The Indigo Twins

The Indigo Twins
Tercekat



Ayah membaringkan tubuh bunda di sofa, Reno tercekat ketika melihat bunda yang tidak sadarkan diri.


"Kenapa bunda ayah, kenapa bunda pingsan?" tercekat Reno.


"Aliza koma, bunda shock dan jatuh pingsan" jawab ayah.


Reno menutup mulut tidak percaya, ia sontak langsung diam, tatapannya beralih menatap ke arah Alisa yang sudah terlelap dalam tidurnya.


"Bagaimana jadinya jika benar Aliza tidak dapat di selamatkan, aku hanya khawatir hal itu akan membuat Alisa trauma seumur hidupnya" batin Reno yang sangat takut hal itu terjadi.


Ayah menatap lesu ke arah Alisa dan juga bunda, ia kini tidak bisa apa-apa, cobaan yang datang di hidupnya benar-benar berat.


Waktu terus berlalu, menit-menit bertukar, langit yang gelap kini berangsur-angsur menghilang, matahari terbit dengan sempurna membuat kegelapan menyingkir.


Bunda membuka matanya."Ayah di mana Aliza"


Hanya itu yang pertama kali bunda katakan ketika bangun dari tidurnya.


"Aliza berada di ruangan ICU, dia masih koma" jawab ayah dengan menatap lurus ke depan, ia tak sanggup melihat wajah bunda.


"Hiks hiks hiks" tubuh bunda langsung bergetar hebat saat berita itu benar-benar nyata, ia berpikir kalau itu hanya mimpi semata.


"A-apa, Aliza koma?" tersentak Alisa saat baru tau berita itu.


Ayah diam, ia terus menatap lurus ke depan, ia sedang menyembunyikan kesedihannya.


"Ren jawab, Aliza gak koma kan, ayah bohong kan?" Alisa beralih menatap Reno yang berada di sampingnya.


Reno terdiam, ia tak tau harus menjawab apa."Ren jawab, katakan yang sebenarnya Aliza kenapa, jangan begini?"


"Aliza koma sa, saat ini dia berada di ruangan ICU" jawab Reno.


Setetes air mata mengalir secara tiba-tiba di pipi Alisa.


"Enggak mungkin ren, Aliza gak mungkin koma, kamu pasti boong, aku gak percaya, aku gak percaya" bantah Alisa yang berusaha menolak fakta yang sudah ada.


Reno tidak menyahut, ia terus diam dengan terus berusaha tegar meskipun sebenarnya ia tak mampu.


"Ren anterin aku ke Aliza, aku mau lihat langsung bagaimana keadaannya, ayo anterin aku ke sana" titah Alisa.


"Sebentar aku mau ambil kursi roda dulu, kamu tunggu di sini sebentar" jawab Reno yang di balas anggukan oleh Alisa.


Reno keluar dari dalam kamar perawatan, ia mengambil kursi roda, lalu kembali ke kamar itu lagi.


"Ayo aku bantu" pelan-pelan Reno membantu Alisa duduk di kursi roda.


Kemudian Reno mendorong kursi roda itu menuju ruangan ICU bersama ayah dan bunda.


Dari kejauhan mereka melihat Angkasa yang terus berada di depan kaca, ia terus melihat ke dalam dari kaca itu, mereka mendekatinya yang berada di sana bersama Ustadz Fahri dan Ustadz Zaki..


"Angkasa" panggil Alisa.


Angkasa berbalik menatap ke arah Alisa."Mana Aliza, dia ada di mana?"


"Itu, Aliza ada di sana" tunjuk Angkasa pada salah satu ruangan ICU yang ada di depannya, mereka semua menatap ku yang terbaring lemah dari kaca.


"Aliza" lirih Alisa yang kini percaya bahwa apa yang barusan ia dengar benar-benar nyata.


Isakan tangis terdengar memilukan, mereka hanya bisa melihat keadaan ku yang masih tidak sadarkan diri pasca operasi itu.


Biaya operasi itu menghabiskan uang sebesar 100 juta rupiah, itu pun tidak di hitung dengan biaya perawat perharinya.


