The Indigo Twins

The Indigo Twins
Siapa di sana?



Mbk Indri membuka mata, ia menatap linglung sekitarnya yang berubah total dan begitu sangat asing baginya.


"Di mana aku ini, kenapa aku berada di sini?"


Mbk Indri berada di dalam hutan yang mencekam, suara-suara burung-burung hantu dan juga hewan-hewan lainnya terdengar di telinga mbk Indri.


"Di mana ini, kenapa gelap sekali, tolong siapapun tolong aku" mbk Indri yang panik berteriak ia benar-benar takut berada di dalam hutan yang gelap dan mencekam sendirian.


Wussshhhh


Kelebat orang yang melintas dengan cepat lewat di dekat mbk Indri.


"Siapa itu?"


Tidak ada jawaban yang terdengar di telinga mbk Indri.


Bayangan itu benar-benar hilang seperti di telan bumi.


"Aneh, kenapa tidak ada siapapun?"


"Sebenarnya aku ada di mana ini, kenapa gelap sekali, aku harus cari orang yang bisa bantu aku pulang ke rumah lagi, aku yakin di sekitar sini pasti ada orang"


Mbk Indri dengan pelan-pelan melangkahkan kakinya untuk keluar dari dalam hutan yang gelap itu.


Wussshhhh


Bayangan itu kembali melintas di dekat mbk Indri yang membuat dia menghentikan langkah dan melihat sekeliling berharap menemukan keberadaan bayangan itu.


"Siapa di sana?"


Wussshhhh


Brukk


Seseorang terjatuh ke dalam semak-semak yang berada tak jauh dari posisi mbk Indri berdiri yang membuat semak-semak itu bergerak.


"Siapa yang ada di sana?"


"Aku harus cek siapa dia, mungkin saja dia bisa bantu aku untuk keluar dari sini"


Mbk Indri dengan pelan-pelan mendekati semak-semak yang bergerak-gerak itu.


Semakin mbk Indri mendekat, semak-semak itu semakin bergerak dengan cepat seperti memang ada orang yang berada di dalamnya.


Mbk Indri yang penasaran terus mendekati semak-semak itu dengan tubuh yang di serang rasa merinding, ia sebenarnya sangat takut untuk meriksa ada apa di dalam semak-semak itu, namun karena penasaran yang lebih besar mbk Indri pun berusaha menahan rasa takutnya.


Semak-semak itu semakin bergerak-gerak tiba-tiba.


"Arrrrgghh" teriak mbk Indri saat melihat pemuda tampan yang keluar dari dalam semak-semak itu.


"Kenapa, kenapa kamu teriak?" pemuda tampan itu terkejut saat mbk Indri berteriak ketika melihatnya.


Mbk Indri memundurkan tubuhnya."Jangan mendekat"


Pemuda tampan itu merasa aneh saat mbk Indri tak mau ia dekati sama sekali.


"Aku tidak akan nyelakain kamu, kamu tidak usah takut" mbk Indri masih gemetaran, ia benar-benar takut sekali pada pemuda tampan itu meski dia tidak menampakkan wajah menakutkannya.


"Kau jangan takut, aku tidak akan ngebahayain kamu, sekarang ayo ikut aku ke desa" pemuda tampan itu berjalan, tiba-tiba ia berhenti berjalan dan melihat ke arah mbk Indri yang masih diam di tempat.


"Kenapa diam, ayo kita pergi, apa kamu mau selamanya berada di sini?" mbk Indri langsung menggeleng cepat.


"Tidak, aku tidak mau berada di sini selamanya, tolong bawa aku kembali ke rumah ku, kau bisakan?" pemuda tampan itu mengangguk dengan di sertai senyuman manis yang membuatnya terlihat sangat tampan.


"Iya, ayo ikut ke rumah ku dulu, ini masih malam, besok pagi aku akan antarkan kamu ke rumah mu" ajak pemuda tampan itu.


Mbk Indri dengan polosnya mengangguk dan mengikuti pemuda tampan yang ia lihat di dalam hutan ini.


