MUSE

MUSE
S7 ~ APA HANYA ITU?



MUSE S7


Episode


S7 \~ APA HANYA ITU?


Oh lagi-lagi aku kesusahan menelan ludah. Bagaimana bisa dia membuatku panas seperti ini hanya karena tatapan matanya?


__________


Leoni membungkukan badannya dan mengecup bibir Levin dengan lembut. Leoni memejamkan mata, Levin ikut memejamkan matanya menikmati alunan dari candu bibir sang kekasih.


Leoni merangsek naik ke atas pangkuan Levin. Masih dengan bibir saling memanggut mesra. Levin mengelus paha Leoni sampai ke pantatnya.


“Kau sengaja menggodaku, ya??” tanya Levin.


“Kau yang menggodaku lebih dahulu.” Leoni menggigit bibir bawahnya.


“Bagaimana bisa?” Alis Levin mengeryit bingun, dia hanya berdiam diri sembari tadi. Menjalankan rutinitas hariannya dengan melatih otot di tubuhnya.


“Tentu saja bisa, arh … sudahlah! Lupakan.” Leoni hendak bangkit, suasana romantisnya hilang karena kebodohan Levin.


Namun, maaf, tidak semudah itu Leoni! Levin tentu saja tak akan mengizinkan Leoni pergi dari pangkuannya saat gadis itu sudah mengusik nalurinya.


“Kemari, Singa!”


“Hei!” Pekik Leoni, ia kembali masuk dalam dekapan Levin dan duduk di pangkuan pria itu. Tonjolan keras terasa di antara paha Levin, menyentuh pelan celah antara paha Leoni yang tertutup oleh celana ketat berwarna pink.


Levin menatap tanpa jemu ke dalam bola mata Leoni. Membuat jantung gadis itu semakin meloncat tak karu-karuan. Leoni merasa terpelucuti dengan tatapan Levin yang begitu menggoda.


Gluk!


Oh lagi-lagi aku kesusahan menelan ludah. Bagaimana bisa dia membuatku panas seperti ini hanya karena tatapan matanya?


Wajah Leoni memanas, ia seakan masuk ke dalam rebusan air mendidih. Gerah! Namun alih-alih melepaskan pelukan Levin, Leoni justru menaruh kedua lengannya melingkar pada leher Levin, sedikit basah karena peluh dari hasil latihan.


Kedua tangkupan tangan Levin bersarang pada pinggul Leoni. Mengusap lembut naik ke pinggangnya yang ramping.


Wow, tentu saja wajah tampan itu membuat jantung Leoni berpacu sangat cepat. Sekujur tubuh Leoni di penuhi dengan aliran listrik yang tercipta karena ledakan gairah.


Holaaa!! Haruskan ia melupakan segalanya dan mengikuti kemana gairah membawanya pergi?? Sungguh jiwanya meronta-ronta dari dalam, belingsatan menghadapi tatapan sendu pemilik mata tajam dan alis tebal itu.


Leoni mendaratkan kecupan pelan yang dibarengi dengan hembusan napas hangat. Kecupan-kecupan ringan yang berubah menjadi lu matan yang kian mesra. Penuh hasrat, Levin mulai memasukkan lidahnya ke dalam mulut Leoni, keduanya saling berbelit. Rasa manis mulai menyeruak ke dalam indra pengecap masing-masing.


Leoni mulai kehabisan napas, ia tak pernah menyangka bahwa ciuman Levin akan sepanas ini. Jauh lebih panas dari ciuman yang pernah mereka lakukan sebelumnya.


Tangan Levin mengelus naik ke punggung Leoni. Naik lagi sampai mengelus masuk ke tengkuknya, menjadi nahkoda dalam ciuman mereka.


Napas yang menderu semakin terasa panas, bahu keduanya naik turun. Levin menghi sap bibir bawah Leoni dan menariknya lembut sebelum melepaskan panggutan mereka.


Keduanya memilih diam, mengantur napas sembari menyatukan kening. Tatapan Leoni yang lembut membuat Levin tak ingin melepaskannya.


Bibir Levin berpindah ke cerukan leher Leoni, sementara Leoni mulai mengusapkan telapak tangannya naik ke leher Levin. Leoni mengecup daun telinga Levin, menggigit bagian bawah telinga yang berhiaskan dengan satu persing warna hitam.


Levin sungguh pria yang seksi di mata Leoni. Rambutnya yang sedikit gondrong basah karena keringat, pundaknya terlihat kokoh, lengan bertatto yang membuatnya terlihat semakin jantan. Juga … garis otot perut yang ketara jelas sampai akhirnya turun ke bawah, ada bulu halus di bawah pusat Levin menuju ke dalam celana boxernya.


Apa? Apa yang tersembunyi di balik celana hitam itu? Yang telah mengeras sampai menyundul ke atas.


Damn it! Apa aku baru saja basah hanya karena menelusuri tubuh Levin. Oh … sepertinya aku sudah gila! Aku membayangkannya, aku menginginkannya!! Ingin tahu apa yang ada di balik celana itu! Woah!! Kenapa aku mendadak mesum??


Leoni sibuk mengumpati dirinya sendiri yang tak tahan dengan pesona kekasihnya. Sementara itu Levin masih mengecup cerukan leher Leoni dengan lembut. Menikmati aroma khas sabun mandi miliknya yang tak pernah berubah. Levin sangat merindukan aroma itu.


“Kau wangi.” Puji Levin, ia memeluk Leoni semakin erat. Tak mau melepaskannya. Leoni hanya mengeryit. Kenapa Levin berhenti mencumbunya?


“Apa hanya itu??” tanya Leoni.


“Memangnya kau mau apa lagi?” tanya Levin balik.


...— MUSE S7 —...


Ya ampun, Singa … bikin gemas.