
Alisa masuk ke dalam kamarnya, sebelum tidur seperti biasa dia menggosok gigi terlebih dahulu, setelah selesai baru merebahkan tubuhnya di kasur yang empuk itu.
Saat memejamkan mata tiba-tiba semua kejadian yang bersangkutan dengan yang namanya hantu yang tadi di alami terlihat dengan jelas di mata Alisa.
Alisa langsung membuka mata dengan perasaan terkejut.
"Kenapa pikiran ku penuh dengan yang namanya hantu, aku kan gak mau mikirin mereka, kenapa mereka berputar-putar dengan sendirinya" kata Alisa yang tak habis pikir dengan pikirannya sendiri.
"Aku coba pejamin mata lagi" kata Alisa.
Alisa kembali menutup matanya namun tetap saja pikirannya penuh dengan hantu-hantu yang barusan ia temui.
"Arrrrgghh kenapa mereka semua yang ada di pikiran ku" kata Alisa kembali membuka mata dengan perasaan kesal sebab pikirannya masih terus tertuju pada hantu.
"Aku ngantuk, aku mau tidur, aku gak mau mikirin mereka" kata Alisa.
"Bagaimana caranya aku ngilangin mereka dari pikiran ku?" tanya Alisa.
Tatapan Alisa tertuju pada kamar mandi.
Alisa beranjak dari tempat tidur dan mendekati kamar mandi, kemudian membasuh mukanya berharap setelah ini tidak ada hantu-hantu yang memenuhi pikirannya.
Setelah selesai Alisa keluar dan kembali merebahkan tubuhnya di atas kasur.
Saat memejamkan mata tidak ada hantu-hantu lagi yang memenuhi pikirannya.
Alisa dapat tidur dengan nyenyak tanpa adanya gangguan.
Waktu terus berjalan, jarum panjang menunjuk pada jam dua belas malam.
Suasana malam semakin mencekam.
Trek
Trek
Trek
Suara itu terdengar dengan jelas di kamar ini tapi pemiliknya masih berada di alam mimpi tak mendengar suara itu.
Trek
Trek
Trek
Suara itu kembali lagi membuat tidur Alisa terusik.
"Pergi" teriak Alisa dengan mata yang masih terpejam kuat.
Trek
Trek
Trek
Suara itu masih belum pergi malahan semakin keras saja yang membuat tidur Alisa semakin terusik.
"Siapa sih" kata Alisa.
"Jangan ganggu aku" tintah Alisa yang masih memejamkan matanya.
Suara itu mendadak menghilang dan Alisa dapat kembali melanjutkan mimpinya yang terjeda.
Kamar ini hening untuk sesaat tiba-tiba.
Trek
Trek
Trek
Suara itu kembali dan begitu sangat keras terdengar di telinga Alisa.
Alisa langsung membuka matanya karena suara itu berhasil mengganggu tidur nyenyaknya.
"Siapa sih yang gangguin aku, apa yang dia inginkan sebenarnya" kata Alisa tak habis pikir.
"Ini itu masih malam, plis deh jangan gangguin aku" tintah Alisa.
Trek
Trek
Trek
Suara itu terdengar kembali, Alisa merasa jika suara itu tidak jauh dari sini.
"Di mana suara itu, kenapa aku ngerasa ada di sekitar sini, tapi dari mana asalnya?" tanya Alisa.
Trek
Trek
Trek
Alisa menajamkan pendengarannya untuk tau dari mana asal suara itu.
"Kayaknya suara itu dari arah sana deh" kata Alisa melihat ke sebelah timur yang terdapat jendela.
Alisa langsung memundurkan tubuhnya saat melihat di jendela itu ada pocong yang lagi menjedotkan kepalanya ke jendela.
"J-jadi suara itu karena pocong itu" kata Alisa tergagap ketika melihat pocong seram itu.
Trek
Trek
Trek
Pocong itu terus melakukan itu, tatapannya menatap tajam ke arah Alisa yang gemetaran.
Alisa yang melihat tatapan tajam milik pocong itu langsung membungkus seluruh tubuhnya dengan selimut.
