
Kami berdua masuk ke dalam kamar ku, Alisa langsung menghidupi lampu yang selalu aku matikan saat akan tidur, aku tidak pernah tidur dalam keadaan lampu yang masih nyala.
"Kok di idupin?" aku penasaran saat melihat Alisa yang menghidupi lampu.
"Takut za gelap-gelapan, kita tidur dengan lampu nyala aja, aku gak mau tidur dalam keadaan gelap, aku hanya takut ada hantu yang datang lagi dan gangguin aku" Alisa masih trauma dengan hantu yang tadi nongol di jendela kamarnya, wajah hantu itu memang seram jadi wajar saja jika Alisa sangat takut pada hantu itu.
"Terserah kamu, kamu tidur gih, aku mau ke balkon sebentar, aku ingin menenangkan pikiran duku"
"Aku ikut za, aku gak mau sendirian, aku takut, aku takut ada hantu yang datang ke sini saat kamu ada di balkon, aku gak mau itu terjadi" Alisa benar-benar tak mau sendirian, ia benar-benar trauma pada apa yang barusan ia lihat.
"Kamu gak usah takut, kamu tidur gih, aku ada di balkon, kalau ada hantu yang masuk ke dalam kamar ini, kamu tinggal teriak aja, aku pasti akan langsung datang nolongin kamu"
"Awas kamu gak datang ya!"
"Iya, aku pasti akan datang, udah sana tidur"
Alisa menurut, ia merebahkan tubuh dan memaksakan dirinya untuk tidur meski matanya sulit untuk terpejam.
Bayangan-bayangan tentang hantu seram itu terus berputar-putar di benak Alisa, ia sangat takut saat melihat hantu yang seseram itu di tengah malam.
Sementara aku berjalan membuka balkon, aku berdiri di dekat balkon dengan melihat sekeliling yang sepi dan gelap, tidak ada satu pun manusia yang aku lihat, sungguh desa ini berubah menjadi desa yang seram karena ada banyak hantu yang keluar masuk ke dalam desa.
"Kenapa desa ku berubah menjadi desa yang angker dan banyak sekali misteri yang bermunculan, ada apa dengan desa ku, kenapa menjadi angker seperti ini, kenapa ancaman demi ancaman terus datang, sebenarnya kenapa ini bisa terjadi, siapa yang sudah bikin desa ini jadi seperti ini"
Aku mulai bingung, aku benar-benar merasa kalau desa ini semakin lama semakin banyak sekali ancaman dan juga hantu-hantu yang hilir mudik datang dan meneror desa ini.
"Itu karena banyak sekali warga di desa ini yang melakukan hal-hal yang di larang sama agama, mereka saat ini lagi berlomba-lomba untuk menjadi orang kaya tanpa memikirkan dampak dan akibat yang akan mereka tuai ke belakangnya" jawab seseorang yang berada di belakang ku.
Aku melihat ke belakang dengan terkejut.
"Kakek"
"Kamu jangan terkejut jika ada banyak bahaya dan juga ancaman serta gangguan yang ada di desa ini, karena warga di desa ini banyak sekali yang berlomba-lomba mendapatkan harta, mereka tidak peduli mendapatkannya dengan cara apa, yang mereka pikirkan hanya harta dan harta, sekarang satu persatu pekerjaan tercela mereka mulai terungkap, dan kamu harus bisa ungkap tuntas agar desa ini bersih seperti dulu lagi" suruh kakek Denso.
"Emang siapa saja yang sudah ngelakuin itu semua kek?"
"Nanti kamu juga akan tau"
"Kek pekerjaan mereka itu apa, Aliza ingin tau agar Aliza bisa dengan mudah cari tau dan bisa tangkap dia kalau semisal pekerjaannya melanggar hukum"
"Kakek tidak bisa bilang pada mu, karena kamu pasti bisa ungkap sendiri"
Aku menghembuskan napas karena tak mungkin kakek Denso bilang langsung pada ku, aku harus berjuang sendiri untuk mengungkapnya.
"Lihatlah itu, itu adalah makhluk yang saat ini lagi mengancam warga-warga yang tinggal di desa ini" tunjuk kakek Denso pada seorang wanita yang mengenakan pakaian warna merah, ia saat ini terus berjalan dengan menggunakan terompah yang warnanya juga sedana dengan bajunya.
"Siapa itu kek, kenapa dia jalan-jalan di tengah malam?"
"Dia hantu terompah, dia yang lagi bikin warga resah, kamu harus usir dia dari sini, jangan biarkan dia membuat warga-warga di desa ini terganggu dengan ulahnya, kamu bisa kan usir dia?"
Aku diam, aku terus memperhatikan hantu terompah yang terus berjalan dengan pandangan lurus ke depan di jalan yang sepi dan sunyi, tidak ada satupun warga yang berani keluaran rumah semenjak adanya hantu terompah yang seram dan menakutkan.
"Dia siapa kek sebenarnya, kenapa dia ganggu warga-warga, apa dia warga di desa ini juga?" aku sangat penasaran pada hantu terompah yang katanya lagi mengganggu warga-warga di desa ini sehingga membuat warga-warga takut padanya.
"Bukan, dia bukan warga yang tinggal di desa ini, dia orang baru yang tiba-tiba datang dan buat warga ketakutan, kamu segera lah usir dia dari sini, kasihan para warga yang ketakutan karena kedatangan dia yang terus membuat onar di desa ini" suruh kakek Denso, ia tau semuanya yang terjadi di desa, ia terus menjaga aku dan Alisa dari kejauhan, hanya saja kami tidak sadar kalau ada dia yang menjaga kami.
