The Indigo Twins

The Indigo Twins
Wanita cantik di depan gerbang rumah pak Jarwo



"Terus gimana caranya kita cari tau dalang utama dari rusaknya restoran, aku gak terima za ada orang yang berani-beraninya ngusik ketenangan keluarga kita apalagi sampai keterlaluan hingga ngancurin restoran"


"Kita harus cari tau sa, kita berangkat sekarang ke rumah pak Jarwo, kita lihat apa pak Jarwo dan pak Tejo ikut terlibat atau tidak"


"Ayo kita ke sana, aku sudah sangat geram sekali sama mereka berdua"


Aku dan Alisa turun ke bawah dan mendapati mereka bertiga yang berada di ruang tamu.


"Mau ke mana kalian?" Angkasa menatap wajah ku dan Alisa yang serius dan terlihat dendam yang berkobar.


"Mau nyari tau apakah pak Jarwo sama pak Tejo terlibat dalam hancurnya restoran" jawab Alisa.


"Kami ikut, kita harus selidiki bareng-bareng" usul Reno.


"Mbk Rinda kemana, apa dia masih belum pulang?" Alisa celingukan mencari keberadaan mbk Rinda.


"Emang mbk Rinda kemana?"


"Ke pasar, mangkanya aku yang jagain mbk Indri" jawab Alisa.


"Itu mbk Rinda udah datang" tunjuk Reno pada mbk Rinda yang baru sampai di rumah.


"Mbk Rinda kami mau keluar dulu, mbk tolong jagain mbk Indri ya"


"Iya non, mbk akan jaga Indri" jawab mbk Rinda.


"Ayo sekarang kita berangkat, kita harus cari tau, aku gak bisa diamin mereka, mereka sudah keterlaluan, sampai-sampai mereka tega ngelakuin ini semua pada keluarga kita" ajak Alisa.


Kami semua setuju lalu berangkat menuju rumah pak Jarwo.


"Kalian pada mau ke mana?" penasaran mbk Hilda yang melihat kami keluar dari dalam rumah.


"Ada urusan" jawab Alisa agak tidak bersahabat.


"Kami ikut dong"


"Jangan, kalian jaga di sini saja, mbk Indri masih harus di jaga ketat, kalau kalian ikut, Bima pasti akan dengan mudah masuk ke dalam rumah dan bawa mbk Indri ke desa gaib, kami gak mau itu terjadi, jadi kalian lebih baik tetap diam di sini"


"Ya sudah deh kita akan tetap di sini, sana kalian berangkat gih" suruh mbk Gea.


"Kalau ada masalah langsung panggil kami saja, kami akan langsung bantu kalian" perintah Tiger.


"Iya"


Kami kembali melanjutkan perjalanan.


"Kita mau ke rumah pak Jarwo apa rumah pak Tejo?" bingung Reno saat di perjalanan.


"Ke rumah pak Jarwo aja, pak Tejo pasti masih ada di sana" jawab Alisa.


"Gak mungkin pak Tejo masih ada di sana, palingan dia sudah pulang ke rumahnya lagi"


"Terus ini kita mau ke rumah pak Tejo apa pak Jarwo?" Angkasa meminta pendapat dari mereka semua.


"Gini aja kita kan banyak, lebih baik kita pencar aja, kamu, Reno sama Ustadz Fahri ke rumah pak Jarwo, aku sama Alisa biar ke rumah pak Tejo, kalian setuju kan?"


"Enggak!" jawab mereka bertiga kompak.


"Kenapa kalian gak setuju?"


"Kalau kalian ke rumah pak Tejo cuman berdua takutnya ada apa-apa sama kalian" itu yang Angkasa khawatir.


"Gak akan ada apa-apa kok, kami bisa lewatin berdua kalau ada bahaya yang mengancam, kalian jangan khawatir, kami bisa kok ya kan sa?"


"Iya, aku sama Aliza gak akan kenapa-napa, kalian jangan pada cemas, kita pencar itu agar bisa segera tau apakah di antara mereka berdua ada yang terlibat atau tidak" tambah Alisa.


