MUSE

MUSE
S7 ~ NGAMBEK



MUSE S7


Episode


S7\~ NGAMBEK


Levin menundukkan kepalanya kesal di bawah guyuran air hangat. Mereka bukan lagi anak berusia lima tahun, kenapa masih ngambek-ngambekan tidak jelas?? Apa salahku coba??


___________


Bicara soal siapa yang salah dan siapa yang benar? Keduanya punya pemikiran masing-masing yang tidak salah. Tentang Leoni yang mengkhawatirkan keselamatan Levin, dan Levin yang ingin mengejar impiannya.


Leoni berpikir bahwa Levin merupakan pria yang egois karena mementingkan impiannya dibandingkan hubungan mereka.


Levin berpikir Leoni merupakan wanita yang egois karena mementingkan perasaannya dari pada perasaan Levin.


Levin berjuang keras sampai sejauh ini. Ia membuang segala yang ia miliki di Indonesia —bahkan persahabatannya dengan Farel— dan berangkat ke negeri asing tanpa modal apa pun selain impinnya. Tak bisakan Leoni melihat hal itu??


Bagi Levin, Leoni yang tak pernah menggeluti suatu hal yang sangat serius tak akan mungkin tahu betapa Levin sangat mencintai dunianya.


.


.


.


Pagi itu, Levin menuangkan sirup maple di atas pancake milik Leoni. Dengan cekatan Levin menyiapkan sarapan untuk mereka berdua, sama seperti Kalila yang selalu menyiapkan sarapan untuk seluruh anggota keluarga. Sarapan adalah hal paling sakral dalam keluarga Arvin dan Kalila.


Leoni duduk di depan meja bar sementara Levin berdiri di belakang meja. Suara dengungan mesin mixer mengolah jus buah membuat suasana tegang itu tak semakin mencekam. Perang batin masih terjadi di antara keduanya. Perang perasaan dan ego.


“Kau mau pakai tambahan es?” tanya Levin saat menuang jus ke dalam gelas. Leoni bergeleng malas.


Levin mendengus pelan dan meletakkan gelas di samping piring milik Leoni. Leoni dengan ogah-ogahan menikmati sarapannya. Sementara Levin hanya menenggak jus itu dalam diam, ia pun tak memiliki selera makan.


“Uhuk … kenapa?” tanya Levin, apa pertengkaran mereka semalam membuat gadisnya itu sangat kesa sampai nekat pulang.


“Aku sudah cek jadwal penerbangan, akan ada penerbangan ke Indonesia lusa malam. Aku ingin pulang.” Leoni menunduk, memainkan makanannya karena tak berani menatap wajah Levin yang begitu tampak kecewa dengan pilihan Leoni.


“Ya sudah, mau bagaimana lagi. Itu keputusanmu dan aku tak bisa menahannya.” Levin menghela napas panjang. Ia menaruh gelas kaca dan meninggalkan Leoni menuju ke kamar untuk membersihkan diri.


Leoni tertunduk, air matanya luruh. Menetes pada punggung tangan. Apa yang terjadi? Kenapa tiba-tiba hubungan mereka merenggang hanya dalam waktu semalam.


Dia bahkan tidak menahanku untuk tinggal bersamanya. Aku jadi ragu, apa dia benar-benar mencintaiku? Batin Leoni. Gadis itu pun mengusap air matanya dan kembali ke dalam kamar untuk membereskan barang-barangnya.


.


.


.


Di dalam kamar mandi, Levin merenung di bawah guyuran air. Padahal Levin sudah menyiapkan kado spesial di hari ulang tahun Leoni minggu depan. Padahal Levin sudah menahannya untuk tinggal di Madrid lebih lama agar bisa menikmati makan malam romantis sembari melamar Leoni. Levin sungguh ingin serius membuat ikatan dengan kekasihnya itu. Meski mungkin saat ini mereka baru berusia 17 tahun dan bahkan Leoni belum lulus SMA, namun Levin ingin membuktikan keseriusan hubungan mereka.


Sebagai seorang wanita tentu saja hubungan jarak jauh yang mereka jalani butuh kepastian, dan sebagai seorang pria sejati, Levin ingin membuktikan keseriusan cintanya.


“Argh ... Damn it!!” Levin menundukkan kepalanya kesal di bawah guyuran air hangat. Mereka bukan lagi anak berusia lima tahun, kenapa masih ngambek-ngambekan tidak jelas?? Namun, Apa salahku coba?? Benar, Levin bahkan tidak tahu di mana letak kesalahannya karena ia hanya mempertahankan impiannya.


Jadi bagaimana?? Apa Levin harus membiarkan hubungannya terus memburuk? Atau mengesampingkan ego dan harga dirinya dengan meminta maaf terlebih dahulu tanpa tahu apa salahnya?


Kenapa hati wanita rumit sekali sih?


...— MUSE S7 —...


Ayo Levin dan Leoni baikan donk 🥺🥺🥺


Leoni ngambeknya jangan lama-lama Nanti Levin aku ambil hlo 😛😛