
"Saat kita masuk ke dalam desa gaib, apa yang terjadi setelah itu, aku ingin tau, cepat kalian cerita"
"Waktu itu...
Alisa, Reno, Ustadz Fahri dan Dita terus menunggu kami keluar dari dalam ruangan khusus.
"Mana Aliza sama Angkasa, kenapa lama sekali, apa mereka masih gak nemuin Laras di sana?" Alisa mulai lelah menunggu kami yang tak kunjung datang-datang.
"Apa mereka kesulitan ya?" pikir Reno.
"Ayo coba kita ke sana saja, kita periksa ada apa di sana" ajak Ustadz Fahri.
Mereka beranjak dari duduk dan berjalan masuk ke dalam kamar khusus itu.
"Aliza" Alisa langsung terkejut saat melihat aku dan Angkasa yang pingsan di depan lemari besar itu.
Mereka langsung berlari mendekati kami.
"Aliza kamu kenapa, kenapa kamu bisa pingsan, buka mata kamu za" khawatir Alisa yang terus berusaha membangunkan ku.
"Ustadz gimana ini, Aliza gak bangun, tolong dia Ustadz" titah Alisa yang khawatir ada apa-apa dengan ku.
"Kamu hubungi siapa gitu yang sekiranya datang ke sini untuk bisa bawa Aliza dan Angkasa ke rumah sakit" suruh Ustadz Fahri.
"Pak RT, dia bisa bantu kita tadz" Alisa teringat pada pak RT yang bisa langsung membantu kami.
"Cepat kamu hubungi beliau, minta beliau ke sini bersama warga-warga lainnya" Alisa mengangguk lalu menghubungi pak RT.
"Assalamualaikum Alisa, ada apa kamu nelpon bapak?"
"Pak RT Aliza sama Angkasa pingsan, dia butuh pertolongan, pak RT tolong datang ke sini" titah Alisa.
"Kamu ada di mana Alisa, biar bapak akan ke sana secepatnya" pak RT langsung khawatir setelah mendengar jawaban Alisa.
"Kami lagi ada di rumah mbah Gamik pak RT, di sini kami nemuin pak Prapto yang sudah meninggal, bapak tolong ke sini bersama warga-warga lainnya, tolong evakuasi jenazahnya pak RT"
"Iya, bapak akan ke sana secepatnya, kalian tunggulah di sana" jawab pak RT.
Alisa mengangguk."Alisa mohon cepat ke sini pak RT, kami butuh bantuan secepatnya"
"Iya" pak RT kemudian mematikan sambungan dan mengajak warga menuju rumah mbah Gamik, tak lupa juga ia menghubungi polisi agar membantunya juga.
"Gimana sa, apa pak RT mau ke sini?" Alisa mengangguk.
"Iya tadz, pak RT akan ke sini" jawab Alisa.
"Ren coba kamu bangunin Angkasa lagi, mudah-mudahan dia bisa siuman" titah Ustadz Fahri.
Reno membangunkan Angkasa."Sa bangun, kamu kenapa sa, kenapa kamu tiba-tiba pingsan di sini, ada apa sama kamu"
Reno terus menggoyangkan tubuh Angkasa namun tidak ada pergerakan dalam diri Angkasa sama sekali
"Gak bisa tadz, Angkasa masih belum sadar juga" jawab Reno.
Terpancar raut cemas di wajah Ustadz Fahri."Kenapa mereka bisa pingsan, ada apa sama mereka sebenarnya?"
"Pasti ada sesuatu yang terjadi pada mereka tadz, gak mungkin mereka pingsan tanpa alasan yang jelas" jawab Dita.
"Ini kemana pak RT sama warga lainnya, kenapa belum datang juga" Alisa sudah khawatir ia tidak bisa diam sama sekali.
"Perjalanan ke sini itu panjang sa, membutuhkan waktu yang cukup lama untuk sampai di sini, wajar aja kalau mereka lama sampai di sini" jawab Reno.
"Kita tunggu saja mereka datang, pasti mereka akan datang juga ke sini dan Angkasa sama Aliza bisa di larikan ke rumah sakit" mereka semua mengangguk dan menunggu kedatangan pak RT serta warga-warga lainnya.
Klontar
Klontar
Klontar
Telinga Alisa menangkap suara langkah kaki seseorang yang memakai terompah.
"Kayak ada orang yang berjalan, siapa ya?"
