
"Iya, om bakal tangkap dia, tapi besok, besok om akan ke rumahnya untuk nangkap dia" jawab pak Heru.
"Terserah om yang penting dia harus di tahan, gak mau tau caranya" ngotot Alisa.
"Iya om bakal tahan dia, kamu gak perlu khawatir" balas pak Heru.
"Oh ya om sekarang harus datang ke restoran"
Mereka semua mengerutkan alis."Kenapa om harus datang ke restoran, di restoran gak ada siapa-siapa loh?"
"Iya aku tau di resto gak ada siapa-siapa, cuman aku dengar kalau pak Tejo bakal bakar restoran malam ini, jadi om sekarang berangkatlah ke sana, sebelum dia bakar restoran"
"Kenapa kamu gak bilang dari tadi" panik bunda yang langsung bangkit dari duduk saat tau hal itu.
"Lupa bun, sana kalian ke restoran, kalian harus hentikan usaha pak Tejo yang akan bikin restoran hancur"
"Ayo her kita ke harus ke sana, kita harus hentikan pak Tejo, aku tidak mau dia ngancurin restoran yang sudah aku dirikan sejak dulu" ajak bunda.
"Iya mbk" jawab pak Heru.
Bunda, ayah dan pak Heru berangkat menuju restoran dengan terburu-buru.
"Tante kita mau ke rumah pak Jarwo dulu, tante istirahat saja, kalau nanti bunda nyariin kita, bilang aja kalau kita lagi ada di rumah pak Tejo"
"Iya za, tante akan bilang pada mereka, kalian hati-hati ya" perintah tante Zera.
"Baik tante, kami berangkat, assalamualaikum"
"Wa'alaikum salam" jawab tante Zera.
Kami berlima berangkat menuju rumah pak Jarwo, di rumah hanya tinggal tante Zera, Ustadz Zaki, mbk Indri, mbk Rinda, Arif, Rani, Dita dan Zidan.
Kami berjalan dengan terburu-buru menuju rumah pak Jarwo.
"Ayo lebih cepat lagi, kita harus sampai di sana secepatnya" ajak Reno.
Kami tidak menjawab dan terus mempercepat langkah, kami mulai memelankan langkah saat rumah pak Jarwo sudah terlihat dari kejauhan.
gong
gong
gong
Suara gamelan di tabuh, suara riuh dari dalam rumah pak Jarwo terdengar sampai keluar.
"Kita harus bersikap biasa, ekspresi kita harus tenang, kita gak boleh terlihat datang hanya karena ingin nyelidiki pak Jarwo" peringatan Angkasa.
"Iya, kita harus tenang gak boleh sampai ada orang yang curiga pada kita" sahut Ustadz Fahri.
"Ayo kita masuk ke dalam, ingat waspada, di sekeliling kita banyak mata-mata, kita gak boleh lengah sedikitpun" perintah Reno yang di balas anggukan oleh kami semua.
Aku mengambil napas lalu membuangnya.
"Huft, ayo kita masuk"
Kami semua melangkah masuk ke dalam rumah pak Jarwo yang sudah penuh dengan warga-warga desa, sampai-sampai hanya tersisa kursi paling belakang saja, di depan sudah full dan gak ada satu kursi pun yang kosong.
Kami duduk di kursi paling belakang, pandangan mata terus melihat sekeliling, kami tak fokus sekali pada pertujukan wayang yang di laksanakan di depan, mata kami hanya mencari gelagat-gelagat aneh warga yang hadir di perayaan ini.
Wussshhhh
Mata ku menangkap bayangan berwarna hitam yang masuk ke dalam rumah pak Jarwo.
"Ada makhluk halus yang masuk ke dalam rumah pak Jarwo" aku mengatakan itu dengan sepelan mungkin agar tak ada orang yang mendengarnya.
Mereka semua menatap ke arah ku.
"Kita harus masuk ke dalam rumahnya juga, kita harus cari tau ada apa di dalam rumah itu" sahut Angkasa.
