
Hai Hai Hai ...
Sory author mau promosi novel author yang berada di lapak NOVEL ME kalau kalian berkenang bisa di baca ya gaes.
Ini aku kasih cuplikan prolognya.
Terima kasih.
________________
LOVE AND CROWN
PROLOG
(NB: Cerita ini merupakan cerita fiktif belaka. Kesamaan nama orang, daerah, dan latar belakang sama sekali tidak ada sangkut paut-nya dengan tokoh, kelompok, atau golongan apa pun. Terima kasih, selamat membaca dan ber-halusinasi ria ^^)
Negeri Wei, terletak di utara Asia. Negara kecil ini berbatasan dengan Cina dan Rusia. Penduduknya punya rambut pirang, mata biru, dengan paras elok khas Asia. Bisa di katakan mereka adalah perpaduan sempurna antara Barat dan Timur. Walaupun bukan sebuah negara yang luas, namun Wei merupakan sebuah negara yang makmur. Maju dalam segala bidang kehidupan, perekonomian dan militer mereka-pun salah satu yang terbaik di dunia.
Negri Wei merupakan negara Monarki dengan King Jared Kielv ke –III sebagai Rajanya. Memiliki dua orang putri dan seorang putra. Ratu yang bertahta saat ini dulunya hanyalah seorang selir, sampai ia berhasil melahirkan seorang Putra Mahkota bagi Raja. Bak cerita dongeng Pangeran tampan berkuda putih, Pangeran Negeri Wei, Jayden Kielv ke-VII juga merupakan seorang Pangeran yang sangat tampan.
Well ... Mari kita bahas sedikit tentang siapa itu Putra Mahkota Jayden Kielv?
Jayden terlahir dengan pesona se-tampan dewa Yunani, tubuh atletis, otak cemerlang, dan sanse seni yang tinggi. Rambutnya berwarna cesnut tua (coklat kemerah-merahan), manik matanya biru-sebiru lautan, dan biasa menatap lawan bicaranya dengan mata elang-nya yang seksi.
Ah, sungguh tatapan-nya bisa meruntuhkan hati semua gadis di penjuru Negeri. Belum lagi saat kau melihat bibir tipis merah-nya yang begitu menggoda. Dilengkapi dengan giginya yang bederet rapi dan bertaring lebih panjang, sungguh membuat Jayden terlihat sangat manis sekaligus buas. Tak heran Jayden adalah idola wanita. Semua gadis cantik seantero negeri berlomba-lomba untuk menjadi istrinya.
Yah ... walaupun sistem kasta masih berlaku di Negara ini, tapi pemilihan calon Putri Mahkota terbuka untuk seluruh rakyat. Gadis berusia 15-20 tahun dengan prestasi gemilang bisa mengikuti seleksi-nya. Eits ... tapi tidak semudah itu Ferguso. Para gadis yang mendaftar harus memenuhi kriteria khusus sebagai seorang calon Ibu negara. Cantik dan pintar adalah sebuah keharusan! Mereka harus punya bakat dan ketrampilan khusus, makin banyak nilai plus-nya, makin besar kesempatan mereka masuk ke dalam jajaran seleksi putri mahkota. Pihak tata usaha penyelenggaraan kerajaan akan menjaring dengan ketat seluruh kandidat wanita berprestasi itu. Sampai akhirnya hanya akan tersisa 10 orang terpilih, dan pangeran sendirilah yang akan memilih salah satu di antara mereka untuk menjadi istrinya.
Seru kan? So, Kapan lagi jadi istri Pangeran tamvan ...? Ayuk cepetan daftar!
—LOVE AND CROWN—
Rumah kecil di pinggir Ibu Kota Nam, no 19.
“Papa matikan TV-nya! Apa kau tak melihat putri-mu sedang belajar?”
“Tunggu dulu, Ma. Lihat beritanya!! Pihak istana sudah menemukan calon istri untuk pangeran.”
“Benarkah? Coba kau besarkan suaranya!!”
Renny menyanggah-kan dagu-nya pada telapak tangan, mengamati kelakuan ke-dua orang tuanya. Renny menghentikan aktivitas belajar-nya. Suara berisik dari layar TV membuatnya susah berkonsentrasi. Mama yang semula hendak menolong kini malah ikutan asyik melihat ke arah layar kaca.
