
"Mbk berhentiiii" teriak Alisa.
Jalanan saat ini tengah sepi, tidak ada seorangpun yang melintas, membuat kami bebas berkeliaran dan tak takut di bilang aneh oleh orang-orang yang tinggal di sekitar jalan merpati.
Sosok perempuan itu terus berlari, ia masih tak berhenti, kami masih terus mengejarnya dari belakang, kami tidak mau melepaskannya walau sedikitpun.
"Mbk berhentiiii!" sekali lagi Alisa berteriak agar sosok perempuan itu berhenti.
Tiba-tiba langkah sosok itu berhenti di pinggir jalan.
"Di sini" tunjuk sosok itu pada aspalan.
Kami mengerutkan alis tanda tak mengerti dengan apa maksud yang ia katakan sebenarnya.
"Maksud mbk?"
"Di sini aku kecelakaan" jawab sosok itu.
Angkasa menatap mata sosok itu, ia langsung mengalihkan pandangannya saat dirinya tak bisa melihat kejadian yang sudah menimpa sosok itu.
"Sa kamu kenapa?"
"Enggak aku gak apa-apa, aku baik-baik aja" Angkasa berusaha untuk tetap tenang, ia menyembunyikan semuanya sendiri.
Angkasa kembali melihat ke arah sosok itu."Kenapa aku tidak bisa melihat kejadian yang sudah terjadi pada sosok itu, ada apa ini sebenarnya, kenapa kemampuan ku tidak bisa di gunakan" batin Angkasa yang tersadar.
Angkasa masih belum sadar kalau akhir-akhir ini ia tidak bisa mendengar suara hati orang lain lagi.
"Di sini aku kecelakaan" sekali lagi sosok itu mengatakan hal itu pada kami.
Aku menatap wajahnya yang lesu, terlihat ada kesedihan yang tersembunyi di wajahnya.
"Loh kok sosok itu hilang" panik Reno saat sosok perempuan itu menghilang begitu saja.
"Aaah belum juga aku nanya siapa yang sudah nabrak dia, dia malah hilang" kesal Alisa.
"Udah kamu jangan kesal dulu, sosok itu bilang kalau di sini dia kecelakaan, kita harus tanya sama orang-orang sekitar tentang korban kecelakaan baru-baru ini, ayo kita tanya ke bapak-bapak yang nongkrong di kedai itu, barang kali di antara mereka ada yang tau"
Mereka melihat apa yang aku tunjuk, lalu mendekati kedai itu.
"Permisi pak maaf numpang tanya apa benar baru-baru ini ada kecelakaan di jalan ini?"
"Benar dek, korbannya seorang wanita, tapi pelakunya gak ketemu karena langsung lari" jawab salah satu bapak-bapak itu.
"Kira-kira kejadian kecelakaan itu terjadi pada pukul berapa pak?"
"Sekitar jam 10 malam, saya ada di kejadian tragis malam itu, namun sayangnya saya tidak melihat jelas bagaimana perempuan itu di tabrak hingga tewas" jawab bapak itu.
"Apa bapak tau di mana rumah korban yang kecelakaan itu?" penasaran Alisa.
"Kalau gak salah korban tabrak lari itu orang yang tinggal di kota B, saya tidak tau rumahnya di mana, yang jelas dia bukan warga komplek ini" jawab bapak itu.
"Oh terima kasih pak atas informasinya"
"Iya sama-sama"
Kami menjauhi bapak-bapak itu dan mendekati tempat yang sepi untuk kembali berunding.
"Berarti benar kalau sosok itu meninggal di sini, tapi masalahnya siapa yang sudah nabrak dia?" pelan Alisa agar tidak ada orang yang mendengarnya.
"Enggak tau, bapak-bapak itu bilang kalau sosok itu korban tabrak lagi, jelas pelaku sosok itu masih belum ketemu" jawab Reno.
"Kita harus cari tau siapa pelakunya"
"Caranya?" kompak mereka.
"Cara yang pertama yang bisa kita gunakan yaitu mencari tau dari rekaman cctv, di sekitar sini pasti ada cctv yang sudah merekah kejadian tragis itu"
Aku melihat sekeliling, mata ku banyak menangkap rekaman cctv yang terpasang di beberapa tempat.
