
Pak Tejo terus berjalan lurus ke sebelah selatan, kami semua mengikutinya dari belakang.
"Usahakan jangan sampai ketahuan" peringatan Ustadz Fahri dengan sepelan mungkin agar pak Tejo tidak mendengarnya.
Kami mengangguk dan terus mengikutinya dari belakang.
Kami memberikan jarak yang cukup jauh agar pak Tejo tidak sadar pada keberadaan kami.
Pak Tejo terus berjalan ke sebelah selatan, ternyata tebakan Angkasa benar kalau pak Tejo akan datang ke rumah pak Jarwo.
Pak Tejo masuk ke dalam rumah pak Jarwo dengan melewati gerbang.
"Tuh kan benar dia datang ke sini, pasti dia itu sekongkol sama pak Jarwo" curiga Alisa.
"Ini kita mau masuk dari mana, gak mungkin kita masuk dari depan?"
"Dari belakang rumah aja, di sana kan ada jalan yang bisa kita lewati untuk masuk ke dalam rumah pak Jarwo" jawab Angkasa.
"Ayo kita langsung ke sana aja" setuju Reno.
Kami semua dengan perlahan-lahan berjalan menuju belakang rumah pak Jarwo.
Saat sampai di belakang rumah pak Jarwo, aku menghentikan langkah ketika mata ku melihat makhluk halus yang berjalan masuk ke dalam hutan.
"Mau kemana dia?" batin ku terus menatap ke arahnya yang semakin masuk ke dalam hutan.
Angkasa yang dapat mendengar suara hati ku menatap ke arah ku.
"Apa yang kamu lihat za?" seketika lamunan ku langsung buyar.
"Tidak ada apa-apa, ayo kita lanjut jalan lagi"
Mereka semua setuju dan berjalan mendekati pintu belakang, Alisa tidak terlalu merapat pada tembok, dia masih trauma dengan kejadian malam itu.
"Kok kemenyan waktu itu pada gak ada ya?" Alisa sudah tidak menemukan keberadaan kemenyan yang di letakkan di belakang rumah yang waktu itu membuat kakinya panas.
"Kayaknya kemenyan itu sudah pada di ambil sama pak Jarwo" jawab Reno.
Wussshhhh
Aku kembali melihat kelebat bayangan hitam yang masuk ke dalam hutan.
"Kok aku penasaran sama hutan itu, kenapa dari tadi aku lihat ada banyak makhluk halus yang masuk ke sana, apa jangan-jangan di sana itu sarang mereka selama ini?"
Mereka semua menghentikan langkah dan melihat ke arah hutan itu.
Wussshhhh
Kelebat bayangan masuk ke dalam hutan itu lagi.
"Iya, waktu kita nyari Laras di dalam hutan gak ada satupun makhluk halus yang kita jumpai, kenapa di hutan ini banyak banget, apa memang hutan ini yang angker" dugaan Alisa.
"Aku ngerasa iya, ayo kita cek saja, mudah-mudahan di sana ada sesuatu yang kita cari-cari"
Mereka semua belum ada yang bilang setuju namun aku sudah berlari mendekati hutan itu.
"Aliza tunggu" teriak mereka refleks karena melihat ku yang berlari ke sana.
Mereka berlari mengejar ku yang semakin menjauh.
Saat kaki ku menginjak hutan itu, aku sudah dapat merasakan hawa menakutkan yang di timbulkan oleh hutan itu.
Wussshhhh
Wussshhhh
Wussshhhh
Kelebat bayangan hitam terus saja melintas dengan cepat yang tertangkap oleh mata ku.
Aku berjalan masuk ke dalam hutan itu, aku merasa hutan yang kali ini ku masuki adalah hutan terseram yang ada di desa.
Wussshhhh
"Siapa di sana?"
Senyap, tidak ada jawaban yang ku dengar.
Aku terus melihat ke sebelah timur namun tidak ada siapapun.
Aku kembali menghadap ke depan, betapa terkejutnya aku saat melihat makhluk berbulu hitam yang berada tepat di depan ku.
Sontak aku langsung memundurkan tubuh ku.
"Kau yang siapa, kenapa kau masuk ke sini?"
