
"Gak usah kalian pura-pura baik sama saudara kembar aku, kalian kan yang sudah bully dia sehingga dia gak betah berada di sekolahan ini!"
"Enggak, kami gak pernah bully dia, yang selalu bully dia itu Roy, bukan kami" membela diri Fatir saat ku tuduh seperti itu.
"Halah, aku gak percaya, kalian pasti yang sudah bikin saudara kembar aku gak betah sekolah di sini!"
"Kamu jangan asal nuduh, kami gak pernah lakuin itu, walaupun kami satu kelas, kami gak sekeji itu" jawab Kenzo.
"Aku gak percaya, kalian pasti yang sudah bikin Alisa gak betah sekolah di sini" pertegas ku yang benar-benar geram pada mereka semua karena mereka Alisa bisa jatuh pingsan.
"Demi Allah, bukan kami yang sudah bully Alisa, di kelas biasanya cuman Roy yang suka bully Alisa, kami gak pernah sekalipun bully dia, kamu jangan asal nuduh!" bantah keras Kenzo, ia benar-benar tidak suka di tuduh dengan sesuatu yang tidak pernah dia lakukan.
"Tapi aku sangat yakin pasti ada anak lain yang ganggu Alisa, bukan Roy saja, cepat bilang sama aku, siapa anak yang sudah bikin Alisa gak betah sekolah di sini, aku akan kasih dia pelajaran, biar dia tidak ganggu saudara kembar ku lagi!"
Mereka semua diam, tak ada satupun di antara mereka yang mengeluarkan suara.
Aku mulai merasa aneh saat di antara mereka semua menjadi pendiam, tidak membantah seperti tadi.
"Woy kenapa diam, jawab pertanyaan aku, aku yakin kalian pasti tau siapa yang sudah bully Alisa selain Roy kan, ayo sekarang kalian ngaku, jangan pura-pura lagi!"
Seketika ruangan ini menjadi hening, mereka bertiga mingkep, tidak ada yang membuka mulut sama sekali.
"Kenapa kalian semua jadi bisu, apa kalian berat hati cuma bilang siapa yang sudah bully Alisa, apa jangan-jangan benaran kalian yang sudah bikin Alisa tak betah sekolah di sini!"
"Enggak, bukan kami, kami gak pernah sekalipun gangguin Alisa, apalagi buat dia gak betah sekolah di sini" Kenzo langsung membantah, ia tidak mau aku berpikir kalau faktor Alisa tidak betah sekolah di sini karenanya.
"Terus siapa yang bikin dia gak betah!"
"Kalian jawab jujur aja, gak akan aku karungin kok orang yang sudah bully Alisa, kalian tidak usah khawatir!"
"Orang yang sudah bully Alisa itu anak-anak cewek di kelas, mereka sering ngatain Alisa gila, Alisa aneh dan lain-lain, tapi untuk yang cowok biasanya cuma Roy doang, di antara kami gak ada yang berani ganggu Alisa sama sekali, kami tidak sejahat itu" jelas Kenzo.
"Oh jadi para betina yang bikin Alisa gak betah sekolah di sini, tak kirain kalian yang sudah bikin kembaran ku gak betah dan minta pindah dari sini" aku sedikit menyindir mereka agar mereka tidak pernah sedikitpun mengganggu Alisa.
"Enggak, kami gak pernah ganggu saudara kamu, kamu jangan asal nuduh" jawab Fatir.
"Tapi aku masih gak yakin kalau kalian gak ada hubungannya dengan Alisa yang gak betah sekolah di sini"
"Astaghfirullah hal adzim, berapa kali kami bilang kalau kami gak pernah ganggu saudara kamu, bisa gak kamu percaya pada kami?" tak habis pikir Kenzo saat aku tidak percaya sama sekali padanya dan kawan-kawannya.
"Enggak, aku gak percaya sama kalian, aku masih yakin kalau kalian yang sudah bikin saudara kembar aku gak betah sekolah di sini!"
"Bukan kami, kami tidak pernah melakukan apapun padanya, cuman hari ini saja kami gak sengaja bikin Alisa terluka, itupun atas dasar ketidaksengajaan bukan di rencanakan!" jelas Kenzo berharap aku mempercayai perkataannya.
"Tapi aku gak percaya sama kamu, aku masih yakin kalau kalian punya dendam pribadi sama saudara kembar ku, dan kalian juga buat dia seperti ini, ngaku gak kalian semua!"
"Kami gak mau ngaku, karena kami gak ngelakuin itu, iya kami tau kalau Alisa begini karena kami, tapi yang jelas kami gak pernah ganggu dia apalagi buat dia gak betah sekolah di sini, aku mohon kamu percayalah sama aku!"
"Tapi aku udah bilang yang sebenarnya, aku gak bohong sama sekali, kamu harus percaya sama aku!"
"Aku tetap tidak mau percaya sama kamu, karena kamu adalah orang yang tidak patut di percayai!"
"Kenapa kamu ngeyel banget di bilangin, aku ini gak pernah sekalipun ganggu saudara kamu, apa yang terjadi saat ini itu karena ketidaksengajaan, tidak lebih!"
"Tapi aku yakin sekali kalau kamu sudah rencanain hal ini sama saudara kembar aku, kamu dendam kan sama dia!"
"Enggak, aku gak pernah dendam, aku tidak punya niat jahat sama sekali, stop tuduh aku yang bukan-bukan!"
"Tapi aku yakin s-
"Stop, stop, stop!" Angkasa melerai pertikaian kami yang terus adu mulut sedari tadi.
"Kalian ini kenapa gak ada yang mau ngalah!" tak habis pikir Alisa.
"Mana mau aku ngalah sama dia, dia sudah bikin Alisa seperti ini, aku harus beri dia pelajaran!"
"Iya aku akui kalau aku yang sudah buat Alisa terluka, tapi hanya kali ini saja, aku gak pernah buat dia terluka, kamu jangan terus nuduh aku yang bukan-bukan!"
"Jelaslah aku nuduh kamu, kamu saja yang sudah buat saudara aku gak sadarkan diri!"
"Tapi itu kan terjadi karena-
"Stop, aku bilang berhenti, jangan kalian berdebat terus!" lerai Angkasa yang tak tahan mendengar percekcokan kami sedari tadi.
"Tapi dia yang salah" kami berdua saling menunjuk, di antara kami tidak ada satupun yang mau mengalah, semuanya ingin menang sendiri.
"Dari pada kalian saling nunjuk antara mana yang benar dan yang salah, lebih baik kita tanya langsung pada Alisa tentang kebenarannya, biar gak terus saling tuduh menuduh" saran Angkasa.
Kami berdua mengangguk kompak, aku memberikan tatapan maut pada Kenzo, aku masih sangat yakin kalau dia adalah dalang utamanya.
Alisa pelan-pelan membuka matanya, ia memegangi kepalanya yang terasa sakit.
"Aaauw" ringisnya yang merasa pusing.
"Sa kamu gak apa-apa" khawatir Kenzo pada keadaan Alisa, ia benar-benar takut ada apa-apa yang terjadi pada Alisa.
"Di mana ini?" merasa aneh Alisa pada tempat yang saat ini ia singgahi.
"Kamu ada di UKS, tadi kamu pingsan karena kena bola, aku bawa kamu ke sini" jelas Kenzo.
Alisa teringat pada kejadian tadi yang menimpanya.
"Maaf sa, aku gak sengaja, aku benar-benar gak sengaja, aku minta maaf yang sebesar-besarnya sama kamu, jujur aku gak tau kalau kamu akan lewat, aku beneran gak tau, suer deh" sesal Kenzo.