
"Seseram itu alam gaib, untung aja bukan aku yang terjebak di dalamnya, kalau tidak, aku sudah tidak akan bisa keluar dari dalam alam gaib dan juga aku pasti akan mati ketakutan karena tak sanggup di ganggu sama hantu-hantu yang ganggu kamu di sana" tercekat Alisa.
"Sstt jangan berisik, hari ini aku gak mau mikirin mereka lagi, aku udah capek, ayo kita tidur saja, besok kita harus sekolah, nanti kesiangan"
Alisa mengangguk, aku hendak merebahkan tubuh ku di kasur tiba-tiba.
"Eh tunggu za" cegah Alisa.
"Apalagi?" aku menatap ke arah Alisa yang berdiri di samping ku.
"Besok hari Minggu, sekolahan cuti besok" jawab Alisa.
"Bodoh, kenapa aku sampai lupa sama hari, ini semua gara-gara terjebak di alam gaib mangkanya aku bisa gak tau hari kayak gini" batin ku.
Aku melirik Alisa dengan berusaha menahan tawanya.
"Ayo kita tidur"
Alisa mengangguk dengan menahan tawanya.
Kami berdua merebahkan tubuh di atas kasur lalu mulai memejamkan mata, pelan-pelan mata kami terpejam dengan sempurna.
Malam semakin larut dan semakin gelap, suasana malam sangat sepi, tidak ada kebisingan yang terdengar di telinga kami.
tik
tok
tik
tok
Dentingan jam berbunyi dengan jelas di dalam kamar yang sepi tanpa suara apapun.
Saat ini jam menunjukkan pukul 00.
Tidur Alisa tiba-tiba terusik, ia merasakan gerah yang menyerang tubuhnya.
Alisa terpaksa membuka mata, ia membuang selimutnya dan mengusap keringat-keringat yang membasahi tubuhnya.
"Gerah banget, kenapa gak ada angin sama sekali" heran Alisa yang sudah tidak tahan dengan gerahnya tubuh yang terus menyerangnya meskipun AC masih menyala.
Pengelihatan Alisa tertuju pada balkon, Alisa lalu beranjak dari tempat tidur dan melangkah mendekati balkon.
Pelan-pelan ia membuka pintu balkon.
Mendadak wajah Alisa langsung tegang kala melihat ada seorang lelaki berpakaian serba putih dari atas sampai ke bawah dan saat ini dia berdiri di balkon dengan menatap lurus ke depan.
"Siapa dia" pelan Alisa yang terus menatap ke arah orang misterius yang tengah berdiri di balkon sendirian dengan mengenakan pakaian putih.
Orang misterius itu hendak berbalik menghadap ke arah Alisa.
Dengan cepat Alisa langsung menutup pintu balkon dan berlari mendekati ku yang sedang tertidur lelap.
"Aliza di luar ada hantu, tolong aku" panik Alisa.
Aku langsung membuka mata ku setelah mendengar hal itu, aku benar-benar kaget mendengar penuturan Alisa.
"HANTU, hantu apa?"
"Gak tau, dia lagi berdiri di balkon, aku takut za, aku banget sama dia, kamu sana usir dia, jangan biarin dia berada di sini, apalagi masuk ke sini, aaah aku gak mau, aku gak mau ketemu sama dia, aku takut" Alisa mulai ketakutan, terlihat jelas jika wajahnya sangat takut pada hantu yang ia temui di balkon.
"Seperti apa hantu yang Alisa maksud, apa jangan-jangan hantu yang lagi berdiri di balkon itu hantu yang sudah ngikutin aku dari alam gaib" batin ku tercekat, sungguh aku sangat trauma masuk ke dalam alam gaib.
"Kenapa kamu diam aja, tolong aku" titah Alisa.
"Ayo kita lihat seperti apa hantu yang kamu maksud"
Alisa mengangguk, aku beranjak dari tempat tidur lalu berjalan mendekati pintu balkon.
