The Indigo Twins

The Indigo Twins
Kerangka-kerangka misterius



Keduanya terus masuk ke dalam lorong yang terdapat di samping ruangan yang tidak pernah di buka tersebut.


Lorong itu lumayan panjang, setelah keluar dari lorong itu benar saja, kalau di sana ada lift yang Roy maksud.


"Lift tersembunyi" ternganga Reno ketika melihat lift itu yang sungguh nyata dan kini berada tepat di depannya.


"Ayo kita masuk" ajak Reno.


Reno mengangguk lalu keduanya masuk ke dalam lift itu.


"Roy lift ini akan menuju kemana?" Reno melihat sekeliling lift itu yang ada banyak sekali sarang-sarang laba-laba yang menandakan kalau lift itu tidak pernah di gunakan.


"Kamu tunggu saja, nanti kamu juga akan tau" Reno semakin penasaran ketika Roy tak mau memberitahunya.


Reno menunggu sebentar kemudian lift itu terbuka di salah satu ruangan yang membuat Reno terkejut bukan main.


"S-sebanyak ini" ternganga Reno ketika melihat kerangka-kerangka manusia yang memenuhi ruangan itu.


"Kenapa di sini banyak sekali kerangka manusia, kerangka-kerangka siapa aja ini?" Roy juga tidak tau menahu tentang kerangka-kerangka itu, ia sama-sama terkejut seperti halnya dengan Reno.


"Aku rasa kerangka-kerangka ini milik anak-anak yang di jadikan tumbal" feeling Reno.


"Tidak mungkin ren, kalau di jadikan tumbal gak mungkin di tarok di sini, pasti ada ruangan khususnya" jawab Roy.


"Lalu milik siapa kerangka-kerangka ini?" penasaran Reno.


"Aku gak tau, ayo kita cari Alisa saja, masalah kerangka-kerangka ini kita kesampingkan dulu" ajak Reno.


Reno mengangguk lalu keluar dari dalam ruangan itu."Ruangan ini tidak di kunci, apa bu Riska tidak takut jika ada orang yang tau kalau di dalam ruangan ini terdapat kerangka-kerangka manusia?"


"Kayaknya enggak deh, karena kan anak 12 IPS udah tau peraturannya, mereka gak akan ada yang ngasih tau anak kelas lain" jawab Roy.


Sebelum Reno keluar dari dalam ruangan itu, ia melihat kembali ke arah kerangka-kerangka itu, tiba-tiba matanya membulat sempurna saat melihat ada satu kerangka yang bergerak.


Dengan cepat Reno keluar dari dalam ruangan itu dan menutupnya rapat-rapat sebelum kerangka tadi itu keluar juga.


Roy merasa aneh pada Reno."Apa ren, apa yang kamu liat?"


"Enggak ada, gak ada apa-apa kok" Reno berusaha menutupi kejadian yang barusan yang ia lihat.


"Ya udah ayo kita cari Alisa" Reno mengangguk lalu mengikuti Roy untuk mencari Alisa.


"Kenapa kerangka tadi itu ada yang bergerak, apa mungkin ada hantu tengkorak, iih seram banget, aku gak mau keluar lewat sana lagi" batin Reno yang bergidik ngeri.


"Alisa" panggil Roy dengan berteriak.


Seketika lamunan Reno buyar ketika mendengar suara teriakan Roy.


Senyuman terukir di wajah Alisa saat melihat keduanya, dengan cepat Alisa berlari mendekati mereka.


"Gimana kalian nemuin Andin gak?" penasaran Alisa.


Keduanya menggeleng kompak.


"Enggak, kita gak nemuin Andin" jawab Reno.


"Gimana ini, magrib sebentar lagi, tapi kita masih belum nemuin jasad Andin" cemas Alisa tanpa sebab.


"Kamu udah meriksa semua kelas dan juga kamar mandi yang ada di lantai 6?" Reno kembali memastikan takutnya Alisa belum menyelesaikan tugas itu.


"Udah ren, aku udah cari jasadnya Andin di semua tempat, tapi tetap saja tidak ada, aku kira di antara kalian ada yang nemuin dia" jawab Alisa.


"Kami gak nemuin jasadnya Andin, walaupun udah meriksa semua kelas yang ada di lantai 4 sama 5, tapi tetap saja tidak ada, bahkan tidak ada kecurigaan apapun yang kami temukan di lantai 4 dan 5" Roy sudah memeriksa namun tetap saja tidak ada Andin di sana.


Alisa tambah tak tenang."Terus ini gimana dong, masa kita diam aja di sini?"


