
Kami semua setuju lalu masuk ke dalam rumah karena malam yang semakin lama semakin dingin dan tambah mencekam, apalagi di desa saat ini tengah di serang oleh gangguan hantu terompah yang membuat desa berubah menjadi desa mati.
"Sana balik ke kamar kalian, lalu tidur karena besok kalian harus sekolah, kalau kalian gak tidur nanti kalian kesiangan bangunnya" suruh bunda.
"Baik ayah bunda" jawab kami yang setuju.
Kami bertiga berpencar, Angkasa masuk ke dalam kamarnya sementara kami berdua menaiki tangga yang lumayan panjang itu.
Ayah dan bunda masuk ke dalam kamar, setelah memastikan kalau ayah dan bunda sudah masuk ke dalam kamar, kami berdua menuruni anak tangga dengan sepelan mungkin, kami berusaha untuk tidak menimbulkan bunyi walau sedikitpun agar tidak ada yang mendengarnya.
"Sa bunda sama ayah udah masuk ke dalam kamar gak?" aku mengatakan hal itu dengan suara yang sepelan mungkin agar ayah, bunda ataupun yang lainnya tidak mendengarnya.
Alisa mengintip untuk memastikan apakah ayah dan bunda sudah masuk ke dalam atau belum, ia tidak mau bunda dan ayah melihat kalau kami masih belum tidur.
"Kayaknya udah, mereka sudah masuk ke dalam kamar, kita aman sekarang, mereka gak akan tau kalau kita gak balik ke kamar" jawab Alisa yang merasa lega saat pintu kamar bunda dan ayah tertutup rapat, itu menandakan kalau ayah dan bunda sudah masuk ke dalam kamarnya.
"Kalau seperti itu kita ke ruang tamu aja, kita tidur aja di sana, aku gak mau tidur di kamar, aku takut di ganggu sama hantu yang nongol di jendela kamu"
"Iya, aku juga gak mau za, aku masih takut balik ke dalam kamar, ayo kita tidur di ruang tamu aja, aku jamin gak akan ada yang bakal gangguin kita di sana"
Aku mengangguk setuju, kami berdua dengan berjinjit berjalan mendekati ruang tamu, kami berusaha tidak menimbulkan suara walau sedikitpun karena kami tidak mau ayah dan bunda dengar dan mereka akan menyuruh kami masuk ke dalam kamar seperti tadi.
Sungguh rasanya lega hati ku saat kini aku sudah berada di ruang tamu tanpa siapa pun yang akan memarahi kami.
Aku merebahkan tubuh ku di kursi panjang yang ada di ruang tamu, tubuh ku terasa lelah karena berurusan dengan hantu sejak tadi pagi hingga sampai saat ini.
"Akhirnya kita bisa tidur dengan nyenyak malam ini, sumpah aku gak pernah kepikiran kalau kita akan di ganggu sama hantu terompah dan hantu seram itu"
"Kamu masih mending hantu seram itu gak datangin kamu, lah aku di datangin sama dia, dia seram banget lagi, tapi aku heran loh za"
"Heran gimana?" aku mulai penasaran pada apa yang Alisa herankan.
"Heran aja, kok bisa ada hantu serem itu yang nongol di jendela kamar aku, emang di desa ini ada orang yang mati, perasaan gak ada berita apa-apa deh yang aku dengar"
"Iya juga, aku juga heran kok bisa gitu ada hantu yang serem banget dan gangguin kita padahal di desa gak ada orang mati, biasanya kan kalau ada orang mati pasti ada beritanya, gak mungkin gak ada"
"Apa mungkin dia bukan hantu yang berada dari desa ini" pikir Alisa.
"Tapi kalau bukan dari desa ini untuk apa dia gangguin kita sa, masa dia cuman gabut aja dan gangguin kita berdua hingga seperti itu"
"Bisa aja kalau dia itu hantu yang ingin minta tolong sama kita, mangkanya dia datangin kita"
"Kalau dia ingin minta tolong, kenapa dia gak bilang sama kita tadi, kayaknya dia memang ingin nakut-nakutin kita, seumur-umur aku gak pernah di datangin hantu yang serem banget kayak gitu, biasanya kan walaupun seseram-seramnya hantu, mesti baik saat ingin minta tolong, tapi ini tidak, jadi aku yakin banget kalau dia gak mau minta tolong cuman ingin nakut-nakutin kita aja"
"Iya sih, wajahnya memang serem banget, aku aja sampai kaget banget saat lihat yang begituan, tapi aku heran loh za"
"Heran kenapa lagi?"
