The Indigo Twins

The Indigo Twins
Peringatan mbk kunti



"Mbk kunti" mbk kunti menatap ke arah Alisa yang memanggilnya di bawah, mbk kunti menghentikan nyanyiannya, ia turun untuk mendekati mereka berdua.


"Ada apa, kenapa kalian manggil aku?"


"Mbk kenapa di sekolahan ini gak boleh ada yang pacaran, apa mbk tau alasannya?" Alisa langsung bertanya hal itu, ia benar-benar penasaran dengan ucapan nenek-nenek misterius yang menyapu taman angker dengan menggunakan sapu lidi.


"Sebenarnya boleh anak-anak yang sekolah di sini punya hubungan spesial, cuman jangan mesra-mesraan di sini, karena penghuni sekolahan ini gak mau mereka merusak sekolahan dengan ulah mereka, mangkanya kebanyakan yang suka mesra-mesraan di sekolahan hubungannya gak lama, ada juga yang sampai nyawanya yang jadi taruhannya, jadi lebih baik kalian jangan pacaran di sekolahan, punya hubungan gak apa-apa, tapi jangan mesra-mesraan di sini, mending di luar sekolah saja" jelas mbk kunti.


"Oh gitu, emang mala petaka apa yang akan datang jika ada yang nekat pacaran di sekolahan mbk?" penasaran Reno.


"Di ganggu sampai meninggal, kalian jangan bilang sama siapa-siapa ya kalau sebenarnya di sekolahan ini banyak anak yang meninggal, kasus-kasusnya banyak yang di tutup-tutupi" pelan mbk kunti, takut ada yang dengar.


"Kami gak akan bilang sama siapa-siapa kok mbk, mbk gak usah khawatir, emang siapa saja yang udah pernah meninggal di sekolahan ini mbk?" mulai penasaran Alisa.


"Banyak, cuman gak bisa mbk jelasin satu-satu, kalian jangan sampai penasaran, karena takutnya bernasib sama seperti anak indigo yang meninggal karena terlalu penasaran dengan misteri yang ada di sekolahan ini" larang mbk kunti.


"Emang sampai ada yang meninggal gara-gara cuman mau nyari tau doang?" terkesiap Alisa.


"Iya, mangkanya kalian jangan nekat nyari tau, mbk hanya gak mau kalian bernasib sama sepertinya" jawab mbk kunti.


"Kalau seperti itu, kita gak boleh bilang-bilang sama Aliza, dia bisa penasaran nantinya, kamu tau kan ren bagaimana kalau dia lagi penasaran, semua badai dia tabrak hanya karena ingin tau ada apa yang terjadi di balik misteri itu"


"Iya aku tau, kita gak usah bilang-bilang sama Aliza maupun Angkasa, kita biarkan saja misteri di sini menggantung seperti ini, yang terpenting itu misteri yang ada di desa udah kelar, itu aja untuk mecahinnya banyak nyawa yang melayang, apa lagi misteri di sekolahan ini, gak berani aku mecahinnya"


"Btw kalian ini pacaran?" mereka berdua sontak terdiam, lalu mengangguk dengan kompak.


"Kalian harus hati-hati, jangan sampai kalian berbuat sesuatu di sekolahan ini kalau kalian masih sayang dengan nyawa kalian" peringatan mbk kunti.


"Iya mbk, kami gak akan lakuin hal-hal negatif di sini, kami cuman pacaran biasa kok, gak ada hal-hal yang negatif yang bakal kami lakuin" jawab Alisa.


"Ingat, hati-hati, jangan sampai kalian bernasib sama seperti anak yang meninggal 10 tahun yang lalu karena dia ngelakuin hubungan suami istri di sekolahan ini" sekali lagi mbk kunti memperingati mereka.


"Emang kenapa dengan anak itu mbk?" penasaran Alisa.


