The Indigo Twins

The Indigo Twins
Taman yang angker



Reno sampai di taman itu dan mendapati taman yang kosong, tak ada satupun orang yang ia lihat.


Sungguh taman itu benar-benar sepi seperti tak terhuni.


"Sepi banget taman ini kayak kuburan aja, kenapa anak-anak pada gak mau ke sini, kan di sini tempatnya lumayan buat nenangin diri" kata Reno tak habis pikir.


"Yang lain pada kemana, mereka nyari informasi di mana aja, kenapa lama banget, apa jangan-jangan mereka gak nemuin informasi orang yang namanya Andin itu" pikir Reno.


"Aku gak yakin sih mereka gak bisa nemuin informasi itu, mereka pasti akan berjuang mati-matian hanya buat nyari info itu, aku tau seperti apa mereka saat bertugas" kata Reno.


"Aku tunggu aja di sini sebentar, bentar lagi mereka pasti akan datang ke sini" kata Reno.


Reno merebahkan tubuhnya di kursi panjang itu dan di dekat kursi itu ada pohon besar yang menghalangi Reno dari panasnya sinar matahari yang begitu sangat terik.


Reno memejamkan matanya untuk sesaat.


Reno langsung terjaga saat merasakan ada seseorang yang menyentuh punggungnya.


"Siapa itu?" tanya Reno terkejut.


Tidak ada jawaban, bahkan di sekeliling Reno tidak ada siapapun, semuanya kosong hanya dia seorang yang berada di taman ini.


"Gak ada siapapun, kenapa aku ngerasa ada orang yang megang punggung ku, apa aku cuman salah ngira doang" kata Reno.


"Tapi gak mungkin, aku gak mungkin salah, aku ngerasain jelas jika ada orang yang nyentuh punggung aku" kata Reno.


"Tapi kenapa pas aku cari gak ada?" tanya Reno.


Reno melihat ke kanan dan kirinya yang memang kosong, hanya dia seorang manusia satu-satunya yang berada di taman ini.


"Lama-lama berada di sini gak aman" kata Reno.


"Pantesan taman ini sepi kayak kuburan, tenyata benar-benar angker" kata Reno mengakui keangkeran taman sekolah.


"Dari pada aku di sini, lebih baik aku cari mereka aja deh" kata Reno.


Reno dengan tergesa-gesa pergi dari sana, ia merasa ada seseorang yang melihatnya.


Brukk


Saat berlari Reno tak sengaja menabrak seseorang.


Reno terjatuh, ia meringis menahan sakit saat tangannya lecet karena terjatuh.


Reno mendongkrak menatap siapa yang ia tabrak.


Wajah Reno langsung terkejut saat melihat pocong seram dan menakutkan yang kini berdiri tepat di depannya.


"Arrrrgghh" teriak Reno.


"Hantu"


Teriak Reno lalu berlari terbirit-birit dari sana.


Pocong itu yang hanya melihat kepergian Reno.


"Tolong ada hantu" teriak Reno.


Reno terus berlari ketika melihat pocong yang begitu seram di matanya.


"Tolong"


Brukkk


Reno kembali terjatuh sebab menabrak seseorang.


"Aduh" pekik Reno.


"Kamu kenapa ren, kok kayak di kejar-kejar setan aja?" tanya Angkasa.


Mendengar suara Angkasa Reno langsung bangun dengan sangat cepat.


"Bukannya di kejar lagi, aku tadi itu lihat pocong di taman" jawab Reno.


Kami berdua ternganga dengan mengerutkan alis mendengar jawaban Reno.


"POCONG"


"Iya pocong, aku lihat ada pocong di sana" jawab Reno.


"Kamu gak bisa lihat makhluk halus, kenapa kamu bisa tau di taman itu ada pocong?" tanya Angkasa yang merasa aneh.


"Aku memang gak bisa lihat hantu, tapi entah kenapa tadi itu aku gak sengaja nabrak pocong pas aku mau nyari kalian" jawab Reno.