"Coba kamu cek sana sa, mungkin saja itu pak RT atau warga yang udah datang" suruh Reno.
Alisa bangun dan berjalan keluar dari dalam kamar khusus itu, ia melihat ke kanan dan kiri yang tampak kosong, tidak ada siapapun yang ia temukan.
"Apa mungkin aku cuman salah dengar saja"
Alisa masih merasa aneh, ia terus melihat sekelilingnya namun tetap saja tidak ada siapapun yang ia temukan.
"Kayaknya aku memang salah dengar" Alisa hendak kembali masuk ke dalam kamar khusus itu.
Klontar
Klontar
Klontar
Suara langkah kaki seseorang yang berjalan dengan menggunakan terompah itu kembali terdengar di telinga Alisa.
Alisa menghadap ke belakang, namun tidak ada siapapun yang ia temukan.
"Gak ada siapa-siapa, tapi kenapa kayak ada orang yang jalan?" Alisa mulai merasa aneh pada keadaannya saat ini.
Alisa merasakan tengkuknya yang seperti di tiup oleh seseorang.
Alisa langsung menelan ludah pahit saat bulu kuduknya berdiri semua.
Klontar
Klontar
Klontar
Suara orang yang berjalan dengan menggunakan terompah itu mendekati Alisa.
Alisa yang merasa akan ada orang yang mendekatinya langsung bergegas masuk ke dalam kamar khusus itu dan menutupnya rapat-rapat.
Mereka bertiga terkejut saat melihat Alisa yang kembali dengan raut wajah tegang.
"Ada apa sa, kenapa kamu kayak tegang gitu, apa yang kamu lihat?" Reno merasa ada sesuatu yang terjadi sehingga Alisa seperti ketakutan.
"Enggak apa-apa, gak ada apapun kok" Alisa mendekati mereka dengan ekspresi wajah biasa, ia berusaha menyembunyikan apa yang barusan terjadi padanya karena ia tidak mau kejadian mistis itu semakin bertambah apalagi rumah mbah Gamik jauh dari permungkiman penduduk.
"Mana pak RT, kenapa belum datang juga" Alisa mulai gelisah, ia terus merasakan hawa tak nyaman yang terdapat di ruangan khusus.
"Mungkin sebentar lagi beliau akan datang, kita tunggu saja dulu di sini" jawab Ustadz Fahri.
Mereka pun diam dengan menunggu kedatangan pak RT dan juga warga-warga yang sedang berada di perjalanan menuju rumah mbah Gamik yang memang jauh dari permungkiman penduduk dan akses menuju ke sana sangat sulit.
Tidak bisa di lewati mobil ataupun motor, hanya berjalan kaki yang bisa mereka lakukan.
2 jam kemudian...
Suara riuh warga terdengar di telinga mereka.
"Kayaknya itu warga-warga yang datang deh" terbit senyuman di wajah Alisa ketika mendengar suara-suara orang yang berjumlah banyak mendekati rumah ini.
"Iya, ayo kita keluar" ajak Reno.
Mereka berempat bergegas keluar dari dalam rumah mbah Gamik.
"Di mana Aliza sama Angkasa?" Alisa terkejut saat melihat ayah yang ternyata ikut bersama mereka.
"D-di dalam ayah" terbata-bata Alisa ketika melihat ayah dan bunda.
"Kenapa Aliza dan Angkasa bisa pingsan, ada apa sama dia sa?" khawatir bunda yang mendapatkan kabar itu dari pak RT.
"Gak tau bun, alasan mereka pingsan kami masih belum tau" jawab Alisa.
"Sekarang di mana mereka, bunda mau melihat mereka" titah bunda.
"Mereka ada di dalam, bunda sama ayah ayo ikut Alisa ke sana" bunda dan ayah mengekor di belakang Alisa.
Alisa membawa bunda dan ayah ke ruangan khusus."Itu mereka bun, mereka pingsan dan Alisa gak tau mereka pingsan kenapa"
Bunda mendekati ku yang jatuh pingsan."Za, kamu kenapa nak, buka mata kamu, ini bunda, bunda sudah datang"
Tidak ada pergerakan di dalam diri ku, aku masih tetap memejamkan mata.
"Ayah kita harus bawa Aliza sama Angkasa ke rumah sakit, bunda gak mau ada apa-apa sama mereka" titah bunda yang khawatir pada kami.