"Baik kek, Aliza bakal bikin dia pergi dari sini, secepatnya Aliza akan usir dia, biar warga-warga gak takut lagi sama dia"
"Bagus, pastikan kalau dia benar-benar pergi dan tidak akan kembali lagi, itu tugas mu, ingat jangan biarkan dia terus mengganggu warga-warga, mereka pasti sangat takut dengan dia"
Aku mengangguk dengan pandangan yang terus tertuju pada hantu terompah yang terus berjalan ke sebelah timur.
"Mau kemana dia sebenernya, kenapa dia jalan ke sana, apa yang dia cari, kenapa aku penasaran sekali, ingin rasanya aku ikutin dia, aku ingin cari tau siapa dia, aku ingin usir dia dari desa ini secepatnya!"
"Za kamu bicara sama siapa?" pandangan ku langsung tertuju pada Alisa yang berada di belakang ku, ia mengerutkan alis ketika melihat ku yang berada di balkon namun seperti orang yang tengah berbincang-bincang dengan orang lain.
"Sama kakek Denso, loh kemana kakek, kenapa udah gak ada, pergi kemana dia, perasaan dia tadi ada di sini" aku terkejut saat tidak menemukan kakek Denso, aku mencari-cari keberadaan kakek Denso di sekitar balkon ini.
"Perasaan dari tadi aku lihat kamu bicara sendiri, gak ada kakek Denso sama sekali di sini" heran Alisa ketika tau jawaban ku.
"Tapi benar sa barusan itu ada kakek Denso yang datang, aku bicara sebentar sama dia, tapi anehnya saat di cari dia malah gak ada, pergi kemana ya dia sebenarnya?"
"Mungkin kakek Denso sudah pergi, kamu gak usah cari dia lagi karena gak akan ketemu, ini masih malam za, aku kita tidur aja, di sini dingin, aku gak mau ada di sini, nanti kita bisa sakit kalau berada di sini terlalu lama"
"Enggak, gak ada masalah apapun kok, cuman aku takut berada di dalam kamar sendirian, jadi gak bisa tidur dan nyusul kamu ke sini" jawab Alisa yang masih tidak bisa menyesuaikan dirinya ketika tadi berhadapan langsung dengan hantu bersimbah darah yang nongol di jendela kamarnya.
"Oh gitu, tak kirain ada masalah sehingga kamu keluar dari dalam kamar, ya udah ayo kita tidur aja, besok kita harus sekolah, bisa ngantuk nanti kalau gak tidur"
Alisa mengangguk setuju, kami berdua berjalan mendekati kamar dan masuk ke dalamnya, kami langsung merebahkan tubuh di kasur dan mulai memejamkan mata.
Ketika mata kami terpejam bukannya masuk ke dalam alam mimpi, kami malah terus teringat pada hantu bersimbah darah itu, tidur kami terusik, kami sudah sekali untuk memejamkan mata.
Keringat-keringat dingin bercucuran membasahi wajah Alisa, ia tidak bisa tidur, pikirannya penuh dengan hantu-hantu seram itu.
"Kenapa aku tidak bisa tidur, aku ingin tidur" batin Alisa yang terus berusaha untuk memejamkan mata.
Alisa membuka matanya, ia melirik ke arah jam.
"Masih lama, kapan matahari akan terbit, aku ingin segera cepat-cepat siang, aku gak mau ketakutan seperti ini terus" batin Alisa yang benar-benar ketakutan.
"Ayo Alisa kamu harus masuk ke dalam alam mimpi, kamu pasti bisa tidur, ayo kamu harus berusaha untuk tidur" batin Alisa.
Alisa berusaha untuk tidur, keringat-keringat dingin terus bercucuran, ia sudah sekali untuk masuk ke dalam alam mimpi walau sedikitpun.
Alisa tidak menyerah, ia terus berusaha untuk memejamkan mata, ia ingin tidur seperti biasanya.
Dentingan jam terus terdengar di telinga kami, suara-suara hewan-hewan kecil menggema di telinga ku.
Suara-suara hewan-hewan itu sangat jelas, suasana malam bertambah mencekam saat suara-suara hewan-hewan itu saling bersahutan.
Rasa merinding terus terasa, namun di antara kami tidak melakukan apapun dan terus berusaha memejamkan mata yang sangat susah sekali untuk terpejam.
Aku masih belum tidur, rasanya susah sekali untuk ku kembali tidur seperti tadi, pikiran ku terus terngiang-ngiang pada hantu bersimbah darah yang tadi nongol di jendela Alisa dan juga hantu terompah yang tadi kakek Denso beri tahukan pada ku.
Klontar
Klontar
Klontar
Suara itu terdengar di telinga ku, dengan cepat aku langsung bangun dan mencari-cari asal suara itu.
"Dari mana asal suara itu, kenapa dekat banget?"
Klontar
Klontar
Klontar
"Za aku takut" Alisa juga ikut terbangun dari tidurnya saat mendengar suara itu.
"Kamu jangan takut, itu pasti suara hewan"
"Enggak mungkin za, itu sebenarnya suara hantu terompah, aku pernah dengar suara kayak gitu dulu"
Aku langsung diam, aku menelan ludah pahit saat suara hantu terompah itu terus terdengar.
"Za aku takut" Alisa memeluk ku, dia benar-benar takut pada hantu terompah yang saat ini ia dengar.
"Kamu jangan takut sa, ada aku di sini, dia gak mungkin apa-apain kamu, karena aku gak akan biarin hal itu terjadi"
Alisa mengangguk dalam keadaan tubuh yang masih di selimuti rasa takut.
Bersambung...
********
Jangan lupa mampir di karya ku yang berjudul (Rumah Hantu)
Covernya kayak di bawah ini!