
MUSE S4
EPISODE 2
S4 \~ PROLOG
\~ The Lord is good to those who wait for him, to the soul who seeks him. Lamentations 3:25 \~
________________
Hallo, Namaku Inggrid, aku anak pertama dari pasangan Arvin dan Kalila. Apa kalian merindukan mereka? Hahaha..., kisah cinta kedua orang tuaku memang mendebarkan. Tapi kisah cinta anak-anaknya nggak kalah mengasyikkan kok. So, tetap stay read ya readers.
___________________
Inggrid berarti orang yang suka membela kebenaran dan sangat berani. Aku adalah sosok yang eksentrik sekaligus penuh gaya. Tak seperti adikku Gabby yang cenderung bersikap manis dan feminim. Aku sedikit tengil dan cerewet. Aku tak suka hal-hal seputar rok dan juga gaun. Aku lebih memilih hot pant ataupun jeans. Aku tak suka pita, namun aku suka mewarnai rambutku. Bahkan saat ini rambutku berwarna abu-abu dan pink.
Aku pecinta freestyle, dan seorang grafiti artis. Aku menyukai hal-hal yang berbau freedom! Bukan berarti orang tuaku mengekangku di rumah. Hanya saja jiwaku terlalu bebas, aku tak ingin aturan membatasi kehidupanku dan caraku berkarya.
Jadi apa itu grafiti? Apa kalian tau?
Grafiti adalah coretan-coretan pada dinding yang menggunakan komposisi warna, garis, bentuk, dan volume untuk menuliskan kata, simbol, atau kalimat tertentu.
Biasanya aku menggunakan cat semprot kaleng saat membuatnya. Aku juga punya komunitas, orang-orang dengan hobi yang sama. Suka corat coret dan mengotori dinding dengan seni kami. Mommy sering mengomel saat aku keluar masuk kantor polisi dengan tuduhan yang sama.
Vandalisme!! Oh, For sake of God!
Tak tahukah bagi mereka kalau itu adalah seni?! Kenapa mereka selalu menganggapnya sebagai perusakkan? Katanya seni kami adalah bentuk perusakan bangunan ataupun fasilitas umum? Ayolah, itu hanya cet! Cet dengan sapuan imajinasi dan juga kreatifitas kami.
— MUSE S4 —
•••
Aku menggerakan papan sluncur dengan kedua kakiku, bermain melenggak-lenggok pada jalanan aspal yang rata. Menuju ke sebuah rumah yang tak jauh dari rumahku. Aku masih mengenakan toga dan juga cape hitam yang menandakan kelulusanku hari ini. Alih-alih menemani orang tuaku aku malah pergi ke rumah Keano.
Aku mendorong sketboard sembarangan saat meloncat turun. Papan seluncur itu menabrak dan berhenti di depan pintu garasi. Dengan wajah super marah aku masuk ke dalam garasinya. Aku kecewa karena di hari kelulusan SMA-ku Keano tak datang untuk memberikan ucapan selamat.
“Ken!!” seruku.
Seorang pria jangkung dengan tinggi 185 sedang asyik membetulkan motornya. Wajahnya terlihat tampan namun juga garang dalam waktu yang bersamaan. Dia bertelanjang dada dan itu membuat semua otot kencangnya terlihat. Ah, sialan, kenapa dia harus melepaskan kaosnya?! Membuat rasa marahku menghilang dan berganti dengan rasa gemas.
“Hish...! Berisik! Mau apa kemari?” tanyanya dengan nada sebal.
“Ken! Aku mau bicara dengan Ken!” Aku kembali tersadar, cowok menyebalkan di depanku ini bukan Ken! Dia Ra!
“Dia ada di dalam sini! Ketuk saja!” goda Ra sambil menyeringai, dia menunjuk dada bidangnya dengan jempol tangan.
Wajahku spontan menghangat, senyumku berubah kecut! Sialan cowok brengsek ini. Bisa-bisanya dia menggodaku dengan wajah Keano! Tunggu!! Dia memang Keano! Argh..., Kenapa bisa begini?!
Hanya aku yang tahu rahasia Keano. Lelaki dengan kepribadian ganda. Kepribadian pertaman namanya Ken, dan Kepribadian keduanya bernama Ra. Mereka sama-sama Keano, namun beda sifat. Ken adalah pria yang ku cintai, sedangkan Ra adalah pria yang ku benci.
Argh...!! Kenapa rumit sekali?! Intinya kau akan menemukan dua orang dalam satu tubuh.
“Kenapa tak menghadiri kelulusanku?!” tanyaku dengan nada sebal.
“Hei! Memang siapa dirimu?!” ucapan Ra membuatku ingin menonjok wajahnya, tapi wajah itu adalah wajah Ken!
“Ugh...! Tak bisakan kau kembali dan biarkan Ken keluar?!” Aku mendekatinya.
“Sialan! Baiklah.” Aku menarik tubuhnya dan mendekati wajahnya.
“Ken!! Keluar atau aku akan mencium Ra!”
“Inggrid.” Suaranya melembut, Yeah. My Ken is back!
“Ken!!!” Aku memeluk tubuhnya.
“Wah, wah, sekangen itu ya dengan, Ken?” Suaranya berubah lagi. Ra muncul lagi.
“Kau sengaja menggodaku?!” Aku mendorong tubuhnya menjauh. Ra berpura-pura menjadi Ken.
“Kau bilang ingin menciumku?! Jadikah?!” Ra menarik tanganku dan memaksakan bibirnya menempel pada bibirku. “Ah, Sweet baby!!” goda Ra setelah melepaskan kecupannya!
“Br*ngsek!!” umpatku sebal.
“Ck, walaupun aku benci padamu, nyatanya tubuh ini benar-benar menyukai sensasinya.” Ra mendengus sebal, tentu saja begitu, Ken adalah kekasihku, tubuhnya mencintaiku walaupun sebagian keping jiwa songongnya ini tidak.
Ra memang tak menyukaiku, dia selalu menganggapku serangga yang selalu menempel pada tubuh Keano. Yang membuat Keano menjadi lemah, cengeng, dan terlalu mengutamakan cinta.
Kalian pasti bingunkan?
Aku sendiri saja bingung, namun lama-lama mulai bisa memahami.
Baik Ken dan Ra adalah Keano.
Baik Ken dan Ra adalah satu.
Baik Ken dan Ra adalah pria yang kucintai.
Walaupun Ra menyebalkan tapi Ken sangat manis.
Walaupun Ken terlalu lembut dan baik hati tapi Ra sangat peduli.
Walaupun Ra bodoh tapi Ken sangat pintar.
Walupun Ken pemalu tapi Ra sangat percaya diri.
Mereka saling melengkapi. Mereka membuat Keano menjadi sosok yang sempurna.
— MUSE S4 —
Yo MUSE UP
VOTE!!
Like!!
Comment!!!
Lap yu readerskuh... to the moon and back!!
❤️❤️❤️
Credit pict to owner ^^