MUSE

MUSE
S5 ~ MAMA



MUSE S5


EPISODE 19


S5 \~ MAMA


\~ Persetan dengan semua rasa cinta ini!! Persetan dengan semua rasa sakit ini!! Sejak detik itu, Lucas menutup hatinya untuk suatu hal yang bernama CINTA.\~


__________________


AUTHOR POV


Rony masih duduk termenung di samping istrinya, ia melihat ke arah tubuh wanita yang sudah 30 tahun menemaninya itu dengan iba. Tak lagi mencintai, tak lagi mengasihi, tapi bukan berarti mengabaikannya begitu saja. Katerina adalah wanita baik dan lemah lembut, ketulusan hatinya selalu membuat Rony tersentuh.


Katerina mengerjapkan matanya perlahan-lahan, seperti sedang beradaptasi akan sinar terang yang begitu menyilaukan. Rony terkesiap, ia langsung memegang tangan istrinya dan memanggil namanya lembut.


“Kau sudah bangun, Kate? Feeling better?” tanya Rony.


Katerina hanya diam, ia masih mencoba beradaptasi dengan mata dan tubuhnya. Tertidur selama dua hari membuatnya sangat letih.


“Jangan dipaksa, aku akan memanggil dokter kemari,” lanjut Rony sambil tersenyum tipis.


“Tidak, jangan,” cegah Katerina dengan suara lirih.


“Kenapa?” Rony kembali duduk di bangkunya.


“Temani saja aku, Ron.” Senyum Katerina.


“Baiklah.”


Ronny menepuk punggung tangan Katerina, ia juga membantunya meminum air pelan-pelan. Sedikit menghilangkan dahaga yang membuat tenggorokkannya kering.


“Sudah lama kita tidak mengobrol dari hati ke hati, Ron. Kau pasti kecewa padaku?” Katerina mencoba untuk memiringkan badannya, menghadap ke arah suaminya.


“Kate, kau sakit dan aku memakluminya.”


“Kau sudah menemukan wanita lain bukan? Sejak kapan, Ron?” Katerina memandang suaminya dengan tegar.


“Um ... Kate, a—aku ...,” jeda, Rony mengambil napas panjang dan membuangnya, “hah ... benar, Kate, aku telah menemukan wanita lain.” Rony yang semula tergagap akhirnya mengakui semua kesalahannya.


“Sejak kapan kau mengkhianatiku, Ron?” Suara Katerina bergetar, namun tetap berusaha tegar.


“Sejak tiga bulan yang lalu, maafkan aku, Kate. Sungguh aku menyesalinya, tapi aku benar-benar mencintainya, Kate.”


Ucapan Rony membuat Katerina menitikkan air matanya. Rony tertunduk malu, namun hatinya berkata bahwa dia harus mengakui kesalahannya dan meminta pengampunan kepada istrinya itu. Tangan Rony perlahan-lagan mengusap air mata Katerina yang menetes, menghapusnya dengan lembut.


“Maaf, Kate. Aku mempertahankan pernikahan kita selama ini semata-mata hanya demi Lucas,” tukasnya dengan berat hati.


“Iya, Ron, aku tahu. Terima kasih sudah mau jujur padaku. Terima kasih sudah menyayangi Lucas, dan berkorban demi dirinya dengan menjaga wanita sepertiku.” Katerina menangis, ia sungguh tak kuasa menahan kesedihan dan kekecewaan di dalam hatinya.


“Aku tetap akan menjagamu, Kate. Aku tak akan pernah meninggalkanmu sampai pada akhir hidupmu.” Rony menggenggam tangan Katerina.


“Tidak perlu Rony. Kau layak hidup dengan bahagia, menemukan cinta yang baru.” Katerina menarik tangannya.


“Kate, jangan berkeras hati.”


“Keluarlah, Ron. Aku ingin sendiri. Aku ingin menata hatiku.” Pinta Katerina, ia menerawang kosong ke atas langit-langit sementara matanya masih terus meneteskan air mata.


“Kate??!”


“Kumohon, keluarlah!!”


“Baiklah, aku akan keluar.” Rony takut emosi Katerina akan membuat penyakitnya kembali kambuh.


Rony beranjak dari kursinya, melangkah dengan berat meninggalkan istrinya yang menangis pilu. Hati Rony pun seakan diliputi oleh rasa sesal, namun rasa cintanya terhadap Fransisca juga tidaklah kecil, rasa cinta itulah yang menutup semua nuraninya saat ini.


