The Indigo Twins

The Indigo Twins
Selendang hitam



Alisa membuka pintu balkon dengan secepat kilat dan benar saja kakek Denso berada di balkon tengah menatap lurus ke depan.


Kami berdua mendekati kakek Denso yang terus menatap lurus ke depan.


"Kakek"


Kakek Denso berbalik badan ketika mendengar suara kami.


"Kenapa kakek ke sini, ada apa kek?"


"Ada bahaya besar, kalian harus hati-hati" jawab kakek Denso.


"Bahaya, bahaya apa kek?" penasaran Alisa.


"Lihatlah itu" tunjuk kakek Denso ke arah selendang berwarna hitam yang terbang di langit yang bersih, tak ada bintang sama sekali.


"Selendang apa itu, kenapa terbang dengan bebas kayak gitu?" Alisa semakin penasaran ketika melihat selendang itu, selama ini ia tidak pernah melihat selendang hitam itu.


"Itu bukan selendang biasa, kalau selendang itu mendekati rumah ini, kalian harus waspada" jawab kakek Denso.


"Baik kakek"


"Kakek tau pada mbah Gamik gak?" penasaran Alisa.


"Dia teman kakek, tapi sayangnya dia berubah menjadi jahat dan terus meresahkan masyarakat lagi, mangkanya kakek datang untuk menjaga kalian, kakek tidak mau kalian yang akan menjadi korban selanjutnya" jawab kakek Denso.


"Kakek apa benar mbah Gamik itu di kubur hidup-hidup?"


"Benar, dia di kubur hidup-hidup karena warga tau anak-anak mereka hilang karena ulahnya" jawab kakek Denso.


"Kakak dia tadi nyuruh kita buat ke rumahnya, ada apa di sana kakek?"


"Nanti juga kalian akan tau, ingat hati-hati saat pergi ke sana, jangan terlalu masuk ke dalam hutan itu, karena di hutan itu tak semuanya bisa di lalui oleh manusia" peringatan kakek Denso.


"Tidak semuanya bisa di lalui manusia, maksudnya apa kek?"


Kami semakin penasaran karena kami baru tau tentang bahaya jika masuk ke dalam hutan.


"Ada hutan terlarang yang berada di sana, maka dari itu hati-hati saat masuk ke dalam hutan itu, jangan terlalu dalam masuk ke sana kalau kalian tidak mau masuk ke dalam hutan terlarang" jawab kakek Denso.


"Kalau kita gak sengaja masuk ke dalam hutan terlarang emangnya kenapa kek?" semakin penasaran Alisa karena ia takut tak bisa kembali seperti warga-warga yang kebanyakan hilang dan sampai saat ini tidak dapat di temukan.


"Kalian akan sulit untuk keluar dan jika matahari terbenam sedangkan kalian tidak keluar dari dalam hutan terlarang, maka kalian tidak akan bisa keluar dari sana selamanya" jawab kakek Denso.


Terkejut kami setelah tau bahaya itu."Jadi orang-orang yang masuk ke dalam hutan itu gak bisa keluar karena tanpa sadar masuk ke dalam hutan terlarang?"


"Benar, kebayangkan mereka masuk ke dalam hutan terlarang, jadi kalau kalian akan ke sana, waspadalah, jangan sampai kalian bernasib sama seperti warga-warga itu" peringatan kakek Denso.


"Bagaimana caranya kami tau bedanya hutan biasa dengan hutan terlarang kek?"


"Ada bedanya, dan perbedaan itu sangat mencolok, nanti kalian akan tau sendiri seperti apa perbedaannya" jawab kakek Denso kemudian menghilang dari sana.


"Iih kenapa kakek gak bilang aja perbedaannya, kenapa malah memperumit masalah" mulai kesal Alisa.


