
"Kenapa aku merasa makhluk-makhluk halus yang ada di dalam hutan itu peliharaan pak Jarwo" curiga Alisa.
"Kayaknya iya deh sa, mereka itu pasti peliharaan pak Jarwo" jawab Reno.
"Mbk pak Jarwo itu kerja apa, kenapa bisa kaya sampai-sampai hartanya gak akan habis tujuh turunan?" penasaran Angkasa.
"Papa punya perusahaan, sekitar ada 7 perusahaan yang sudah berhasil di bangun di negara ini" jawab mbk Indri.
"Wow hebat juga pak Jarwo bisa punya perusahaan sebanyak itu" kagum Reno.
"Tapi mbk merasa aneh" Alisa mengerutkan alis, ia penasaran pada keanehan apa yang di maksud mbk Indri.
"Aneh gimana mbk?"
"Iya aneh, kakak-kakak mbk banyak yang meninggal dengan penyakit yang sama, mama juga sudah meninggal dengan penyakit yang sama, yaitu kangker darah, tapi setelah meninggal papa makin kaya, itu yang membuat mbk merasa aneh selama ini" jelas mbk Indri.
"Ini pasti ada kaitannya sama peliharaan pak Jarwo, ayo mbk kita cepat-cepat sampai di rumah, sebelum ada orang yang lihat kita bawa mbk pergi dari sini" ajak Angkasa.
Mbk Indri mengangguk lalu mempercepat langkah mengikuti kami pulang ke rumah.
Sepanjang perjalanan aku merasa ada seseorang yang mengikuti ku.
Wussshhhh
Kebelet bayangan melintas tepat di belakang ku, aku langsung berbalik badan dan mencari keberadaannya.
"Gak ada siapapun, kenapa aku merasa ada orang yang lewat di sini?"
Aku melihat sekeliling yang kosong, jalanan desa amat sepi karena warga berada di rumah pak Jarwo semua.
Aku hendak kembali menghadap ke depan tiba-tiba.
Wussshhhh
Bayangan hitam melintas di sebelah kanan ku dan masuk ke dalam semak-semak.
Aku menajamkan mata saat melihat semak-semak itu bergerak.
"Siapa yang ada di sana?"
Aku berjalan mendekati semak-semak itu, baru beberapa langkah aku berjalan tiba-tiba mata ku di kagetkan dengan penampakan genderuwo yang berdiri dari dalam semak-semak itu.
Aku menutup mulut tak percaya ketika melihat genderuwo itu yang ternyata sedari tadi mengganggu ku.
"Kembalikan istri ku" teriak genderuwo itu dengan mata merah terang, dan tampak rasa marah besar yang terpancar di wajahnya.
"J-jadi dia suami mbk Indri" kaget ku yang mulai gemetaran ketika melihat wujud asli Bima, suami gaib mbk Indri.
"Za" panggilan itu membuat ku menoleh ke arahnya.
"Ayo pulang, kenapa malah bengong di sana" ajak Angkasa.
Aku langsung berlari mendekati mereka yang mulai jauh.
"Ayo kita pulang, kita harus cepat-cepat sampai di rumah"
Reno melihat wajah ku yang tampak tegang dan gelisah."Kenapa kamu za, apa yang kamu lihat?"
"Nanti aku akan ceritain di rumah, ayo sekarang kita harus sampai di rumah"
Mereka semua mengangguk lalu kami mempercepat langkah menuju rumah.
Genderuwo yang tak lain adalah suami mbk Indri menatap punggung kami yang terus menjauhinya.
Sepanjang perjalanan menuju rumah aku sesekali melihat ke belakang, aku hanya takut genderuwo menakutkan itu mengikuti ku sampai ke rumah.
"Hai semua, kami pulang" sapa Alisa pada kelima makhluk halus yang menjaga di pohon yang berada di halaman rumah.
"Kami ke sana cuman mau nyari mbk Indri saja mbk, bukan mau nonton perayaan yang sedang di selenggarakan" jawab Angkasa.
Tatapan mereka berlima jatuh pada mbk Indri.