Tiba-tiba mata ku berhenti pada rekaman cctv yang tersembunyi.
Mereka semua melihat ke arah rumah yang aku tunjuk.
"Seram banget rumah itu, kayaknya rumah itu sudah di tinggal pemiliknya deh" dugaan Alisa.
"Kalau melihat dari keadaannya memang iya, ayo coba kita dekati rumah itu, dan kita minta rekaman cctv yang mengarah ke sini pada pemilik rumahnya"
Mereka setuju lalu mendekati rumah itu, kami semua berdiri tepat di depan rumah besar yang seperti terbengkalai, banyak sekali tanaman-tanaman liar yang tumbuh di rumah itu.
"Permisi pak bu" panggil kami dengan mengentuk pintu.
tok
tok
tok
"Permisi"
"Kok gak ada yang bukain pintu, apa benar rumah ini sudah menjadi rumah kosong" pikir Alisa.
"Kayaknya iya deh, karena setiap hari aku pulang ke rumah gak pernah lihat pemilik rumah ini, lebih baik kita cari saja rekaman cctv yang lain" ajak Byan yang mulai gemetaran.
Aku menghela napas."Ya sudah ayo kita cari di tempat lain"
Kami semua melangkahkan kaki meninggalkan rumah itu.
Krieet
Telinga kami mendengar suara pintu yang terbuka.
Seketika langkah kami langsung berhenti, kami menatap ke arah pintu rumah itu yang terbuka.
"Kok pintu rumah itu terbuka" mulai gemetaran Roki saat tak melihat siapapun setelah pintu itu terbuka.
Suasana seketika berubah menjadi mencekam, kami semua menelan ludah pahit.
"Kok aku merinding ya" mulai tak tenang Alisa saat bulu kuduknya berdiri semua.
"Ayo kita pergi dari sini, sebelum ada apa-apa lagi" ajak Byan.
Kami semua dengan cepat pergi dari sana, kami sedikit berlari saat merasa ada seseorang yang hendak keluar dari dalam rumah itu.
"Huft huft huft kenapa pintu di rumah itu bisa terbuka" ngos-ngosan Alisa karena berlari menjauhi rumah seram itu.
"Kayaknya angin yang sudah buka pintu itu" jawab Reno.
"Enggak mungkin angin yang buka pintu itu, angin itu gak punya tangan" bantah Dimas.
"Jangan bilang yang barusan buka pintu itu hantu" tercekat Roki.
"Aaaaah" mereka berlima menjerit ketakutan sedangkan aku dan Angkasa tetap diam tanpa ekspresi.
"Sstt jangan berisik, nanti ada orang yang ke sini" suruh Angkasa.
"Aku gak mau ke sana lagi, mungkin ini adalah kali terakhir aku lewat di jalanan ini, sampai kapanpun aku gak mau lewat di sini lagi" trauma Byan.
"Byan kamu tenang dulu, jangan takut, ada kami di sini, dia gak akan ngapa-ngapain kamu, kamu gak perlu khawatir, sekarang kita harus kembali fokus pada kasus sosok itu, kita harus selesaikan kasus itu hari ini juga"
"Iya, kita harus fokus dulu pada tujuan awal, masalah rumah itu kita kesampingkan dulu, sekarang kita harus cari rekaman cctv yang dapat memperlihatkan kejadian yang menimpa sosok itu" setuju Angkasa.
"Kita mau nyari di mana, kalau di tiang itu gak mungkin masih ada, pasti ada orang yang hapus rekaman cctv itu, gak mungkinkan pelakunya maish biarin rekaman cctv itu masih ada, dia pasti akan langsung ketahuan" feeling Roki.
"Kita coba cari rekaman cctv itu di sana aja, kayaknya akan sulit orang itu hapus rekaman cctv detik-detik di mana sosok itu meninggal" tunjuk Angkasa pada sebuah restoran yang berada di sebelah utara.
Kami semua melihat ke arah restoran itu.
"Ayo coba kita ke sana, kita minta sama satpam rekaman cctv itu"