"Kayaknya kita memang harus nyari sendiri deh sa, besok pasti kita akan tau perbedaannya, kalau mikirin hal itu sekarang gak akan selesai-selesai karena kita memang gak tau seperti apa hutan terlarang itu, lebih baik ayo kita istirahat saja, besok kita harus cari rumahnya mbah Gamik, nanti kita juga akan tau seperti apa perbedaan hutan biasa dengan hutan terlarang"


"Ya sudah, ayo kita masuk, di sini dingin" aku mengangguk lalu kami masuk ke dalam kamar.


Kami merebahkan tubuh di kasur dan mulai terlelap dalam tidur.


Di luar Angkasa tidak bisa tidur, ia sudah berusha untuk memejamkan mata seperti yang lainnya namun tidak bisa, alhasil dia duduk di teras rumah sendirian.


Tak ada rasa takut yang menghampiri Angkasa, dia tidak takut di ganggu oleh makhluk halus sama sekali.


"Apa yang terjadi sebenarnya, kenapa banyak sekali keanahen dari desa ini, padahal awal-awal aku tinggal di sini, misterinya gak banyak seperti saat ini, apa mungkin memang desa ini mengandung misteri sehingga banyak sekali gangguan dan kejadian mistis yang ada sebelum aku tinggal di sini" pikir Angkasa yang baru kali ini tau kejadian demi kejadian mistis di desa ini dan kebanyakan kejadian itu terjadi di masa lampau.


"Bisa jadi, aku harus lebih waspada kali ini, karena sekarang banyak sekali makhluk halus yang dapat membahayakan ku dan juga teman-teman ku"


"Aku harus lebih waspada, aku gak boleh lengah tadi aja udah hampir gak bisa ngenalin mana Ustadz Fahri yang asli dan yang palsu, sekarang banyak hantu-hantu yang nekat ngelabuhi kami dengan cara menyamar menjadi orang-orang yang dekat dengan kami, aku harus bisa hati-hati lagi, aku gak boleh sampai di tipu sama mereka" waspada Angkasa yang tak mau kecolongan.


Di saat Angkasa tengah melamun tiba-tiba selendang hitam lewat di depan rumah.


"Apa itu?" Angkasa langsung bangun dari duduknya saat melihat selendang itu.


"Selendang apa itu, aku harus kejar dia"


Angkasa berlari mengejar selendang yang terus terbang itu.


Tak ada rasa lelah sama sekali yang menghampiri Angkasa saat dirinya mengejar selendang yang menurutnya sangat aneh.


"Aku harus kejar dia sampai dapat, aku tidak boleh kehilangan dia" Angkasa semakin kencang berlari hanya karena mengejar selendang hitam yang terus terbang.


Selendang itu hinggap di atap rumah pak Rahmat.


Angkasa menghentikan langkah saat selendang hitam yang ia kejar kini berada di atap rumah pak Rahmat.


"Kenapa selendang itu jatuhnya di sana, bagaimana caranya aku ngambilnya?" kesulitan Angkasa yang tak akan bisa mengambil selendang itu.


"Apa aku nekat naik aja ke genteng itu?"


"Tapi kalau pak Rahmat marah gimana, gak jadi deh, aku gak mau ngambil resiko cuman mau ngambil selendang hitam itu, dia juga gak guna bagi ku"


"Lebih baik aku pulang aja, nanti aku di sangka mau maling"


Angkasa berjalan menuju rumah kembali, jalanan yang ia lalui amat sepi, tidak ada satu orangpun yang terlihat di matanya karena memang waktu saat ini menunjuk sepertiga malam.


Saat di perjalanan dia tidak melihat satupun makhluk halus yang mengganggunya, biasanya makhluk selalu berkeliaran namun malam ini tidak ada sama sekali.


"Kok aneh ya, kenapa gak ada satupun makhluk halus yang berkeliaran, ini kan jam 12 malam, biasanya di jam segini mereka lagi aktif-aktifnya, kenapa sekarang malah gak ada sama sekali"