
MUSE S5
EPISODE 47
S5 \~ MUSE II
\~ Mereka saling mengumbar senyum, berbicara lewat tatapan mata, saling mengungkapkan betapa besar rasa cinta yang tumbuh di antara keduanya.\~
_______________________
AUTHOR POV
“Ella, kau tahu aku tidak bisa. Aku tak bisa melihatmu bersama lelaki lain!” seru Lucas, tak rela membagi Bella dengan lelaki lain.
“Kau punya Aiden sebagai alasan, sedangkan Nick hanya punya cinta dariku sebagai kekuatan. Izinkan aku menemuinya, Lucas. Izinkan aku merawatnya.” Bella menaruh kepalanya pada dahi Lucas, air matanya terus turun, ia harus menyerah dan membuat Nick menyerah akan cinta mereka.
“Setidaknya aku tak akan menyesal telah memilihmu kembali,” lirih Bella.
Lucas terdiam sesaat, sebelum akhirnya sedikit mendongak dan mencium bibir Bella. Mengecupnya ringan, Bella semula melingsut namum tangan Lucas menahan kedua pipinya agar Bella tak bergerak.
“Lucas!!” sergah Bella.
“Sebentar saja, Ella. Dan aku akan mengizinkanmu menemuinya. Aku sangat menginginkanmu.” Lucas melanjutkan cumbuannya.
•
•
•
Nick terbaring di rumah sakit, sudah dua hari ini dia belum sadarkan diri. Bau khas cairan pembersih kuman memenuhi ruangan rawat inap tempat Nick berada.
Bella duduk di samping ranjang Nick, ia datang pagi-pagi sekali setelah mendapatkan izin dari Lucas.
Bella melihat keadaan Nick yang mengenaskan. Dua tulang rusuknya retak dan ada memar di bagian depan kepala. Ditambah dengan luka-luka lecet pada wajahnya dan luka bakar di pangkal ibu jarinya. Rasa bersalah menjalar ke seluruh sanubari Bella, membuat wanita itu menangis sesunggukan.
Maaf, Nick, maaf. Bella terus memohon maaf dalam hatinya.
“My ... Queen?” Nick mengerjabkan matanya, bayangan wajah Bella yang bersedih saat ia membuka mata membuat rasa sakit semakin menggelayuti hatinya.
“Nick, kau sudah sadar?” Bella beranjak cepat, ia menghapus air matanya dan menggenggam tangan Nick.
“Aku haus, tenggorokkanku kering sekali.” Nick mengiba, Bella mengangguk mengerti, ia mengambilkan segelas air untuk Nick.
“Minumnya pelan-pelan,” tandas Bella saat melihat Nick menelan air dengan terburu-buru.
“Thanks, Bella.” Nick berusaha sedikit terduduk, Bella membantu mengganjal tubuhnya dengan bantal.
“Kenapa kau bisa berada di sini? Bagaimana dengan Lucas? Apa dia membebaskanmu? Apa dia mau melepaskanmu?” cerca Nick.
“Yah, begitulah. Oh, ya, bagaimana keadaanmu, Nick?” tanya Bella mengalihkan pembicaraan.
“Rasa sakitnya langsung menghilang begitu aku melihatmu.” Nick tersenyum.
“Jangan bercanda! Mana coba aku tekan.” Bella menekan pelan pada bagian luka lecet Nick.
“Aaaduuh,” pekik Nick, “ampun, My Queen! Kau serius sekali menanggapinya?!”
“Habis kau itu masih bisa-bisanya ngegombal dalam keadaan seperti ini.” Bella mencibir kelakuan Nick, “padahal aku benar-benar khawatir padamu.”
Tiba-tiba Bella kembali terisak, salahnya Nick jadi seperti ini.
“Yang penting aku masih di sini bersamamu.” Nick menarik tubuh Bella dengan tangannya yang terbebas dari selang infus.
