
Wajah Alisa dan Reno tiba-tiba berubah menjadi panik dan tegang saat pasangan hantu itu mendekatinya.
"Aaaahhh!" teriak mereka saat pasangan hantu itu melesat cepat ke arah mereka.
Alisa dan Reno menatap tak percaya saat tubuhnya baik-baik saja kala dua hantu itu berusaha untuk menebus tubuhnya.
Tatapan mereka kini beralih menatap ke arah Tiger yang berada tepat di depan mereka.
"TIGER" terkejut mereka yang melihat Tiger tiba-tiba sudah berada di depan mereka.
"Hati-hati, dua hantu itu sedang berusaha untuk misahin kalian, mereka tidak mau hubungan kalian berjalan dengan lancar, mereka hanya iri pada hubungan kalian yang aman-aman saja, tidak seperti mereka yang di pisahkan karena maut" peringatan Tiger.
"Iya, kami akan terus hati-hati" jawab Reno.
"Tiger tolong jangan jauh-jauh dari kami, kami tidak mau mereka berusaha untuk ngabisin kami" titah Alisa.
"Iya, aku tidak akan kemana-mana, aku akan tetap berada di dekat kalian" Tiger menyetujui keinginan Alisa.
"Tiger kemana yang lain, kenapa mereka tidak ikut bersama mu?" penasaran Alisa.
"Mereka lagi berada di rumah sakit, aku nyuruh mereka jaga Aliza di sana, kalian tidak usah mikirin mereka, mereka tidak akan hilang, tidak ada yang mau nyulik mereka" jawab Tiger.
"Sa, ayo kita pergi dari sini, lama-lama berada di sini gak aman" ajak Reno.
"Iya, ayo ren kita ke sana saja, mbk kunti kita pergi dulu ya" pamit Alisa.
"Iya" balas mbk kunti.
"Makasih atas informasinya mbk" berterima kasih Reno.
"Sama-sama" jawab mbk kunti tertekan, karena terus di tatap dengan tajam oleh Tiger.
Alisa dan Reno meninggalkan mbk kunti yang tengah ketar-ketir, Tiger menatap mbk kunti itu tanpa berkedip, ia lalu mengikuti Alisa dan Reno dari belakang.
Alisa dan Reno masuk ke dalam kantin, di sana ternyata ada banyak anak yang bolos.
"Loh kok kamu ada di sini sa?" kaget Alisa saat melihat Angkasa yang berada di sana.
"Di ajakin mereka, ya udah aku ikut" jawab Angkasa menunjuk pada Roki, Byan dan Dimas yang tengah tersenyum manis.
"Awas aku aduin ke Aliza biar kamu di marahin sama dia" ancam Alisa.
"Kalau kamu cepu ke Aliza, aku akan cepuin kamu ke bunda sama ayah, nanti kamu pasti gak akan dapat uang jajan" balas Angkasa dengan santainya karena ia juga punya senjata.
Alisa sontak langsung diam, ancaman Angkasa tak kalah berbahayanya.
"Iya deh, aku gak akan bilang-bilang sama Aliza, puas kau!"
"Eeeh kenapa kalian berduaan, pegangan tangan lagi, jangan-jangan...
Tangan Alisa dan Reno langsung terlepas, sesaat mereka melupakan semuanya.
"Enggaklah" jawab mereka kompak.
Mereka berdua masih berusaha menyembunyikan apa yang sudah terjadi pada mereka.
Angkasa menatap wajah keduanya bergantian, ia melihat kalau keduanya tengah tegang, ia merasa ada sesuatu yang di sembunyikan oleh keduanya.
"Beneran gak ada apa-apa?"
"Beneran, kamu masih gak percaya?" Angkasa menatap ke arah Reno.
"Iya percaya, kalian mau gabung gak" tawar Angkasa.
"Mau lah" sahut Reno.
Mereka berdua bergabung bersama dengan Angkasa dan lainnya, mereka memesan makanan, dan makan di kantin.
"Habis pulang sekolah kita langsung ke rumah sakit, mereka mau jenguk Aliza di sana" pandangan Angkasa tertuju pada Roki dan kawan-kawannya.
"Mereka siapanya Aliza?" penasaran Alisa.
"Temannya" jawab Angkasa.
"Saudara kembarnya, jadi wajar kalau wajahnya rada-rada sama, tapi aslinya beda" Alisa langsung memukul musuh bebuyutannya itu.
"Ya jelas beda lah, kita kan dua orang yang berbeda meskipun wajah kita sama" sahut Alisa.
