
Mbk Hilda muncul di hadapan mereka semua.
"Kalian jangan pernah menganggu teman ku, kalau kalian tidak mau ku usir dari sini" peringatan mbk Hilda.
"Buahahaha"
Tawa mereka menggelegar dahsyat di rumah sakit ini.
"Hantu level kecil saja mau mengusir kami, tidak akan bisa, kemampuan mu di bawah kami, jangan sok pemberani jika kau tak mau mengalami yang namanya kekalahan" jawab Topen setengah menghina.
"Aku tidak lemah, kalianlah yang lemah, kalian semua jangan remehkan aku, aku ini perempuan tanggung yang tak mudah menyerah" kata mbk Hilda.
"Oh ya, mari kita lihat siapa sebenarnya yang memang hebat di antara kita" jawab Topen.
Splash
Tanpa aba-aba Topen menyerang mbk Hilda yang membuat mbk Hilda terjatuh karena serangan itu.
Mbk Hilda memegangi dadanya yang begitu sakit.
"Baru juga permulaan kau sudah kalah, haha dasar lemah, makhluk lemah saja mau bermain-main dengan kami" ejek Topen.
"Sialan, mereka begitu kuat, aku tak bisa melawan mereka, masa iya aku lari dari pertarungan mau di tarok di mana muka aku" batin mbk Hilda.
"Ayo Hilda kamu tak boleh lemah, kau harus bisa melawan mereka semua, buktikan kalau kau itu tidak lemah" batin mbk Hilda menguatkan diri.
Mbk Hilda mengembuskan nafas ia lalu menyerang mereka semua.
"Kyiaaa" teriak mbk Hilda lalu menendang tubuh genderuwo itu.
Pertarungan terjadi, mereka yang jumlahnya banyak membuat mbk Hilda kesulitan untuk membantainya.
Bugh
Bugh
Bugh
Peraturan terus terjadi, tubuh mbk Hilda di jadikan mainan oleh mereka, mereka menganggap mbk Hilda bagaikan kutu yang tak seberapa.
Tubuh mbk Hilda di lempar ke sana kemari membuat mbk Hilda pusing.
"Hahaha"
Mereka semua tertawa saat melihat mbk Hilda yang tidak bisa berkutik.
"Haduh bagaimana ini" batin mbk Hilda.
Kepala mbk Hilda di kelilingi oleh bintang-bintang yang berputar-putar.
Bruk
Tubuh mbk Hilda jatuh mengenai dinding, ia memegang pinggangnya yang begitu sakit.
"Hahaha dasar makhluk lemah, sok-sokan menghina kita" tawa Topen.
Mbk Hilda mendengus kesal kala ia berhasil di tertawakan sama mereka semua.
"Ishh dasar mereka ini, awas saja nanti, aku pasti akan buat mereka menyesal, aduh pinggang ku" batin mbk Hilda kesakitan.
Grrrr
Tiger muncul di tengah-tengah mereka, membuat tawa mereka semua terhenti.
"Akhirnya kau datang juga harimau lemah" hina Jo.
"Kalau aku lemah kau tak akan terluka bukan, kalian tau kan siapa yang lemah di antara kita" jawab Tiger.
Wajah Jo menjadi memerah kala mendengar hal itu.
"Akkkhh diam kau, jangan bicara lagi" marah Jo.
Splash
Tanpa aba-aba Jo menyerang Tiger, namun serangan itu meleset.
Slap
Slap
Tiger membalas serangan Jo dengan membabi-buta.
Bugh
Bugh
Bugh
Pertempuran kembali terjadi, Tiger kewalahan menghadapi serangan mereka semua.
"Aku harus bantu Tiger" kata mbk Hilda bangun dari duduknya dan membantu Tiger menyerang mereka.
Duaaarrr
Ledakan dahsyat kembali terdengar, kobaran api gaib menyala di mana-mana.
Splash
Splash
Slap
Slap
Aksi sihir-menyihir kembali terjadi, suara-suara pertempuran terus terdengar memecah keheningan namun jarang orang yang bisa mendengarnya.
Splash
Serangan Topen mengenai tubuh Tiger membuatnya terpental jauh.
Grrrr
Tiger meraung kesakitan, nafas Tiger tersengal-sengal.
"Gawat serangan mereka begitu kuat, aku tak bisa melawan mereka semua kalau seperti ini, aku harus pergi dari sini sebelum mereka menghabisi ku" kata Tiger lalu menghilang.
