The Indigo Twins

The Indigo Twins
Tidak dapat di temukan



"Gak tau juga, ayo kita samperin dia, kita tanyain padanya biar semuanya jelas" jawab Alisa yang sudah penasaran sekali dengan gadis pucat itu.


Kami berempat berlari menuruni anak tangga untuk mendekati gadis pucat yang begitu misterius.


"Loh kemana dia?" tanya ku yang tidak dapat menemukan dia saat sudah sampai di bawah.


"Tadi dia kan ada di sini, kenapa sekarang malah gak ada, pergi kemana dia?" tanya Alisa yang juga merasa aneh.


"Aku rasa gadis pucat itu sudah pergi, dia mungkin tau kalau kita mau ke sini" jawab Angkasa.


"Yah sia-sia dong kita ke sini, aku kan penasaran banget sama dia" kata ku.


"Besok kita cari dia, aku yakin dia pasti akan kembali terlihat di sini, ayo kita kembali ke kelas, 5 menit lagi bel akan berbunyi" ajak Angkasa.


Kami semua mengangguk lalu masuk ke dalam kelas masing-masing.


Tak lama dari itu bel berbunyi dengan nyaring.


Semua anak-anak masuk ke dalam kelas masing-masing.


Pelajaran terakhir di mulai dengan baik, aku dapat mengikuti pelajaran terakhir tanpa halangan.


Teet


Teet


Teet


Bel berbunyi tiga kali menandakan sekolah telah usai.


Sorak gembira terdengar di seluruh sekolahan ini.


"Ayo kita ke parkiran, kita harus ke restoran setelah ini, kita harus bantuin Ustadz Fahri, kasihan dia sendirian yang ngurus restoran" ajak ku.


Angkasa membalas dengan dehaman saja.


Aku dan Angkasa keluar dari dalam kelas dan menuju parkiran.


"Mana Alisa sama Reno, kenapa belum datang juga?" tanya ku yang celingukan mencari keberadaan mereka berdua.


"Tiger kamu tau gak mereka kemana?" tanya Angkasa.


"Gak tau, dari tadi aku berada di sini, aku tidak masuk ke dalam sama sekali" jawab Tiger.


"Kalau kalian pada liat gak?" tanya ku pada mereka bertiga.


"Enggak juga, kita dari tadi nemenin Tiger di sini, kita gak tau menahu Alisa sama Reno pergi kemana" jawab mbk Gea.


"Terus kemana mereka ya" kata ku.


"Mungkin aja mereka masih ada di dalam za, tungguin aja bentar" jawab mbk Hilda.


"Nah tuh kan benar kalau mereka memang masih ada di dalam" kata mbk Santi menunjuk ke arah mereka berdua yang baru keluar.


"Kalian dari mana aja, kenapa lama sekali?" tanya ku.


"Nunggu kelas sepi baru aku keluar, mangkanya agak lama" jawab Alisa.


"Ayo kita langsung ke restoran" ajak ku.


Mereka saja setuju lalu kami semua berangkat menuju restoran.


Keempat makhluk halus itu mengikuti kami dari atas, mereka menjaga kami dari makhluk yang sama seperti mereka yang berniat jahat pada kami.


Perjalanan menuju restoran hanya memakan waktu 25 menit.


Drrt


Drrt


Drrt


Tiba-tiba hp ku berbunyi dan tertera nama bunda yang keluar.


"Bunda, ada apa bunda nelpon aku" kata ku saat sampai di restoran.


"Siapa yang nelpon za?" tanya Alisa mendekati aku.


"Bunda yang nelpon" jawab ku.


"Cepat kamu angkat, siapa tau penting" kata Alisa.


Dengan cepat aku langsung mengangkat panggilan itu.


^^^"Wa'alaikum salam, nak bunda sama ayah agak lama berada di sini, kamu dan Alisa jaga baik-baik restoran, nanti jika ada apa-apa langsung beritahu bunda sama ayah aja" jawab bunda.^^^


"Oh gitu, iya nanti kami yang akan ngurus restoran selama ayah dan bunda di sana, bunda gak usah khawatir, kami bisa kok urus restoran" kata ku.