"Aku hanya penasaran di sini ada apa saja, mangkanya aku masuk ke sini"
"Pergilah kau, di sini tidak ada apa-apa"
Aku merasa tak percaya pada ucapan kingkong itu.
"Tidak, di sini pasti ada apa-apa, tak mungkin tidak ada, minggir kau, aku mau mencarinya sendiri"
Kingkong itu memberi ku jalan untuk lewat, aku melangkah masuk ke dalam hutan itu dengan di buntuti oleh kingkong dari belakang.
Sepanjang perjalanan aku melihat ke kanan dan kiri, namun tidak ada yang aku cari-cari, hutan ini penuh dengan makhluk-makhluk hitam, tidak ada manusia satupun yang ku lihat.
"Tidak ada apa-apa di sini"
"Aku kan sudah bilang pada mu kalau di sini tidak ada apapun, kau saja yang ngeyel"
Aku mendengus kesal."Aku yakin di sini itu ada apa-apanya, gak mungkin gak ada apa-apa"
"Di sini tidak ada apa-apa, kau jangan ngeyel"
"Tidak, di sini ada apa-apanya, aku mau nyari sampai dapat, kau jangan coba-coba untuk halangi aku!" tegas ku yang membuat kingkong itu diam.
Aku kembali berjalan, tiba-tiba aku menyadari sesuatu.
"Loh kemana mereka semua, kenapa mereka tidak ada di sini?"
Aku teringat kembali pada mereka semua yang tadi ada di belakang ku.
"Mereka masih ada di depan, kalau kamu mau ketemu sama mereka, akan aku antar"
"Tidak, aku mau mencari rahasia besar yang di sembunyiin di sini dulu, baru datangin mereka"
Kingkong itu menghela napas, ia tidak bisa menghentikan ku, alhasil dia terus berjalan mengikuti ku dari belakang.
"Kingkong apa kau kenal dengan Bima?"
"Bima, Bima yang mana, nama Bima itu banyak, tidak cuman satu?"
"Itu loh Bima yang tinggal di desa gaib, dia lagi berkeliaran di desa ini, apa kau tidak bertemu dengannya?"
"Bima yang itu, aku kenal dengannya, kenapa kau nanyain dia?"
"Kingkong dia itu lagi berusaha untuk buat mbk Indri kembali ke desa gaib, aku tidak mau mbk Indri di bawa olehnya, apa kau bisa bantu aku bagaimana cara buat dia gak gangguin mbk Indri lagi?"
Kingkong itu diam."Bagaimana mungkin aku membantu anak ini dan mengkhianati makhluk sebangsa ku" batin kingkong.
"Kingkong kenapa kau diam, apa kau tidak bisa bantu aku?"
"Bisa"
Mata ku langsung berbinar ketika mendengar jawaban kingkong.
"Katakan bagaimana caranya mbk Indri terlepas dari Bima?"
"Dia harus menikah dengan orang lain, baru setelah itu Bima tidak akan ganggu dia lagi"
"Apakah tidak ada cara lain?" kingkong itu menggeleng.
"Tidak ada, hanya itu cara satu-satunya yang paling mudah, dan semoga saja ketika Indri menikah dengan orang lain, Bima tidak akan berusaha untuk membawanya ke desa gaib itu lagi"
"Terima kasih kingkong, eh tunggu-tunggu kenapa kau bantu aku, kau tidak sama seperti kingkong-kingkong yang jahat itu?" aku terkejut dengan sedikit menjauhi dirinya.
"Aku tidak jahat, kalau aku jahat, aku sudah pasti tidak akan biarkan kau bernapas sampai saat ini"
"Kingkong di sini ada apa saja?"
"Di sini tidak ada apa-apa, ayo ikut aku keluar dari sini, kau sudah terlalu jauh masuk ke sini"
"Tapi kingkong aku yakin sekali di sini itu ada apa-apanya, kau jangan bohong pada, cepat katakan ada apa di sini?"
"Di sini tidak ada apapun, kau jangan ngeyel, ayo ikut aku keluar dari dalam sini sebelum dia datang"
"DIA?"
"Dia siapa?"
"Tuan ku, ayo ikut aku keluar dari sini, kalau sampai tuan ku melihat mu, aku hanya takut dia tidak akan biarkan kau pergi dari sini"
Aku pun mengangguk, dengan terpaksa aku mengikutinya dari belakang.