MUSE

MUSE
S4 ~ INDRA DAN RASA



MUSE S4


EPISODE 19


S4 \~ INDRA DAN RASA


\~Aku takut kehilangan semua indra ini, karena hanya lewat tubuh Keanolah aku bisa merasakan betapa nyatanya perasaanku pada Inggrid.\~


__________________


KEN POV


Seperti pada ruangan psikiater pada umumnya, ada meja dokter, ada lounge sofa untuk bercerita, ada bau yang mistis yang memang di sengaja diberikan untuk menetramkan jiwa pasiennya. Kali ini bau levender, baunya terkenal dengan peace, relax, and calm. Ruangan itu didominasi warna putih dan biru tua.


“Hallo, Keano.”


“Hallo, Dok.”


“Silahkan duduk! Mari kita dengar kisahmu,” ajaknya.


“Iya.”


Aku mengikutinya duduk, bersandar santai pada sofa empuk. Sofa itu terbuat dari kain velvet yang lembut, berwarna biru dengan aksen glossy. Ada beberapa bantal untuk membuatku lebih relax, aku mengambil salah satunya dan menyelipkan di antara paha dan siku lenganku.


“Nyaman?” tanyanya.


“Iya, nyaman.”


“Baiklah, bisa kita mulai konsultasinya?”


“Bisa, Dok.”


Aku menceritakan semuanya, mulai dari saat papa meninggal dan bagaimana Ra terbentuk sebagai bentuk lain dari kepribadianku. Aku sangat ingin menghapus keberadaanya. Aku ingin kembali menjadi Keano.


“Wah, kasusmu cukup jarang di temui, tapi bukan berarti tidak ada. Tapi kalian bisa saling bercakap dan juga berkoordinasi dengan baik, ya?”


“Benar, kami bahkan bersepakat untuk berganti giliran saat malam.”


“Bagaimana dengan, Ra? Apa dia tahu kau ingin menyingkirkannya? Bisakah dia mendengar kita saat ini?”


“Entahlah, kalau dia tertidur dia tak bisa mendengar, kalau dia bangun dia bisa mendengarnya.”


“Kalau dia mendengar dan tak bisa menerima keputusanmu bagaimana? Apa kau tidak takut dia memberontak?”


....


Aku diam, tak bisa menjawab pertanyaan dari psikiater itu.


“Kalau sampai dia menyakitimu saat kesadarannya muncul apa yang akan kau lakukan?”


Aku kembali membisu, Ra pernah menyakiti Inggrid dan aku tak bisa mengalahkan tekatnya untuk keluar dan menguasai tubuh ini. Sementara Ra dengan mudahnya bisa keluar masuk ke dalam tubuh ini. Apa benar tekat Ra begitu kuat untuk menjadi Keano, atau bahkan mungkin sebenarnya Ra lah pemilik tubuh Keano, dan akulah kepingan jiwanya yang terpecah?!


“Aku tidak tahu, Dok.” Kugelengkan kepalaku pelan.


“Baiklah, kau harus menjawab pertanyaanku, Ken. Karena bisa saja Ra memberontak dan menyakiti dirimu. Kau harus memikirkan juga konsekuensinya.”


“Jadi tindakan selanjutnya?”


“Kita akan mencoba hypnoterapi untuk mengetahui keadaan alam bawah sadarmu. Siapa sebenarnya di antara kalian berdua yang memiliki tekat kuat? Dan apa tujuan kalian masing-masing?”


Sesudah mendengar penjelasan dokter aku mendadak lemas. Hatiku begitu ketakutan, aku malah jadi tidak percaya dengan diriku sendiri, apa benar aku tak punya tekad sekuat Ra?


Yang aku tahu Keano adalah pribadi yang lembut, dia rajin dan suka belajar, dia memang sedikit lemah dan kurang PD, jauh berbeda dengan Ra. Bukankah kalau di lihat sepintas itu adalah aku.


Tapi kenapa Ra dengan bebas keluar masuk dan aku tidak. Lalu, sebenarnya siapa di antara kami berdua yang adalah gambar dirinya yang asli?


