
"Iih kenapa dia pake mau tidur sama kayak yang lain, kan aku jadi sendiri" kesal Alisa saat semua orang meninggalkan dia satu persatu.
Alisa menghela napas, ia menjatuhkan sendok dan garpu dengan kesalnya ke piring.
"Lihat aja ya, aku akan buktiin kalau aku bisa berani, kalian itu memang gak percayaan banget, ihh kesal!"
Alisa melihat ke sekeliling yang sepi, hanya dia seorang yang berada di meja makan.
"Aku mau kemana ini, aku gak mau tidur jam segini, nanti aku bisa bangun di tengah malam kalau nekat tidur jam segini, lebih baik aku main hp di ruang tamu aja, baru kalau aku ngantuk pindah ke kamar"
"Iya itu ide yang bagus"
Alisa bangkit dari duduk dan mendekati ruang tamu lalu bermain hp di sana sendirian.
Walaupun Alisa terus fokus ke hpnya tetapi ia tetap saja melihat ke kanan dan kiri untuk memastikan kalau hanya ada dia seorang di ruang tamu, ia hanya takut ada tamu tak di undang yang datang secara tiba-tiba.
"Alisa kamu tenanglah, tidak akan ada hantu yang bakal ganggu kamu, kamu gak usah khawatir"
Alisa berusaha berdamai dengan keadaannya, ia terus berusaha tetap cuek pada hantu terompah yang kini tengah menjadi ancaman bagi desa Kamboja.
Alisa menelan ludah pahit saat tak ada suara manusia yang terdengar di telinganya, sungguh ruang tamu benar-benar sepi, hanya dia satu-satunya orang yang masih belum tidur.
Krak
Suara daun jatuh terdengar di telinga Alisa.
"Kenapa di saat-saat seperti ini suara yang bunyinya kecil terdengar semua" batin Alisa yang mulai ketakutan.
"Alisa kamu jangan takut, itu cuman daun yang jatuh bukan apa-apa, kamu gak usah takut, kamu harus bisa berani malam ini oke" batin Alisa.
Alisa kembali memainkan hpnya dengan pikiran yang mulai kacau, ia tidak sefokus tadi karena kini pikirannya tertuju pada hantu terompah yang Dita ceritakan.
Alisa berhenti bermain hp, ia melihat ke kanan dan kirinya yang sepi, tidak ada siapapun yang ia temukan.
"Kok makin lama makin ngeri aja berada di sini sendirian, apa aku kembali saja ke kamar ya?"
"Tapi bagaimana kalau tenyata ada hantu terompah itu yang nunggu aku di kamar, aaah aku gak mau ketemu sama dia, bagaimana ini, apa aku tidur aja di kamar Aliza?"
"Tapi nanti dia malah ngejek aku karena aku lembek, aku gak mau di hina-hina kayak gitu, pokoknya aku harus buktiin kalau aku bisa berani, gak takut sama hantu manapun dan malam ini kesempatan emas buat aku buktiin sama mereka semua kalau aku berani!"
Praangg!
"Aaahhhhh!"
Suara benda jauh yang terdengar tak jauh dari ruang tamu membuat Alisa menjerit ketakutan.
Alisa berhenti berteriak, ia melihat ke kanan dan kirinya yang sepi, tak ada apapun yang ia lihat.
"Suara apa tadi itu, kenapa asalnya seperti gak jauh dari sini?"
"Apa mungkin suara itu berasal dari dapur, aku harus cek siapa yang ada di dapur"
Alisa bangkit dari duduk, ia berjalan mendekati dapur dengan perlahan-lahan.
Tegang dan takut terus menyatu dalam diri Alisa, namun Alisa masih terus berjalan karena ia sangat penasaran siapa yang sudah menjatuhkan benda hingga bunyinya sangat keras.
Alisa menghentikan langkahnya ketika berada di dalam dapur."Kok sepi, tadi aku dengar ada suara benda jatuh, tapi kenapa gak ada satupun perabotan yang jatuh di sini?"