“Maafkan aku, Nick.” Bella menangis dalam dekapan Nick, Nick hanya diam dan mengelus pucuk kepala Bella.
“Aku kira akan kehilanganmu, Bella.” Nick mendesah lega.
Maaf, Nick. Sesuai janjiku pada Lucas aku memang harus meninggalkanmu setelah satu bulan. Batin Bella.
“Segeralah sembuh, Nick. Kita jumpai Aiden. Dia sangat merindukanmu.” Bella menarik tubuhnya, duduk.
“Benarkah? Aku juga merindukannya.” Nick menghapus air mata Bella.
Perlakuan lembut Nick membuat Bella tenang. Bella tahu Nick adalah pria yang baik dan sangat tulus mencintainya. Walaupun hanya sebentar, setidaknya, dia ingin membalas Nick dengan membuat kenangan yang paling indah sebelum berpisah.
“Nick, dulu kau bilang mencari Muse untuk Tugas Akhirmu bukan?”
“Iya, Kenapa tiba-tiba membicarakan hal ini?” Nick bertanya balik.
“Kau sudah mendapatkan orangnya?”
“Belum.”
“Boleh aku menjadi Muse mu?”
“Kenapa?” Nick heran, Bella dulu menolak tawarannya karena tak ingin Lucas tahu keberadaannya.
“Yah, aku ingin membantumu. Bukankah kau ingin segera lulus dan menjadi seorang produser film?” Bella tersenyum, memamerkan deretan giginya.
“Serius kau mau?” Nick meyakinkan ucapan Bella.
“Tentu saja, dulu aku menolak karena takut Lucas menemukanku. Kini dia sudah menemukanku, jadi tak masalah kalau dia melihat video clip itu.” Bella mengelus punggung tangan Nick.
“Yes!!! Thanks, Queen.” Nick berteriak bahagia, sekejap kemudian terbatuk karena dadanya masih sakit.
“Makanya jangan girang dulu! Sembuhin dulu badannya.” Bella terkikih.
“Ah, Kau benar.”
“Mau makan? Aku suapi.” Bella menawarkan semangkok bubur buatannya.
“Aku ingin memakanmu dulu, Queen.”
“Ck, dasar!” Bella mendekat, mencium lembut bibir Nick. Nick sempat meringis saat bibirnya yang terluka menyentuh bibir Bella.
“Tuh, kan!” Bella mengusap bibir Nick.
“Walaupun sakit tapi rasanya sangat enak.” Nick masih bisa merayu Bella.
“Kau membuatku gemas, Nick.” Bella kembali mengecup lembut bibir Nick. Nick menyambutnya dengan senyuman manis.
Bella berusaha setenang mungkin menyembunyikan kebenaran yang menyakitkan itu. Demi kebahagiaan Nick yang hanya bisa dilihatnya sesaat saja.
— MUSE S5 —
Setelah hampir sepuluh hari Nick mendapatkan perawatan dia diizinkan pulang hari ini. Luka lecetnya sudah sembuh total. Tulang rusuknya juga sudah membaik, Nick sudah bisa bergerak dan melakukan aktifitasnya secara normal walaupun dokter masih melarangnya mengangkat beban berat.
“Hati-hati.” Bella menggandeng Nick duduk pada tepi ranjang.
“Aku baik-baik saja, Bella. Aku sudah sehat.” Nick menolak Bella memperlakukannya seperti kakek-kakek yang butuh bantuan untuk berjalan.
“Kau baru pulang dari rumah sakit, Nick! Menurutlah!” Bella berkacak pinggang.
“Ck, aku sudah sehat, Bella. Apa kau mau pembuktian?!” Nick menarik tangan Bella, membuatnya terjatuh ke atas kasur, Menindih Bella dengan tubuhnya, mengecup pelan tengkuknya sampai ke leher.
“Nick, geli, kyahaha ... ini bukan hal yang seharusnya dilakukan oleh orang yang baru saja sembuh.” Bella terkikih pelan.
