MUSE

MUSE
S5 ~ TANTANGAN



MUSE S5


EPISODE 44


S5 \~ TANTANGAN


\~Bella sedang termangu-mangu, termenung lagi ke arah luar jendela. Seperti burung yang terpenjara dalam sangkar emas, yang menantikan waktu untuk kembali bebas ke langit biru. \~


__________________________


AUTHOR POV


Bella berlari sekuat tenaga, menggandeng tangan Nick, membuat tato King dan Queen milik mereka bersatu. Nick mempererat genggamannya, menggandeng Bella, berlari juga sekuat tenaga.


Menembus angin dan kerumunan turis asing, menyelusiri jalanan kecil dan besar. Berbelok dari satu tikungan ke tikungan yang lain. Sesekali mendapat umpatan dari orang yang tak sengaja tersenggol. Mereka tak menoleh kebelakang, teriakan Lucas pun tak memperlambat laju langkah mereka. Nick dan Bella terus berderap cepat.


Dada keduanya seakan mau pecah, tak bisa dipungkiri tubuh mereka mulai masuk dalam ambang batasnya. Setiap tarikan napas mulai terasa berat dan menderu. Tiap derapan langkah mulai terglayut oleh berkilo-kilo beban berat karena otot yang menegang. Peluh mengucur deras, suhu badan memanas, dan langkah pun terhenti.


Gang buntu, bagaimana ini? Nick menjambak rambutnya panik


Bella membungkuk, memegang lutut sambil mengatur napasnya. Berhenti karena langkah mereka terhalang oleh jalanan mati.


“Bagaimana ini, Nick?” tanya Bella di tengah kepanikan mereka.


Nick menarik tangan Bella, mendorongnya pada dinding kasar yang catnya telah mengelupas. Dalam deruan napas yang menderu tak beraturan Nick memandang wajah kacau Bella. Jemarinya menyisir rambut Bella yang kusut karena keringat dan terpaan angin. Bella menelan salivanya berat, memberikan cairan pada kerongkongannya yang begitu kering.


Nick mengelus bibir Bella yang pecah-pecah karena kering. Mereka bersitatap, Nick memandang sendu ke arah Bella. Mereka berbicara lewat tatapan mata.


Maafkan aku, Bella, aku tak bisa melindungimu. Nick mengelus lembut wajah Bella.


Tidak, Nick. Akulah yang menyeretmu dalam masalah ini. Bella menggigit bibirnya, ia menitikkan air mata.


Nick menghapus air mata Bella, memandang wajah cantik itu sejenak sebelum dengan kasar mencium bibir Bella, melummatnya dengan begitu cepat dan tak beraturan, begitu dalam, meluapkan rasa rindu yang seakan terus meluap keluar. Rasa manis bercampur dengan asinnya air mata Bella, Nick mendekap Bella dalam ciumannya yang panas.


“Aku tak akan menyerah padamu, Bella. Apa kau masih kuat berlari?” Nick menggenggam tangan Bella, Bella mengangguk mantab. Nick tersenyum lebar, bahagia, tanpa menunggu lagi Nick menggandeng Bella, berlari keluar dari gang buntu itu.


BRUUK!!


Tiba-tiba seseorang memukul belakang leher Nick dengan pegangan pistol, membuat Nick terprosok ke depan karena kesakitan. Bella yang masih menggenggam tangan Nick ikut terjatuh, namun sebelum sempat menyentuh tanah, tangan Lucas menangkapnya. Meraih pinggang rampingnya.


“NICK!!!” seru Bella saat gandengan mereka terlepas, Lucas memisahkan mereka berdua secara paksa.


“Argh ... Bella!!” seru Nick juga kesakitan, lehernya berdenyut dan kepalanya berkunang-kunang.


“Mile!”


“Baik, Tuan.”


Miller membubuhkan beberapa pukulan di wajah Nick, membuat pria jangkung itu meringkuk menahan sakit. Nick hanya bisa bertahan untuk melindungi dirinya. Tubuhnya terlalu lemah karena berlari dan terhantam pukulan telak Miller pada lehernya.


“Lepaskan dia Lucas, kumohon!! Aku akan ikut denganmu!! Jangan sakiti dia, kumohon!!” Bella terperosok ke bawah, mencengkram erat ujung kaos Lucas. Air mata Bella mengucur deras, ia hampir berlutut saat Lucas mengangkat tubuhnya paksa.


“Bahkan kini kau rela berlutut untuk lelaki lain, Ella?!” Lucas mencengkram lengan Bella.


