MUSE

MUSE
S7 ~ KEDATANGAN LEVIN



MUSE S7


EPISODE


S7 \~ KEDATANGAN LEVIN


Johana tersenyum, membuat Leoni terbungkam dan semakin kesal. Namun tak ada yang bisa ia lakukan karena salahnya sendiri telah memutuskan Levin.


____________


Sebuah mobil range rover masuk ke halaman sekolahan. Semua warga sekolahan terkejut, siapa yang berani datang ke sekolahan dengan menerobos masuk sampai ke halaman. Tak terkecuali Leoni, gadis manis itu menoleh ke lapangan dari lantai dua.


Rasa penasaran mereka terjawab saat Levin turun. Wajah semua murid yang mengenali Levin sebagai pembalap motor GP langsung melongo. Mereka mengerumuni Levin. Bersua foto sampai meminta tanda tangan. Levin menjadi kesusahan menanggapi permintaan para fansnya.


Leoni ikut membelalak, ia merasa bahagia sekali saat melihat wajah Levin muncul di sekolahannya. Leoni kira Levin telah menerima pesan darinya dan datang untuk menemui Leoni. Namun pupus sudah senyuman di wajah cantik Leoni saat Levin membuka pintu mobil di kursi penumpang.


Levin menggendong Johana turun dari mobil dan meletakannya ke kursi roda.


“Johana??” Leoni menutup mulutnya tak percaya. Apa yang terjadi? Kenapa Levin datang ke sekolah bersama Johana?


Levin dan Johana sampai di tangga, karena kelas Johana ada di lantai dua, Levin harus menggendong Johana lagi naik ke sana karena tidak ada lift.


“Turunin saja, Vin. Aku kan berat.” Johana malu-malu saat Levin menggendong tubuhnya ke atas.


“Enggak kok, ga papa.” Levin tersenyum, sudah kewajibannya mengantarkan Johana sampai ke kelasnya.


Semua kamera membidik ke arah Johana dan juga Levin. Rasanya bagaikan mimpi karena menjadi sorotan dan highlight dalam sekejap mata. Johana merasa bahagia, kecelakaan yang membawa berkah baginya. Levin adalah idola.


Johana mempererat pelukkannya di lehen Levin. Aroma tubuh Levin membuatnya merona kemerahan. Merasakan dada bidangnya yang keras juga membuat jantung Johana beedebar tak karu-karuan. Johana bodoh bila menyia-yiakan kesempatan ini.


Levin memasukki ruang kelas Johana, dan saat itu pula tatapan matanya bertemu dengan tatapan mata Leoni. Levin terpaku, Leoni menatapnya dengan mata berair dan bibir yang bergetar, ketara sekali Leoni sedang menahan air mata. Hatinya terasa begitu sakit, teriris-iris oleh pemandangan barusan. Jantung Leoni bergemuruh, ia pun terpaksa mengepalkan tangannya menahan diri.


Johana melihat Levin dan bergantian melihat Leoni. Kecanggungan itu terasa dingin dan menyesakkan. Johana menjadi penasaran, apa kah ada sesuatu di antara mereka sampai saling memandang dengan begitu intens?


“Aku ambil kursi rodanya dulu.” Levin menurunkan gendongannya ke bangku kayu. Leoni terus menatap keduanya tanpa jemu karena hatinya dikuasai rasa penasaran dan juga terbakar cemburu.


“Hai, Leoni.” Sapa Johana membuyarkan pikiran Leoni.


“Bagaimana kau bisa mengenal Levin??” tanya Leoni to the poin. Johana terbungkam, ternyata benar, leoni dan levin ada hubungan khusus yang tidak ia tahu.


Johana berdiri, ia berjalan mendekati Leoni. Kakinya ternyata tidak lagi sakit, ia bisa bangkit dan meski sedikit terpincang karena bungkus gips, gadis itu masih bisa berjalan.


“Apa maksudmu, Leoni? Jangan bilang kau cemburu denganku karena aku berpacaran dengan seorang pembalap.” Johana tersenyum, ia berpura-pura bodoh dan bahkan mengaku sebagai pacar Levin.


“Kau bohong!” seru Leoni, mereka baru putus, masa Levin dengan mudahnya telah menemukan pengganti.


“Mana mungkin. Lihatlah, aku sudah bisa berdiri dan berjalan, tapi Levin tetap saja menggendongku ke atas sini. Kau lihatkan bagaimana ia memperlakukanku dengan lembut.” Johana menyeringai, ucapan bohongnya mulai membuat hati Leoni semakin panas.


“Aku kira kau gadis yang baik, Na! Aku kira kau sahabatku.” Leoni menggeram marah.


“Hlo, memangnya aku salah apa?” Johana membentak Leoni.


“Levin adalah kekasihku!”


“Oh, Levin bilang dia sudah putus dengan kekasihnya. Jadi apa salahku?!” Johana tersenyum, membuat Leoni terbungkam dan semakin kesal. Namun tak ada yang bisa ia lakukan karena salahnya sendiri telah memutuskan Levin.


BRUK!!


Johana tiba-tiba jatuh dan memegangi pergelangan kakinya yang terluka. Leoni kaget, ia bahkan tak menyentuh Johana, kenapa tiba-tiba ia terjatuh?!


“Johana!!” Levin tiba di pintu masuk. Ia langsung bergegas menolong Johana.


Levin menatap tajam ke arah Leoni, Leoni bergeleng pelan. Ia tak melakukan apa pun!


“Leoni!! Apa yang kau lakukan?” Levin membentak Leoni.


...— MUSE S7 —...