The Indigo Twins

The Indigo Twins
Misteri pemuda yang di ikuti kingkong 3



"Kamu gpp?" tanya pemuda itu membantu Alisa.


"Kaki aku sakit" jawab Alisa.


"Sini aku bantu" kata pemuda itu.


Pemuda itu membantu Alisa duduk di kursi Alisa tak menghiraukan tatapan maut kingkong.


"Mananya yang sakit?" tanya pemuda itu.


"Kaki dan tangan aku lihat nih lecet" jawab Alisa.


"Mangkanya kalau jalan itu lihat-lihat biar gak nabrak orang" kata pemuda itu menceramahi Alisa.


"Sialan dia ini belum juga apa-apa dia sudah ngeselin aja aku melakukan hal ini juga kepaksa kali" batin Alisa.


Pemuda itu mengobati luka Alisa.


"Maaf" kata Alisa.


"Reno itu nama ku" kata Reno mengulurkan tangan.


Senyuman mengambang di wajah Alisa.


"Yes gini dong akhirnya usaha ku tidak sia-sia" batin Alisa.


"Alisa" jawab Alisa membalas uluran tangan itu.


"Kamu mau kemana?" tanya Reno.


"Aduh aku harus jawab apa ini aku gak punya tujuan tertentu" batin Alisa.


"Mau ke sana sih" jawab Alisa.


"Kamu anak IPA?" tanya Reno.


"Enggak aku anak IPS" jawab Alisa.


"Seru gak di IPS?" tanya Reno.


"Gak sama sekali kamu tau aku sama anak-anak di bilang Mbah dukun karena aku anak Indigo" jawab Alisa.


"Bodoh kenapa anak itu langsung bilang seperti itu" kata ku yang mendengar dari kejauhan.


"Itu namanya kakak mu jujur" jawab Angkasa.


"Kebablasan itu namanya" kata ku.


Angkasa tertawa kecil mendengar hal itu.


"Oh kamu anak indigo apa jangan-jangan kamu yang lagi tranding di sekolah ini ya" tebak Reno.


"Haduh mati kenapa aku pake keceplosan iih dasar mulut ini kenapa tidak bisa diam bagaimana ini" batin Alisa.


Alisa tak menjawab dia hanya menunduk.


Reno menyunggingkan senyumnya.


"Aku gak akan bully kamu kok kamu gak usah takut sama aku" kata Reno.


"Makasih" jawab Alisa senang.


"Sama-sama" kata Reno.


"Oh ya kenapa kingkong ini mengikuti mu apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Alisa.


"Dia mengikuti ku karena dukun persugihan itu menyuruhnya untuk menjaga ku takut aku lari" jawab Reno.


"Emang kamu mau diapain sama dia?" tanya Alisa.


Reno menghembuskan nafas berat.


"Aku mau di jadikan tumbal pesugihan sama orang tua ku mangkanya sekarang ini makhluk menyeramkan itu mengikuti ku yang membuat orang-orang takut berdekatan dengan ku" jawab Reno.


"TUMBAL" kaget Alisa.


"Iya orang tau aku mau kaya dalam waktu cepat mangknya dia meminta bantuan pada dukun persugihan dan dukun itu memberi syarat kalau mereka mau mendapatkan harta mereka harus merelakan anak mereka di jadikan tumbal" jawab Reno.


"Tega sekali orang tau kamu mau menjadikan kamu tumbal mereka itu tidak punya hati apa bagaimana" amuk Alisa.


"Aku juga sebenarnya gak mau tapi mau bagaimana lagi kalau aku lari Rani adik aku yang berusia 8 tahun yang akan menanggungnya" jawab Reno.


"Asal kamu tau sebenarnya aku ini tumbal kedua mereka" kata Reno yang semakin membuat Alisa shock.


"APA sudah memakan korban?" tanya Alisa.


"Iya tumbal pertama yang orang tua aku berikan pada dukun itu adalah mbk Reni kakak perempuan aku" jawab Reno.