“Oh, ya?” Nick terus melancarkan aksinya, mencium tiap jengkal tubuh indah Bella.
Nick memandangnya dengan sorot mata penuh kerinduan. Nick bukan orang yang bodoh, ia tahu Bella menyembunyikan sesuatu darinya, Nick hanya menunggu, menunggu Bella mengatakannya sendiri.
“Kau menginginkannya?” tanya Bella, matanya ikut berbinar bahagia.
“Tentu saja.” Nick tersenyum sebelum ******* bibir Bella.
Bella menarik leher Nick, ia mencium bibirnya dengan lembut, Nick membalasnya dengan luapan gairah. Penuh kerinduan dan juga rasa ingin memiliki yang tak bisa dibendung.
“Aku mencintaimu, Bella.”
....
Bella terdiam sesaat sebelum isakan pelan terdengar. Butiran bening krystal menetes dari sudut matanya. Membuat Nick kebingungan.
“Hiks ... hiks ...!” Bukannya menjawab Bella malah menangis.
“Bella?!” Nick terenyuh, hatinya ikut perih.
Nick mengurungkan niatnya, memilih untuk mendekap Bella, memeluknya dari belakang. Menghabiskan sisa hari dengan sebuah dekapan hangat dan lelehan air mata. Nick sepertinya paham, Nick sepertinya tahu, Bella hanya sebentar menemaninya.
Namun, seakan orang bebal yang buta akan cinta, Nick memilih untuk tidak percaya dengan firasatnya.
— MUSE S5 —
Bella sudah menghabisakan setengah dari waktu satu bulan yang diberikan Lucas untuk memani Nick. Bella tahu semakin indah kenangan yang mereka buat, semakin sakit pula bila berpisah. Tapi bukankah Bella harus membuat Nick menikmati saat-saat kebersamaan mereka?
“Bagaimana?? Bagus ini atau ini?” Bella bertanya saat memilih pakaian dalam yang akan di belinya. Warna pink yang manis atau hitam yang sexy.
“Kau cocok pakai yang ini.” Nick malah mengambil lingerie berwarna merah, membuat Bella melirik tajam.
“Ck, Si Kikuk Yang Mesum.” Bella berjinjit untuk menjitak kepala Nick, tapi menyahutnya juga.
“Ck, dasar wanita!” Nick tersenyum puas.
Nick dan Bella berjalan berdua menyelusuri area beach walk, mereka menikmati kencan berdua, belanja, menonton film, mencoba berbagai macam street food dan di tutup dengan makan malam di pinggir pantai.
Sebuah meja dengan lilin temeram, sebotol wine, dan bunga jepun. Lautpun terlihat cantik karena matahari belum sepenuhnya masuk ke dalam cakrawala. Musik live lembut menemani makan malam mereka. Beberapa turis asing terlihat sibuk berfoto dan mengabadikan kegiatan wisata mereka.
Angin menerpa rambut Bella, Membuatnya terus melambai, Bella terpaksa harus menyisir terus rambutnya agar tidak mengenai mata. Nick yang melihatnya bergegas beranjak, meminta sebuah karet pada pelayan. Ia kembali dan menyisir rambut Bella dengan jemarinya, Nick menguncir rambut Bella naik ke atas.
Bella merona kemerahan, ia begitu bahagia hanya karena perhatian kecil Nick saat ini. Dengan cekatan Nick merapikan rambut Bella, dan dengan lembut dia mencengkram pelan lengannya. Nick mengecup lembut leher Bella, ia berbisik, “My Beautiful Queen.”
“Nick, kau membuatku malu. Duduklah!!” Bella tak bisa menahan rasa malunya, tersipu karena semua mata memandang ke arah mereka. Perlakuan manis Nick membuat semua yang memandang ikut tersipu.
“Hidangan datang Tuan-Nyonya.” Pelayan menghidangkan makanan di depan mereka.