"Oh jadi ini yang menjadi tujuan kalian datang ke sana" mbk Gea terus menatap mbk Indri yang linglung karena kami berbicara pada orang yang tidak bisa di lihatnya.
Alisa mengangguk."Kenapa kalian bawa dia ke sini" marah Tiger yang membuat kami semua mengerutkan alis.
"Kamu gak suka mbk Indri kami bawa ke sini?" pikir Reno.
"Bukan dia, tapi dia" tunjuk Tiger pada genderuwo yang tengah bersembunyi di balik pohon yang berjarak 1 meter dari posisi kami berdiri.
Kami melihat ke arah genderuwo itu dengan terkejut."Kenapa kita gak sadar kalau dia ngikutin kita?" kaget Angkasa.
"Dari mana asalnya, kenapa dia ngikutin kita sampai ke sini?" bingung Alisa.
"Apa dia berasal dari hutan yang ada di rumah pak Jarwo dan tak sengaja ngikutin kita sampai ke sini" dugaan Reno.
"Cepat kalian masuk ke dalam, jangan keluar dari dalam rumah, masalah dia biar kami yang akan urus" suruh Tiger
Kami mengangguk lalu melangkah mendekati rumah.
"Kembalikan istri ku" teriak genderuwo itu yang membuat langkah kami terhenti.
Kami menatap tak percaya ke arahnya.
"J-jadi dia suami mbk Indri?" terkejut Alisa saat tau kalau suami mbk Indri adalah genderuwo yang sangat menakutkan.
"Aliza aku takut" mbk Indri memegangi lengan ku saat melihat dengan jelas genderuwo yang merupakan suaminya.
"Mbk tenang aja, dia gak akan gangguin mbk, ada kami di sini, kami pasti akan lindungi mbk" mbk Indri mengangguk, ia masih sangat takut pada Bima suami gaibnya.
"Cepat kalian masuk ke dalam" teriak Tiger.
Dengan cepat kami masuk ke dalam rumah.
Rasa aman langsung menghampiri kami saat kami sudah berada di dalam rumah.
"Lega" Alisa mengambil duduk di sofa yang ada di ruang tamu.
"Gimana kalau dia masuk ke dalam, aku takut Aliza?" khawatir mbk Indri yang wajahnya langsung cemas campur takut.
"Dia tidak akan masuk ke dalam mbk, mbk tidak usah takut, mbk duduk dulu, Aliza akan ambilin minum buat mbk" mbk Indri menurut, ia duduk di dekat Alisa.
Aku mengambil air minum untuk mbk Indri di dapur, setelah itu kembali ke ruang tamu lagi.
"Ini mbk minum dulu" mbk Indri mengangguk lalu meminum air yang aku bawa hingga tandas.
"Genderuwo tadi beneran suaminya mbk Indri?" Alisa masih tidak percaya kalau mbk Indri menikah dengan seorang genderuwo.
"Iya, dia memang suaminya mbk Indri, di desa gaib dia berwujud pemuda tampan tapi di sini dia berwujud genderuwo yang seram, sebenarnya itulah wujud aslinya selama ini"
"Seram banget nikah sama genderuwo, gak kebayang jadi istrinya genderuwo" begidik ngeri Alisa.
"Mangkanya aku ngotot mau bantuin mbk Indri agar tidak jadi nikah sama genderuwo itu, tapi terlambat, saat aku sampai di sana pernikahan mbk Indri dan Bima alias genderuwo itu sudah selesai, untung aja aku bisa bawa mbk Indri kembali ke sini meski sekarang suami gaibnya sedang berusaha bawa dia kembali ke desa gaib"
"Mbk gak mau di bawa ke sana, bagaimana caranya mbk terlepas darinya?" mbk Indri masih sangat takut pada Bima.
"Nanti kita tanya sama Ustadz Fahri, barang kali Ustadz Fahri tau caranya" jawab Reno.
"Sekarang di mana Ustadz Fahri itu, kenapa gak ada di sini?" mbk Indri tidak menemukan siapapun di rumah ini kecuali kami berempat.
"Beliau ada di rumah bu Weni mbk, belum pulang, nanti juga beliau akan pulang" jawab Alisa.