
"Gawat, dia bukan lawan yang mudah untuk ku hempaskan, aku harus pergi dari sini sebelum dia menghancurkan seluruh tubuh ku" batin sosok itu yang ketar-ketir.
"Sini kau, akan aku hajar kau, biar kau tidak lagi mengganggu mereka atupun orang lain" tantang Tiger dengan beraninya.
Sosok itu tiba-tiba langsung menghilang dari sana.
"Kemana dia, kenapa pergi begitu saja, aku belum memberinya pelajaran" kata Tiger.
"Aku rasa dia takut pada mu mangkanya dia pergi begitu saja" kata mbk Hilda.
"Tapi siapa sebenarnya hantu itu, kenapa aku merasa dia hantu yang di suruh oleh seseorang untuk mengganggu mereka" kata mbk Gea.
"Tidak, hantu itu bukan suruhan orang, dia itu hantu baru yang bergentayangan, dia itu tidak tau bahaya apa yang mengancam saat dia mengganggu mereka" jawab White.
"Dari mana kamu tau kalau dia hantu baru?" tanya mbk Hilda.
"Aku tadi lihat dia keluar dari dalam kuburan yang berada di ujung jalan tepatnya di bawah pohon bambu itu" jawab White.
"Kenapa kamu tidak halau dia, kenapa kamu malah biarkan dia berkeliaran dan gangguin Alisa?" tanya mbk Tiger.
"Aku tidak tau kalau dia bakal gangguin kak Alisa, kalau aku tau, aku pasti tidak akan biarkan dia berkeliaran di desa ini" jawab White.
"Tunggu-tunggu kuburannya berada di ujung jalan di bawah pohon bambu, sejak kapan di sana ada kuburan, perasaan di sana itu lahan kosong yang jarang orang lewati karena seram dan banyak sekali pohon bambu yang tumbang" kata mbk Hilda.
"Aku juga gak tau, aku cuman gak sengaja lihat ada kuburan di sana dan sosok keluar dari dalamnya" jawab White.
"Siapa dia sebenarnya, kenapa aku tidak kenal dengannya, apa dia warga di kampung atau bukan ya" kaga mbk Hilda.
"Gak tau juga, besok aja kita beritahu mereka, biar mereka yang nanya siapa pemilik kuburan itu" jawab mbk Santi.
"Tapi sebelumnya kuburan itu ada batu nisannya apa tidak?" tanya mbk Hilda.
"Ada kok, kuburan itu ada batu nisannya, lengkap malahan" jawab White.
"Jadi dia bukan korban pembunuhan seperti aku dulu kalau kuburannya terdapat batu nisan" kata mbk Hilda.
"Tapi kalau bukan matinya karena di bunuh terus kenapa dia bisa berkeliaran di sini dan gangguin mereka?" tanya mbk Gea.
"Pasti ada masalah yang membuatnya bergentayangan, besok aja kita lapor pada mereka kalau hantu itu kuburannya berada di ujung jalan" jawab mbk Hilda.
"Iya, kita lapor pada mereka, kalau kita lapornya sekarang, kesihan mereka, mereka pasti ngantuk" kata mbk Santi.
"Sekarang ayo kita keliling kampung, kita harus pastikan gak ada hantu lagi yang gangguin mereka" ajak mbk Gea.
"Iya ayo, Tiger kamu jaga di sini, kami akan berkeliling dulu, ingat kamu gak boleh biarkan ada hantu lagi yang gangguin mereka" kata mbk Hilda.
"Iya, aku dan White yang akan jaga di sini, kalian berkeliling saja, masalah mereka semuanya aman, tak akan ada yang gangguin mereka, aku jamin itu" jawab Tiger.
"Kami pergi dulu, juga mereka baik-baik, jangan sampai kau kecolongan lagi" peringatan mbk Gea.
"Iya" jawab Tiger.
Mereka kemudian menghilang dari hadapan Tiger dan White.
"White kamu ngapain ke sana, kenapa kamu bisa tau kalau di sana ada kuburan?" tanya Tiger.