“Aku mencintainya, Lucas. Aku bisa melakukan apapun untuk dirinya. Bukankah kau juga tahu seperti apa caraku mencintai seseorang?!” Bella memandang Lucas, matanya merah karena amarah.


“Kau ... Mile hajar pria itu!! Hajar dia!!” bentak Lucas.


“Lucas!! Kumohon!! Lepaskan dia!! Aku akan ikut denganmu!! Aku tak akan mencintainya lagi! Aku mohon Lucas!!” Bella menangis, ia terus memukul dada bidang Lucas dengan kepalan tangannya.


“Bagaimana bisa kau memilih lelaki lemah seperti itu dibandingkan diriku, Ella?!” Lucas menatap nanar pada sosok Nick yang tergeletak tak berdaya, menahan rasa sakit dari wajahnya yang penuh dengan luka dan darah.


“Uhuk ... uhuk ... Bella jangan dengarkan dia, jangan menyerah dengan cinta kita. Aku akan bangkit dan menolongmu.” Nick berusaha bangkit, namun lagi-lagi Miller menendang Nick sampai ia terpelanting ke belakang.


“NICKK!!!” Bella meronta dari dekapan Lucas, sampai akhirnya terlepas.


Bella berlari ke arah Nick, memeluk tubuh pria itu. Bella terus mengusap darah yang menetes dari hidung dan pelipis Nick. Air matanya masih meleleh deras tak kala melihat Nick kesakitan karena dirinya.


“Kau binatang Lucas!! Kau kejam!!” Bella mengumpat pada Lucas sebelum kembali melihat kondisi Nick yang mengenaskan.


“Jangan lanjutkan Nick. Jangan lanjutkan.” Bella terisak, ia menggenggam tangan kekasihnya. Sadar bahwa tak ada lagi yang bisa ia lakukan untuk melindungi Nick selain menyerah.


“My Queen, bagaimana mungkin kau menyuruhku menyerah atas dirimu.” Dengan tergagap Nick berkata sambil mengelus wajah Bella.


“Hiks ... Nick, ku mohon! Jangan lanjutkan semua ini, aku tak bisa melihatmu meregang nyawa hanya demi diriku. Aku wanita hina, Nick, aku tak pantas kau cintai.” Bella mengecup bibir Nick sebelum akhirnya bangkit berdiri.


Lucas mengepalkan jemarinya geram, melihat drama yang terjadi di antara wanita yang sangat dicintainya bersama lelaki lain. Bagaimana mungkin tak membuat hati Lucas panas?!


“Lepaskan dia Lucas!!” Bella berjalan perlahan ke arah Lucas.


“Baiklah, tapi ingat!! Aku akan langsung membunuhnya begitu kau tidak menuruti keinginanku.” Lucas mengulurkan tangannya.


“Baik, aku akan menuruti semua keinginanmu.” Bella menerima uluran tangan Lucas.


Lucas menggandeng Bella pergi dari jalanan kecil yang sepi itu. Bella masih sempat menoleh beberapa kali ke arah Nick sebelum ia menghilang pada belokan jalan.


“ARGH!!!” Nick mengerang geram, tak hanya geram dengan Lucas. Ia pun geram dengan ketidak mampuannya. Ia terlalu lemah, bahkan untuk sekedar membawa Bella kabur dari Lucas.


— MUSE S5 —


Tiga hari kemudian ...


Bella masih saja terus menatap kosong ke arah jendela kaca besar pada kamarnya. Hotel mewah tempatnya bermalam ini punya pemandangan yang sangat luar biasa indah. Namun pemandangan itu kini tak lain hanyalah sebuah nestapa baginya, karena bagi Bella, ia seakan-akan sedang terpenjara.


BRAK!!


Pintu kamar Bella terbuka dengan kasar. Bella berjengit, memutar tubuh untuk melihat siapa yang masuk. Siapa lagi kalau bukan Lucas?


Lucas memandang Bella dengan nanar, wajahnya memerah begitu juga matanya. Ia menahan amarah dan emosinya yang meluap. Sudah tiga hari Bella bersamanya, namun Bella sama sekali tak mau keluar dari dalam kamar, hanya duduk atau berdiri, terus memandang ke arah luar jendela seperti orang bodoh! Makan hanya beberapa suap, tak mempedulikan kesehatannya.


Sore ini Lucas menyuruh Miller mengantarkan gaun hitam pilihannya. Ingin mengajak Bella menikmati makan malam romantis pada skyline restoran hotel, namun sudah satu jam lebih Lucas menunggu dan Bella tak kunjung hadir. Lalu, begitu Lucas masuk ke dalam kamar, ia hanya mendapati Bella sedang termangu-mangu, termenung lagi ke arah luar jendela. Seperti burung yang terpenjara dalam sangkar emas, yang menantikan waktu untuk kembali bebas ke langit biru. Hal ini langsung membuat Lucas murka.


