The Indigo Twins

The Indigo Twins
Di lantai 5



Reno kini berada di lantai lima yang di tempati kelas IPS juga, tepatnya kelas 12 IPS.


Reno memeriksa semua kelas yang ada di lantai 5.


"Di sini tidak ada siapa-siapa, bahkan tak ada satupun yang mencurigakan, apa mungkin jasadnya Andin itu tidak ada di sini?" dugaan Reno.


"Coba aku cari saja dulu, kalau tidak ada, aku akan susul Alisa saja"


Reno memeriksa satu persatu kelas yang ada di dalam lantai 5 ini.


"Di sini memang gak ada apa-apa, semua kelas kosong, tak ada tanda-tanda kalau Andin berada di sini"


"Aku lebih baik susul Alisa aja deh"


Reno berjalan menuju lantai 6 tiba-tiba ia teringat sesuatu.


"Kamar mandi belum aku cek"


"Apa aku cek saja ya baru nyusul Alisa ke lantai 6?" bingung Reno.


"Iya deh aku cek saja dulu, kalau ternyata di lantai 5 ini ada jasad Andin aku yang akan kena omel karena gak becus nyariin dia" Reno berjalan mendekati kamar mandi.


Reno sampai di depan kamar mandi, ia melihat kamar mandi yang kosong, tak ada siapapun di dalamnya.


"Halo, apakah di sini ada Andin?" hening, tidak ada jawaban yang terdengar, hanya tetesan air saja yang terdengar menggema di telinga Reno.


Glup!


Reno menelan ludah saat suara tetesan air itu membuatnya merinding.


"Aku lanjut masuk apa enggak ya?" batin Reno bingung, dari ambang pintu ia sudah dapat merasakan hawa merinding yang di timbulkan oleh kamar mandi itu.


"Dari dalam lubuk hati yang paling dalam, aku pengen pergi, tapi kalau ternyata di sini ada jasadnya Andin bagaimana" batin Reno yang tampak bingung.


"Masuk aja deh, meriksa kamar mandi ini gak akan sampai satu hari kok, kalau udah mastiin jika di kamar mandi ini gak ada apapun, baru aku akan nyusul Alisa" batin Reno.


tap


tap


tap


Langkah kaki Reno yang masuk ke dalam kamar mandi itu.


Wussshhhh


Tiba-tiba Reno merasa ada bayangan hitam yang lewat dengan cepat di belakangnya.


"Siapa itu?"


Tak ada jawaban yang terdengar di telinga Reno.


Di belakangnya itu sepi, tak ada satupun orang yang terlihat di matanya.


"Aneh, kenapa tidak apapun, perasaan tadi aku ngerasa ada orang yang lewat di belakang ku, kenapa sekarang tidak ada?"


"Apa ini cuman perasaan aku saja"


Reno melihat ke kanan dan kirinya, namun tidak apapun yang ia temukan.


"Kayaknya ini cuman perasaan aku aja"


Reno kembali menghadap ke depan.


Wussshhhh


Tertangkap wanita berdaster putih yang lewat dengan cepat di depan Reno yang jaraknya tak terlalu jauh.


Reno langsung terdiam, ia tak menyangka dengan apa yang barusan ia lihat.


Reno merasa tidak tenang, rasa merinding mulai menghampirinya, itu terjadi karena dia belum terbiasa dengan keadaannya saat ini.


"Tenang Reno, kamu harus tenang, dia tidak akan ngapa-ngapain kamu, kamu jangan takut padanya, kamu harus berani, kamu harus bisa lawan rasa takut mu itu" batin Reno yang terus berusaha memperkuat pertahanannya agar tidak runtuh.


Reno menarik napas dalam-dalam lalu membuangnya secara perlahan.


"Huft tarik napas buang"


"Sekarang kamu harus cari jasad Andin"


Reno mendekati salah satu kamar mandi yang ada di sana.


"Andin" Reno membuka kamar mandi itu.