"Kemana harimau sialan itu, kenapa dia menghilang, apa dia mengakui kelelahannya" kata Topen tak menemukan Tiger.
"Sepertinya dia menyerah, dia kira kita ini makhluk lemah" jawab Jo.
Bruk
Tubuh mbk Hilda kembali terjatuh yang membuat rasa sakit di pinggang mbk Hilda begitu terasa.
"Mau kita apa kan dia" kata Jo.
"Kita tangkap saja dia dan masukkan ke dalam botol ini lalu serahkan saja pada Ki Suryo, biar dia yang akan meneruskannya" jawab Topen.
Wajah mbk Hilda menjadi ketar-ketir, matanya membulat sempurna.
"Aku tidak mau masuk ke dalam botol, aku tidak mau di kurung" batin mbk Hilda.
Topen berjalan mendekati mbk Hilda yang sedang di landa ketegangan.
"Jangan" teriak mbk Hilda.
Tubuh mbk Hilda masuk ke dalam botol itu, mbk Hilda berteriak-teriak di dalam botol.
"DIAM jangan berisik" tegas Topen.
Mbk Hilda pun diam ia tak lagi berteriak-teriak seperti tadi.
"Makhluk lemah ini sudah di amankan, ayo kita masuk ke dalam kamar ini dan cari Reno lalu bawa dia kembali bersama kita" kata Topen.
"Iya" jawab mereka.
Mereka mendekati pintu lalu menendangnya beberapa kali.
Di dalam Alisa menjadi panas dingin kala mendengar suara pintu yang begitu keras dan penuh pemaksaan.
"Alamak mereka berusaha untuk masuk ke dalam, apa jangan-jangan mbk Hilda tak berhasil menghalau mereka, aduh bagaimana ini" cemas Alisa.
"Aku harus telepon Aliza" kata Alisa.
Alisa dengan ketegangan yang terus terpancar di wajahnya mencari hp yang tak tau ada di mana.
"Kemana hp ku, perasaan tadi aku letakkan di atas nakas, kenapa sekarang tidak ada" panik Alisa.
Dor
Dor
Tendangan mereka lakukan yang membuat Alisa semakin terdesak.
"Hp kamu di mana, kenapa kamu menghilang di situasi yang sangat urgent seperti ini" kata Alisa terus mencari hpnya.
Mata Alisa melihat ke bawah meja.
"Nah ini" kata Alisa menemukan hpnya.
Dengan cepat Alisa mengubungi Aliza.
tutt tutt tutt
"Ayo za, angkat" kata Alisa.
Wajah Alisa begitu tegang kala telinganya terus mendengar suara tendangan pintu itu.
"Akkkkhh kenapa gak diangkat juga, kemana Aliza sebenarnya, masa dia masih belum menyelesaikan sholatnya" pekik Alisa.
Alisa beralih menelpon Reno.
"Ayo ren angkat dan tolong aku" kata Alisa.
Reno tak juga mengangkat telepon itu Alisa beralih menelpon bunda, ayah dan Angkasa namun hasilnya tetap sama.
Dor
Dor
Tendangan pintu semakin keras terdengar.
"Bagaimana ini, aku harus apa? tak ada satu orangpun yang bisa ku mintai tolong" bingung Alisa.
Dor
Dor
Suara tendangan itu terdengar memaksa.
"Apa aku coba temui mereka saja, tapi kalau mereka mencelakai ku bagaimana? aku tidak mau mati ketakutan" kata Alisa.
"Tapi kalau aku diam saja, cepat atau lambat mereka pasti akan masuk ke dalam kamar ini" kata Alisa.
Dor
Dor
"Lebih baik aku temui saja mereka, biar mereka gak ganggu aku lagi" kata Alisa.
Alisa melangkah mendekati pintu.
"Ayo Alisa kamu harus berani, saudara kembar mu saja bisa, masa kamu tidak bisa, ayo semangat" kata Alisa.
Dengan tangan gemetaran Alisa membuka pintu dan-
"Aarrrgghh" teriakan panjang Alisa lalu tidak sadarkan diri kala matanya melihat wajah mereka yang begitu menakutkan.
Mereka semua masuk ke dalam melewati tubuh Alisa yang terkapar di bawah.
"Tidak ada apapun di sini, hanya ada Rani saja, umurnya masih belum cukup untuk di jadikan tumbal, lebih baik kita kembali saja" kata Topen.
"Iya, tidak ada Reno juga di sini, hanya ada anak ini saja, tak berguna kita berada di sini" jawab Jo.
Mereka semua menghilang begitu saja.