Angkasa membalas dengan dehaman, ia terus memakan kentang goreng yang ia pesan.
Mereka semua makan di kantin, mereka yang berjumlah 6 orang sengaja bolos sekolah hari ini.
Teet
Bel berbunyi, mereka kali ini masuk ke dalam kelas untuk mengikuti pelajaran.
Angkasa duduk sendirian di tempatnya, ia mengikuti pelajaran dengan baik, meski sesekali matanya melirik ke arah jam yang ada di dinding.
"Ck kapan pulangnya, kenapa lama banget, gak tau apa kalau orang lagi pengen cepat-cepat pulang, ayolah jam berputar lah dengan cepat, aku ingin pulang, aku sudah bosen berada di sini, plis cepatlah berputar" batin Angkasa memohon pada jam itu.
Di depan guru terus menerangkan pelajaran, ia mendapati sejumlah anak-anak yang kebayangkan tak fokus, memang ketika jam terakhir murid-murid pada tidak fokus, faktornya karena mereka lelah, jadi tak semangat tadi.
Teeeet
Bel panjang yang mereka tunggu-tunggu akhirnya berbunyi dengan nyaring di sekolahan ini.
Sorak gembira anak-anak terdengar riuh di dalam kelas Angkasa, mereka semua pada senang ketika mendengar bel pulang.
Dengan terburu-buru mereka bersalaman dengan guru, setelah itu keluar dari dalam kelas dan menuju parkiran.
"Ayo sa anterin kami ke rumah sakit tempat Aliza di rawat, kami mau lihat dia" titah Roki.
"Sebentar tunggu kembaran Aliza ke sini, dia memang rada-rada lemot, jadi jangan heran kalau agak lama" jawab Angkasa.
"Hai kalian nungguin aku kan?" sapa Alisa seperti orang yang tidak punya dosa, ia menatap ke arah pemuda-pemuda itu yang lelah menunggunya di parkiran.
"Lama banget, kamu itu jalan apa ngesot, lama banget nyampenya" esmosi Angkasa.
"Jangan marah-marah, kelas aku itu jaaauh, jadi jangan heran kalau lama aku nyampe ke sini, ayo kita ke rumah sakit, aku udah gak sabar ketemu sama Aliza" ajak Alisa.
Mereka semua mengangguk setuju lalu berangkat ke rumah sakit bersama-sama.
Di jalanan banyak sekali kendaraan-kendaraan anak-anak yang baru pulang sekolah menyebabkan kemacetan dan naasnya mereka terjebak di dalam kemacetan itu.
"Sa macet, bakal lama kita nyampe ke rumah sakit kalau kayak gini" teriak Reno pada Angkasa yang berada tak jauh darinya.
"Mau bagaimana lagi, kita gak bisa ngapa-ngapain lagi, selain nunggu kemacetan ini usai" jawab Angkasa.
"Ada jalan pintas di sana, apa kita lewat jalan pintas saja" Byan meminta pendapat mereka.
"Aksesnya sulit gak?" mereka semua menatap ke arah Byan.
"Enggak, cuman rada serem, karena sering ada orang yang kecelakaan di sana" jelas Byan.
"Waduh, gak deh Byan, aku gak mau mati dulu, kita tungguin aja kemacetan ini usai, walaupun lama yang penting selamat" sahut Reno.
"Iya, aku setuju sama Reno" setuju Roki.
Mereka semua masih berada di kemacetan, setelah sekitar 1 jam-an mereka terjebak dalam kemacetan, akhirnya jalanan sudah kembali seperti semula.
Mereka melaju kencang menuju rumah sakit, tak berselang lama dari itu mereka berhenti di depan rumah sakit.
"Ayo kita masuk, Aliza ada di ruangan ICU" ajak Angkasa yang di balas anggukan oleh mereka semua.
Mereka mengikuti Angkasa dari belakang, Angkasa membawa mereka ke ruangan ICU.
"Itu Aliza, dia masih terbaring koma di rumah sakit" tunjuk Angkasa pada ku yang masih menutup mata.
Mereka semua melihat ku dari kaca.
"Kasihan banget Aliza, apa kita gak bisa masuk ke dalam, aku pengen ketemu sama dia?" keinginan Roki.
"Jangankan kamu rok, aku selama 1 bulan ini gak pernah di bolehin masuk ke dalam, kita hanya bisa lihat Aliza dari kaca" jawab Angkasa.
"Heemm" Roki menghela napas berat, ia terus menatap ke arah ku yang berada di ruangan ICU.