Aku menghampiri Inggrid yang tertidur di kursi tunggu. Kasihan sekali, dia pasti lelah karena menggungguku. Aku bahkan tak menghasilkan apapun di dalam sana. Aku sama sekali tak bisa menjawab pertanyaan dokter. Aku kurang percaya diri dengan keadaanku saat ini.


“Ayo kita pulang, girl!”


“Baik.”


Namun tiba-tiba, Ra menukar kesadaran kami. Sialan!!


RA POV


Sepanjang perjalanan aku terus merenungkan kondisi kami berdua. Benarkah Inggrid ingin menghapusku? Benarkan Ken dan Inggrid ingin menghilangkanku dari tubuh Keano.


Sore itu saat melihat bola matanya yang berbinar begitu indah, dan juga wajahnya yang manis. Aku terlalu terbawa suasana sampai begitu menginginkannya.


Saat aku mulai mendekap tubuhnya dari belakang ada banyak rasa yang menghantuiku. Aku begitu sedih, takut, kecewa, dan juga terluka.


Aku takut tak bisa lagi melihat wajahnya.


Aku takut tak bisa lagi mendengar suaranya.


Aku takut tak bisa lagi menyentuh tangannya.


Aku takut tak bisa lagi mengecap manis bibirnya


Aku takut tak bisa lagi mencium feromon yang memabukkan dari tubuhnya.


Aku takut kehilangan semua indra ini, karena hanya lewat tubuh Keanolah aku bisa merasakan betapa nyatanya perasaanku pada Inggrid.


“I want you, Inggrid.”


“I want you too, Ken.”


Aku bahkan rela dia memanggilku Ken hanya demi merasakan kenikmatan bibirnya dan dekapan hangatnya.


Benarkah kau menginginkan aku pergi girl?!


— MUSE S4 —


•••


Mama datang di saat yang tidak tepat, mengganggu pergulatan kami. Tapi baguslah, aku sepertinya tak jadi menjiilat ludahku sendiri. Padahal aku sering gembar gembor agar Ken tak menyentuh Inggrid. Untuk tidak merusak masa depan Inggrid dan juga Keano. Tapi hanya karena ciuman manisnya saja aku begitu menginginkannya. Ingin memiliki Inggrid seutuhnya. Mungkin benar kata Ken, pesona Inggrid terlalu susah untuk di tolak.


“Inggrid, Mami dengar kau tidak kuliah. Kenapa?”


“Males, Mi. Otak Inggrid nggak mau mikir lagi.”


“Apa Daddy dan Mommymu tahu kau tidak ingin kuliah?”


“Belum, mereka belum tahu.”


“Beri tahu mereka Inggrid, walaupun kau berhak menentukan masa depanmu. Tapi pertimbangan orang tua itu penting! Karena yang mereka pikirkan pasti tetaplah selalu yang terbaik untukmu.”


“Memang kalau nggak kuliah rencanamu apa?” tanya Mama.


“Melamar Keano!! Hahaha,” tawa Inggrid senang.


BRUUSSH ...!


Air di dalam mulutku langsung menyembur ke luar.


“Hei!”


“Kenapa?”


“Keano masih kuliah, buat bayar uang kuliah aja masih susah. Apa lagi buat menghidupi anak orang?” tegasku.


“Oh, nanti biar Inggrid yang menghidupi Keano,” tukasnya senang.


“Eh, gila! Memangnya cewek nggak kuliah bisa cari kerja?”


“Uang Inggrid banyak tahu!! Lagian bukannya kau sudah tak tahan juga, Ken?”


“Tak tahan apa?” Mama mengerutkan alisnya.


“Bikin ba—,” jawabannya terpotong.


“Girl!!” Aku langsung menginjak kaki Inggrid dan memberinya kode! Mama ada di depan kita. Masa iya dia mau buka aib sendiri?!! Gebleknya nggak ketulung ini anak.


“AUCH!!!”


“Kenapa Inggrid?”


“Digigit semut, Mi!”


Inggrid menatap tajam ke arahku sambil kamat kamit, protes dengan kelakuanku yang menyakiti kakinya. Tapi aku terpaksa, habisnya anak ini mau ngomong sama mama kalau kami hampir melakukannya tadi. Aku pasti bakalan dipecat jadi anaknya kalau sampai ketahuan.