Kosong, tidak ada siapapun di dalam kamar mandi itu.


Reno kembali menutup kamar mandi itu.


"Reno hihihihihihihi" suara itu terdengar tepat di telinga Reno yang membuat jantung Reno berhenti berdetak.


Reno langsung melihat ke belakang, ia mencari-cari asal suara menakutkan barusan itu.


"Tidak siapa-siapa, suara siapa barusan itu?"


"Apa mungkin suara itu milik penunggu kamar mandi ini?"


Reno melihat sekeliling namun tidak ada apapun yang ia temukan, kamar mandi ini bersih, hanya dia seorang yang berada di sini.


"Tapi kamar mandi ini kan bukan termasuk kamar mandi angker, di sekolahan ini yang angker cuman 2, yaitu kamar mandi di lantai 4 sama lantai 2, bukan di sini"


"Tapi kenapa aku merasa di sini juga angker"


Reno terus melihat sekeliling, ia terus waspada takut ada sesuatu yang tidak di inginkan terjadi.


"Wajar aja sih kamar mandi di sekolah ini angker karena memang gak di tempati dan makhluk halus itu bisa saja berdiam diri di dalam suatu tempat seperti di kamar mandi ini" Reno mewajarkan keanehan yang saat ini ia alami.


"Tapi lama-lama berada di sini ini mulai gak aman, aku harus segera cek semua kamar mandi di sini, baru keluar dari sini sebelum ada apa-apa yang tidak di inginkan terjadi"


Reno kembali fokus pada tujuan awal, ia mengecek semua kamar mandi yang berada di sini namun tidak ada apapun yang ia temukan, semua kamar mandi yang ada di sini kosong, hanya tinggal satu kamar mandi saja yang berada di sebelah utara pojok yang belum Reno cek.


"Sekarang hanya tinggal kamar mandi itu saja, kalau di sana tidak ada apa-apa, berati jasadnya Andin memang tidak ada di sini" Reno melangkah mendekati kamar mandi itu.


"Andin"


Krieet


Tiba-tiba kamar mandi itu terbuka dengan sendirinya.


Glup!


Reno menelan ludah pahit saat tidak menemukan siapapun di dalam kamar mandi itu.


"Tidak ada siapa-siapa, tapi kenapa pintu itu bisa terbuka dengan sendirinya, siapa yang sudah membukanya" batin Reno merasa aneh.


Reno mulai penasaran namun di satu sisi ia merasa merinding juga, tapi rasa merinding itu dapat Reno tepis.


Karena rasa penasaran yang lebih mendominasi Reno akhirnya memberanikan diri masuk ke dalam kamar mandi itu untuk mengecek apakah di dalamnya ada seseorang sehingga pintu kamar mandi itu terbuka.


Belum sempat Reno masuk tiba-tiba air kran menyala sendiri.


"Arrrrgghh"


Teriak Reno lalu berlari dari sana karena terkejut.


"Arrrrgghh"


Reno masih tak henti-hentinya berteriak karena ketakutan, saking takutnya ia masuk ke dalam salah satu kelas yang tadi sudah ia cek untuk menenangkan diri.


Reno mengatur napasnya yang ngos-ngosan, ia memegangi dadanya yang mulai kehabisan napas.


"K-kenapa air kran nyala sendiri?"


"Siapa yang sudah ngidupinnya?"


"Apa mungkin di antara mereka berempat yang udah ngidupin air kran itu?" pikir Reno.


"Tapi tidak mungkin, mereka tidak akan mungkin ngelakuin itu, pasti yang ngidupin air kran itu han-


Perkataan Reno terhenti saat ia melihat rambut panjang yang menutupi wajah seseorang dan kini tengah berada di pojokan.


"H-HANTU" teriak Reno lalu berlari meninggalkan kelas itu dengan terbirit-birit.


"Hihihihihihihi" hantu itu malah tertawa ketika Reno ketakutan setelah melihatnya.