“Kenapa kau tidak datang?!” Lucas memandang gaun hitam yang tergeletak di atas ranjang.


“Aku tidak lapar,” jawab Bella, ia melipat tangannya di depan dada.


“Kau kira melakukan semua tindakan bodoh ini akan membuatku melepaskanmu?” Lucas mendekati Bella, “ternyata kau masih saja naif, Ella!! Kau tak berubah. Tetap bodoh!” Lucas memutar paksa tubuh Bella agar memandang wajahnya.


...


Bella terdiam, jujur dalam hatinya ia merasa sedikit takut saat ini. Wajah garang Lucas membuatnya tercekat saat menelan saliva, ia menunduk untuk menghindari tatapan mata Lucas yang tajam.


“Lihat aku!!” bentak Lucas, ia menaikan dagu Bella dengan kepalan tangannya.


“Apa maumu?” Bella menatap Lucas.


“Ganti bajumu dan temani aku makan!” Lucas menekan ucapannya agar Bella mengerti.


“Aku tidak lapar!!”


“Baiklah jika itu maumu!!” Lucas menarik tali yang mengikat jubah mandi Bella, membuat Bella kelimpungan mempertahankan pakaiannya.


“Lucas kau mau apa?” Bella meronta.


Lucas menarik paksa, membuat jubah mandi Bella sobek dan terlepas dari tubuh indah Bella. Bella langsung berjongkok untuk menutupi kulitnya yang terbuka. Bella hampir terisak saat Lucas menariknya ke atas, masuk dalam dekapan pelukkannya.


“Aku melepaskan pria itu karena kau berjanji akan menurutiku, Ella!! Kini turuti apa kataku atau aku akan membunuhnya malam ini juga!” Lucas berbisik panas pada telinga Bella, ia mencengkram lengan Bella. Bella meringis kesakitan.


“Apa kau mengerti?!” teriak Lucas, Bella tersentak, matanya berkaca-kaca.


“Lucas kau sungguh kejam!”


“Aku tanya apa kau mengerti?!” Sekali lagi Lucas berteriak.


Bella terisak pelan, ia mengangguk tanda mengerti. Lalu dengan perlahan-lahan Bella menarik gaun hitam itu dalam dekapannya. Menutupi bagian depan tubuhnya.


“Keluarlah, Lucas. Aku akan berganti pakaian,” pinta Bella, namun Lucas malah menyahut gaun itu.


“Lucas!!”


Lucas tak mengindahkan teriakan Bella, ia melepaskan satu per satu kait pada bra Bella, Bella menyilangkan tangannya di depan dada sebagai bentuk perlindungan pertama pada tatapan Lucas. Lucas memakaikan gaun itu pada tubuh indah Bella. Bella terdiam, ia menaati dengan pasrah perlakuan tak senonoh Lucas padanya.


Lucas menghentikan aksinya saat hendak menaikan resleting gaun itu. Memandang punggung Bella yang putih dan mulus membuatnya terus menelan saliva. Ia masih mengingat dengan jelas rasa dari tiap-tiap sentuhan lembut kulit Bella pada kulitnya dulu.


Lucas menatap sejenak, ia kembali mengelus lekukan tegas pada garis tulang belakang Bella dengan punggung tangannya. Bella berdesir, ia memejamkan matanya menahan rasa malu dan hina. Lucas mengecup punggung Bella.


“Dulu aku pernah memberimu gaun merah yang cantik.” Lucas menaikkan resleting gaun sampai ke atas.


“Cih ... Ambil saja di rumahku yang dulu.” Bella berdecis sebal.


“Setelah membeli gaun itu aku mengajakmu makan pizza. Kau ingat?” Lucas memutar kembali tubuh Bella, kini mereka bersitatap.


“Berhentilah mengenang masa lalu, semua sudah berlalu.” Bella membuang muka.


“Yang menang boleh minta satu permintaan, dan aku menang.” Lucas mengusap bibir sensual Bella dengan ibu jarinya, Bella terdiam, ia teringat Lucas belum meminta apapun darinya.


....


Bella terdiam, entah apa yang akan diminta Lucas darinya?


“Cintai aku lagi, Ella! Cintai aku seperti dulu lagi.” Lucas mengusapkan wajahnya pada wajah Bella sebelum akhirnya mengecup bibir wanita itu. Menciumnya dengan penuh gairah dan luapan rindu yang tak kalah besar.


Bella menarik bibirnya, mengusap sisa saliva Lucas dengan punggung tangannya.


