MUSE

MUSE
S3 ~ DIET



MUSE S3


EPISODE 104


S3 \~ DIET


\~ Teriknya matahari pagi, bau keringat, dan juga degupan jantung yang terus menderu membuatku bersemangat..., aku menyukai sensasinya.\~


_______________


Cahaya matahari masuk menyinari setiap bagian sudut kamarku. Aku mengumpulkan kembali kesadaranku saat kemilau sinarnya mulai menusuk mata. Matahari sudah meninggi rupanya, dan aku tertidur kelewatan nyenyak.


Saat menguap dan merenggangkan tangan aku tersadar akan sesuatu.


“Leon?!!!” Aku mencari keberadaannya. Semalam kami tidur di satu ranjang yang sama.


Kosong, Leon sudah kembali ke rumahnya. Atau bahkan dia sudah berangkat ke kampung halamannya. Duh, Kanna!! Kau bodoh sekali, sih, bukannya kau berjanji mau mengantarkan Leon pagi ini?! Malah bangun kesiangan.


Hish...! Tidurku kelewat nyenyak semalam, tidur dalam pelukan Leon rasanya sangat nyaman. Oh, ya, jangan berpikir macam-macam, Gaes!! Kami hanya tidur bersama.


“Hihihi...,” tanpa sadar aku terkikih saat mengingat perlakuan manisnya semalam.


“Aku akan menelephonnya,” dengan cepat aku menyahut ponsel dan melakukan panggilan.


“Hallo.”


“Leon!! Kau sudah berangkat?”


“Sudah, aku sudah di dalam bis, sudah keluar dari kota.”


“Ah..., maaf, Leon. Aku bangun kesiangan.”


“It’s Ok, Cimut!”


“Huft...! Kenapa aku nggak dibangunin, sih?” tanyaku dengan nada kecewa, aku kecewa tak bisa mengantarkan kepergiannya. Padahal kami akan berpisah kurang lebih 3 minggu.


“Wajah tidurmu sangat cantik, aku tak tega membangunkannya. Lagi pula aku sudah kembali saat subuh tadi.”


“Huft..., kan tetap aja aku ingin memelukmu, Leon!”


“Kau memelukku semalaman, Kanna! Apa kau tidak sadar? Kau bahkan tak membiarkanku tidur terlentang. Otot lenganku sampai kaku semua.”


“Benarkah?” Aku menutup mulutku tak percaya, dalam tidur malah aku yang menyerang Leon duluan. Dasar wanita gila.


“Sudahlah! Segera mandi dan sarapan. Aku akan tidur diperjalanan. Semalam kau membuatku tak bisa tidur.”


“Kenapa?”


“Karena kau sangat imut!”


“Leon...?!”


“Hehehe..., sudahlah. Bye, Kanna! I love you! Jangan nakal, ya!” Leon mewanti-wanti agar aku tidak nakal, memangnya aku anak kecil?


“Sering-sering VC, ya! Jangan nakal juga.” ucapku malu-malu, aku terus menggigit kukuku, kebiasaan buruk saat gerogi ataupun salah tingkah.


“I love you -nya mana?”


“Leon...!”


“Ayolah, Kanna. Aku sangat ingin mendengarnya.”


“I..., I love you, Leon!”


“Good, girl.”


“Safe trip, Leon.”


“See you, Cimut. I’ll miss you.”


“Me too. See you, Leon.”


Tut...,


Panggilannya putus, aku menaruh ponselku di atas dada. Ku tendang-tendangkan kakiku ke udara sangking terlalu bersuka ria. Oh, Tuhan, Aku benar-benar merasa jadi wanita paling beruntung di dunia.


Aku bangkit dan berdiri di depan cermin pada lemari pakaian. Melihat pantulan diriku di depan kaca. Aku menanggalkan pakaianku, melihat bentuk tubuhku. Hah, aku terlihat sangat gendut, benar-benar mirip bab1. Aku harus melakukan sesuatu pada tubuhku ini. Aku harus jadi wanita yang cocok bersanding dengan Leon.


Aku berputar beberapa kali dan kembali berdiri di depan cermin. Beratku yang 80an kg bila dibandingkan dengan tinggi tubuhku 170 cm terlihat begitu berisi. Kalian pasti susah membayangkan seberapa besarnya aku bukan? Kalau kalian pernah lihat film dengan judul imperfect, ya, betul, aku hampir mirip dengan tokoh utamanya. Aku sedikit lebih kurus darinya, sih.