“Cuci piringnya Ken, mama capek mau mandi dan istirahat. Pesanan kue hari ini banyak sekali.” Mama merenggangkan tangannya ke atas.


Aku kasihan melihatnya, dia masih bekerja di cafe padahal punya toko kue sendiri. Dia bekerja keras sampai seperti itu demi Keano, agar mencukupi kebutuhanku berkuliah.


“Kemarikan piringnya!”


“Mau aku bantu?”


“Boleh.”


Aku memasukkan semua piring kotor ke bak cuci piring. Mengusapnya dengan busa sabun agar lemak dan kotorannya segera menghilang. Inggrid berdiri di sampingku dan membilas sisa sabunnya dengan air bersih.


“Sejak kapan kau berubah jadi, Ra?” tanya Inggrid, ternyata dia bisa mengenaliku.


“Kau mau jawaban jujur atau bohong?” tanyaku balik.


“Jujur.”


Aku menghentikan kegiatanku untuk memandang wajahnya. Apa dia akan marah saat aku mengatakan bahwa aku yang telah mencumbunya? Apa dia akan kecewa karena melakukannya bukan dengan Ken melainkan denganku?


“Sejak kita berciuman di taman.”


“Apa?”


“Iya, aku mengaku sebagai, Ken, sejak tadi.” Aku kembali melanjutkan kegiatanku mencuci piring.


“Kenapa kau berbohong? Kenapa kau menjadi Ken?”


Inggrid marah, ternyata benar. Dia sama sekali tak mencintaiku, dalam hati dan pikirannya hanya ada Ken! Ken terus! Dan Ken lagi!


“Kenapa?! Tentu saja untuk membalasmu!” Aku ikut marah, bahkan sampai saat kita berdua memadu rasa saja kau masih bisa terus menyebut namanya!


Walaupun sebenarnya tadi aku benar-benar melakukannya atas dasar cinta dan kasih. Namun rasa sakit hati membuatku mengatakan yang sebaliknya.


“Membalas apa?!” Mata cantiknya melebar.


“Kalian ingin menyingkirkanku bukan? Kalian ingin menghapus keberadaanku!”


Aku geram, aku cemburu dan marah!


Baiklah, kalau memang itu mau kalian!


Aku tak akan menyerah untuk membuatmu menderita bersama dengan Ken.


“Maka dari itu kau melampiaskannya padaku?” Inggrid mulai menangis.


“Iya!! Aku ingin memilikimu agar Ken menderita! Aku ingin merusakmu agar kau tahu betapa buruknya Ken!”


“Bagaimana bisa kau setenang ini? Bagaimana bisa kau biasa saja setelah melakukan hal itu padaku? Bagaimana kau bisa berbohong segampang ini, Ra!!” Inggrid sepertinya kecewa, kenapa dia harus kecewa? Dia bahkan tak menyukaiku, bukan?


Tanpa berucap Inggrid berlari menyahut tasnya dan pergi ke luar.


“Sial!!” umpatku.


Ternyata bagi Inggrid aku tak lebih dari pengganggu hidupnya dan Ken. Inggri dan Ken memang ingin menghapus keberadaanku. Baiklah, akan kubuat kalian berdua merasakan juga rasa sakitku.


— MUSE S4 —


Dasar Ra, ngapain nggak ngomong aja kalau dikau suka sama daku? Eh salah, sama Inggrid. Wkwkwkwk


Aku ma cintanya ama readerskuh. 😘🥰


Ya nggak gaeskuh..


Janhan lupa di vote


Jangan lupa di like


Jangan lupa di comment


Banyakkan biar happy teros semangat nulis


Nanti sore up lagi.


❤️❤️


Noted:


Hypnoterapi adalah suatu bentuk terapi pikiran dengan munggunakan hipnosis/hipnotis. banyak sekali manfaat dari hipnoterapi, karena ia bekerja di wilayah pikiran bawah sadar, yang menguasai 88% kontrol atas fungsi otak dan tubuh secara keseluruhan. sedangkan Hipnotis/Hipnosis adalah membawa seseorang untuk memasuki kondisi relaksasi agar bisa masuk ke pikiran bawah sadar, untuk kemudian diberikan sugesti atau pemaknaan ulang atas masalah yang dialami.


(Sumber, alo dokter)