The Indigo Twins

The Indigo Twins
5 Andin



Setelah cukup lama kami mengumpulkan nama siswa yang bernama Andin akhirnya kini sudah tak ada lagi nama siswa yang berunsur nama Andin.


Semuanya kini sudah berhasil kami kumpulkan menjadi satu.


"Ada berapa siswa yang bernama Andin?" tanya ku.


"145" jawab Angkasa.


"Sebanyak itu, masa kita nyelidiki anak yang namanya Andin satu-satu sih, bisa-bisa 1 bulan kita gak akan bisa nyelesain misteri ini" jawab Alisa yang terkejut.


"Itu kan total semuanya sa, gak semuanya kita selidiki" kata Angkasa.


"Kita itu cuman anak yang bernama Andin dan udah lama gak masuk sekolah, itu aja" kata Reno.


"Tak kirain semuanya" kata Alisa.


"Ya enggaklah, kalau semuanya bakal lama kasus ini kelarnya" jawab Reno.


"Siapa nama lengkap anak yang memiliki unsur Andin yang paling banyak gak masuk akhir-akhir ini?" tanya ku.


"Andini Praisily dia udah gak masuk sekitar 2 bulanan karena keluar negeri, ini ada suratnya" jawab Angkasa memberikan surat itu, ia menemukan surat itu di dalam absensi.


"Kelas berapa dia?" tanya ku.


"Kelas 10 A4" jawab Angkasa.


"Gak ada yang lain lagi?" tanya ku.


"Ada" jawab Angkasa.


"Siapa saja, coba sebut" tintah ku.


"Andin Sanjaya kelas 10 B5 udah gak masuk sekolah 8 hari tanpa keterangan" kata Alisa.


"Andin Halimah Soneta kelas 10 A2 udah gak masuk sekolah sekitar 8 hari karena sakit" kata Reno.


"Rima Andini putri kelas 10 C2 udah gak masuk sekolah selama 8 hari karena izin keluar kota" kata Angkasa.


"Jihan Fahira Andini kelas 10 D1 udah gak masuk sekolah selama 8 hari tanpa keterangan" kata Alisa.


"Lily Andini Fairus kelas 10 A1 udah gak masuk sekolah selama 8 hari tanpa keterangan" kata Reno.


"Alvia Andini kelas 10 B6 udah gak masuk sekolah selama 8 hari tanpa keterangan" kata Angkasa.


"Dan terakhir Andin Prayoga kelas 10 B6 udah gak masuk sekolah selama 8 hari tanpa keterangan" kata Alisa.


"Jadi totalnya ada 7 anak yang gak masuk sekolah selama 8 hari terakhir" kata ku.


"Iya" jawab mereka.


"Kenapa mereka gak masuknya samaan, sama-sama 8 hari lagi" kata ku yang merasa aneh pada mereka.


"Itu yang membuat ku merasa aneh, kenapa ya mereka pas gak masuk di satu hari yang sama, ada apa sebenernya, kenapa mereka pada gak masuk begini, tanpa keterangan lagi" kata Alisa yang juga merasa aneh.


"Pasti ada sesuatu yang tersembunyi, di antara mereka bertujuh, 5 orang tidak hadir tanpa keterangan, 1 sakit 1 lagi izin, kita harus selidiki mereka yang tidak masuk sekolah tanpa keterangan itu, biar nanti kita tau apakah Andin ini ada hubungannya sama gadis pucat itu atau tidak" kata ku.


Mereka mengangguk mengerti.


"Sa kamu coba cari tau ke lima anak itu, tanyakan mereka anak mana biar kita datangin rumah mereka satu-persatu" kata ku.


"Aku lagi yang harus cari tau?" tanya Alisa.


"Iya siapa lagi, di sini kan yang anak IPS kamu doang, masa kamu gak bisa sih cari tau tentang hal ini, ini mudah kok" jawab Angkasa.


"Sa plis kalian ini aja kamu cari tau di mana mereka tinggal, kamu bisa kan nanya sama teman-teman mu, pasti di antara mereka ada yang tau rumah 5 Andin itu dan kalau ada yang gak tau rumah salah satu di antara mereka, baru kita fixs kan kalau dialah Andin yang kita cari" mohon ku berharap Alisa mau mencari tau.


"Za aku ini gak punya teman, aku itu jarang bergaul, mereka pada gak mau dekat-dekat sama aku, kamu enak masih ada Angkasa, lah aku gak ada yang mau akrab sama aku, mereka pada ngindar, bagaimana caranya aku bisa nanya di mana rumahnya Andin itu pada mereka" jawab Alisa.


"Gini aja kita bagi tugas, kan ada lima anak, 2 aku sama Aliza, dua lagi kamu ren, satunya biar Alisa, gimana, dengan cara ini gak akan ada yang curiga pada kita kalau kita sebenarnya mau menyelidiki kasus ini" saran Angkasa.


"Boleh juga, aku nanti akan nanya pada teman-teman aku yang jurusan IPS, pasti di antara mereka ada yang tau" setuju Reno.


"Gimana sa kamu mau kan, cuman nyelidiki satu orang aja, masa gak bisa?" tanya Angkasa.


"Iya deh aku akan usahain nanya pada anak-anak di kelas ku" jawab Alisa.


"Kita harus nanya sekarang juga, biar nanti pas pulang sekolah kita mulai penyelidikan, aku ingin kasus ini segera ketemu titik terangnya biar tidak jadi bumerang terus" kata ku.


"Iya, ayo kita pencar dan cari tau tempat tinggal nama-nama anak yang bersangkutan tadi" jawab Angkasa.


"Ayo" setuju ku.


Aku dan Angkasa hendak keluar dari dalam kelas ini.


"Eh tunggu-tunggu" cegah Alisa.


"Ada apa lagi?" tanya ku menghentikan langkah mendengar suara teriakan Alisa.


"Aku mau nyelidiki Andin yang mana, Andin tadi kan banyak?" tanya Alisa.


"Kamu selidiki Alvia Andini saja, sedangkan kamu ren cari tau Andin Prayoga sama Jihan Fahira Andini, selebihnya biar aku sama Angkasa yang akan cari" jawab ku.


"Baiklah kalau gitu" kata mereka setuju.


"Sekarang cepat kalian cari setelah kalian tau di mana tempat tinggal mereka, langsung tunggu kami di taman aja, aku dan Angkasa akan ke sana secepatnya mungkin" kata ku.


"Siap" jawab mereka.


"Ayo sa kita cari tau Andin Sanjaya sama Lily Andini Fairus" ajak ku.


"Iya ayo" jawab Angkasa.


Kami berdua keluar dari dalam kelas itu.


"Ren kamu mau nanya sama siapa?" tanya Alisa yang sangat penasaran.


"Sama Fendy, dia anak kelas IPS juga, barang kali dia tau" jawab Reno.


"Terus aku mau nanya sama siapa?" tanya Alisa yang bingung pada siapa ia harus bertanya.


"Sama teman-teman mu lah, masa gak berani" jawab Reno.


"Berani kok" kata Alisa yang tak mau di katakan lemah.


"Ya udah sekarang berangkat, katanya berani" suruh Reno.


"Iya, aku aja buktiin kalau aku bisa cari tau segalanya tentang Alvia Andini, kamu lihat aja nanti" jawab Alisa sok berani.


"Baiklah aku akan lihat, sekarang cepat sana cari tau, aku juga mau nyari tau juga, nanti kita ketemu di taman aja" kata Reno.


"Iya" jawab Alisa.


Reno keluar dari dalam kelas itu bersama Alisa namun mereka berpencar, Alisa ke barat sedangkan Reno ke timur.