MUSE

MUSE
S3 ~ MENGENALMU



MUSE S3


EPISODE 98


S3 \~ MENGENALMU


\~ ada desiran panjang dan menggelitik pada sekujur tubuhku. Perutku terasa panas dan kakiku lemas. Rasanya begitu mendebarkan.\~


_______________


Aku kembali teringat saat-saat aku mengenal sosok Leon. Saat itu kami SMP. Bagaikan singa jantan dengan surainya yang keemasan, Leon yang begitu bersinar selalu jadi pusat perhatian bagi banyak orang di sekitarnya.


Berbeda denganku, aku gendut, jelek, dan pendiam. Aura di sekelilingku begitu suram, kalau Leoan adalah singa, mungkin aku adalah bab1. Benar aku bab1, makanku terlampau banyak dan tubuhku besar.


Kami selalu bermain di rumah setelah pulang sekolah, hal ini sudah kami lakukan dari TK karena kami bertetangga. Kadang kami bertengkar, kadang kami marahan saat berebut mainan, tapi juga saling menyayangi bagaikan saudara. Kami tak satu sekolahan saat SD, jadi Leon tak bisa melindungiku saat aku dihina oleh mereka.


“Besok masuklah SMP yang sama denganku, Kanna. Aku akan melindungimu.” ucapnya dengan suara lantang.


Saat SMP kami kembali bertemu dalam satu sekolah yang sama, namun tidak satu kelas. Leon satu tingkat lebih tinggi di atasku. Aku kelas 1 dan Leon kelas 2 SMP. Di sekolahan aku adalah anak yang pendiam, akupun juga memilih untuk pura-pura tak mengenali Leon. Aku merasa tak pantas bersanding dengan orang yang begitu bersinar.


Leon tak memperdulikannya, ia selalu mendekatiku dan memamerkan pada semua orang kalau aku adalah teman terbaiknya. Sahabatnya dari kecil, ia meminta teman-temanku agar tidak jahil atau menghinaku.


“Kanna adalah teman terbaikku, sayangi dia juga, ya!!” Leon menghampiri kelasku dan merangkul punggungku. Berharap semuanya ikut menyayangiku seperti aku menyayanginya. Saat itu pertama kalinya aku bisa tersenyum begitu lebar di sekolah.


Lalu kisah kami dimulai saat SMA, di mana kami sudah mulai mengenal arti kata cinta. Aku mulai menyukai Leon, perhatiannya membuatku tak bisa tak membuatku tersentuh. Hatiku terus berdesir saat melihat wajahnya. Leon adalah pemuda yang tampan.


Rambutnya hitam dan berkilau, hidungnya macun walaupun sedikit besar, lipatan matanya terlihat tegas, dan bibir bawahnya tebal, mirip Park Jimmin, idol Korea yang banyak di bicarakan oleh teman-teman. Kulit Leon begitu putih dan bersinar, tak kalah dari seorang wanita. Aku sampai iri karenanya.


“Kenapa melihatku begitu lekat?” tanya Leon suatu saat kami sedang berjalan berdua menuju ke sekolahan.


“Aku menghitung jumlah komedomu,” kikihku, aku tak mau mengakui kalau aku sedang mengagumi wajah tampannya.


Aku berteman dengan beberapa anak cewek di SMA. Aku tahu mereka mendekatiku hanya karena aku dekat dengan Leon. Mereka pasti menganggapku bisa membantu mereka mengungkapkan cinta pada Leon. Mereka tak tau kalau sebenarnya akupun menyukai Leon. Aku tak mempermasalahkan pertemanan simbiosis itu. Sampai suatu titik aku mendapati mereka bergunjing di belakangku.


“Fotonya jadi jelek karena ada Kanna.”


“Iya, susah-susah aku tampil cantik, nggak bisa diupload ke sosmed.”


“Lihat matanya sipit dan hidungnya lebar, mana wajahnya begitu besar!”


“Dia lebih mirip bab1 dibandingkan manusia.”


Itulah kalimat yang membuatku sakit hati, membuatku ingin menangis, dan membuatku ingin kabur saja dari kenyataan.


Sebenarnya apa salahku? Aku juga tak menginginkan terlahir dengan tubuh jelek seperti ini. Ataupun dengan nafsu makan yang besar seperti ini.


