The Indigo Twins

The Indigo Twins
Kematian hantu terompah



"Bagaimana kamu tau" tercekat Alisa saat aku tau apa yang dia pikirkan.


Aku tidak menjawab dan terus mengikuti hantu terompah dari belakang, aku tidak ingin fokus ku teralihkan dan juga hantu terompah tau kalau kami berusaha mencari tau tentang dia dan apa yang akan dia lakukan.


Hantu terompah terus membawa kami masuk ke dalam jalanan desa yang panjang dan seram, semakin lama kami semakin melangkah ke tengah-tengah jalanan desa yang seram dan menakutkan.


Hawa seram terasa di dalam diri ku saat kini aku berada di tengah-tengah jalanan desa, suara hewan-hewan kecil dan burung hantu saling bersahutan, itu yang menambah jalanan ini menjadi sangat menyeramkan.


Tiba-tiba hantu terompah berhenti di tengah-tengah jalanan desa, aku juga ikut berhenti saat dia berhenti.


Hantu terompah dengan pelan-pelan membalikan badannya ke arah kami, Alisa langsung bersembunyi di belakang ku saat wajah seram dari hantu terompah terlihat di matanya.


Aku yang melihat wajah seram hantu terompah menelan ludah pahit, aku gemetaran saat mata seram hantu terompah menatap ku hingga setajam itu.


"Di sini" tunjuk hantu terompah ke arah semak-semak yang berada di sebelah barat jalanan desa yang seram.


Aku mengerutkan alis, aku tidak tau apa yang di maksud oleh hantu terompah sebenarnya.


"M-maksud mu apa?"


"Di sini jasad ku berada"


Aku melihat ke arah semak-semak yang hantu terompah tunjuk, aku tidak melihat ada mayat siapapun di sana karena di tutupi semak-semak dan gelapnya malam menjadi penghalang.


"K-kenapa jasad mu ada di sini?" dengan gemetaran aku bertanya pada hantu terompah.


"Seseorang membunuh ku, dia membuang jasad ku di sini, aku mohon kuburkan jasad ku dengan layak, kalau kalian sudah berhasil menuruti perintah ku, aku janji akan pergi dari sini dan tidak akan pernah mengganggu warga-warga lagi, asalkan orang yang membunuh ku di tahan, aku tidak terima dia berkeliaran bebas setelah membuat ku seperti ini" jelas hantu terompah yang terlihat dendam yang berkobar di matanya.


Aku dapat melihat kalau hantu terompah marah besar pada orang yang sudah membunuhnya dan membuang jasadnya di jalanan desa yang seram.


"Emangnya siapa yang sudah bunuh kamu?" pelan-pelan aku mencari tau siapa hantu terompah, aku yakin sekali pelan-pelan aku akan tau siapa dia dan kenapa dia bisa meninggal.


"Dia OKB, kalian pasti akan tau siapa dia, aku mohon tangkap dia dan jebloskan dia ke dalam penjara, aku tidak terima dia membuat ku seperti ini dan mengambil kesempatan dalam kesempitan setelah aku tiada" hantu terompah benar-benar geram pada orang yang sudah membunuhnya, terlihat kalau dia sangat dendam pada orang yang sudah membunuhnya.


"Baik kami akan mencari tau siapa yang sudah bunuh kamu, besok pagi kami akan ke sini lagi untuk ambil jasad mu dan akan kami makamkan dengan layak, tapi ingat setelah kita turutin pemintaan kamu, kamu harus pergi dan tinggalin desa ini, jangan pernah datang lagi dan ganggu orang-orang desa lagi!"


"Iya, aku akan pergi dari sini setelah kalian berhasil tangkap pelaku yang sudah bunuh aku hingga sesadis ini, kalau kalian masih tidak berhasil menangkapnya, aku tidak akan pernah pergi dari desa ini" jawab hantu terompah agak sedikit mengancam kami.


"Sebenarnya kamu meninggal kenapa?"


Hantu terompah menatap ke arah lain."Aku meninggal karena di bunuh, nama asli ku Nilambar, aku di bunuh di hari pernikahan ku, aku akan menikah bersama orang yang aku cintai, saat akan ke tempat di mana acara itu di laksanakan, tiba-tiba ada orang yang hadang mobil aku dan dia yang sudah bunuh aku lalu buang jasad aku di sini, dia sangat tega, dia benar-benar tega, aku sudah memohon padanya untuk jangan bunuh aku, tapi sayangnya dia tidak mendengarkan dan terus berusaha untuk membunuh ku hingga pada akhirnya aku berubah menjadi seperti ini" jelas hantu terompah.


Air mata mengalir di pipinya, ia sakit hati pada orang yang sudah membunuhnya, ia memiliki rasa dendam pada orang itu, ia tidak akan membiarkan dia hidup tenang di saat dia sudah membuatnya seperti ini.


"Motif orang itu bunuh mbk kenapa, gak mungkin kan dia bunuh mbk tanpa alasan yang jelas?"


"Dia bunuh aku karena dia ingin kaya, dia mengambil semua perhiasan yang aku kenakan, lalu dia bunuh aku dan membuang jasad ku di sini, aku marah, aku ingin balas dendam sama dia dengan cara membuat desanya tidak tenang, aku ingin semua perhiasan ku kembali, aku tidak ikhlas dia mengambil perhiasan warisan keluarga ku" jawab hantu terompah yang terdengar marah besar, dendam juga berkobar di matanya dan aku bisa melihat hal itu dengan jelas.


