The Indigo Twins

The Indigo Twins
Misteri pemuda yang di ikuti kingkong 10



Alisa mengambil nafas dalam-dalam lalu mengembuskannya secara perlahan.


"Tenang Alisa ini ujian mu, kau jangan masukkan ke dalam hati, nikmati saja dan yakin kalau mereka bakal berhenti pada akhirnya" kata Alisa meyakinkan diri.


Alisa mengalahkan kakinya menuju kelas.


"Hai Mbah dukun apa kabarnya?" tanya Roy.


Alisa menatap malas wajah Roy.


"Kabar buruk" jawab Alisa ketus.


Alisa lalu duduk di tempatnya.


"Ketus sekali nona, tak bisakah kamu itu menjawab dengan baik dan benar gitu" kata Roy.


"Tidak bisa, sudahlah kamu itu diam saja jangan banyak tanya" jawab Alisa.


Roy tak lagi bertanya, pelajaran di mulai di tengah kebisingan yang semakin menjadi-jadi.


Tiba-tiba mata Alisa menangkap kingkong yang mengikuti Reno tengah berdiri di pojokan dengan di sertai mata merahnya yang menatap tajam ke arah Alisa.


Alisa menelan ludah melihat hal itu.


"Kenapa dia mendatang ku, haduh bagaimana ini" batin Alisa.


Tingkat fokus Alisa menjadi berkurang ia tak fokus sama sekali dengan guru yang terus menerangkan pelajaran.


Kingkong itu tak kunjung pergi juga membuat Alisa semakin tak tenang, Alisa terus melirik jam yang sangat lambat sekali.


"Ayolah istirahat, aku sudah tak tahan lagi di pelototi seperti itu" batin Alisa.


Hanya hembusan nafas yang bisa Alisa lakukan.


Teet


Bel istirahat berbunyi dengan nyaring tanpa bersalaman dengan guru Alisa berlari menuju taman.


Alisa memegang perutnya yang kehabisan nafas, nafasnya tersengal-sengal akibat berlari.


"Kamu kenapa kok ngos-ngosan kayak gitu?" tanya ku.


"Kalian tau gak, di kelas aku itu tadi ada kingkong yang mengikuti Reno, dia terus saja melihat ku, pas jam istirahat tiba aku langsung lari ke sini" jawab Alisa.


"Kok bisa dia ada di sana, eh tapi aneh loh kingkong tak mengikuti Reno lagi" kata Angkasa.


"Gak aneh kok, dia hanya takut sama aku mangkanya tak berani mendekati kalian" jawab Tiger baru muncul.


"Pantesan, eh mana Reno kok belum datang juga?" tanya ku.


"Tuh orangnya" tunjuk Angkasa pada Reno yang berjalan mendekati kami.


"Kita ini langsung bahas saja strateginya, aku tadi sama Aliza sudah membahasnya sedikit di kelas" kata Angkasa.


"Jangan kita makan dulu aku lapar setelah itu baru kita bahas" saran Alisa.


"Iya kita lebih baik makan bekal yang di berikan bunda saja dulu, sa kamu kasihkan bekal Reno" jawab ku.


"Nih ren bekal untuk mu bunda sudah siapin juga" kata Alisa memberikan bekal.


"Terimakasih" jawab Reno.


Kami memakan bekal itu dengan tenang sesekali kami bercanda dengan di iringi tawa renyah.


Setelah bekal itu habis kami mencuci tangan dan duduk dengan tenang di taman.


Aku menghembuskan nafas dulu sebelum bicara.


"Begini strateginya, pas sampai di rumah Reno Angkasa diam aja di mobil, siaga di sana aku dan kamu sa itu...


Aku menjelaskan semuanya dengan sedetail mungkin.


"Gimana ngerti gak?" tanya ku.


"Ngerti" jawab mereka.


"Nanti kita harus bisa menyelamatkan Rani, usahakan jangan sampai ada orang yang mengetahui kebenaran kita" kata ku.


"Iya, tapi bagaimana dengan pak satpam di rumah Reno?" tanya Alisa.