"Aku gak ada niatan buat ke sana, tapi tadi itu aku cuman pengen jalan-jalan di sekitar sini saja, gak sengaja aku lihat kuburan misterius itu, aku mendekatinya, tapi tiba-tiba ada asap yang keluar aku langsung lari buat sembunyi" jawab White.
"Terus-terus" kata Tiger.
"Kemudian asap itu berubah menjadi sosok itu, dia berjalan mendekati permungkiman warga, aku gak ngikutin dia dan malah pulang ke sini" jawab White.
"Kalau kamu lihat dia lagi, kamu langsung beritahu aku, biar aku yang akan membereskan dia agar dia gak lagi gangguin orang-orang" kata Tiger.
"Siap, aku pasti akan langsung kasih tau kamu" jawab White.
Tiger melihat ada sesuatu yang melompat-lompat di samping rumah.
"Siapa itu?" tanya Tiger.
Tiger menajamkan penglihatannya.
"Apa dia gangguin Alisa juga" kata Tiger.
"Sepertinya iya, ayo kita samperin dia" ajak White.
Tiger setuju lalu berlari mendekati pocong itu.
"Berhenti" teriak Tiger.
Pocong yang mendengar teriakan itu tercekat.
"Gawat, mereka mendekati ku, aku harus kemana ini" kata pocong itu yang langsung ketar-ketir.
"Jangan lari" kata Tiger.
Pocong itu tak bisa lari karena kini Tiger dan White berada di depannya.
"Matilah, apa yang harus aku lakukan ini" batin pocong itu.
"Kenapa kau gangguin Alisa?" tanya Tiger dengan nada serius.
"A-aku tidak mengganggu siapapun, kau jangan asal menuduh ku" jawab pocong itu.
Tige menatap pocong itu dengan seksama.
Pocong yang di tatap seperti itu hanya bisa diam meski saat ini ia merasakan kekhawatiran takut ulahnya di ketahui oleh Tiger.
"Kalau kau tidak mengganggu Alisa, kenapa kau keluar dari dalam rumah ini?" tanya Tiger.
"Karena...
Perkataan pocong menggantung, dia tidak memiliki alasan apapun yang bisa ia beritahukan pada Tiger.
"Karena apa?" tanya Tiger.
"Bagaimana ini, apa yang harus aku katakan, aku tidak punya alasan apapun, kalau aku bilang yang sebenarnya, dia akan menghajar ku habis-habisan" batin pocong itu yang gemetaran.
"Jawab, kenapa kau diam saja" kata Tiger.
"Aku tadi memang masuk ke dalam rumah ini karena mencari tau apa yang sosok ibu-ibu itu lakukan" kata pocong itu.
"Apa yang kau dapatkan setelah mengikuti sosok itu?" tanya Tiger.
"Tidak ada, aku hanya sekedar ngikutinnya saja" jawab pocong itu.
Tiger menatap ke arah pocong itu dengan tatapan yang sulit untuk di artikan.
"Apakah aku harus percaya pada apa yang kau ucapkan?" tanya Tiger.
"Jika kau tidak percaya, tidak apa-apa, aku sudah mengatakan segalanya berdasarkan kenyataan" jawab pocong itu.
Tiger menatap pocong itu dengan seksama.
"Sekarang pergilah dari sini, jangan pernah masuk ke dalam rumah ini lagi kalau kau tidak mau mati untuk yang kedua kalinya" kata Tiger.
Pocong itu mengangguk lalu berjalan pergi meninggalkan area rumah ku.
"Selamat, untung aku bisa selama darinya, lain kali aku tidak mau gangguin anak-anak itu lagi, aku tidak mau berurusan dengan harimau itu" kata pocong itu pelan.
Pocong itu merasa begitu lega karena berhasil lolos.
"Aku harus pergi dari sini secepatnya sebelum dia sadar kalau aku juga terlibat di dalamnya" kata pocong itu.
Pocong itu melompat-lompat pergi dari sana.
"White kita harus jaga rumah ini, kita tidak boleh biarkan ada makhluk halus yang gangguin mereka lagi" kata Tiger.
"Iya" jawab White.
Mereka berdua menjaga rumah ini dengan sangat waspada, mereka tak mau kecolongan lagi.