The Indigo Twins

The Indigo Twins
Penampakan hantu bersimbah darah



"Hai kenapa kamu manggil kami" sapa mereka semua yang muncul di hadapan Angkasa setelah tadi tak terlihat sama sekali di sini.


"Kalian dari mana aja, kalian tau gak ada hantu terompah yang lagi jadi ancaman bagi desa, seharusnya kalian itu usir dia dari desa ini, biar dia gak terus ganggu warga-warga di desa, gimana kalian ini, masa ada bahaya besar kalian pada gak tau!" omel Angkasa pada mereka semua yang menghilang saat di keadaan yang genting.


"Kami tau, mangkanya kami lagi cari tau dia itu berasal dari mana dan kenapa dia tiba-tiba datang ke sini lalu ganggu orang-orang desa, kami gak diam aja, kami juga lagi berusaha buat dia pergi dari desa ini, kamu kira kami mau apa desa ini kedatangan hantu seperti dia" jelas mbk Hilda yang tadi lagi mencari tau tentang hantu terompah bersama yang lainnya.


"Mbk kenal sama dia gak?" penasaran Angkasa barang kali mbk Hilda kenal dengan hantu terompah, karena yang menjadi penduduk asli di desa ini cuman mbk Hilda, di baru di desa ini, jadi masih belum tau tentang hantu terompah.


"Enggak, mbk gak kenal sama sekali sama dia, dia orang asing yang tiba-tiba masuk ke sini, mbk juga bingung siapa yang sudah bawa dia masuk kemari, karena sebelum-sebelumnya dia gak pernah kelihatan di sini" jawab mbk Hilda yang juga tidak tau seluk beluk tentang hantu terompah yang menjadi ancaman bagi desa ini.


"Kalau mbk aja gak tau, apa lagi aku, terus ini gimana mbk, hantu terompah itu sekarang lagi ada di mana, dia gak lagi gangguin orang-orang kan?" memastikan Angkasa, ia tidak mau hantu terompah mengganggu warga-warga.


Angkasa yang melihat sendiri seperti apa wajah hantu terompah bergidik ngeri, apa lagi warga-warga yang ada di desa ini, mereka pasti sangat ketakutan pada hantu terompah itu.


"Jelas gangguin lah sa, dia dari tadi muter-muter di desa ini, dia kayaknya lagi cari warga yang gak tidur buat dia gangguin" jawab mbk Santi yang tadi melihat sendiri bagaimana hantu terompah beraksi.


"Aku tadi di datangin sama dia, ternyata mukanya memang benar-benar serem, untung aja tadi dia gak masuk ke sini cuman lewat doang, aku udah ketar-ketir saat dia natap aku dengan wajah seramnya, untung aja dia gak gangguin aku" bersyukur Angkasa saat hantu terompah tidak mencari gara-gara dengannya, ia tadi sudah ngeri sekali ketika melihat wajah hantu yang katanya di bilang seram sama orang-orang.


"Kamu harus hati-hati sama dia, dia memang gak akan bunuh kamu, cuman dia pasti akan ganggu kamu, kamu jangan berada di luar malam-malam begini, sana kamu masuk ke dalam, jangan ada di sini" suruh mbk Gea, sedari tadi ia berkeliling tidak ada satu rumah warga pun yang terbuka, warga-warga pada mengurung dirinya di dalam rumah.


"Baik aku akan masuk, tapi ingat kalian jaga rumah ini baik-baik, jangan biarin hantu itu masuk ke dalam rumah dan gangguin anggota keluarga" peringatan Angkasa, ia tidak mau hantu itu mencari masalah dengan keluarga kami.


"Iya, kami gak bakal biarin hal itu terjadi, udah kamu gak usah khawatir lagi, sana masuk ke dalam" suruh mbk Hilda.


Angkasa masuk ke dalam rumah meninggalkan mereka semua yang berada di depan rumah.


"Ini kita kemana, apa kita diam aja di sini, kita kan masih belum tau di mana kuburan hantu itu, kalau kita sudah tau baru kita ke sini lagi, biar Ustadz Fahri saja yang urus, dia bisa buat hantu terompah itu pergi dari sini seperti dukun beranak yang waktu itu ganggu warga-warga" mbk Hilda meminta pendapat mereka semua untuk mengambil tindakan selanjutnya.


"Kita cari aja dulu tentang hantu itu, masalah rumah ini biar White aja yang jaga, kamu bisa kan White jaga rumah?" Tiger memastikan hal itu pada orangnya langsung, ia tidak mau ada apa-apa yang terjadi sama kami saat mereka pergi meninggalkan rumah ini.


"Bisa, kalian pergi sana, aku yang akan jaga rumah ini, aku gak akan biarin ada makhluk halus yang masuk ke dalam, kalian gak usah khawatir" jawab White yang bersedia menjaga rumah sendirian.


"Ya sudah kalau seperti itu kami pergi dulu, ingat jaga baik-baik rumah ini, jangan biarkan satu hantu pun yang berhasil masuk ke dalam rumah" peringatan mbk Gea, ia tidak mau White lalai dalam pekerjaannya.


"Baik kak" jawab White.


Mereka berempat kemudian menghilang dari sana untuk mencari tau siapa hantu terompah yang menjadi ancaman bagi desa ini.


Mereka akan berusaha mencari tau sebisa mungkin, biar hantu terompah dia terus menerus mengganggu warga di desa ini.


Kini di sana tersisa White seorang, ia duduk di dekat pohon dan melihat ke seluruh halaman rumah khawatir ada hantu yang akan masuk ke dalam rumah, dia akan berusaha mencegah hantu yang akan masuk ke dalam.