"Ayo kita masuk ke dalam, kita masuk satu persatu saja, biar gak ada yang curiga" perintah Ustadz Fahri.
"Aku duluan yang akan masuk, baru kalian"
"Iya sana" jawab mereka.
Aku melangkah mendekati rumah pak Jarwo, aku melihat ke samping ku yang banyak sekali warga yang lagi fokus menatap pertunjukan wayang di depan.
"Aman, aku bisa masuk ke dalam, bismillah semoga gak ketahuan" batin ku.
Dengan pelan-pelan aku masuk ke dalam rumah pak Jarwo, para pelayan yang ada di rumah pak Jarwo keluar masuk ke dalam rumah itu sehingga tidak ada orang yang menyadari kalau aku masuk ke dalam kerumunan mereka.
Saat kaki ku menginjak rumah pak Jarwo, mata ku hanya di jamuan dengan banyaknya penari dan juga perias yang memenuhi beberapa ruang di rumah tersebut.
Aku tidak mempedulikan mereka, aku masuk ke dalam mencari keberadaan makhluk halus yang aku lihat tadi.
"Mana dia, dia tadi masuk ke sini, kenapa sekarang malah gak ada, aku yakin dia pasti ada di dalam rumah ini, aku harus cari dia, aku harus lihat dia mau apa masuk ke sini" batin ku terus masuk ke dalam rumah pak Jarwo.
Aku melihat sekeliling berharap dapat menemukan makhluk halus yang ku curigai itu.
Wussshhhh
Mata ku tiba-tiba melihat ada bayangan yang masuk ke dalam salah satu kamar yang ada di sebelah pojok.
"Ada apa di kamar itu, kenapa ada makhluk halus yang masuk ke sana" batin ku curiga pada kamar itu.
Aku mendekati kamar itu, rasa penasaran datang menyerang ku, aku terus melangkah, aku begitu penasaran ada apa di dalam kamar itu sehingga ada makhluk halus yang masuk ke dalam.
tap
tap
tap
Suara langkah kaki yang mendekati pintu.
Aku berdiri di depan kamar itu, menatapnya terlebih dahulu sebelum membuka pintu.
"Aku rasa di dalam kamar ini ada apa-apanya, aku harus cek" batin ku.
Aku membuka pintu kamar itu dengan sepelan mungkin agar tidak ada orang yang mendengarnya.
"Berhenti!"
Suara itu mengagetkan ku, keinginan ku yang hendak membuka pintu itu pun terhenti.
"Ngapain kamu ke sini?"
Aku tiba-tiba langsung tegang, dengan perlahan-lahan aku berbalik badan dan menghadapi siapa yang sudah menegor ku.
"Jawab, kenapa kamu ke sini?" wanita berkebaya hijau itu melototkan matanya ke arah ku, aku ketar-ketir melihat matanya yang seram itu.
"M-maaf, aku datang ke sini hanya mau nyari saudara ku"
Mata melotot wanita berkebaya hijau itu pun langsung hilang setelah mendengar jawaban ku.
"Oh, tak kirain mau apa, sudah ketemu sama saudaranya?"
Aku menggeleng."Belum, aku cari dia kemana-mana tapi gak ketemu juga"
"Dia pasti ada di sekitar sini, apa mau aku bantu cari?"
"Ah tidak usah, aku bisa cari sendiri"
"Oh ya sudah, kalau butuh bantuan ku, tinggal panggil aku di ruangan itu, aku ada di sana" tunjuk wanita berkebaya hijau pada salah satu ruangan yang berjarak sekitar 3 meter dari posisi ku berdiri.
"Siap"
"Aku tinggal dulu" aku mengangguk, kemudian wanita berkebaya hijau itu masuk ke dalam ruangan yang tadi ia tunjuk.
Aku bernapas lega saat dia sudah masuk ke sana.
"Untung gak ketahuan, kalau sampai aku ketahuan, bisa brabe jadinya"
**********
Mental lagi down, jadi kalau ada keterlambatan ataupun sedikit up-nya, mohon maklumi lah, saya saat ini sedang berjuang untuk bisa up semua novel yang masih on going!