"Aku akan cari dan tangkap siapa yang sudah bunuh kamu, kamu tidak usah khawatir, dia akan aku tangkap, dia pasti akan masuk ke dalam penjara, tapi aku mohon berhentilah mengganggu orang-orang di desa ini, mereka tidak bersalah, jangan buat mereka tersiksa, aku mohon pada mu hentikan ulah mu"


Hantu terompah melirik ku dengan sinis, aku yang di lirik seperti itu merasa takut, baru kali ini aku bertemu dengan hantu yang seseram ini, biasanya hantu yang ingin meminta bantuan ku tidak seperti ini.


Alisa langsung menyembunyikan wajahnya ke punggung ku, ia benar-benar takut saat melihat wajah hantu terompah yang seramnya tiada tanding, sungguh hantu terompah seramnya melebihi apapun.


"Tidak bisa, aku tidak bisa berhenti sebelum dia di tangkap, aku akan terus teror warga-warga di desa ini biar mereka tau rasa, kalau kau ingin aku berhenti, kau cepatlah tangkap dia, baru aku akan berhenti mengganggu orang-orang lagi!" jawab hantu terompah dengan kemarahan yang memenuhi wajahnya, ia benar-benar telah menyimpan dendam besar pada satu orang dan melampiaskan segalanya pada orang yang tinggal di desa ini.


"Ayo za kita pergi dari sini, tidak aman kita berada di sini lebih lama lagi, ayo cepat kita pergi dari sini sebelum dia marah besar sama kita dan akan gangguin kita" ajak Alisa dengan suara pelan, ia benar-benar gemetaran hebat saat hantu terompah berubah menjadi hantu yang garang dan menakutkan, terlihat dendam yang berkobar di matanya dan itu semua karena orang yang sudah membunuhnya.


"Iya ayo, ayo kita pergi dari sini" aku akhirnya setuju untuk pergi dari sini, karena aku merasa akan ada bahaya yang mengancam ku jika aku tetap berada di sana.


Alisa mengangguk, ia tidak melihat ke arah hantu terompah sama sekali, mendengar suaranya yang marah besar membuatnya bergidik ngeri.


"Ayo za, ayo kita pergi dari sini, ayo kita pulang, jangan terlalu lama berada di sini, itu tidak aman" ajak Alisa yang terburu-buru, ia takut hantu terompah mengganggu kami dan akan membuat kami ketakutan.


Hantu terompah masih menatap ke sebelah barat, sementara aku benar-benar gemetaran ketika melihatnya yang seram.


"Huaaaaa!" teriak kami saat hantu terompah menunjukan wajah seram dan sinisnya, kami yang melihat wajahnya yang seram itu ketakutan.


Kami lari terbirit-birit ketika melihat wajah hantu terompah yang benar-benar seram, apalagi tempat yang kami singgahi menambahnya semakin menyeramkan.


"Tolooong!" teriak kami berdua ketika teringat wajah hantu terompah yang seramnya minta ampun.


"Tolooong ada hantu!"


"Aaaaahh tolooong aku, tolong aku dari dia!"


Kami terus berlari dengan bergandengan tangan, kami berlari secepat kilat untuk keluar dari jalanan desa yang seram dan menakutkan.


"Hihihihihihihi"


"Aaaah tolong, tolong kami" kami semakin histeris saat mendengar suara cekikikan kuntilanak.


Suara kuntilanak terdengar di telinga kami, kami semakin ketakutan, kami terus berlari menuju rumah dengan secepat kilat.


"Hihihihihihihi"


Suara kuntilanak itu terus terdengar memecah keheningan malam yang gelap gulita namun kami terus berlari tanpa henti.


Tak ada rasa lelah yang menyerang kami, kami benar-benar sangat ketakutan, saat teringat pada wajah hantu terompah yang seram, di tambah lagi telinga kami mendengar suara cekikikan kuntilanak yang tidak tau berasal dari mana.


Kami terus berlari, langkah demi langkah telah kami lakukan, hingga pada akhirnya kami sampai di rumah.


"Huft huft huft selamat, kita selamat dari dia" lega Alisa dengan memegangi dadanya yang kehabisan napas karena terus menerus berlari dari hantu terompah.


Aku melihat ke belakang."Untung hantu terompah gak ngejar kita sampai ke sini, kalau tidak kita harus lari kemana lagi"


"Aku kan sudah bilang gak usah ikutin dia, sekarang kita yang kena batunya bukan" omel Alisa.


"Tapi kalau kita gak ikutin dia, kita gak akan tau kenapa dia bisa meninggal dan siapa yang sudah bunuh dia sa"


"Iya aku tau, tapi aku hanya gak mau kita kena masalah seperti saat ini, hantu terompah itu gak sama seperti hantu-hantu pada umumnya, dia itu bisa kapan saja gangguin kita karena dendamnya pada satu orang dan melampiaskannya pada semua orang yang tinggal di desa ini"


"Iya aku akui aku salah, tapi setidaknya karena kesalahan ku ini kita jadi tau kalau kematian hantu terompah ada sangkut pautnya dengan warga yang tinggal di desa ini, kita harus cari tau siapa dia dan jebloskan dia ke dalam penjara agar hantu terompah pergi dan gak gangguin orang-orang lagi"


"Tapi siapa za orang yang di maksud sama hantu terompah, masa kita tanyain satu persatu warga-warga yang tinggal di desa ini tentang hal ini?"


"Ya kalau kita tanyain satu persatu, jelas gak akan ada yang ngaku, kita harus cari tau OKB, pasti gosib-gosib akan menyebar tentang OKB di desa ini"