Aku perlahan-perlahan membuka pintu balkon.
"Mana hantunya?"
"Itu, lihat dia masih ada di sana" jawab Alisa dengan menunjuk ke arah orang misterius yang berpakaian putih tengah berdiri di tempat yang tadi tanpa bergerak.
Aku melihat dengan teliti orang misterius itu.
"Aku takut za" Alisa bersembunyi di belakang ku, ia benar-benar takut dengan orang misterius itu.
"Siapa dia, kenapa berada di sini, eh kok dia bukan hantu yang gangguin aku di alam gaib, apa dia memang bukan hantu yang ngikutin aku dari alam gaib" batin ku yang merasa jika orang misterius itu sangat asing.
"Za kenapa kamu diam aja, aku takut, ayo kita masuk ke dalam sebelum dia menyadari keberadaan kita"
"Iya ayo" aku melihat ke arahnya yang terus menghadap ke depan.
Kami berdua hendak kembali masuk ke dalam kamar tiba-tiba.
"Kemari lah" titah orang misterius itu dengan suara yang terdengar sangat serius.
Aku melirik ke arah Alisa yang sudah memucat, Alisa menggeleng kuat, ia benar-benar tak mau mendekati orang misterius itu.
"Jangan" pelan Alisa yang sudah ketakutan.
"Aku penasaran sama dia, ayo kita dekati saja"
"Tapi za"
"Gak ada tapi-tapian, ayo kita ke sana, kita hadis periksa siapa dia dan mau apa dia kemari"
Alisa terpaksa menuruti apa yang aku inginkan, dengan ragu-ragu kami melangkah mendekatinya.
Kami berdiri tepat di belakangnya lalu perlahan-lahan orang misterius itu berbalik badan menghadap ke arah kami.
Dia merupakan seorang kakek-kakek yang sudah renta, wajahnya memang pucat, tapi tidak menakutkan seperti kebayangkan hantu yang kami temui.
"Kakek siapa?"
"Panggil saja kakek Denso, aku kakek buyut kalian, apa kalian sebelumnya sudah pernah mendengar nama ku?" kami berdua menggeleng kompak, karena baru kali ini kami mendengar nama kakek Denso.
Kakek Denso tersenyum."Aku ayah dari kakek kalian Deri, kalau kalian tidak kenal dengan ku berati selama ini Deri tidak pernah menceritakan tentang ku pada kalian"
"Kenapa kakek gak pernah kami lihat, apa kakek sudah meninggal?" pertanyaan itu di ajukan oleh Alisa.
"Iya" jawab kakek Denso.
"Kenapa kakek bisa ke sini?"
"Ada bahaya yang sedang mengintai kalian berdua, makanya kakek datang untuk menjaga kalian, setelah bahaya itu hilang kakek akan pergi lagi" jelas kakek Denso.
"Bahaya apa kek?" penasaran kami berdua.
"Bahaya, bahaya itu sangat besar, kalian jaga diri saja, tetap hati-hati walaupun saat ini bahaya itu masih belum terasa di diri kalian"
Kami berdua mengangguk, ada atau tidaknya bahaya kami tetap akan terus waspada.
"Kalau semisal ada bahaya dan kalian butuh bantuan, panggil saja nama kakek, kakek akan langsung datang untuk bantu kalian" perintah kakek Denso.
"Baik kek, kami akan langsung minta bantuan kakek, kalau ada apa-apa sama kami"
"Ini sudah malam, waktunya tidur, sana kalian tidurlah, jangan jaga malam" suruh kakek Denso.
"Baik kek, ayo sa kita ke kamar lagi"
Alisa mengangguk, kami berdua berjalan mendekati kamar lagi, kakek Denso mengamati punggung kami sampai benar-benar masuk ke dalam kamar baru dia pergi dari sana.
Aku dan Alisa kembali beristirahat, malam masih panjang, matahari terbit masih lama.