"Dia orang baik, dia pasti mau bantuin kita, nanti aku yang akan bilang sama pak Beni buat jemput kalian dan anterin ke pintu belakang" jawab Reno.


"Itu lebih baik, kita ketemu di parkiran setelah pulang sekolah oke" kata ku.


"Udah mau bel aku mau balik kelas ayo sa, bye" kata ku.


Aku kembali melangkah menuju kelas.


Pulang sekolah kami bertiga berada di parkiran sedang menunggu Alisa yang tak kunjung datang.


"Kemana Alisa kok lama banget" kata Angkasa.


"Bentar lagi juga datang, kelas dia kan jauh jadi wajar kalau lama datang ke sini" jawab ku.


Beberapa saat kemudian muncullah orang yang sedang di tunggu-tunggu.


"Hai lama gak nungguin aku" kata Alisa.


"Lama banget ayo masuk, kita harus segera berangkat ke rumah Reno sebelum semakin sore" jawab ku.


Setelah Alisa masuk ke dalam mobil Angkasa melanjutkan mobil dengan kecepatan sedang.


Mobil terus melaju sampai mobil itu berhenti di bawah pohon, di seberang jangan terlihat sebuah rumah yang besar.


"Kamu masuk aja ke dalam dulu ren, lihat kondisi di dalam baru hubungi kami, biar kami bisa waspada" kata ku.


"Iya, kalian tunggu telpon dari aku" jawab Reno.


"Siap" kata Alisa.


Reno keluar dari dalam mobil ia berjalan mendekati rumahnya, pak satpam membukakan pintu.


"Pak mama sama papa ada di rumah gak?" tanya Reno.


"Ada den" jawab pak Beni.


"Duh gimana ini" batin Reno.


Pak Beni melihat raut wajah Reno yang sedang khawatir membuatnya merasa ada sesuatu yang telah di sembunyikan oleh Reno.


"Ada apa emangnya den?" tanya pak Beni.


"Aku kasih tau gak ya, tapi aku takut pak Beni berpihak sama mama dan papa, gimana ini" batin Reno bingung.


"Den kok diam" kata pak Beni.


"Pak Reno itu mau di jadikan tumbal sama mama dan papa" jawab Reno.


"APA" kaget pak Beni mendengar itu semua.


"Stt jangan berisik" kata Reno.


"Maaf den" jawab pak Beni.


"Saat ini ada teman-teman Reno yang mau bantuin Reno biar terbebas dari tumbal pesugihan ini, mereka sedang berada di seberang jalan, ceritanya ini Reno mau melihat situasi dulu sebelum memulai rencana" kata Reno.


"Tenang den, bapak pasti akan bantu den Reno sebisa bapak" inisiatif pak Beni.


"Makasih pak, Reno mau masuk dulu nanti Reno akan hubungin bapak dan tugas bapak cuman samperin teman-teman Reno lalu bawa mereka ke pintu belakang, pintu belakang gak di kunci kan pak?" tanya Reno.


"Enggak den, den Reno tenang saja bapak pasti akan lakuin itu semua, aden masuk saja ke dalam, bapak akan stay by di sini" jawab pak Beni.


"Siap pak"


Reno masuk ke dalam rumah.


"Jadi selama ini tuan dan nyonya melakukan persugihan, kasihan den Reno, aku harus bisa bantu dia biar terbebas dari ini semua" kata pak Beni sendiri.


Reno mendapati kedua orang tuanya yang sedang duduk santai di ruang tamu.


"Kenapa mama sama papa ada di rumah, kenapa mereka gak pergi kemana gitu biar usaha ku mengeluarkan Rani berjalan dengan lancar" batin Reno.


Reno berjalan melewati mereka.


"Ren" panggil Desi.


Reno berbalik badan menghadap keduanya.


"Ingat besok kamu harus ikut mama sama papa ke rumah Ki Suryo, kamu tau kan harus apa" kata Desi.


"Iya ma aku tau" jawab Reno lalu kembali berjalan.


Reno masuk ke dalam kamarnya, dengan pelan-pelan Reno keluar dari sana dan berjalan menuju pintu belakang.