"Tapi bahaya, kalian cewek, kalau ada apa-apa kalian gak akan bisa hadapi" remeh Angkasa.


"Iya deh" sahut Angkasa.


"Ayo sa kita ke rumah pak Tejo" aku menarik Alisa untuk berlari bersama ku menuju rumah pak Tejo.


Mereka bertiga memandangi punggung kami yang pelan-pelan menjauh dan menghilang.


"Nekat banget mereka, apa mereka gak mikir akan bahaya yang mengancam" tak habis pikir Angkasa.


"Sudahlah biarkan mereka berlajar berani, ayo kita ke rumah pak Jarwo, kita harus cari tau, mudah-mudahan beliau ada di rumahnya" ajak Ustadz Fahri.


Mereka berdua dengan tak semangat berjalan menuju rumah pak Jarwo yang sudah tidak terlalu jauh.


"Kok aku merasa aneh ya" tatapan mereka berdua langsung tertuju pada Angkasa.


"Aneh gimana?"


"Aneh gitu, saat pernikahan mbk Indri dan perayaan itu di selenggarakan, aku jadi jarang melihat makhluk halus yang berkeliaran, pada kemana mereka semua, masa mereka pada sembunyi"


"Mungkin aja mereka ada di dalam hutan yang berada di belakang rumah pak Jarwo, tadi kan kita lihat kalau di sana ada banyak sekali makhluk-makhluk halus yang melintas dengan cepat" jawab Reno.


"Mungkin, waktu itu aku sempat lihat ada makhluk halus yang masuk ke dalam rumah pak Jarwo, dan itu kali terakhir aku bertemu dengan makhluk halus"


"Eh itu siapa?" tunjuk Ustadz Fahri ke arah seorang wanita cantik yang berdiri di depan gerbang rumah pak Jarwo.


Sekitar 10 meter letak jarak wanita cantik itu dari posisi mereka berdiri.


Angkasa menajamkan pengelihatannya."Itu kayak nyi Gayatri, iya dia nyi Gayatri"


Mereka berdua langsung tercekat ketika mendengar ucapan Angkasa.


"Kita harus sembunyi sebelum dia lihat kita"


Dengan panik mereka bertiga masuk ke dalam semak-semak sebelum nyi Gayatri melihat keberadaan mereka.


Ustadz Fahri menyibak sedikit daun yang menutupi pandangannya."Kenapa dia berada di sana, apa yang dia tunggu?"


"Dia pasti lagi nungguin seseorang tadz, kita lihat aja dulu sebentar"


Mereka bertiga diam di dalam semak-semak itu, nyi Gayatri menoleh ke kanan dan kiri yang tampak kosong, tidak ada satu orangpun yang melintas di depan rumah pak Jarwo.


"Dia nyari siapa, kenapa celingukan sejak tadi?" Reno terus memperhatikan nyi Gayatri.


"Udah diam aja, kita lihatin aja dia mau apa"


Mereka bertiga pada diam dan terus melihat nyi Gayatri yang celingukan seperti mencari sesuatu.


Di sebelah selatan ada seorang pria yang akan melintas di depan rumah pak Jarwo dengan menggunakan motor.


Nyi Gayatri tersenyum sinis saat melihat akan ada orang yang melintas.


Saat pengemudi itu hendak mendekati rumah pak Jarwo, dengan cepat nyi Gayatri berdiri di tengah jalan.


"Awas arrrrgghh"


Brukk


Pengemudi itu membanting setir ke sebelah kanan karena terkejut dan berakhir dengan kecelakaan tunggal.


Kepala pengemudi itu menghantam batu besar, darah mengalir dengan sangat banyak, pengemudi itu tidak sadarkan diri setelah kepalanya menghantam batu besar.


Nyi Gayatri tersenyum ketika melihat pengemudi itu yang tidak sadarkan diri, kemudian dia masuk ke dalam rumah pak Jarwo.


Mereka bertiga yang melihat kecelakaan maut yang terjadi di depan mata mereka langsung keluar dari tempat persembunyian dan mendekati pengemudi itu.