Sementara di dalam.


Alisa tidur dengan nyenyak di kamarnya, tak ada gangguan yang datang menghampirinya, ia merasa aman berada di dalam kamarnya.


Saat ini jam menunjukan pukul 00, suasana malam semakin dingin dan bertambah mencekam.


Wussshhhh


Tiba-tiba angin kencang masuk ke dalam kamar Alisa melewati jendela yang terbuka karena belum Alisa tutup.


Tidur Alisa langsung terusik saat angin masuk ke dalam kamarnya melalui jendela, tangan dan kaki Alisa dingin seperti es batu walaupun ia telah memakai selimut tapi tidak ngaruh sama sekali.


Karena suasana yang semakin lama semakin bertambah dingin, Alisa membuka mata, ia kedinginan dalam selimut.


"Fuuu kenapa dingin banget malam ini, perasaan tadi gak ujan, kenapa bisa sedingin ini"


"Kenapa malam ini dingin banget, gak biasanya sedingin ini"


Alisa yang kedinginan tak sengaja melihat sesuatu.


"Pantes dingin orang jendelanya gak aku tutup"


Alisa melihat jendela yang terbuka, ia membuang selimut yang menutupi tubuhnya lalu berjalan mendekati jendela.


"Kok bisa aku lupa nutup jendela, biasanya kan aku selalu rajin nutup jendela, apa karena tadi aku lagi lari dari orang misterius yang berada di balik pohon ya?" Alisa kembali teringat pada orang misterius yang membuatnya lari terbirit-birit.


Alisa langsung menelan ludah pahit saat ia merasakan hawa merinding yang tiba-tiba datang menyerangnya.


Alisa langsung tercekat melihat sosok itu, dengan cepat Alisa menutup jendela agar dia tidak masuk ke dalam kamarnya.


"S-siapa itu"


Alisa langsung menjadi tegang setelah melihat penampakan hantu yang seram dan sangat menakutkan.


"Kenapa seram banget, siapa yang baru meninggal di desa dan berubah jadi hantu?"


Alisa masih tegang pada apa yang barusan ia lihat, ia memegangi dadanya yang naik turun.


Wussshhhh


Angin berhembus pelan-pelan dan menyapu tengkuk Alisa, seketika Alisa langsung menelan ludah pahit, tubuhnya di selimuti rasa takut yang kian menjadi-jadi.


tuk


Telinga Alisa menangkap suara ketukan dari kaca yang berada di belakangnya, suara ketukan itu sangat pelan, namun dapat di dengar dengan jelas.


Alisa dengan pelan-pelan melihat ke arah jendela, tiba-tiba wajah Alisa langsung tercekat saat matanya melihat hantu yang wajahnya penuh dengan darah tengah berada di luar, ia berdiri di balik jendela dan menunjukan wajah seramnya pada Alisa.


"Aaaaaaahhh!"


"Alizaaaaa"


Aku yang mendengar suara teriakan itu langsung terjaga.


"Itu kayak suara Alisa, ada apa sama dia, apa yang sudah terjadi padanya, aku harus cek ke kamarnya"


Aku dengan tergesa-gesa keluar dari dalam kamar dan berlari ke kamar Alisa.


Aku membuka pintu dengan kepanikan yang menyerang.


"Ada apa sa?"


Dengan gemetaran Alisa menunjuk ke arah hantu yang masih diam di tempat, sesekali darah mengalir dari wajahnya dan mengenai kaca itu.


"Ya Allah" aku langsung terkesiap saat melihat penampakan hantu yang seram itu.


"Aliza tolong aku, tolong aku dari dia hiks hiks" Alisa bersembunyi di belakang ku, ia benar-benar takut pada hantu yang bersimbah darah yang benar-benar serem.


"Siapa kau, kenapa kau ganggu kembaran ku?"


Hantu itu diam, ia terus menunjukan wajah seramnya, sesekali darah segar mengalir dan mengenai kaca.


Bau anyir tercium memenuhi ruangan ini, perut ku terasa mual saat mencium darah milik hantu itu.


Hantu itu menyunggingkan senyuman saat melihat ku yang tak tahan dengan bau amis.


Aku menatap ke arah hantu itu."Kenapa dia malah diam saja, apa yang dia inginkan sebenarnya, aku harus usir dia, percuma aku usir dia dengan cara baik-baik, dia tidak akan pergi, aku harus gunakan cara kasar untuk usir dia" batin ku.


Aku melihat sekeliling kamar, pandangan ku jatuh pada sesuatu yang berada di atas nakas, aku mendekatinya sementara Alisa terus mengikuti ku, ia benar-benar ketakutan, ia tak mau jauh-jauh dari ku.


"Pergi kau!"


Hantu itu tiba-tiba langsung menghilang saat aku melemparkan garam ke arahnya.


Aku merasa lega saat di balik kaca sudah tidak ada hantu seram itu lagi.


"Aliza aku takut, aku gak mau lihat dia lagi"


"Kamu jangan takut sa, dia sudah pergi, dia gak bakal ganggu kamu lagi, ini masih malam, kamu lanjut tidur gih, dia gak bakal ganggu kamu kok"


"Enggak, aku gak mau tidur di sini sendirian, aku mau tidur sama kamu, aku takut dia kembali lagi ke sini" ketakutan Alisa yang masih truama pada apa yang sudah menimpanya.


"Ya sudah kalau seperti itu, ayo kita ke kamar aku"


Alisa setuju lalu berjalan menuju kamar ku yang berada di sebelah kamarnya.