau sudah selesai di kumpulin jadi satu dan tarok di loker bu Indah" perintah bu Riska.


"Baik bu" jawab kami semua.


"Kerjakan, awas jangan berisik" perintah bu Riska lalu keluar dari dalam kelas.


"Baaaa" teriak anak-anak saat bu Riska sudah benar-benar keluar dari dalam kelas.


"Udah senang gak ada gurunya, eh gak taunya malah di kasih tugas" keluh Roki.


"Udah kerjain aja, gak banyak kok cuman 5 soal, habis itu baru kita istirahat"


"Hmmm" balas Roki dengan dehaman.


Kami mulai mengerjakan soal yang di berikan bu Riska dengan tenang.


Sekitar 20 menit waktu yang telah kami habiskan untuk mengerjakan tugas itu.


"Sudah selesai gak?" teriak Jay yang merupakan ketua kelas.


"Sudah" jawab kami semua.


"Kalau sudah tarok di depan, nanti aku yang akan tarok di loker" suruh Jay.


Kami semua mengumpulkan buku di meja guru, lalu satu persatu di antara anak-anak yang ada di dalam kelas keluar untuk beristirahat.


"Ini saatnya kita mulai cari tau tentang bu Dinda, aku rasa ada sesuatu yang terjadi padanya sehingga sosok seram itu terus ikutin dia kemana-mana"


"Iya, kita mulai dari mana ini?" Roki meminta pendapat kami semua.


Kami semua diam, kami bingung harus mulai dari mana karena di antara kami tidak punya informasi penting tentang bu Dinda.


"Sekarang bu Dinda ngajar di kelas mana?"


"Di kelas sebelah, apa kita harus ke sana juga?" meminta pendapat Roki.


"Ya jelas harus, ayo kita ke sana, kita harus cari tau siapa sosok perempuan itu, aku rasa dia ada hubungannya dengan bu Dinda, gak mungkin dia cuman sekedar ikutin bu Dinda saja" jawab Angkasa.


Mereka mengangguk, kami semua berjalan mendekati kelas sebelah, kelas itu tak lain adalah kelas Reno.


Dari jendela aku melihat Reno yang terus menundukkan kepalanya karena sosok seram itu berdiri tepat di sampingnya.


"Sa sosok seram itu lagi berdiri di samping Reno"


"Iya, bagaimana caranya kita suruh dia ke sini?"


"Gak ada cari lain, kita harus tunggu istirahat tiba, baru dia bisa keluar dari dalam kelas Reno"


"Lama za, sedikit nanti waktu kita yang akan cari tau tentang bu Dinda"


"Terus gimana dong?"


Angkasa diam, ia mulai berpikir agar sosok itu mau keluar dari dalam kelas itu.


"Kalian tunggu di sini dulu, aku yang akan bikin sosok itu kemari" suruh Angkasa.


"Caranya?" di antara kami semua sangat penasaran, karena kami benar-benar tidak menemukan cara apapun.


"Kalian juga akan tau, tunggulah di sini dulu, aku akan buat dia kemari" titah Angkasa.


Kami hanya melihat Angkasa yang berdiri di ambang pintu kelas sebelah.


tok


tok


tok


"Assalamualaikum" salam Angkasa.


Pandangan mereka semua tertuju pada Angkasa.


"Wa'alaikum salam, ada apa?" penasaran bu Dinda.


"Maaf mengganggu bu, saya ada perlu sama Reno" jawab Angkasa.


"Oh silakan" sahut bu Dinda.


Angkasa memberi kode dengan tangannya, Reno langsung mendekati Angkasa dengan tetap tenang walaupun keadaan yang tidak memungkinkan.


Angkasa membawa Reno mendekati kami berempat.


"Kenapa kamu manggil aku segala, apa yang kamu inginkan?" penasaran Reno.


Angkasa tak menjawab, pandangannya hanya tertuju pada sosok perempuan itu yang mengikuti Reno dari belakang.


"Yes akhirnya dia keluar juga" Reno semakin mengerutkan alis saat mendengar ucapan Angkasa.


"Keluar, apanya yang keluar?" penasaran Reno.


"Dia, aku panggil kamu keluar agar dia juga ikut keluar" tunjuk Angkasa pada sosok seram yang baju putihnya penuh dengan noda yang berwarna merah.


"Sa siapa dia sebenarnya, kenapa dia malah minta tolong sama aku pas lagi jam pelajaran, sumpah aku jadi gak fokus belajar" keluh Reno.


"Bukan kamu doang, kami juga sama, mangkanya sekarang kami tengah berusaha cari tau siapa dia" jawab Angkasa.


Pandangan kami bertiga tertuju pada sosok seram itu yang masih diam di tempat.


"Tolong aku" titah sosok seram itu.


"Siapa kau?"


"Nama ku Laura, aku ingin minta tolong tangkap pelaku yang sudah nabrak aku" jawab sosok yang bernama Laura itu.


"Jadi mbk korban kecelakaan?"


"Benar, aku kecelakaan 7 hari yang lalu, dan yang sudah nabrak aku lari dari tanggung jawab, mangkanya aku minta tolong kalian tangkap pelakunya" titah mbk Laura.


"Apa pelakunya bu Dinda?" Reno memastikan kebenaran itu.