"Dia meninggal dunia di sekolahan ini karena di bunuh pacarnya sendiri, sebenarnya pacarnya gak mau bunuh dia, cuman ada hantu yang masuk ke dalam tubuhnya, hantu itu menggunakan tubuh pacarnya untuk mencekik dia hingga mati mengenaskan, dan jasadnya di kubur di situ" tunjuk mbk kunti ke arah taman sekolah, tepatnya di bawah pohon jambu.


Sejak kejadian siswi meninggal dan di kuburan di dekat pohon jambu itu, seketika pohon jambu itu tidak pernah berbuah lagi sampai saat ini, kerangka siswi itu di temukan saat kasus Andin dan Elfa tengah hangat-hangatnya.


"Iya, di taman itu banyak sekali mayat-mayat siswa maupun siswi yang di kuburin di sana, jadi kalau semisal taman itu angker kalian wajarin aja, karena memang banyak misterinya di sana" sahut mbk kunti.


"Mbk siapa yang sudah nemuin kerangka-kerangka siswi itu yang di kuburin di sana?" penasaran Reno.


"Pak satpam, dia waktu itu lagi bersihin taman, gak sengaja dia lihat ada tulang, setelah di gali ternyata itu kerangka manusia, nah habis itu sekolahan ini lama hiatusnya, itu semua terjadi karena kematian siswi itu yang terungkap" jelas mbk kunti.


"Terus cowok siswi yang meninggal itu gimana mbk, apa dia di tahan?" mulai penasaran Alisa.


"Enggak, dia gak di tahan, karena dia juga ikut meninggal, dia meninggal bunuh diri dengan cara loncat dari balkon, tapi kasusnya di tutup sama sekolahan" jawab mbk kunti.


Reno tiba-tiba teringat dengan cerita Roy yang mengatakan kalau dulu ada anak yang meninggal karena loncat dari balkon, dan ternyata itu bener adanya.


"Ngeri banget mbk, tau gini aku gak mau sekolah di sini, mending sekolah di tempat lain aja" bergidik Alisa saat mendengar cerita seram dan kelam yang pernah ada di sekolahan ini.


"Tapi kalian masih beruntung ada yang jaga walaupun dari kejauhan, biasanya kalau penghuni sekolahan ini dengar ada anak yang baru pacaran, mereka biasanya langsung nampain wajahnya yang awalnya senang, sedih hingga berubah menjadi MENYERAMKAN"


Keduanya menelan ludah pahit, cerita mbk kunti membuat mereka bergidik ngeri.


"Kalau semisal kalian ketemu atau melihat hantu sepasang kekasih, jangan kalian dekati, mereka cuman ingin buat kalian seperti mereka" peringatan mbk kunti.


Mereka masih diam dengan pandangan yang tertuju pada sesuatu, mereka menatapnya tanpa berkedip.


"Apa itu hantu sepasang kekasih yang mbk maksud" tunjuk Reno ke arah tiang bendera, di sana ada dua pasang kekasih yang tengah bercanda, namun wajah mereka pucat pasi.


Mbk kunti melihat ke arah apa yang Reno tunjuk.


"Betul, itu memang mereka, mereka adalah siswa dan siswi yang meninggal di sekolahan ini, si cewek itu meninggal karena di cekik sama si cowok, dan si cowok meninggal karena bunuh diri dengan cara loncat dari balkon, mereka yang mbk ceritain barusan"


"Kalian harus hati-hati sama mereka, mereka adalah pasangan kekasih yang selama ini menjerumuskan anak-anak sehingga berubah menjadi seperti mereka, kalian jangan sampai kena juga"


Mereka berdua menelan ludah pahit, pandangan mereka terus tertuju pada dua hantu yang wajahnya pucat pasi, semakin lama di tatap wajah mereka berubah menjadi menyeramkan, darah mengalir di hidung dan juga mulut, darah itu sudah tidak berwarna merah lagi melakukan warna hitam.


Dua pasangan kekasih itu menatap ke arah mereka dengan tatapan mata melotot tajam.


Alisa dan Reno menelan ludah pahit saat di tatap seperti itu.