“Ron!!” Katerina memanggil Rony saat ia hendak menggapai handle pintu.


“Ya?” Rony memutar badannya.


“Jaga Lucas untukku.” Katerina tersenyum hangat.


“Pasti, Kate. Dia anakku, aku pasti menjaganya.” Rony menelan ludahnya dengan berat, apakah ini sebuah pertanda kalau Katerina akan pergi meninggalkannya?


“Terima kasih untuk tiga puluh tahun kebersamaan kita, Ron.”


...


Air mata menetes dari sudut mata pria tua ini. Ia tak kuasa menahan haru dan penyesalan.


“Aku mencintaimu, Ron.”


...


Sekali lagi, Rony kehabisan kata-kata untuk menjawab pernyataan istrinya. Ia menekan sudut matanya dengan ibu jari dan telunjuk, menghentikan laju air matanya sebelum keluar dari ruang ICCU VIP itu.


— MUSE S5 —


Sementara itu, Lucas masih berdiri, bersitatap dengan Bella. Bella tertegun, tubuhnya membeku mendengar ucapan Lucas bahwa yang sedang bermesraan dengan mamanya saat ini tak lain adalah papa Lucas, kekasihnya.


“Lucas, ku mohon, jangan tinggalkan aku seperti ini.” Bella mendekat, air matanya mengucur deras.


“Tidak, Bella. Ini aneh, ini sesuatu hal yang aneh!! Mamaku sakit dan menderita karena Mamamu!!” teriak Lucas, tangannya bergetar dengan hebat.


“Lucas, kumohon, sayang.” Bella memandang Lucas dengan iba.


“Kenapa aku harus mencintai anak dari seorang pel4cur yang merusak keluargaku???” geram Lucas.


Lucas tak menunggu jawaban Bella, ia langsung masuk ke dalam mobilnya dan memacu kendaraannya pergi, meninggalkan Bella yang terus berlari mengejarnya.


“Ella ....” Lucas melihat Bella dari kaca spion, hatinya sakit tak kala melihat Bella tersungkur dan menderita. Namun, emosi Lucas jauh lebih besar saat ini, menutupi semua akal sehat mau pun rasa cintanya pada Bella.


“LUCASSS!!!!” teriak Bella pilu.


“Hiks ... hiks ...!” Bella terisak, tangisnya sangat dalam, hatinya begitu sakit dan terluka.


Cintanya begitu dalam untuk Lucas, hatinya begitu tertambat untuk pria itu. Kenapa semua kebetulan ini harus terjadi? Kenapa dia harus kembali merasakan kehilangan setelah indahnya cinta mulai bersemi di dalam hatinya.


Lucas ... tak bisakah kau memaafkanku?


— MUSE S5 —


Lucas memukul-mukul setir mobilnya, hatinya begitu galau, hancur, dan penuh amarah. Kenapa?? Kenapa bisa begini? Apa seleranya dengan papanya sama? Sampai-sampai bisa terpincut pada wanita yang punya satu darah yang sama?!


Lucas menangis, ia terus terbenam dalam sikunya yang bersandar pada setir bulat. Lucas tak bisa berpikir jernih saat ini, ia tak tahu harus bagaimana menyikapi keadaannya saat ini. Kepada siapa dia harus meminta pertanggung jawaban?


Kepada Tuhan yang menciptakan cintakah?


Kepada Papanya yang mencintai wanita itu?


Atau


Hatinya yang begitu mencintai anak dari wanita itu?





Lucas berjalan gontai menuju ke ruang ICCU, ia terkerjab saat melihat beberapa perawat berkerumun di sana. Cepat-cepat Lucas berlari, ingin segera sampai untuk melihat ada kejadian apa? Apa yang terjadi dengan mamanya?


“Satu, dua, clear ...!”


“Belum ada respon, satu kali lagi!!”


“Satu, dua, clear ...!”


Mata Lucas melebar dengan sempurna saat melihat tubuh kurus mamanya ditekan-tekan karena prosedural CPR. Tak berhenti sampai di sana, dokter memberikan kejuatan listrik pada jantungnya agar mau kembali berdetak. Namun sampai alat kejut jantung di arahkan ke dada Katerina beberapa kalipun, wanita tua itu sama sekali tak mau meresponnya.


