
MUSE S7
EPISODE
S7 - AKU IKUT
\~Johana merasa lega, ia tak akan kehilangan jejak Levin bila terus bersama dengan pemuda itu. Dan saat bersamanya, Levin tidak akan sibuk mendekati Leoni. Johana akan menghalangi Leoni dan Levin bertemu bagaimana pun caranya!\~
___________
Tak hanya Leoni yang gusar memikirkan rencana kencan mereka — rencana untuk menilai sedangkal apa cinta Levin pada Leoni begitu pula sebaliknya— namun juga Levin. Pemuda itu kedapatan sedang melamunkan acaran kencan di antara Leoni dan Farel. Haruskah dia berdoa turun hujan deras supaya kencan itu batal?? Atau haruskan Levin membeli semua tiket di taman bermain agar tamannya tutup di hari itu?
“Huft, sungguh sangat menyebalkan,” gumam Levin, ia mengusap keningnya tak kala merasa gundah. Hatinya sungguh belum rela bila Farel jalan dengan Leoni.
Kisah cinta Levin memang tidak seindah kisah cinta para kakaknya yang lain. Bahkan impiannya mengharuskan Levin dan Leoni untuk LDR an. Yah, kisah cinta mereka bisa dibilang hanya sepuluh persen saja yang memenuhi realita kehidupan sebagai pasangan kasmaran, sembilan puluh persen sisanya dijalani secara virtual alias online.
Mereka hampir tak pernah bertemu karena Levin di Spanyol dan Leoni di Indo, saat Levin melek Leoni merem, saat Leoni sekolah, Levin tidur. Tak ayal, perasaan mereka mungkin tak sedalam yang mereka rasakan. Bahkan keduanya lebih banyak saling menuntut dari pada saling menerima.
Buktinya baik Leoni dan Levin begitu mudah mengatakan kata putus.
“Ngelamunin apa, Vin?” tanya Johana. Gadis itu mengamati wajah tampan Levin yang dari tadi berhiaskan tatapan kosong.
Levin tersentak dari lamunannya. Ia pun bangkit dari tempat duduknya sekarang dan pindah ke depan Johana.
”Tidak melamunkan apa pun, hanya saja …” Levin membantu Johana berdiri, memapahnya ke kamar mandi. Levin tidak tahu kalau Johana sudah bisa berjalan sendiri. Johana hanya tak ingin melewatkan kesempatan untuk bersama Levin lebih lama supaya ia bisa mengambil hati Levin. Secuil saja, ia juga ingin merasakan cinta dari pemuda tampan berprestasi ini.
Namun sialnya, tatapan kosong Levin dan caranya menghela napas membuktikan bahwa pria itu tengah melamunkan Leoni.
”kepikiran sama Leoni, ya? Apa kamu menyesal memarahi Leoni karena ia mendorongku?” tebak Johana, sepertinya ia memancing hati nurani Levin agar iba kepadanya, agar merasa bersalah dan membenci Leoni.
“Bolehkah aku ikut??” tanya Johana, Levin melihat kaki Johana yang sakit. Tentu saja gadis itu tak bisa ikut bermain di taman hiburan. Bagaimana caranya?
Johana yang sadar kalau Levin akan menolaknya langsung berkata, “tak usah pedulikan kakiku, Vin. Aku bisa kok berjalan pelan-pelan.”
“Tapi aku takut kakimu akan bertambah parah bila digunakan untuk mengitari taman hiburan yang luas.” Levin keberatan, nanti Johana bisa menjadi semakin parah bila diforsir.
Wajah Johana langsung pucat, ia tak mau membiarkan Levin kencan dengan Leoni meski pun ada Farel di sampingnya. Bisa-bisa CLBK! Nggak!! Johana tidak rela.
“Terus kalau kamu pergi yang jaga aku siapa Vin?? Aku nggak mau di rumah sendiri!! Aku bosan, Vin!! Sudah tak bisa jalan, di kunci di dalam rumah, sungguh tak mengenakkan. ” protes Johana.
Levin menghela napas panjang. Johana benar, semua kecelakaannya adalah salah Levin. So … Levin tak boleh terbawa sikap egoisnya dan lebih mementingkan Leoni yang saat ini hanyalah mantan, padahal Johana yang butuh bantuannya.
”lagi pula masih satu minggu lagi, masih ada waktu untuk pemulihankan. Minggu depan aku pasti sudah bisa berjalan!! Please Vin, ajak aku ikut ya!” Johana mengambil kesempatan dalam kesempitan.
“Baiklah, kita pergi sama-sama.” Levin menerima usulan Johana,
Johana merasa lega, ia tak akan kehilangan jejak Levin bila terus bersama dengan pemuda itu. Dan saat bersamanya, Levin tidak akan sibuk mendekati Leoni. Johana akan menghalangi Leoni dan Levin bertemu bagaimana pun caranya!
“Yeeee!! Asyik!!! Liburan!” Johana terlihat bahagia, senyumannya begitu lebar.
Di balik senyumannya yang sangat manis, Johana menyembunyikan skenario skenario untuk memisahkan Levin dan Leoni. berpikir dalam hatinya, Apa tujuan Leoni mengajak Levin?? Apa Leoni punya strategi juga untuk kembali bersama Levin?
Johana sungguh merasa was was. Karena sebagai sesama wanita Johana tahu, sorot mata Leoni masih mencintai Levin. Farel bukanlah pacar Leoni.
...**********...