Krieet


Dokter keluar dari dalam ruangan ICU.


"Dokter saya ingin masuk ke dalam, saya ingin ketemu sama anak saya" titah bunda berharap ia bisa masuk ke dalam.


"Maaf tidak bisa bu, kondisi pasien sedang tidak memungkinkan untuk di jenguk, ibu nanti bisa jenguk pasien ketika pasien sudah sadar, saya permisi dulu" jawab dokter lalu berlalu meninggalkan mereka.


"Ayah bunda ingin masuk ke dalam, bunda ingin nemanin Aliza, dia pasti ketakutan di dalam sendirian" bunda beralih menatap ke arah ayah yang berada di sampingnya.


"Ayah tau bunda ingin ketemu sama Aliza, tapi dokter gak ngizinin, kita lihat saja Aliza dari sini, kita doakan semoga Aliza cepat sembuh" jawab ayah.


Bunda diam, ia terus melihat ku dari kaca, sesekali air mata mengalir di pipinya ketika memikirkan keadaan yang ku yang masih koma.


"Aliza" panggil bunda lirih, bunda tak henti-hentinya melihat ku dari kaca itu.


"Mbk" panggilan itu membuat bunda menatap ke arahnya.


"Heru, Heru Aliza, dia koma her" tutur bunda pada pak Heru dan tante Zera yang baru datang.


"Aku tau mbk, aku ke sini mau nanya sama Alisa terkait kecelakaan itu, Alisa bagaimana kronologis kejadian itu, beri tau sama om biar om tangkap pelakunya" titah pak Heru.


"Kemarin saat mau pulang dari restoran tiba-tiba ada motor yang ugal-ugalan di jalan, dia dengan sengaja nabrak motor aku, aku jatuh dalam keadaan tengkurep, sedangkan Aliza jatuh menghantam trotoar, aku saat itu masih sadar, tapi tidak dengan Aliza, dia langsung gak sadarkan diri" jelas Alisa.


"Kamu kenal sama orang yang nabrak kamu?" penasaran pak Heru.


"Enggak om, aku gak kenal" jawab Alisa.


"Coba kamu sebutin ciri-cirinya, biar om selidiki dia" titah pak Heru.


"Seingat aku dia itu cowok, dia boncengan sama temannya, wajah yang nyetir itu putih, rambutnya di warnain, terus kalau yang di belakang aku gak tau, aku gak sempat lihat wajahnya, yang jelas mereka itu berdua, gak sendirian" jelas Alisa.


"Kira-kira umur mereka berapaan?"


"Sekitar 18-19 tahun om, dia kayak anak SMA yang baru lulus sekolah, bukan orang dewasa" jawab Alisa.


"Kamu sudah berhasil nangkap dia her?" penasaran bunda.


"Berhasil mbk, saat kecelakaan itu terjadi salah satu di antara mereka masuk ke dalam sungai, untungnya sungai itu gak ada airnya, sungainya memang lumayan dalam, namun tim kepolisian langsung evakuasi dia dan bawa dia ke Puskesmas terdekat" jawab pak Heru.


"Dia baik-baik aja, dia gak meninggal kan?" memastikan ayah.


"Dia masih hidup, dia gak meninggal, cuman patah tulang saja, dia di bawa ke puskesmas terdekat yang ada di sana" jawab pak Heru.


"Kok bisa mereka ugal-ugalan di jalan, apa mereka mabuk?" dugaan Ustadz Fahri.


"Iya mereka dalam keadaan mabuk, mangkanya mereka ugal-ugalan di jalan" jawab pak Heru.


"Terus bagaimana dengan yang nyetir, apa dia baik-baik saja?" memastikan Reno.


"Nah itu masalahnya, yang nyetir langsung kabur, dia sampai saat ini masih belum ketemu, om punya feeling kalau mereka di suruh sama seseorang buat nyelakain kalian, karena di jok motor mereka ada pisau dan foto kalian, mangkanya om datang ke sini buat nanya hal ini pada Alisa" jawab pak Heru.