The Indigo Twins

The Indigo Twins
Misteri kematian Intan



"Begitulah ceritanya, kenapa saya bilang gak berada di rumah saat kalian bertemu dengan orang yang katanya mirip dengan saya" mendengar cerita Ustadz Fahri kami pun jadi paham dengan apa yang sudah terjadi.


"Oh jadi Ustadz lewat pintu belakang setelah melihat genderuwo itu?"


Ustadz Fahri mengangguk."Iya dan ternyata di depan rumahnya ibu Hanung itu ada pak RT, ya sudah saya minta bantuan pada beliau"


"Kenapa Ustadz gak lewat pintu depan aja?" Angkasa penasaran sekali ia masih belum yakin jika yang ada di depannya adalah Ustadz Fahri yang asli.


"Karena saya pikir genderuwo itu akan menghambat perjalanan saya, ya sudah saya lewat pintu belakang biar aman" jawab Ustadz Fahri.


"Jadi yang kita temui itu berarti beneran mbah Gamik yang berpura-pura menjadi Ustadz Fahri" Reno akhirnya tau kebenarannya dan segala apa yang sudah terjadi.


"Benar, itu bukan saya, saya berada di laut bersama pak RT, saya tidak berada di rumah sama sekali" jawab Ustadz Fahri.


"Tapi masalahnya kenapa mbah Gamik itu masuk ke dalam rumah ini dan berusaha nyerupain Ustadz Fahri?" penasaran Angkasa yang sedari tadi terus memikirkan hal itu.


"Dia masuk ke dalam kamar saya enggak?" Reno mengangguk karena dia orang yang bawa Ustadz Fahri ke ruang tamu.


"Iya tadz, dia keluar dari dalam kamar Ustadz saat aku mau masuk ke dalam kamar itu, aku penasaran apakah di dalam kamar itu ada Ustadz atau tidak karena aku udah ngetuk-ngetuk pintu tapi gak ada yang keluar, aku tadi ngira Ustadz lagi tidur" jawab Reno.


Ustadz Fahri tersenyum, aku penasaran dengan apa yang ia pikirkan."Ada apa tadz, apa Ustadz tau kenapa motif mbah Gamik masuk ke dalam kamar Ustadz?"


"Apalagi kalau bukan berusaha ngebebasin anaknya yang sudah saya kurung, dia pasti ngira kalau kendi itu masih ada di kamar saya, namun saya memang sudah curiga kalau pasti akan ada yang berusaha untuk bebasin dukun beranak itu, mangkanya saya langsung berangkat ke laut, biar hal itu tidak terjadi" jawab Ustadz Fahri.


"Tapi anehnya kenapa mbah Gamik minta kita buat ke rumahnya, ada apa di sana dan apa yang dia inginkan, apa benar dia itu meninggalnya karena di kubur hidup-hidup sama warga atau jangan-jangan itu cuman akal-akalannya dia saja?" merasa aneh Angkasa pada tujuan mbah Gamik.


"Dia memang benar-benar di kubur hidup-hidup sama warga, tadi saya dengar hal itu dari pak RT, warga ngelakuin itu karena dia sudah membuat anak-anak mereka meninggal satu persatu, mangkanya mereka ngubur mbah Gamik hidup-hidup" jawab Ustadz Fahri.


"Tapi apa iya mbah Gamik ingin jasadnya di makamin dengan layak, aku merasa curiga padanya saat dia minta kita buat datang ke sana" kecurigaan Angkasa sedari tadi.


"Aku gak tau, aku saja yang tinggal di desa ini sedari kecil gak tau sama sekali pada sosok mbah Gamik itu, karena ibu sama bapak aku melarang keras aku main ke hutan, karena dulu ada orang yang nyari kayu di hutan namun sampai sekarang gak balik-balik, warga gak ada yang berani nyari dia karena takut hilang juga" jawab mbk Hilda.


"Kalau ada warga yang hilang karena masuk ke dalam hutan, terus ini kita gimana, mbah Gamik nyuruh kita ke rumahnya dan posisi rumahnya ada di tengah-tengah hutan, kalau kita ke sana dan hilang seperti nasib warga itu gimana" mulai tak tenang Reno.


"Ini misteri, kita harus bisa pecahin misteri ini, untuk mecahinnya kita harus masuk ke dalam hutan itu, biar kita tau apa yang membuat warga-warga gak bisa keluar dari dalam hutan itu"


"Tapi za ini bahaya loh, kita yang akan kena masalah kalau memang benar jika siapa yang masuk ke dalam hutan itu gak akan bisa keluar lagi" Angkasa juga merasakan kekhawatiran yang sama seperti Reno.


"Mau bagaimana lagi sa, kita harus ke sana, kalau aku tau hal ini dari sebelum-sebelumnya, aku pasti akan ke sana bareng Alisa, selama aku tinggal di sini, aku gak pernah dengar ada hal beginian dan baru kali ini aku dengarnya, maka untuk nyari tau kebenarannya, kita harus masuk ke dalam hutan itu dan cari tau maksud mbah Gamik ingin kita ke sana, aku yakin sekali dia pasti memiliki tujuan tertentu mancing kita ke sana dengan cara minta jasadnya di makamin dengan layak sedangkan aku yang tinggal di desa ini dan bisa berkomunikasi dengan makhluk seperti dia tidak pernah di datengin, aku yakin sekali ada sesuatu di balik ini semua dan kita harus bisa nyelesain itu"


"Kalau ternyata dia nyebak kita gimana?" khawatir Angkasa.


"Kita harus bisa keluar dari jebakanya, aku ngelakuin ini agar aku bisa tau kenapa teman kecil aku dan Alisa hilang saat ngumpet di dalam hutan, padahal gak terlalu masuk ke dalam, sampai sekarang misteri itu belum terpecahkan, mangkanya aku mau masuk ke dalam hutan itu untuk nyari tau kebenarannya, apakah hilangnya dia ada sangkut pautnya dengan mbah Gamik dan dukun beranak itu atau tidak"


"Emang siapa temen kecil kamu yang hilang?" penasaran mereka semua.


"Intan, dia temen kecil aku dan Alisa, dulu kita sering main bertiga, tapi saat dia hilang kita kembali berdua, sampai sekarang dia masih belum ketemu, walaupun orang tuanya setiap hari melakukan pengajian rutin agar dia bisa di temuin, namun hal itu tidak berhasil juga, Intan benar-benar hilang dan tidak pernah di temukan"


"Kenapa gak nyari ke dalam hutan saja, barang kali Intan ada di sana?" dugaan Reno.


"Aku sama Alisa udah berusaha bujuk bunda dan ayah agar mau nyari Intan di hutan, tapi mereka ngelarang karena kebanyakan warga gak kembali setelah nekat masuk ke dalam hutan itu"


"Aku gak mau ikut masuk ke sana, biar kalian saja yang ke sana, aku mau hidup, gak mau mati dulu" tolak Reno yang takut tak kembali setelah masuk ke dalam hutan itu.


"Ayolah ren kamu harus ikut, mumpung gak ada bunda dan ayah di sini, mangkanya aku ngajak kalian ke sana, aku hanya ingin tau apakah hilangnya Intan ada sangkut pautnya dengan mbah Gamik atau tidak"


Aku berusaha membujuk Reno agar mau ikut ke rumah mbah Gamik besok pagi.