Aku menangis berjam-jam di atap sekolahan. Menyesali kebodohan juga kekurangan diriku sendiri. Saat itu aku berpikir ingin mati saja, aku ingin keluar dari tubuh jelek ini!! Aku nggak mau hidup dengan terhina setiap hari.


Aku menaiki beton pembatas, melirik ke bawah dari atap sekolah. Tinggi sekali, mungkin aku bisa langsung mati kalau jatuh ke bawah. Mungkin rasanya tak akan sakit.


Air mataku kembali menetes, rasanya begitu sesak. Dadaku berdebar tak karuan, tanganku dingin, dan kakiku gemetaran. Aku memejamkan mataku dan kembali merasakan kegelapan di dalam hatiku.


Hiks, seseorang tolonglah aku. Aku ingin keluar dari segala luka dan penghinaan ini.


Aku ingin keluar dari kegelapan pekat di dalam hatiku yang begitu menyakitkan.


“KANNA!!!” sebuah teriakan menyadarkanku dari ke khilafanku.


“Kau mau apa?”


“Hiks, aku ingin mati, Leon. Semua menganggap aku jelek dan tidak berarti.” Aku kembali menangis.


“Turun, Kanna!! Kau begitu berarti bagiku!!” Leon mendekatiku, ia kini berada tepat di bawahku. Mendongakkan wajahnya untuk memandang diriku. Ku lihat sorot matanya yang begitu tajam.


“Kenapa kau peduli padaku, Leon? Kau adalah laki-laki yang tampan dan sempurna dalam segala hal. Sedangkan aku....” Aku bertanya padanya.


“Aku menyukaimu, Kanna. Bukan sebagai teman, tapi sebagai seorang laki-laki.” Leon mengulurkan tangannya. Aku bisa melihat wajah Leon merona merah. Ia begitu mengharapkan aku menerima uluran tangannya.


“Kau gila!!! Jangan main-main, Leon!!!” teriakku. Aku tak tahu harus bagaimana menyikapinya.


“Aku tidak main-main, Kanna. Aku mencintaimu.” tangan Leon masih terus terulur, dengan penuh pengharapan dia masih menungguku menerima tanganya.


Dengan gemetaran aku mengulurkan tanganku untuk menyambut tangannya. Detik itu juga Leon langsung menarikku dan membuatku terjatuh dalam pelukkannya. Kami terjatuh, aku menindih tubuh Leon, membuatnya meringis kesakitan.


“Maaf, apa aku menyakitimu?” Aku menggigit jariku dengan panik. Takut berat tubuhku membuatnya tersakiti.


“Tidak, Kanna. Aku sakit karena lantainya keras.” Leon tersenyum, saat itu aku baru menyadari bahwa cowok di depanku ini punya senyuman yang begitu manis.


“Apa ucapanmu serius, Leon?”


“Iya, Kanna. Jadilah pacarku.” Leon menyisir rambutku dengan jemarinya, membawa rambutku ke belakang telinga, Leon memelukku dan berkata, “jangan tinggalkan aku, Kanna.”


“Leon...,”


Saat itu aku tak tahu bagaimana caranya sampai bibir Leon bisa mendarat di atas bibirku. Mengecupnya dengan lembut, seketika itu juga ada desiran panjang dan menggelitik pada sekujur tubuhku. Perutku terasa panas dan kakiku lemas. Rasanya begitu mendebarkan.


Beginikah rasanya dicintai?


Beginikah rasanya saat kau punya orang yang memperhatikanmu?


Menyayangimu?


Ah, Leon, andai saja aku bisa mengulang kehidupanku sekali lagi. Aku akan memilih untuk tidak mengenalmu dan menyakiti hatimu seperti saat ini.


— MUSE S3 —


Habis ini ada romantisnya kisah masa lalu Leon dan Kanna, di baca ya, muach \~ ❤️


MUSE UP!!


YUK DUKUNG CINTA KANNA DAN KISAH HIDUPNYA.


VOTE, LIKE, dan COMMENT


PASTIKAN KALIAN PENCET TOMBOL LIKE DAN VOTE YA BAE!!!


Terima kasih sudah membaca,


Terus Sebarkan rasa cinta untuk banyak orang. Dan berbuat baik bagi sesama


Love,


Dee ❤️❤️❤️