"Benar-benar tega mereka itu di mana hati nurani mereka kenapa mereka malah lebih memilih harta dari pada anaknya sendiri" kata Alisa tak percaya.


Kami berempat mendekati mereka.


Kingkong seram itu langsung menghilang dia takut dengan Tiger.


"Hai Reno" panggil ku.


Reno tercengang melihat ku.


"K-kalian" gagap Reno.


"Iya kami kembar dia Aliza adik aku dan itu temannya namanya Angkasa" kata Alisa.


"Owh pantesan mirip banget adik kamu indigo juga?" tanya Reno.


"Iya bukan adik aku saja temannya juga indigo" jawab Alisa.


"Kami bisa kok bantu kamu terbebas dari pesugihan itu" kata ku.


"Bagaimana caranya sudah sejak lama aku memikirkannya namun tak kunjung ketemu juga?" tanya Reno.


"Emang kamu punya cara apa buat bantuin Reno?" tanya Alisa.


"Gak tau juga kita harus pikirkan sekarang emang kapan penumbalan itu di lakukan?" tanya ku.


"Sekitar 3 hari lagi tepat pada saat itu aku genap berumur 17 tahun" jawab Reno.


"Wah kita harus segera pikirkan cara untuk menolong Reno sebelum dia tidak terselamatkan lagi" kata Angkasa.


"Mari berpikir" kata Alisa.


Kami bertiga berpikir tentang solusi dari masalah ini.


"Tumbal pesugihan itu tidak akan terjadi kalau tumbalnya kita bawa lari" kata Alisa setelah beberapa saat terdiam.


"Kita bawa Reno kemana?" tanya Angkasa.


"Ke rumah aku aja sembunyiin Reno di sana, aku yakin kok tak akan dukun itu datang ke rumah aku, ada Tiger yang akan melindungi kita" jawab Alisa.


"Boleh juga tapi kita harus izin dulu sama bunda dan ayah" kata ku.


"Nah kalau itu nomor satu, tanpa izin ayah dan bunda kita tidak akan bisa apa-apa, nanti kita rayu ayah dan bunda biar mereka mengizinkan rencana kita ini" jawab Alisa.


"Oke, btw adik kamu sekarang ada di mana?" tanya ku.


Reno menghembuskan nafas.


"Adik aku saat ini berada di salah satu ruangan khusus di rumah ku, papa sama mama sudah mengurung dia, aku tak dapat bertemu dengannya beberapa hari ini, aku cemas dengan Rani aku yakin sekali dia pasti ketakutan di ruangan itu sendirian, setiap malam aku sering mendengar suara tangisan lirihnya, aku hanya bisa diam aku tak tau apa yang harus aku lakukan" jawab Reno.


Kami yang mendengar jawaban itu menjadi iba.


"Kami akan berusaha untuk membebaskan Rani kamu jangan sedih berdoalah biar usaha kita ini di lancarkan oleh sang maha kuasa" kata ku.


"Aku terus berdoa, aku juga sudah usaha selebihnya itu tugas Allah dia yang tau apa yang akan terjadi pada kehidupan ku, aku hanya bisa menerimanya dengan lapang dada" jawab Reno.


"Besok kita bahas saja penempatan posisi dan tugas-tugasnya nanti malam kita mau merayu bunda dan ayah, kita ketemuan di sini saja, sambil lalu kamu kemasi barang-barang mu dan juga Rani biar enak pas pelarian itu kita tak sibuk dengan apapun" kata ku.


"Iya ren besok bawa ke sini, nanti aku akan kabarin kamu kalau kita mendapatkan izin dari ayah sama bunda" kata Alisa.


"Iya aku akan kemasi barang-barang aku setelah pulang sekolah aku akan sembunyiin biar orang tua aku tidak curiga, terimakasih kalian sudah mau membantu ku" jawab Reno.


"Sama-sama" kata Alisa.


"Udah mau bel nih kita mau balik ke dalam kelas dulu, ayo sa" ajak ku.


"Kami kelas dulu bye" kata Angkasa.


"Bye" jawab keduanya.


Kami masuk ke dalam kelas masing-masing.