MUSE

MUSE
S2 ~ KOPI



MUSE S2


EPISODE 65


S2 \~ KOPI


\~ Seandainya saja Kalila juga mengetahui kekuranganku, mengetahui penyakit kejiwaanku ini? Apakah dia juga mau menerimaku dengan apa adanya? \~


•••


Musik jazz mengalun lembut menemani makan malam kami hari ini. Hari ini aku makan malam bersama Kak Lenna dan Julius. Kami memilih sebuah restoran berbintang lima yang menyajikan menu staeak dan menu masakkan western lainnya. Restoran yang kami datangi memang cukup terkenal. Banyak artis dan kalangan atas yang makan di tempat ini.


Aku memesan steak daging sapi jenis black angus. Bosan memakan wagyu, aku mencari daging yang lebih sedikit berlemak. Black agus memang tak sesehat wagyu, tapi ratanya lemak membuat daging ini terasa lebih nikmat. Aku biasa memesannya dengan tingkat kematangan medium well, di mana daging tidak terlalu matang namun juga tidak sepenuhnya mentah. Teksturnya lembut dan meleleh di dalam mulutmu. Kau bisa memadukannya dengan berbagai macam sayuran pendamping, sauteed mushroom, atau potato wadges. Pilihan sausnya pun bermacam-macam, BBQ dan Lada hitam adalah pilihan yang paling digemari.


“Kudengar kau memindahkan kantormu ke kota ini?” Julius bertanya padaku.


“Bukan memindahkan, aku membuat kantor cabang,” jawabku.


Seorang pelayan menyuguhkan wine pada kami bertiga. Wine memang sangat nikmat saat berpadu dengan kelembutan daging sapi. Membuat rasa dagingnya semakin manis.


“Thanks.” ucap Kak Lenna pada pelayan tadi.


“Pertanyaannya adalah kenapa?” Julius kembali padaku.


“Maksudmu, Kak?”


“Kenapa kau membuat kantor cabang di sini? Bukankah itu sesuatu pemborosan?” Julius yang sama-sama pembisnis tentu bisa langsung tahu kalau tindakkanku memang sebuah pemborosan. Dan aku melakukan semua itu demi seorang wanita.


“Yah, agar dekat dengan kalian.”


“Kau bohong, Arvin. Kakak tahu sekali dengan sifatmu yang begitu bebas.” ledek Kak Lenna.


“Apa kau punya gadis yang kau sukai di sini?” tebak Julius. Dan benar sekali tebakannya tepat sasaran.


“Bagaimana kau bisa tahu?” senyumku malu.


“Hanya wanita yang bisa membuat seorang laki-laki kehilangan akal sehatnya.” Julius menggenggam tangan Kak Lenna.


“Benar, dia benar-benar membuatku tergila-gila dan menjadi orang gila,” kikihku.


“Apa gadis itu Diana?”


“Hah????” Aku heran dengan pertanyaannya.


“Diana keponakanku?” tanya Julius lagi.


“Bukan, bukan dia,” jawabku.


Beberapa orang pelayan kembali datang dan menyuguhkan hidangan steak sapi kepada kami, “thanks,” ucapku pada mereka.


Julius saling pandang dengan Kak Lenna. Sepertinya mereka salah mengira tentang hubunganku dengan Diana.


“Aku punya wanita yang aku cintai, Kak. Dan dia bukan Diana,” kataku sembari mengiris daging.


“Apa dia juga mencintaimu?” tanya Kak Lenna.


“Entahlah.” Aku mengangkat bahuku, sampai saat ini akupun tak tahu bagaimana perasaan Kalila kepadaku.


“Wow, dan kau memboroskan hampir 1 juta dollar demi wanita yang bahkan belum pasti mencintaimu?” Julius mengiris daging dalam potongan-potongan kecil.


“Yah, begitulah,” jawabku enteng, toh aku tak menyesal melakukannya.


Julius menukar piringnya dengan piring Kak Lenna. Ia memotongkan daging steaknya untuk Kak Lenna. Kak Lenna menerimanya dengan senyuman dan juga kecupan ringan. Aku melihat rasa cinta yang besar di antara keduanya. Julius mau mencintai Kak Lenna dan menerima kekurangannya.


Seandainya saja Kalila juga mengetahui kekuranganku, mengetahui penyakit kejiwaanku ini? Apakah dia juga mau menerimaku dengan apa adanya? Sama seperti Julius menerima kekurangan Kak Lenna?


Kriiing....🎶


Bunyi deringan ponsel menghentikan kegiatan makanku.


Aleina is calling...


“Kenapa? Bukankah pekerjaan kantor telah selesai?” pikirku.


“Hallo.”


“Tuan, Nona Kalila datang ke kantor. Dia ingin menemui anda.”


“Apa? Kalila ke kantor?”


“Iya, Tuan. Maaf saya harus meninggalkannya. Mama saya datang di bandara, saya harus menjemputnya.” Aleina memang sudah izin padaku dari kemarin.


“Baiklah, aku akan kembali ke kantor. Suru dia menungguku.”


Aku menutup panggilan Aleina dan menyahut kunci mobil.


“Mau ke mana?” tanya Julius.


“Mengejar cintaku,” gelakku disambut senyuman ringan keduanya.


— MUSE S2 —


•••


Aku memacu kendaraan begitu cepat. Jam sudah menjukkan pukul delapan lebih. Kantor pasti sudah sangat sepi, apalagi di lantai 4 hanya ruang-ruang kepala departemen. Tentu saja sudah tidak ada orang. Aku takut Kalila menungguku sendirian di sana. Kalau ada orang yang kurang ajar padanya bagaimana?