^^^"Terimakasih nak, nanti kapan-kapan kalian datang saja ke sini kalau sedang libur sekolah" kata bunda.^^^


"Oke Bun" jawab ku.


^^^"Ya udah bunda tutup dulu, assalamualaikum" kata bunda^^^


"Wa'alaikum salam" jawab ku.


Aku lalu mematikan sambungan telepon.


"Ada apa za, apa yang bunda bilang?" tanya Alisa.


"Kata bunda mereka akan berada di luar kota dalam jangka waktu yang cukup lama, bunda cuman minta kita buat ngurus restoran selama ayah dan bunda pergi" jawab ku.


"Oh masalah kecil itu, bunda bilang gak za akan berapa lama berada di luar kota?" tanya Alisa.


"Enggak, bunda cuman bilang bakalan lama berada di luar kota itu aja" jawab ku.


"Hah yang benar aja, kalau ayah sama bunda lama bakalan berada di luar kota, bagaimana dengan nasib kita, kita tidak bisa di tinggalin ayah sama bunda selama itu" heboh Alisa.


"Udah kamu gak usah heboh, nanti kapan-kapan kita ke sana saat hari libur tiba, jarak luar kota ke sini gak terlalu jauh juga, kita bisa jenguk bunda kok, kamu gak usah khawatir" kata ku menenangkannya.


"Iya sa, kamu gak usah khawatir, kalau kamu kangen sama ayah dan bunda, nanti aku yang akan anterin kamu ke sana" kata Reno.


"Ya udah deh kalau kayak gitu, eh tapi nanti pas hari Minggu kita ke sana yuk, aku udah penasaran banget sama cabang restoran ini" jawab Alisa.


"Iya nanti kita ke sana, sekarang kita harus kerja dulu" kata ku.


Mereka semua setuju lalu masuk ke dalam restoran dan mulai bekerja.


Pelanggan hilir mudik datang bergantian.


Kami dengan seprofesional mungkin melayani pembeli dengan ramah dan sopan.


Aku mendekati Reno yang membawa nampan.


"Aliza" panggil seseorang.


Aku langsung menghentikan langkah ku dan melihat siapa yang sudah memanggil ku.


"Kenapa tadz?" tanya ku.


"Bahan makanan sudah menipis" jawab Ustadz Fahri.


"Di ruangan pendingin udah gak ada tadz?" tanya ku.


"Udah gak ada" jawab Ustadz Fahri.


"Bentar tadz, aku mau nyuruh Alisa sama Reno buat membelinya, Ustadz catat apa saja yang habis" kata ku.


"Iya" jawab Ustadz Fahri.


Aku mendekati Alisa dan Reno yang berada di luar.


"Sa bahan makanan udah habis, kalian beli gih sana, nih uangnya" kata ku dengan memberikan uang.


"Apa aja yang harus aku beli, aku gak tau bahan makanan apa saja yang habis?" tanya Alisa.


"Untuk itu kamu tinggal datangin Ustadz Fahri aja, karena beliau yang tau apa saja yang habis, aku tadi udah nyuruh Ustadz Fahri buat nyatet apa aja yang habis" jawab ku.


"Oke kalau gitu, ayo ren kita ke Ustadz Fahri" ajak Alisa.


"Iya ayo" jawab Reno.


"Jangan lama-lama" kata ku.


"Iya gak lama kok" jawab mereka.


Aku kembali masuk ke dalam restoran untuk kembali bekerja.


"Mereka mau kemana za?" tanya Angkasa.


"Mau beli bahan makanan, kata Ustadz Fahri bahan makanan ada yang habis, kamu jaga di sini ya, aku mau ke ruangan pendingin dulu, aku mau lihat bahan makanan apa saja yang sudah habis, biar enak nanti kita beli lagi" kata ku.


"Oke" jawab Angkasa.