Menjadi seorang wanita gendut membuatku terlihat jelek saat difoto, wajahkupun terlihat boros. Ditambah lagi tipe rambutku yang ikal dan mengembang, membuatku terlihat semakin gendut saja.


— MUSE S3 —


•••


Hari demi hari aku lewati tanpa kehadiaran Leon di sisiku. Kami hanya berbicara lewat panggilan telepone dan sesekali melakukan video call. Walaupun hanya gambar tapi aku sangat senang saat bisa melihat ekspresi rindunya padaku.


“Kau sudah makan, Kanna?”


“Sudah, Leon.” Aku berbohong, aku sedang berdiet.


Aku ingin memberikan kejutan padanya saat dia pulang. Aku mencoba membuat badanku langsing dan cantik. Untuk itu aku melakukan beberapa cara;


Yang pertama, aku berolah raga agar terlihat lebih kencang. Aku mencoba berlari dipagi hari, mengelilingi kompleks perumahan. Aku melakukan rutinitas itu setidaknya 30 menit. Jantungku berdetak tak beraturan dan napasku terasa sesak. Aku tak pernah melakukan olah raga selain jam pelajaran OR di sekolahan. Berlari kecil saja sudah membuatku mual dan ingin muntah. Tapi teriknya matahari pagi, bau keringat, dan juga degupan jantung yang terus menderu membuatku bersemangat..., aku menyukai sensasinya.


Yang kedua, aku diet makan. Aku makan sedikit nasi dipagi dan siang hari. Malamnya aku hanya memakan buah dan juga sayuran kukus. Rasanya sangat tersiksa, aku menahan rasa lapar setiap malam. Ingin menyerah setiap kali melihat keluargaku makan malam bersama. Namun aku kembali bersemangat saat melihat anting pemberian Leon. Ayo Kanna, kau melakukan ini tidak hanya untuk dirimu sendiri, tapi juga untuk Leon. Dia pasti bangga dan memujimu saat berubah menjadi wanita yang cantik dan langsing.


Yang ketiga, aku belajar berdandan. Aku menyembelih celengan bab1ku dan membeli beberapa peralatan dan juga make up. Aku mencari disitus-situs bloger tentang cara merias diri untuk pemula. Aku membeli produk sesuai kata web. Bb cream, face powder, blush on, eye liner, eye brown, juga lip tint. Aku mengikuti step by step yang diajarkan oleh beberapa bloger, setiap harinya aku berlatih. Dan hasilnya, mengecewakan, aku saja sampai mual melihat pantulan diriku di depan cermin.


Ah, kenapa, sih? Apanya yang salah? Aku mengikuti semua langkah-langkahnya, dengan baik dan benar. Apa karena pada dasarnya beauty bloger itu sudah cantik?


Aku memutuskan untuk melihat-lihat setiap comment di bawah videonya. Beberapa hal yang perlu di perhatikan, ketebalan alis, lipatan mata, dan juga kontur sederhana agar terlihat lebih tirus.


“Apa karena aku tidak punya lipatan mata, ya?” Aku mengetuk-ketukkan bolpoin pada buku jurnal kecantikan milikku.


Aku kembali memandang diriku di depan cermin, membiakkan mataku dengan jari. Sepertinya aku harus belajar membuat alis dan lipatan mata terlebih dahulu.


Dengan bersemangat aku kembali menscroll naik layar ponselku, memilih alat cukur dan pencabut alis. Aku juga membeli eyelid glue untuk membentuk lipatan mata. Saat tengah memilih aku juga menemukan bahwa hampir semua wanita model kecantikan memakai lensa kontak untuk mempercantik mata mereka, “apa aku juga harus membelinya?”


Aku menimbang-nimbang, tapi saldoku tidak cukup untuk membeli lensa kontak, jadi aku putuskan untuk menundanya.





Tak butuh waktu lama untuk barang-barang itu datang. Aku langsung bergegas membuka bungkus dan mencoba menggunakannya. Aku menggambar alis dengan cetakan dan mulai merapikannya. Sesekali aku mencukur alisku, sesekali mencabutnya. Rasanya aneh, alisku menjadi tipis sekali, aku terlihat seram.


“Tenang, Kanna. Bisa di gambar lagi!!” Aku menarik napas dan melanjutkan tanganku untuk merapikan sisi yang lainnya.


Oke, alis done, kini lipatan mata. Aku mengoleskan sedikit eyelid pada kelopak mata yang ingin aku bentuk. Menjepitnya lembut dengan alat mirip spatula, tapi sangat kecil. Setelah 5 menit, aku melihat hasilnya. Waw!!! Aku terkesima, mataku sedikit lebih belok. Hm..., andai saja aku punya bulu mata selentik milik Kalila, pasti aku akan terlihat mirip boneka saat ini.