“Tidak!! Jangan ...!! Jangan!! Kumohon!!” Lucas menyerbu masuk melewati kerumunan petugas kesehatan.


“Jangan, Tuan!!! Dokter sedah berusaha.”


Namun, dokter menggelengkan kepalanya. Ia turun dari ranjang Katerina, menundukan kepalanya untuk melihat arloji. Pukul 18.30 malam ini, Katerina dinyatakan meninggal dunia.


“TIDAK!!! JANGAN BERHENTI!!! Lakukan lagi dokter!!! Selamatkan Mama!!!” Lucas berteriak, ia meronta dengan hebat.


Para perawat kualahan, mereka terpaksa memanggil security untuk membantu menahan amarah dan juga tubuh Lucas yang kuat, semakin kuat karena emosi kesedihan yang terakumulasi hari ini. Kehilangan dua orang yang dicintainya secara sekaligus.


“Maaf, Tuan, kami sudah berusaha,” lirih mereka.


“TIDAK!!! SELAMATKAN MAMA!! SELAMATKAN MAMA!! DIA TAK BOLEH MENINGGALKANKU SEPERTI INI!!!!” Lucas berteriak.


“Kami sudah berusaha, Tuan.”


“Jangan pergi!!! Selamatkan Mama!! Aku akan membayarnya berapapun yang kau minta!!” Lucas mencengkram kerah dokter jaga, membuat dokter ketakutan. Para security mencegah Lucas, mereka takut Lucas akan memukul dokter atau pun perawat yang ada di sana karena tekanan emosi.


“Nyonya Katerina sudah meninggal, saya tidak bisa menyelamatkannya lagi, Tuan. Kami tahu anda sedih dan terluka, tapi tolong hormati beliau, setidaknya tenanglah di depan jenazahnya.” Dokter muda itu melepaskan cengkraman tangan Lucas dan pergi dari hadapannya.


Lucas tertunduk lemas, ia berjalan dengan gontai mendekati tubuh Katerina yang sudah membujur kaku tak bernyawa lagi. Lucas mengambil bangku, duduk di samping mamanya, menggenggam erat tangan yang berangsur-angsur mulai dingin, jiwa Katerina berangsur-angsur meninggalkan raganya dan membuat raga itu kaku, layu, dan pucat bagaikan kapas.


“Mama, kenapa? Kenapa harus pergi? Kenapa, Ma? Apa Mama sudah nggak sayang sama Lucas?” Lucas menangis dalam kesendiriannya. Ia terus menaruh telapak tangan Katerina pada pipinya sambil sesekali mengecupnya pelan.


“Mama bilang mau menemani Lucas dan menggendong cucu-cucu Mama??” Lucas terisak, ia menagih janji yang dibuatnya belum lama ini.


Seorang perawat datang, tangannya menyentuh bahu Lucas, membuat Lucas terkesiap.


“Maaf, Tuan kalau saya lancang. Tapi, Nyonya Katerina sendiri yang melepaskan injeksi berisi cairan penguat jantung.” Seorang suster yang datang mengatakan kebenarannya kepada Lucas.


“Maksudmu?”


“Nyonya membunuh dirinya sendiri, Tuan.” Suster itu melepaskan satu persatu peralatan yang masih menempel pada tubuh Katerina.


Lucas tertegun, hatinya mencelos. Tak kuasa menahan rasa sakit dan perasaan kecewa. Kenapa?? Kenapa hanya demi Papa yang tidak mencintai mama, mamanya rela mati??! Sekuat itukah cinta mama sampai rela meninggalkan satu-satunya anak dan memilih untuk mengakhiri hidupnya? Mengakhiri hidup demi membiarkan pria yang dicintainya mendapatkan kebahagiaan lain dengan wanita baru yang dicintainya.


Kenapa??


Kenapa cinta membawamu menjadi sebuta ini??!


Kenapa cinta bisa membawamu menjadi manusia seegois ini???!!


Persetan dengan semua rasa cinta ini!! Persetan dengan semua rasa sakit ini!! Sejak detik itu, Lucas menutup hatinya untuk suatu hal yang bernama CINTA.


— MUSE S5 —


😭😭😭😭


LIKE


COMMENT


VOTE


Dah ga bisa bikin sekilas inpo karena terlalu sedeeehh.... 😭😭


Nyesek hati adek kang!!