"Indri, nama ku Indri" gugup mbk Indri saat pemuda tampan itu menyunggingkan senyuman ke arahnya yang membuatnya tak nyaman.


"Indri ayo ikut ke rumah ku, rumah ku tidak jauh dari sini" ajak pemuda tampan itu lagi.


Mbk Indri mengangguk dan terus mengikuti pemuda tampan itu.


Setelah cukup lama mereka berjalan, mereka bertemu dengan gapura awal masuk desa gaib.


"Kau mau bawa aku ke mana?"


"Ke rumah ku kemana lagi, apa kau merasa keberatan ku bawa ke rumah?" mbk Indri menggeleng.


"Tidak, tapi kau janjikan akan bawa aku pulang ke rumah ku" pemuda tampan itu mengangguk.


"Iya aku janji akan membawa mu pulang" mbk Indri merasa sedikit lega setelah mendengar jawaban pemuda tampan itu.


"Ayo ikut ke rumah ku" tanpa menjawab mbk Indri mengikuti pemuda tampan itu yang masuk ke dalam desa gaib.


"Kenapa kau ingin sekali pulang?"


"Karena besok aku akan menikah"


DEG!


Senyuman yang merekah di bibir pemuda tampan itu langsung sirna saat mendengar hal itu.


Mbk Indri merasa sedikit tak nyaman saat pemuda tampan itu tidak lagi berbicara, dia mendadak menjadi pendiam.


"Kenapa diam, apa aku salah ngomong, tapi tidak ada yang salah dari apa yang bilang barusan, namun kenapa dia tiba-tiba langsung diam" batin mbk Indri merasa aneh.


Sepanjang perjalanan menuju rumah pemuda tampan, mbk Indri terus diam dengan memikirkan kesalahan apa yang sudah membuat pemuda itu menjadi pendiam.


"Ini rumah ku, kau masuklah ke dalam kamar itu, jangan keluar jika tidak ada perintah" tunjuk pemuda tampan itu pada kamar yang berada di paling pojok.


Mbk Indri menatap wajah pemuda itu dengan tatapan terkejut, pasalnya nada bicara pemuda itu tak bersahabat sama sekali pada mbk Indri tak seperti tadi.


"Ada apa dengannya, kenapa dia langsung berubah, apa yang sudah terjadi padanya, kenapa dia berubah sedraktis ini" batin Indri merasa aneh.


"Cepat masuk ke dalam, ini sudah malam" suruh pemuda tampan itu.


Mbk Indri mengangguk lalu berjalan menuju kamar yang pemuda itu tunjuk.


"Bima apa kau sudah menjemputnya?" seorang kakek-kakek yang keluar dari kamar ketika mendengar suara yang sangat familiar.


"Sudah kakek, Bima sudah membawa dia kemari" jawab Bima.


"Oh jadi nama pemuda itu Bima" batin mbk Indri yang mendengar percakapan mereka.


Mbk Indri membuka kamar itu lalu masuk ke dalamnya.


Kamar itu lumayan luas dan terasa sangat nyaman karena bersih dan rapih.


Mbk Indri mendekati tempat tidur dan mulai memejamkan mata.


Di luar Bima duduk di ruang tamu dengan wajah lesu bersama mbah Brahma.


"Ada apa Bima, kenapa kau terlihat sedih?"


"Kakek Indri bilang dia akan menikah, dia minta aku untuk nganterin dia pulang kembali ke rumahnya, bagaimana ini kakek, apa yang harus aku lakukan, aku sudah menyukainya saat ia masih kecil dan sekarang saat dia sudah dewasa, aku malah terlambat menjadikannya milik ku"


Mbah Brahma tersenyum."Kau tidak terlambat cucu ku, kau bisa menikahi wanita itu, besok acara pernikahan kalian bisa di adakan"


Wajah Bima langsung berbinar."Bagaimana dengan calon suami Indri yang ada di alam manusia kakek kalau aku nikahin dia besok?"


"Masalah itu ada tante mu yang akan ngurusnya, kamu tidak usah pusing-pusing lagi, besok kau bisa menikahi wanita itu"