“Ayo kita makan.” Bella meraih tangan Nick dan mengajaknya untuk kembali duduk.
“Ini, bagian yang paling kau sukai bukan?” Nick mengiriskan daging lobster untuk Bella.
“Kau tahu saja.” Bella terkikih, bagaimana mungkin ia tak menyukai daging crustacea yang lembut dan manis itu.
Mereka makan dengan lahap, Tak ada yang menolak hidangan laut di tepi pantai.
“Kapan kita mulai shoot?” tanya Bella.
“Aku sudah menghubungi crew-ku, mereka tengah bersiap, mungkin dua hari lagi kita bisa mulai shoot pertama.” Nick menggenggam tangan Bella.
“Aku sudah tak sabar menantinya, Nick.” Bella tertawa kecil.
“Thanks, Bella, for being my MUSE.” Nick mengangkat gelas winenya.
“Yeah, Nick. Dalam setiap gerakanku ada cinta untukmu. Kau juga MUSE -ku,” ucap Bella. Ia ikut mengangkat gelas dan mendentingkannya.
Mereka saling mengumbar senyum, berbicara lewat tatapan mata, saling mengungkapkan betapa besar rasa cinta yang tumbuh di antara keduanya.
— MUSE S5 —
It's my first night out with you
Treat me right and buy me shoes 🎶
Let me be your fantasy
Play with me 🎶
Musik mengalir, menemani saat intens mereka berdua. Bella menari pada tiang bersama dengan Nick. Melenggok sensual di depan Nick. Memakai lingerie merah yang baru saja dibelikan oleh Nick.
I wanna be your girl 🎶
(Wanna be your girl, wanna be your)
Just give some time, I'll be ready
Do my make-up, bathe in my perfume
Quick shower, won't take too long 🎶
I'll be done, just sing this song
Sebenarnya mereka hanya ingin berlatih. Nick harus mengatur gaya Bella untuk shoot besok. Membuat koreografi. Namun bukannya berlatih mereka malah terjatuh pada tarikan hasrat dan gairah masing-masing.
So, wrap me in plastic and make me shine
We can make a dollhouse, follow your design
Let's build a dog out of sticks and twine
I can call you master, you can call me mine
Bella merangkul Nick, memutar tubuhnya pada tiang. Melepaskan dekapan Nick dan naik ke atas tiang, berputar-putar pelan dan berangsur cepat. Saat turun Bella mengaitkan kakinya pada tubuh Nick, menariknya mendekat. Merambat turun dan kembali memeluk Nick.
“Miliki aku, Bella,” bisik Nick sensual.
“Make me shine, Nick!” Bella menggigit pelan daun telinga Nick.
“As you wish, My Queen.” Nick menyesap lembut leher Bella.
“Argh ...!” ddesah Bella.
Wrap me in plastic and make me shine 🎶
We can make a dollhouse, follow your design
Let's build a dog out of sticks and twine
I can call you master, you can call me mine 🎶
(Wrap me in plastic, wrap me in plastic)
(Wrap me in plastic, wrap me in plastic)
(You can call me mine)
“Bella.”
“Nick.”
Move me, tell me what to do
If you're happy I am too 🎶
Please just show me what you like
Don't be shy
I wanna be your girl 🎶
(Chromance, Wrap Me in Plastic)
— MUSE S5 —
Aw, so sweet 😍😍😍
Love is in the air.
Nangisnya berhenti dulu deh, lelah Othor Rengginan nangis terus.
Wkwkwkwkkw ...
Kasihan sama Nick, nggak tahu apa yang akan terjadi, tapi dia juga memilih untuk percaya pada Bella.
Yah memang, Cinta adalah bentuk terindah dari pesona kehidupan.
Maapin author yang suka naik sama bantingin hati tokoh-tokohnya. Semoga hati kalian juga ikut terobrak abrik. ❤️❤️
Don’t forget to vote!!
Kencengan gaes!! Biar semangat.
Like dan commentnya
😘😘😘