Memang sih, berita kali ini bakalan jadi topik terhangat dan paling di tunggu-tunggu di seluruh penjuru Negeri Wei.
Bagaimana tidak? Pangeran mereka hari ini akan mengumumkan siapa calon pendamping hidupnya. Yang berarti calon Ratu di masa mendatang.
“Andai saja Putri kita yang terpilih ... Aku akan cukur habis rambutku. Hahaha ...!” gelak tawa Papa Andre menggema di seluruh ruang keluarga. Perut gendut-nya ikutan bergoyang se irama.
“Mana mungkin, kau lihat dia! Dandan saja nggak bisa, walaupun pintar tapi nggak punya bakat apapun.” Lirik Mama Via pada putrinya yang sedang asyik mengupil di meja makan.
“Berhenti ngejelekin putri kalian sendiri!” Renny bangkit, berkacak pinggang di samping Papa dan Mamanya. Memamerkan setelan baju traning lengan panjangnya yang kedodoran.
“Aish, Anak ini! Coba kau lihat bentuknya, Pa! Nggak ada anggun-anggunnya.” Via bergeleng melihat kelakuan anak gadisnya.
Penampilan Renny memang sedikit kacau, dia hanya menguncir rambut hitamnya naik ke atas ala pony tail. Kaca mata tebalnya membekas di tulang hidungnya yang mancung. Mata bulatnya semakin bulat karena sebal dengan ucapan Mamanya. Wajah cantiknya sedikit berminyak karena terlalu stress mikirin PR logaritmanya hari ini.
“Hyahahaha ...! Nggak jadi Putri Mahkota juga nggak masalah. Kamu tetap putri di hati Papa.” Andre tertawa dan bangkit memeluk putrinya dengan erat. Pipi Renny sampai peot sangking eratnya tergencet tubuh tambun sang Ayah.
Ting Tong ...!
“Siapa sih malem-malem?” Via keheranan, ia bangkit untuk membukankan pintu.
KREK..
Via terkejut saat membuka pintu. Banyak pria tegap dengan balutan jas hitam di depannya, di telinga mereka semua ter-sumpal alat komunikasi. Penampilan mereka sangat mirip dengan agen-agen rahasia pada film action. Mereka mengawal seorang pria jangkung, wajahnya sangat bersahaja dan bicaranyapun terlihat sangat elegan.
“Maaf cari siapa, ya?” Via keheranan.
“Benarkah ini rumah Andre Agazine?”
“Benar.”
“Anda?”
“Istrinya.” Via mulai terlihat panik, perasaan suaminya tidak punya utang apa pun pada lintah darat.
“Ah, Pardon me, Nyonya Agazine. Saya pengurus rumah tangga kerajaan, Carl. Dan saya datang dengan membawa pesan dari Raja. Bisa saya masuk?”
“Raja?”
“Benar, Nyonya.”
Dengan kebingungan Via mempersilahkan tamunya masuk ke dalam rumah. Andre melepaskan dekapannya saat pria tua itu masuk. Renny segera mengambil udara sebanyak-banyaknya karena dekapan Andre hampir membuatnya pingsan kehabisan napas.
“Siapa??” Andre mengerling pada Istrinya.
“Katanya dari istana.”
“Ehem ... Tolong berlututlah untuk menerima titah dari Raja!” Pria tua ini berdehem pelan, karena keluarga di depannya ini tak kunjung menghormati titah dari Sang Raja.
GREGAB ....
Dengan cepat dan bingung ketiga penghuni rumah ber-nomor 19 itu berlutut. Masih saling berpandangan dalam kebingungan. Kenapa titah Raja bisa sampai pada keluarga mereka? Selama ini mereka adalah warga negara yang taat hukum, rajin bayar pajak, dan bekerja sebagai PNS dengan baik, jujur, dan juga rajin.
Pria tua ini membawa sebuah perkamen dengan segel kerajaan di atasnya. Setelah melepas segel itu, ia membukanya dan mulai membacakan isi surat tersebut dengan lantang, “setelah dilaksanakannya pemilihan ketat, berdasarkan UU kerajaan tentang pemilihan istri Putra Mahkota. Maka saya Raja Jared Kielv ke-III, menyatakan bahwa Renny Agazine terpilih menjadi Putri Mahkota kerajaan Wei.”