“Cepat!! Cepat!!” gumamku. Aku berlari masuk ke dalam lift dan menyuruh lift itu bergerak naik lebih cepat. Yah, walaupun aku tahu itu percuma, namun aku tetap melakukannya.


Ting...


Pintu lift terbuka, aku berlari menuju ruanganku.


Aku menghela napas lega saat melihatnya tertidur pulas di depan ruang kerjaku. Kelihatannya dia terlalu lelah bekerja. Aku harus membangunkannya, dia bisa masuk angin kalau tidur di sini.


“Kalila? Kalila? Baby?” saat membangunkannya, fokusku sedikit tersita oleh sebuah jas hitam yang menyelimuti tubuh Kalila. Milik siapa ini? Apa jas ini milik Kalila? Tapi bukankah ini jas laki-laki?


Akhirnya Kalila bangun, ia tersenyum sangat manis padaku. Ia juga bertanya apakah jas ini milikku? Berarti jas itu bukan milik Kalila, lalu milik siapa? Ada orang yang memberi perhatian pada Kalila saat ia tertidur. Siapa?


“Apa jas ini milikmu, Kak?” Kalila mengulang pertanyaannya.


“Iya, milikku,” maaf Kalila aku membohongimu. Aku hanya tak ingin berbagi dirimu dengan orang lain. Aku tak ingin orang itu mendapatkan rasa terima kasihmu. Bahkan mungkin sedikit perhatianmu.


“Ayo masuk!” ajakku.


“Indahnya.” gumam Kalila.


“Kemarilah!” Aku membuka pelukanku. Menyuruhnya masuk ke dalamnya.


Dengan malu-malu gadis itu mendekatiku, masuk dalam dekapanku. Kami berbagi rasa hangat lewat sebuah pelukan. Tangannya yang ramping mengelus rambutku. Aku suka caranya mengelus rabutku. Menyiratkan kasih sayang yang begitu luar biasa.


“Aku membawakanmu kopi, kau bilang mau minum kopi buatanku.” Kalila menarik tubuhnya.


“Benarkah?”


“Iya, aku ambilkan.” Kalila mengambil sebuah tremos berwarna lime. Aroma kopi yang elegan tercium pekat saat Kalila membuka tutupnya.


“Cobalah.” katanya.


Aku meminum kopi buatannya. Rasanya tak terlalu manis, dia tahu aku tak begitu menyukai rasa manis. Kopi dan creamernya berpadu dengan serasi, aku mengecapnya beberapa kali karena ada sesuatu rasa yang sedikit asing.


“Bagaimana?”


“Seperti ada aroma asap-asapnya.”


“Kau benar, Kak. Aku memanggang biji kopinya sebentar.”


“Unik, enak juga.”


“Habiskan!”


Aku menghabiskan kopi pemberian Kalila. Ia terlihat begitu bahagia hanya karena tahu aku menikmati kopinya. Ternyata membuat gadis ini bahagia tidaklah susah.


“Kau sudah makan?” tanyaku.


“Sudah.”


“Mau pulang?”


“Ayo.”


Aku menggandeng Kalila menuju ke parkiran mobil. Kalila mengikuti langkahku, ia masuk ke dalam mobil begitu aku membukakan pintu untuknya.


“Bagus, ya, mobilnya.” puji Kalila.


“Kau mau?”


“Hah????”


“Aku beliin.”


“Hahahaha.. jangan bercanda!!” Kalila tertawa lalu melotot padaku.


“Hahaha.... Aku tidak bercanda.” Aku tak bisa menahan tawaku, wajahnya sangat menggelikan.


“Tidak, terima kasih. Aku tak bisa menyetir.” jawab Kalila.


“Baiklah. Ayo kita pulang.”





“Masuklah!” Aku menyuruhnya masuk ke dalam kamar sesampainya di apartemen.


“Kau juga pulanglah, Kak.”


“Masuklah dulu.” Aku gemas padanya, kenapa mesti berdebat siapa yang meninggalkan siapa terlebih dahulu?!


“Baik, Kak.” Kalila membuka pintu, lalu masuk ke dalam kamarnya.


“Good nite, Kak.”


“Good nite, Kalila.”


Aku tersenyum membalas senyumannya. Setelah mengelus rambutnya akupun bergegas kembali ke kamarku. Kamarku saat ini hanya berada di samping kamarnya.


“Kak!” tiba-tiba tangan Kalila menarik kemejaku.


“Kenapa?” tanyaku kaget.


“Bisa kau temani aku sebentar lagi?!” Wajah Kalila merona merah, dan dia terlihat begitu cantik.


“Mau di kamarmu atau kamarku?” tanyaku nakal.


— MUSE S2 —


MUSE UP’


MINTA LIKE DAN COMMENT.


Minta VOTE YANG BANYAK!!!


Wkwkwkwkwk


Biar MUSE nambah FEMES.


Ada 3 buah kenang- kenangan dari author buat 3 orang voter terbanyak ya.


Di tutup 15 mei 2020.


Masih lama readers masih ada kesempatan buat vote sebanyak-banyaknya.


Terima kasih atas vote dan cintanya kepada saya ya..


❤️❤️❤️


Sweet luv ya..


SUGENG PASKAH BAGI YANG MERAYAKAN


GOD BLESS YU ALL.