"Gini aja, kita ke Aliza sama Angkasa aja, kita tanya apakah di antara mereka ada yang nemuin jasadnya Andin atau tidak" jawab Reno.


"Ya udah ayo kita ke sana" setuju Alisa.


"Eh tunggu" cegah Roy.


"Ada apa lagi?" penasaran Reno.


"Bagaimana dengan lantai 7, kita masih belum cek ada apa di sana, masa kita lewatin gitu aja, kalau di sana ternyata ada jasadnya Andin gimana?"


Reno langsung terdiam."Iya juga ya, kita harus cek lantai 7, kita gak boleh lewatin lantai 7 itu"


"Gak usah, aku udah ke sana, aku udah cek semuanya, tapi gak ada apa-apa, kita lebih baik ke Aliza sama Angkasa saja, aku rasa jasadnya Andin ada di salah satu lantai yang ada di bawah" jawab Alisa.


"Ya udah ayo kita ke sana" ajak Reno.


Mereka bertiga berjalan meninggalkan tempat itu.


Roy hendak bicara saat hampir melewati ruangan yang terdapat lift.


"Kita lewat tangga aja" seketika Roy tak jadi berbicara ketika mendengar ucapan Reno.


Alisa mengerutkan alis."Emang tadi kalian lewat mana kalau bukan lewat tangga?"


"Manjat apa lagi" jawab Roy.


"Kurang kerjaan banget, orang ada tangga ngapain masih manjat" tak habis pikir Alisa.


"Biasa kami ingin mencoba hal baru gitu" jawab Reno.


"Benar-benar aneh kalian ini"


Alisa geleng-geleng kepala ketika tau ulah keduanya benar-benar aneh di matanya.


Meraka tidak ada yang menjawab sebab mereka takut tak sengaja keceplosan dan bilang segala misteri yang ada di dalam sekolahan ini.


Reno menatap ke arah ruangan yang terdapat kerangka-kerangka manusia itu sekilas lalu kembali berjalan melewati tangga itu dan turun ke lantai 5.


Sebelum menuruni tangga lagi Reno melihat ke belakangnya.


"Tidak siapapun, suara yang tadi aku dengar berarti beneran suara makhluk halus penunggu lantai 5" batin Reno.


Alisa melihat Reno yang tiba-tiba diam."Ada apa ren, apa yang kamu lihat?"


"Enggak ada apa-apa kok, semuanya baik-baik saja, ayo kita turun ke bawah" ajak Reno.


Mereka bertiga akhirnya pergi dari sana.


"Sa saat kamu meriksa kamar mandi, kamu gak nemuin apa-apa gitu?" penasaran Reno.


"Enggak tuh, aku gak nemuin hal yang mencurigakan di dalam kamar mandi, mangkanya aku langsung ke lantai 6, kan tadi aku ngecek lantai 7 dulu biar enak nanti langsung turun ke bawah kalau tidak ada apa-apa" jawab Alisa.


"Pantesan cepet" Reno mewajarkan hal itu.


"Eh yang ngecek kamar mandi di lantai 4 siapa?" penasaran Alisa.


"Aku, aku yang udah cek kamar mandi itu" jawab Roy.


"Kamu dapat gangguan gak, karena aku dengar-dengar kamar mandi itu angker?"


"Ada, tapi gak parah gangguannya, karena aku buru-buru tadi cek kamar mandi itu, aku kan juga ngeri masuk ke dalam kamar mandi yang udah terkenal angker itu" jawab Roy.


"Masa kamu baik-baik aja saat keluar dari sana, biasanya itu kalau keluar dari dalam kamar mandi itu banyak yang kesurupan" Alisa masih tidak percaya akan hal itu.


"Gak tau juga, aku cuman ngecek doang, tapi alhamdulilahnya gangguannya gak banyak" jawab Roy.


"Aku heranlah, kenapa jasadnya Andin susah banget di temuinnya, sebenernya dia itu di sembunyi di mana, kita udah nyari ke semua tempat, tapi tetap aja gak ada" heran Reno yang sedari tadi terus memikirkan hal itu.


"Aku rasa jasadnya Andin gak ada di lantai 4,5,6 maupun 7, pasti dia ada di lantai 1,2 dan 3" dugaan Roy.


"Ayo kita ke sana, kita harus temuin mereka berdua sebelum magrib di sini" ajak Alisa.


Roy dan Reno mengangguk setuju lalu menuruni tangga yang panjang itu dengan sangat cepat agar bisa segara sampai di bawah.