"Heran aja, kok bisa ya ada hantu yang masuk ke dalam rumah ini, di mana mereka berlima, kenapa mereka gak jagain rumah, bukannya bisanya mereka selalu jagain rumah, tapi kenapa sekarang mereka teledor banget dan bisa ada hantu yang berhasil masuk ke dalam rumah dan sudah bikin kita ketakutan"
"Iya juga, kayaknya mereka lagi cari tau tentang hantu terompah deh, besok aja kita tanyain pada mereka tentang hantu terompah itu, mereka pasti sudah dapatin informasi yang lebih banyak lagi dari pada kita"
"Iya, semoga aja mereka punya informasi lain lagi, aku gak mau nanya langsung sama hantu terompah, dia aja kayak dendam banget sama aku walaupun bukan aku yang sudah bikin dia meninggal"
"Sa aku sebenarnya ingin tau siapa orang yang sudah bunuh hantu terompah dan untuk tujuannya ngelakuin itu"
"Tapi masalahnya siapa yang setega itu di desa ini, aku merasa gak mungkin orang di desa ini sejahat itu hanya karena ingin kaya, masa cuman ingin kaya sampai segitunya"
"Za orang itu bisa ngelakuin apapun demi kekayaan, dia bisa aja gelap mata dan bunuh orang dengan cara rampok kaya gitu, emang kalau di pikir pake logika gak akan mungkin ada orang yang setega itu, tapi nyatanya banyak yang begituan, hanya saja kita gak tau kalau hati si A dan si B busuk, mukanya aja yang sok baik, tapi hatinya busuk kayak bau pocong yang lewat"
Aku diam, aku memikirkan siapa orang yang patut di curigai sebagai tersangka, aku rasa dia tidak jauh dari sini, pasti aku kenal dengannya cuman aku tidak tau kalau dia adalah seorang perampok.
"Siapa ya sekiranya orang yang sudah setega itu, aku penasaran banget sama dia, aku ingin segera tangkap dia agar hantu terompah itu gak gangguin warga-warga lagi, kasihan warga yang sudah tertekan karena keberadaan hantu itu, mereka jadi gak keluar rumah sama sekali karena takut sama hantu terompah"
"Besok saat pulang sekolah kita cari dia za, kalau sekarang mana mau aku keluar rumah, aku takut ketemu lagi sama hantu terompah, untung aja dia tadi gak apa-apain kita, aku sudah takut banget dia melakukan hal yang tidak-tidak pada kita"
"Iya, besok kita cari tau tentang pelakunya, aku yakin dia pasti gak jauh dari sini, kita harus tangkap dia biar dia gak ganggu kita lagi"
Alisa setuju, ia terus menatap ke depan dengan pikiran yang tertuju pada hantu terompah yang seramnya minta ampun.
"Duaaarr!
"Aaaaaaahhh!"
Sontak kami berdua berteriak nyaring saat mendengar suara ledakan yang sangat keras di tengah malam.
"Za suara apa itu" Alisa langsung memeluk ku, ia benar-benar ketakutan saat di tengah malam mendengar suara ledakan dahsyat.
"Aku gak tau, tapi menurut feeling aku, suara ledakan itu berasal dari luar, ayo coba kita lihat, kita harus pastikan apa yang meledak di luar"
"Aku gak mau za, aku gak mau keluar rumah, aku takut ketemu sama hantu terompah, aku sudah trauma melihat wajahnya yang seram itu"
"Tapi kalau kita gak keluar rumah sa, kita gak akan tau dari mana asal suara ledakan itu, ayo kita keluar aja, kita harus cek langsung biar kita tau suara ledakan itu dari mana dan apa bahayain kita atau enggak"
"Tapi...
"Gak ada tapi-tapian, ayo kita keluar, mau tidak mau kamu harus ikut aku keluar, kita harus cek dengan mata kepala kita apa yang barusan meledak itu, kalau sekiranya bahaya kita harus bangunin mereka semua yang lagi tidur"
"Iya, ayo kita keluar" Alisa akhirnya pasrah, ia mau keluar bersama ku untuk mencari tau apa yang barusan meledak sehingga suaranya terdengar dashyat di telinga kami.
Aku melihat ke arah jendela sebelum keluar, di luar tidak ada apapun yang aku temukan, halaman rumah kosong, satu makhluk halus pun tidak ada yang ku lihat, kondisi halaman rumah benar-benar kosong.
"Gak ada apapun di luar tau sa, tapi kenapa suara ledakannya kayak berasal dari luar, masa iya suara ledakan itu gaib, langsung hilang begitu saja, aku rasa gak mungkin pasti ada seseorang yang ledakin sesuatu di sekitar rumah ini" yakin ku karena suara ledakan barusan itu benar-benar keras.
"Mungkin aja suara ledakan itu memang gaib" dugaan Alisa.
"Gak mungkin sa, gak mungkin suara ledakan sekeras itu gaib, secara logika siapa yang sudah ngirim begituan ke rumah kita kalau memang benar suara ledakan itu gaib"
"Bisa aja orang yang dengki sama keluarga kita, kita kan gak tau mana orang yang baik dan yang buruk, mereka bisa saja melakukan hal ini pada keluarga kita tanpa sepengetahuan kita"
"Tapi aku yakin sa kalau suara ledakan itu bukan kirim dukun atau apapun, aku rasa ada sesuatu yang meledak di depan, ayo kita keluar saja, kita harus cek biar gak penasaran dan asal menduga seperti ini"
"Iya, ayo kita periksa aja langsung, baru kita bisa tau dari mana asal suara ledakan itu, aku juga penasaran apa yang barusan meledak di depan"
Aku mengangguk, aku dengan pelan-pelan membuka pintu supaya tidak ada orang yang mendengarnya, lalu keluar dari dalam rumah di susul oleh Alisa, kami sangat penasaran pada suara ledakan yang tadi kami dengar.
Kami yakin pasti ada sesuatu yang meledak di depan hingga suaranya terdengar keras seperti itu.
Kami berjalan keluar dari dalam rumah dengan sepelan mungkin agar tidak ada orang yang mendengarnya.