"Kenapa bisa ada pocong di sini, dari mana dia berasal, kenapa tiba-tiba ada di sini" batin Alisa yang panas dingin.
"Apa yang dia inginkan sebenarnya, kenapa dia datangin aku, perasaan aku gak pernah gangguin dia, tapi kenapa dia malah gangguin aku" batin Alisa yang sangat ketakutan.
Trek
Trek
Trek
"Kenapa dia masih belum pergi sih, apa yang dia inginkan, kenapa pake gangguin aku segala" batin Alisa yang terus ketakutan.
Trek
Trek
Trek
Pocong itu terus menjedotkan kepalanya ke jendela, Alisa yang mendengar suara jedotan itu semakin ketakutan.
Trek
Trek
Trek
"Aku mohon pergilah dari sini, aku gak gangguin kamu, jadi kamu jangan ganggu aku" batin Alisa memohon berharap pocong itu dengar, kemudian pergi dari sini.
Suara itu tiba-tiba menghilang begitu saja.
"Ku rasa dia sudah pergi, syukurlah kalau seperti itu" batin Alisa bernapas lega walaupun sedikit.
Alisa menghapus keringat-keringat yang mengalir di wajahnya.
Alisa hendak keluar dari dalam selimut itu.
"Alisa"
Panggil lirih seseorang yang membuat Alisa kembali tegang.
"Aaah siapa yang manggil aku" batin Alisa kembali ketakutan.
Alisa kembali di landa rasa tegang saat ia merasa ada seseorang yang duduk di dekat kasur
"Alisa hihihihihihihi"
Tawa seram itu terdengar jelas di telinga Alisa.
"Arrrrgghh" teriak Alisa yang ketakutan.
Alisa keluar dari dalam selimut dan berlari keluar dari dalam kamarnya saat merasa ada seseorang yang duduk di kasur.
"Aliza tolong aku"
Teriak Alisa yang berlari terbirit-birit, ia tidak sempat melihat siapa yang duduk di kasurnya.
Alisa berlari menuju kamar ku yang berada di sebelahnya.
tok
tok
tok
Alisa mengetuk pintu dengan tidak sabaran.
"Aliza tolong aku, ada hantu" teriak Alisa dengan terus mengetuk pintu.
tok
tok
tok
"Za tolong buka pintunya, cepat tolong aku huhu" tangis Alisa yang sangat ketakutan.
tok
tok
tok
Alisa terus menerus mengetuk pintu kamar ku dengan sangat tak sabaran namun aku masih belum membuka pintu itu.
"Aliza buka pintunya, cepat tolong aku" tintah Alisa dengan air mata yang terus mengalir.
Pintu itu masih belum terbuka membuat Alisa panas dingin karena ketakutan.
Alisa melihat ke arah kamarnya.
"Alisa hihihihihihihi"
Sosok ibu-ibu yang bajunya penuh dengan darah berdiri di ambang pintu melihat ke arah Alisa yang berusaha membuka pintu kamar ku.
"Arrrrgghh Aliza tolong aku" teriak Alisa makin keras.
tok
tok
tok
Suara ketukan itu terus Alisa layangkan berharap aku dapat membukanya.
"Aliza tolong huhu" tangis Alisa yang sangat takut.
Saat pintu terbuka aku melihat ke arah Alisa yang terus menangis.
Alisa langsung memeluk tubuh ku yang membuat ku keheranan.
"Alisa kamu kenapa, apa yang terjadi pada mu?" tanya ku penasaran.
Alisa tidak menjawab ia terus menangis dengan memeluk tubuh ku.
"Sa kamu kenapa, cepat bilang sama aku, apa yang terjadi pada mu?" tanya ku yang sangat khawatir padanya.
"Za di sana ada hantu, tolong aku dari dia" jawab Alisa dengan menunjuk ke arah kamarnya.
Aku melihat ke arah kamar Alisa.
"Mana, gak ada siapapun di sana?" tanya ku yang memang tidak melihat apa-apa di sana.
"Tadi ada hantu di sana, aku takut banget, tolongin aku dari dia" jawab Alisa.
"Udah kamu jangan takut, ada aku di sini" kata ku menenangkan Alisa yang masih ketakutan.