Aku kembali mempraktekan cara make up dari beberapa video. Aku mengoleskan tipis bb cream, setelah pori-porinya menutup aku menepukkan face powder rata ke seluruh area wajah. Tak lupa blush on dan lip tint warna coral sebagai sentuhan akhir.


Tara, wolaa... ternyata hasilnya cukup memuaskan. Alis dan lipatan mata ternyata sangat berperan pada hasil make up. Apa lagi untuk make up tipis seperti milikku saat ini.


“Coba aku foto.”


“Ah..., waw!!” Aku mengangga, senyumku terlalu lebar sampai aku terus menutupnya dengan tangan. Aku tak percaya dengan wajah cantik pada layar ponselku saat ini. Walaupun gendut, tapi wanita itu sangat imut dan menggemaskan.


“Aku kirim ke Leon, ah,” dengan bersemangat aku mengirin pictnya pada Leon.


Leon:


Kau berdandan?? 🤣


Kanna:


Iya, mengisi waktu liburan


Bagaimana?


Apa aku cantik? ☺️


Leon:


Kau cantik Kanna


Yang tercantik. 🥰


Kanna:


Boleh aku menguploadnya?


Di media sosial.


Aku meminta izin pada pacaraku, aku tak ingin dia marah dan mengira aku bertingkah centil.


Leon:


Boleh.


Lakukan hal yang membuatmu


Bahagia, Kanna.


Kanna:


Thanks, pacar!


Leon:


Aduh, aku langsung terbang nih


Panggilanmu membuatku


Melayang, Kanna. 😍


Kanna:


Lebay ih


Leon:


Maaf Kanna.


Aku harus membantu Papa dan Kakek


Nanti aku VC, ya,


Kanna:


Oke


Semangat, Leon


Leon:


Bye girl 😘


Kanna:


Bye, pacar. 😘


Aku kembali senyum-senyum sendiri. Terpesona dengan pujian Leon, juga dengan hasil sentuhan make up pada wajahku.


“Aku upload, ah.”


Aku menguploadnya pada media sosial yang berfokus pada gambar. Aku hanya punya sedikit sekali follower. Hanya berkisar 100 orang, itupun hanya teman-teman sekolahan. Aku sendiri juga tidak terlalu peduli dengan banyaknya jumlah follower atau ketenaran yang didapatkan.





Namun kebahagiaan itu nampaknya tak bertahan lama, karena, aku mengalami dehidrasi, maag akut, juga lemas otot. Aku harus dilarikan ke rumah sakit gara-gara diet ketat dan olah raga berat yang aku jalani. Rambutku rontok, kukuku pecah-pecah, dan menstruasiku mulai tak teratur karena aku mengalami kurang gizi.


Aku tak menceritakannya pada Leon. Dia pasti marah dan khawatir padaku. Aku tak ingin membuatnya khawatir. Aku juga takut dia akan meninggalkanku karena aku nekat dan tak punya otak.


“Hiks..., ternyata semua yang kulakukan sia-sia,” tangisku. Aku merasa begitu sebal dan terus mengerutuki diriku sendiri.


Aku harus dirawat inap sampai tiga hari lamanya. Mama terus memukulku dan menyalahkan diriku. Karenaku dia harus mengeluarkan biaya lebih untuk membayar tagihan rumah sakit, padahal kakak keduaku butuh uang untuk biaya masuk kuliah.





Akhirnya liburanpun berakhir. Bukannya turun kini berat badanku bertambah 2 kg karena gizi dari cairan infus dan juga vitamin yang diberikan oleh dokter. Mama menyuruhku menghabiskannya karena harganya sangat mahal.


Dan alhasil, bukannya mendapatkan pujian cantik dari Leon saat ia kembali. Yang ada aku malah mendengar...,


“Wow...! Kau tambah gendut, Kanna.”


— MUSE S3 —


Wkwkwk... kasihan Kanna. Usahanya membuahkan hasil lebih melebar ke samping.


MUSE UP!!


YUK DUKUNG CINTA KANNA DAN KISAH HIDUPNYA.


VOTE, LIKE, dan COMMENT


PASTIKAN KALIAN PENCET TOMBOL LIKE DAN VOTE YA BAE!!!


Terima kasih sudah membaca,


Terus Sebarkan rasa cinta untuk banyak orang. Dan berbuat baik bagi sesama


Love,


Dee ❤️❤️❤️