DEG ....
Terpilih?
Renny langsung mengangkat wajahnya, syok dan terkejut. Apa maksudnya? Putri Mahkota? Dia bahkan tak tahu bagaimana caranya menanak nasi? Bagaimana bisa dia menjadi seorang Putri Mahkota hanya dalam waktu satu malam?
“Kau berbohong?” tanya Renny gagap.
“Mana mungkin saya berani. Bangkitlah Tuan Putri, status anda kini lebih mulia dibanding saya.” Pria tua itu membungkuk dan membantu Renny berdiri.
“Putri kami? Jadi Putri Mahkota?”
“Iya, Tuan Agazine. Anda akan menjadi besan kerajaan. Tolong persiapkan segala sesuatunya dengan baik. Seminggu lagi Royal Family akan datang untuk melamar putri anda secara resmi.”
PLAK! Renny menampar pipinnya, “Auch!! Sakit..! Berarti bukan mimpi.”
"Tapi bagaimana bisa, Tuan? Saya bahkan tak mendaf ... emmph ...!" ucapan Renny terhenti karena Via menutup mulut putrinya dengan telapak tangan.
"Diam Renny, kita bisa kena masalah kalau ada sebuah kecurangan." Via berbisik pelan.
"Kalau begitu saya undur diri, Tuan dan Nyonya Agazine. pengawal dan beberapa dayang akan datang kemari besok pagi." Carl membungkukan sedikit badannya.
"Ba—baik."
"Istirahatlah dengan nyenyak, Tuan Putri." Carl membungkuk lebih dalam, lalu bangkit dan meninggalkan Renny yang masih terlihat syok.
"Bagaimana bisa?!" teriak Renny histeris sesaat setelah Carl beranjak pergi meninggalkan pintu rumahnya.
"Sungguh kau tak mendaftarkan diri?"
"Sungguh, Ma. Apa mungkin gadis seperti-ku akan memenangkan sayembara ini?" Renny menunjukkan jari telunjuk-nya pada wajah.
"Iya, juga," gumam Via.
"Jadi bagaimana sekarang?" tanya Andre.
"Ya sudah terima nasib saja, siapa yang nggak mau jadi mertua seorang Pangeran?" Via tersenyum bahagia. Membayangkan anaknya menjadi calon Ratu di masa depan membuatnya merinding.
Suara TV terdengar nyaring ....
Pihak istana telah mengumumkan terpilihnya RENNY AGAZINE sebagai calon Putri Mahkota mereka. Pangeran Jayden Kielv ke-VII telah memutuskan calon istrinya ini sesuai ketetapan yang berlaku dalam undang-undang kerajaan ... bla bla bla ....
Andre, Via, dan Renny masih menatap TV sampai melongo ....
"Papa, kau rasa kau harus mencukur habis rambutmu." Via menoleh pada suaminya.
"Ma, Papa rasa, Papa akan segera pingsan,” ucap Andre sebelum beneran jatuh pingsan.
“Ma,.. Renny rasa, Renny juga akan ikutan pingsan,” Renny ikutan pingsan.
“Kalian ini!!!” seru Via.
—LOVE AND CROWN—
OKE sampai di mana cerita kita?
Ah, Sampai Renny Agazine terpilih menjadi seorang Putri Mahkota.
Bagaimana bisa, ya? Kata Renny, Dia bahkan tak mendaftarkan dirinya.
Baiklah kita flashback dulu ceritanya, mungkin satu minggu yang lalu...
1 bulan yang lalu ....
SMA Negeri 1, Nam, Ibu kota Kerajaan Wei.
"Hoam ...." Renny menguap beberapa kali sebelum akhirnya menyerah dan menutup buku pelajarannya. Kenapa tabel unsur-unsur periodik Kimia harus di hafal-kan? Memang-nya ada faedahnya bagi kehidupan umat manusia kalau Renny berhasil menghafalkannya?
"Gaes, cek beritanya ...!" Kimmy, teman sebangku sekaligus kawan seperjuangan Renny ini tiba-tiba berteriak histeris. Jemarinya yang gemuk mengetuk layar smart phone beberapa kali.