"Sepertinya kamu bisa lihat pocong itu karena pocongnya yang mau nampain wajahnya di depan mu" kata ku.


"Mungkin aja" jawab Reno yang ngos-ngosan karena berlari.


"Sumpah pocong itu seram banget, gak nyangka aku bisa lihat dia di siang bolong kayak gini" kata Reno.


"Pocong"


Suara itu membuat kami menoleh ke belakang.


"Pocong mana yang kalian maksud?" tanya Alisa.


"Gak tau, barusan Reno ketemu sama pocong" jawab ku.


"Masa sih, kenapa Reno bisa lihat hantu, dia kan bukan anak indigo?" tanya Alisa.


"Aku gak tau juga, pokoknya aku gak mau lihat dia lagi" jawab Reno yang trauma berat.


"Emang kamu ketemu pocong itu di mana?" tanya Alisa.


"Di taman, aku tadi nungguin kalian di sana, tapi pas aku tiduran di kursi panjang itu aku ngerasa kayak ada tangan seseorang yang nyentuh punggung aku, otomatis aku langsung bangun dan cari siapa yang udah ngerjain aku, ternyata oh ternyata gak ada siapapun di taman itu, bahkan hanya aku seorang yang berada di sana" jawab Reno.


"Terus-terus" kata kami yang penasaran.


"Terus aku berinisiatif buat nyari kalian, tapi sialnya aku malah ketemu sama pocong seram itu, untung aja dia gak ngejar aku" jawan Reno.


"Di taman itu memang angker mangkanya gak ada yang mau ke sana" kata Roy.


"Iya sih aku juga ngerasa taman itu angker, tapi selama kita nempatin taman itu, kita gak pernah tuh di ganggu sama penunggu taman itu" jawab Alisa.


"Itu karena ada Tiger, dia pasti gak akan biarkan ada hantu yang gangguin kita, mangkanya gak ada yang gangguin kita saat kita berada di taman itu" kata ku.


"Iya juga, kalau gak ada Tiger kemungkinan besar akan ada banyak hantu yang bakal gangguin kita" jawab Alisa.


"Siapa dia sa?" tanya ku yang sadar kalau Alisa datang kemari tidak sendirian.


"Ini Roy, teman sekelas aku" jawab Alisa.


"Katanya kamu gak punya teman" kata Angkasa.


"Aku memang gak punya teman, Roy ini dulu itu musuh bebuyutan aku, tapi hari ini kita berteman, dia sudah insyaf soalnya" jawab Alisa.


"Enak aja" kata Roy mengacak rambut Alisa.


"Jangan, berantakan kan jadinya" larang Alisa.


Roy tersenyum namun senyuman itu membuat Reno panas.


"Siapa laki-laki itu, sok akrab banget sama Alisa, awas aja dia sampai nikung aku" batin Reno yang memanas.


Angkasa melirik Reno yang terbakar api cemburu.


"Sabar ren sabar, jangan sampai kamu ke pancing" batin Angkasa berharap Reno bisa menahannya.


"Dari ke Dava pindah ke Roy nih ye" kata ku.


"Apaan sih, aku gak pindah ke mana-mana, aku tetap di sini, di depan kalian" jawab Alisa.


"Eh aku kangen tau sama Dava, nanti aku coba hubungi dia, karena udah 1 Minggu aku chat dia, tapi masih centang satu" kata Alisa.


"Mungkin Dava udah lupa sama kamu" jawab Reno.


"Gak mungkin, Dava gak mungkin lupain aku, dia pasti lagi sibuk, mangkanya gak bisa on wa" bantah Alisa.


"Sesibuk apapun seseorang, kalau buat orang yang biasa di bilang spesial itu pasti akan meluangkan waktunya" kata Reno.


"Reno, kenapa dia ke pancing, jangan sampai dia ngehancurin semuanya" batin Angkasa yang takut terbongkar.