“I—itu su-sudah tak lagi berlaku, Lucas. Itu masa lalu.” Bella melingsut pergi dari Lucas, membuat Lucas geram.


“Berhenti!!” Lucas menarik sikut lengannya.


“Lucas!” Bella ketakutan saat melihat mata merah Lucas.


“Aku akan memilikimu lagi, Ella!! Aku akan membuatmu jatuh cinta lagi kepadaku.” Lucas menarik Bella, membopongnya ke atas tempat tidur.


“Lucas kau gila!! Lepaskan aku!! Lepaskan aku sekarang!!” Bella menendang Lucas, meronta dengan sekuat tenaga.


“Aku akan membuatmu mengingatnya!! Setiap sentuhan indah yang begitu hangat, setiap kecupan manis yang membuatmu bergetar hebat! Aku akan membantumu mengingatnya, Ella!! Mengingat betapa besarnya cintaku padamu!!”


“Lucas!!! Hentikan!!!” Bella bergeleng ke kanan dan kiri, menghindari bibir Lucas yang ingin mendarat pada bibirnya.


“Kenapa?! Kenapa kau begitu mudah melupakanku, Ella?! Padahal aku tersiksa setiap malam karena memikirkanmu!” Lucas mengangkat tubuhnya. Melihat Bella menangis dan terus menolaknya membuat hati Lucas perih.


“Ini menyakitkan Lucas!!” tandas Bella.


“Ini juga sangat menyakitkan bagiku, Ella!!!” bentak Lucas.


“Kenapa tak kita sudah i saja hal menyakitkan ini dan berjalan pada jalur masing-masing?” Bella mengiba.


“Jalur masing-masing?! Tujuan hidupku kini adalah dirimu dan anak kita, Ella!!” Lucas melepaskan jas dan kemeja hitamnya, menampilkan tubuh atletis yang dulu selalu Bella kagumi.


“Lucas!! Hentikan!!” Bella berusaha menarik dirinya dari cengkraman Lucas.


“Aku akan memberimu seorang anak lagi bila perlu!!” Lucas mengunci kedua pergelangan tangan Bella. Melucuti gaun hitamnya.


“Tidak, Lucas!!!” Bella berteriak, hatinya sesak. Lucas yang dikenalnya saat ini benar-benar kejam dan tak lagi lembut.


Tok ... Tok ...!


Suara ketukan pintu membuat Lucas dan Bella menoleh kaget.


“Tuan!” Miller mengetuk pintu.


Lucas bangkit, ia menahan hasratnya untuk miliki Bella kembali. Bahu Bella naik turun saat mencoba mengatur napasnya. Kelegaan yang memenuhi hatinya ternyata tak bertahan lama saat Miller berkata.


“Pria bernama Nick menunggu anda di bawah Tuan!”


“Dia lagi?”


“Dia bilang ingin menantang anda one on one, kalau menang ia minta anda mengembalikan Nona Bella dengan gentle!”


“Hahaha!! Apa dia bodoh?! Apa dia cari mati?! Baiklah aku terima tantangannya.” Lucas tertawa bahagia.


“Apa kau bilang?” Bella bangkit, menutup tubuhnya hanya dengan selimut.


“Kau dengar, Ella?! Dia yang datang menyerahkan dirinya sendiri padaku.” Lucas menyeringai.


“Lucas, hentikan!! Kau sudah berjanji padaku! Kau berjanji tak akan menyakitinya.” Bella menarik tangan Lucas.


“Apa kau mau memuaskanku malam ini? Kalau iya aku berjanji tak akan membunuhnya.” Lucas mengelus wajah Bella, membuat wanita itu meneteskan lagi air matanya.


“Hiks ... hiks ...!” Bella menangis, tak bisa menjawab Lucas. Ia hanya bisa menunduk dengan pasrah.


“Pakai bajumu Bella!! Ikut aku, kau harus melihat kekalahannya, kau harus melihatnya menderita agar kau bisa melepaskannya dari hatimu!!” Lucas memutar tubuhnya dan belalu.


“Kau kejam, Lucas,” tangis Bella sesunggukan. Tubuhnya merosot kebawah.


— MUSE S5 —


Yo Muse up,


Jangan lupa kasih like, vote, dan comment.


Pemenang pulsa @25 ribu :


Acie Hasibatul A


Niena Saleh


Lasmanah


Rayhantaman.


(Yang milih bucin saya, bukan saya gaes!! Ga boleh protes.. wkwkwkwkwk)


Masuk grup chat Othor, kirim nomor kalian ya. Jangan lupa follow author cantik membahana badai syalala ullala.. 😍😍