"Apaan?" Wen-Wen dan Sena langsung menoleh ke belakang, beranjak dari bangku mereka.
"Wah gila, usia Pangeran menginjak 21 tahun, saatnya dia mencari Putri Mahkota." Wen-Wen membaca head line news pada layar ponsel.
"Buruan daftar!" teriak Sena senang.
"Ayo ...! Nggak ada salahnya dicoba." Wen-Wen juga terlihat antusias, cuma Renny yang diam dan mengamati kawan-kawannya.
"Nggak nyobain, Ren?" tanya Kimmy.
"Nggak, nggak mungkin kepilih juga." Renny mengusap hidungnya yang gatal. Musim semi membuat hidungnya gatal karena alergi serbuk bunga.
"Siapa tahu!" ujar Sena.
"Ayo kita isi pendaftaran."
"Ayo..!"
Renny memandang teman satu gank-nya dengan keheranan. Mereka bahkan harus remidial pada pelajaran matematika semester lalu. Jangankan terpilih, mungkin nama mereka akan langsung dicoret begitu melihat nilai yang terpampang pada buku raportnya.
Tapi entah kenapa Renny menyukai semangat juang kawan-kawannya itu. Yah, memang sih, wajah dan tubuh pangeran mereka saat ini sangat layak untuk diperjuangkan.
"Renny!" panggil seorang cowok dari luar kelas.
"Alex?" Renny terpekik, ia langsung bergegas merapikan rambut dan bajunya sebelum bangkit berdiri.
"Ciyeee ...." ledek Kimmy.
"Paan, sih?' Renny mengibaskan tangannya, memberi isyarat agar mereka berhenti menggodanya.
"Alex kelihatannya suka sama kamu, Ren." Wen-Wen berbisik.
"Nggak mungkin, kita cuma temen dari kecil. Lagian dia itu bangsawan, beda kasta sama kita-kita," ujar Renny, wajahnya sedikit murung.
"Tapi Anak SP (Spesial Program) sampai bela-belain datang ke sini demi makan siang bareng kamu. Kalau nggak ada rasa trus namanya apa donk?"
"Aduh!! Kalian ini! Jangan bikin aku ke-ge-er-an donk!" Wajah Renny bersemu merah.
"Sudah cepetan sana!! Keburu bel." dorong Kimmy.
"Oke. Bye girls," pamit Renny.
Renny memandang tubuh jangkung Alex yang sedang bersandar pada dinding koridor. Duh ... berdiri saja udah kaya patung pahatan seni. Bagaimana nggak bikin ngiler coba? Renny berlari kecil dengan riang di koridor dan berhenti tepat di samping Alex. Alex tersenyum dengan manis menyambut kedatangan Renny, membuat jantung Renny berdegup tak karuan. Ah, sungguh cowok yang imut dan manis.
Baiklah ... sebelum lanjut ceritanya, kita kenalan dulu dengan Alex. Siapa Alex?
Alex merupakan anak dari Duke Fanno Kielv, Hloh Kok nama keluarganya Kielv? Masih ada hubungankah dengan kerajaan? Yup, Ayah Alex merupakan adik dari baginda Raja Jared Kielv ke-III, dan saat ini dia menjabat sebagai Pedana Mentri negeri Wei.
Alex sudah mengenal Renny sejak kecil, hal ini karena Papa Renny yang bekerja pada bagian administrasi kerajaan. waktu kecil Renny sering ikut Papanya bekerja dan bertemu dengan Alex di sana. Mereka sering bermain saat di kantor administrasi Negara.
"Ngelamun?" Alex menggoyangkan tangannya di depan wajah Renny.
"Nggak kok! E ... Kamu nggak pa-pa tiap hari datang ke sini, Lex?" tanya Renny, ia juga heran soalnya Alex adalah murid kelas program spesial di mana hanya anak-anak bangsawanlah yang bisa masuk ke sana. Walaupun satu gedung namun fasilitas dan perlakuan-nya sangat jelas jauh berbeda dengan program kelas biasa.
"Emang ada yang ngelarang?" tanya Alex.