Alisa mulai merasa aneh, ia melihat dengan cermat ke penjuru ruangan namun tetap saja tidak ada apapun yang ia temukan, semua perabotan berada di tempatnya, tidak ada yang jatuh sama sekali.
"Masa iya aku cuman salah dengar, padahal itu jelas banget, gak mungkin aku salah dengar!" Alisa masih yakin dengan pendiriannya.
tap
tap
tap
Tubuh Alisa langsung menjadi batu, ia menelan ludah pahit saat telinganya mendengar suara orang yang berjalan malam-malam begini.
Wajah Alisa mulai memucat, tubuhnya sudah di selimuti rasa takut dan tegang.
tap
tap
tap
Suara derap kaki seseorang itu terus terdengar dengan pelan, namun Alisa masih tak mau melihat siapa yang berjalan mendekatinya.
tap
tap
Suara derap kaki itu tiba-tiba berhenti.
Alisa dapat merasakan kalau ada seseorang yang berdiri di belakangnya.
"Siapa yang ada di belakang ku" batin Alisa yang ketar-ketir.
Dengan memejamkan mata Alisa berbalik badan menghadap ke belakang untuk tau siapa yang sudah berada di belakangnya.
Saat membuka mata wajah Alisa langsung terkejut."Loh kok gak ada siapapun di belakang aku, perasaan ada orang yang berdiri di belakang aku deh, kenapa saat aku lihat malah gak ada apapun"
Alisa terkejut bukan main saat tidak ada apapun yang ia lihat, di dalam dapur ini hanya ada dia seorang, tak ada satupun anggota keluarga yang berada di dalam dapur.
"I-ini aneh, benar-benar aneh, rasanya gak aman berada di sini lebih lama lagi, aku harus pergi dari sini"
Dengan secepat kilat Alisa pergi dari dapur, ia merasa ada seseorang yang ada di dapur mangkanya dia berlari-lari kecil untuk menghindar dari orang misterius tersebut.
Alisa merasa lega saat sudah keluar dari dalam dapur, ia memegangi dadanya yang naik turun seperti orang yang habis lari maraton.
"Kenapa rumah aku jadi kayak rumah hantu begini, apa yang sudah terjadi sama rumah ku, kenapa makin lama makin banyak aja hantu yang masuk ke dalam rumah, oh ya di mana mereka berlima, kenapa mereka biarin ada hantu yang masuk ke dalam rumah, aku harus temui mereka"
Alisa berjalan mendekati pintu, belum sempat ia membuka pintu tiba-tiba matanya melihat sesuatu di luar dari jendela.
Alisa langsung menutup mulut saat melihat ada seseorang yang bersembunyi di balik pohon yang ada di depan rumah.
"S-siapa itu, kenapa ada di sana, apa itu mbk Hilda atau yang lain yang lagi ngumpet di sana?"
"Tapi gak mungkin itu mereka, dari bajunya aja udah beda, apa mungkin itu hantu baru" tercekat Alisa.
"Eh tunggu-tunggu kemana mereka berlima, kenapa gak ada di pohon depan rumah, mereka pada pergi kemana?"
Alisa merasa bingung saat tak menemukan mereka berlima yang biasanya ada di pohon depan rumah.
Wajah Alisa semakin terkesiap saat orang yang bersembunyi di balik pohon itu akan keluar.
Alisa langsung menjadi tegang, belum sempat orang itu keluar Alisa langsung berlari menuju kamarnya, ia tidak mau melihat seperti apa wajah orang misterius itu.
"Huft huft huft selamat" lega Alisa saat sudah sampai di kamarnya.
"Sebenarnya siapa yang sudah berada di depan rumah, apa jangan-jangan-
Perkataan Alisa terhenti saat ia ingat sesuatu.
Alisa dengan wajah tanpa ekspresi merebahkan tubuh di kasur, ia membungkus seluruh tubuhnya dengan selimut dan mulai memejamkan mata untuk mengalihkan fokusnya pada hantu yang ia lihat di depan rumah barusan.