"Nggak ada, sih." Renny menjawab ala kadarnya. Bukan karena nggak mau menjawab panjang dan lebar, tapi lidahnya kelu. Entah kenapa akhir-akhir ini Renny merasa kikuk saat berhadapan dengan Alex. Alex yang sekarang bukanlah lagi seorang bocah yang dulu ia kenal. Sekarang Alex sudah menjadi seorang cowok tampan dengan sejuta pesonanya. Dan itu membuat Renny selalu salah tingkah saat bersamanya, dan juga kehabisan kata-kata saat memandang wajahnya.
"Sepupumu lagi memilih calon istri. Kamu nggak ikutan ngadain sayembara juga?" goda Renny.
"Untuk apa? Calon istriku-kan nggak harus bisa mengurus Kerajaan. Lagian aku sudah menemukan kandidat terbaik sebagai calon istriku, kok." Alex memandang Renny dengan sorot matanya yang lembut.
"Siapa?" sayangnya Renny masih kurang tanggap dengan kode-kode dari Alex.
"Rahasia ...!" bisikan Alex di telinga Renny membuat bulu kuduknya merinding.
"Ih, apaan sih?" Renny mendorong tubuh Alex pelan.
"Hahaha, Ayo kita makan, keburu bel!" ajak Alex.
"Dasar bangsawan aneh, kok suka makan, makanan rakyat?" sindir Renny.
"Bangsawan juga manusia kali! Masih doyan makan nasi." Sentil Alex.
"Hahaha ... Ayuk jalan, laper!" kata Renny.
—LOVE AND CROWN—
Di tempat lain ...
Istana Putra Mahkota, Gold Jade Palace.
TAK ...
DOG ...!
Pangeran tamvan Jayden sedang asyik menyodok bola putih sampai bola itu membentur keras pada 9 bola lainnya.
Beberapa bola berwarna masuk ke dalam lubang, beberapa lainnya menggelinding pelan. Jayden mengangkat badannya dan kembali mengoleskan kapur biru pada ujung tongkat biliar-nya. Ia menggulung lengan kemeja-nya sebelum kembali membungkuk, memperlihatkan tatto kecil di pergelangan tangannya. Matanya yang tajam mulai membidik target, bola hitam bernomor 8.
"Yang Mulia." Sebuah suara membuat Jay menghentikan kegiatannya. Suara itu berasal dari Kai, komandan dari para ajudan Jayden, ia membawa seorang pria di sampingnya.
Jayden mengangkat tubuhnya, menyandarkan tongkat biliar di bahu dan melepas kembali sarung tangan hitamnya. Jayden terlihat sangat tampan dengan balutan kemeja putih berhias-kan gesper hitam pada kedua sisi bahunya. Jay juga menggulung naik lengan kemeja-nya, dan membuka beberapa kancing atas, memamerkan dadanya yang bidang.
"Jadi bagaimana?" pertanyaan Jayden membuat lelaki paruh baya itu gemetar.
"Se ... sedang diusahakan, tidak mudah meng-hack program milik kerajaan,” ucapnya sambil terbata-bata.
"Kalau mudah kerajaan nggak akan berdiri se-kokoh ini begoo!" Jayden mengambil kembali tongkatnya.
"Saya akan melakukan yang terbaik, Pangeran." Keringat dingin menetes dari pelipis-nya.
"Good. Kalau kau berhasil, aku tutup kasusmu. Dan kau akan langsung terbebas dari hukuman mati." Jayden menempatkan tongkat di antar kedua jarinya, menyejajarkan kembali tongkatnya sebelum kembali menyodok pelan bola putih itu.
DOK!!
Bola hitam masuk ke dalam lubang.
"Baik, Pangeran."
"Kai, antar dia keluar ...!" Jay mengibaskan tangannya, memberi isyarat agar Kai mengantar tamunya keluar.
"Baik, Yang Mulia." Ajudan setia Jayden, Kai Romanov membungkuk dan mengantarkan pria itu keluar.
Harus berhasil, aku harus memilikimu. pikir Jayden, matanya berkilat optimis. Ia memandang tatto huruf ‘R’ di pergelangan tangan kiri dan menciumnya.
>>> LOVE AND CROWN <<<
___________IG. @dee.Meliana__________
Siapa sih Jay yang ingin kau miliki??
Penasaran?
Sambung next episode ya..
^Note^
URUTAN GELAR BANGSAWAN:
DUKE
MARQUESS
EARL
VISCOUNT
BARON
COURTESY