MUSE

MUSE
S4 ~ HATE YOU, RA!



MUSE S4


EPISODE 20


S4 \~ HATE YOU, RA!


\~Bayangkan saja, aku terus marah dan juga membela orang yang sama. Kalian tau betapa anehnya hatiku saat ini? Bisa kalian bayangkan betapa freaky-nya perasaanku?!\~


_______________________


Menyebalkan sekali, aku benci sekali padanya. Kenapa Ra harus berbohong? Kenapa dia harus menipuku dan berpura-pura menjadi Ken? Kenapa dia begitu ingin menyakitiku? Apa salahku kalau aku lebih menyukai Ken? Dia jauh lebih lembut dan baik hati!


Ra b*rengsek! Aku benci padanya.


Dengan dongkol aku masuk ke dalam rumah. Melihat Gabby sedang bermain dengan sahabatnya, ck, mereka berdua cewek centil. Masih SMP sudah suka dandan. Dasar kids jaman now!


“Inggrid, kau sudah pulang?” Mommy keluar dari dalam kamarnya.


“Hai, Mom,” sapaku ala kadarnya.


“Sampai sekarang kau belum kasih laporan ke Mommy tentang kuliahmu!” sergah mommy sebelum aku hendak naik ke atas.


“Hehe, Inggrid nggak mau kuliah, Mom,” cengirku selebar mungkin.


“HAH?? Terus mau ngapain?”


“Jadi istrinya Keano! Tapi sebelumnya Inggrid mau keliling dunia dulu, ” jawabku.


“Dasar anak ini!!” Mommy menjewer telingaku!!


“Adududuh ...!” seruku kesakitan.


“Mau jadi apa kalau kamu nggak kuliah, Nak?”


“Jadi ibu rumah tangga, jadi istri Keano.”


“Hish ... Ken saja masih berjuang! Mau kasih makan kamu pakai uang siapa?”


“Kan uang Daddy banyak. Ntar Inggrid minta sedikit.” Senyumanku ternyata malah membuat mommy Kalila semakin murka.


Plak! Mommy memukul pantatku.


“Aduh sakit, Mom! Kalau tepos gimana? Kalau ntar nggak semok lagi gimana?” protesku.


“Bagaimana bisa kamu semirip ini dengan Daddymu?!” Mommy mengelus dadanya karena kelakuanku.


“Ehehehe, kan Inggrid anaknya!”


“Pokoknya Mommy mau kamu cari jurusan! Kuliah! Jangan sia-siain hidupmu untuk hal yang ga ada gunanya.”


“Mom, percuma kuliah kalau ujung-ujungnya jaga anak sama suami! Lagi pula keliling dunia bukan hal yang nggak berguna.” Aku masih terus mengelak.


“Sayang sama bakatmu, Inggrid, masuk design biar hobimu tersalurkan.”


“Aku nggak suka menggambar di dalam komputer! Aku sukanya di dinding, Mom!”


“Apa bedanya?!”


“Mommy juga suka gambarkan?! Harusnya Mommy tahu rasanya.”


“Inggrid! Mommy dulu ingin kuliah saja nggak bisa. Kami punya kesempatan sayang, kenapa malah nggak mau?!”


“Mom! Hidup itu pilihan! Dan ini pilihan Inggrid!”


“Hah, terserahlah, sana masuk, istirahat!” Mommy akhirnya menyerah, tapi pasti besok daddy yang akan maju. Ah, sudahlah lebih baik aku bergegas membersihkan diri dan beristirahat.


— MUSE S4 —


•••


Akhirnya hari kelulusanku tiba. Daddy dan mommy hadir dalam wisuda SMA, mereka berfoto dan mengajakku tersenyum. Tapi aku tak bisa tersenyum karena Ken tidak hadir. Aku sudah mencari keberadaannya dari tadi sejak acara dimulai. Namun batang hidungnya sama sekali tak terlihat. Membuatku kehilangan rasa bahagia, moodku juga langsung merosot me titik terrendah!


“Senyum donk, baby!!” Daddy menarik bibirku agar tersenyum. Aku nyengir, berusaha untuk membuat mereka lega.


“Tumben si monster kecil tidak terlihat?” Daddy bertanya padaku.


“Benar juga? Di mana Ken-Ken?” Mommy juga heran. Jangankan mereka, akupun heran.


“Nggak tahu, ketelan bumi kali,” celetukku sebal.


“Kalian bertengkar? Oh, Yes!! Akhirnya kau berpisah juga!” Daddy terlihat bahagia.


“Daddy jahat!” Aku memukul lengan daddy dan meninggalkan mereka berdua.


“Mau ke mana?” Mommy mengikutiku ke mobil.


“Aku akan ke tempat Ken. Bertanya, kenapa dia nggak datang di acara kelulusanku?!” Aku mengambil papan skate dari dalam mobil.


“Inggrid, apa kau bertengkar dengan Ken?”


“Nggak, Mom. Aku bertengkar deng—. Ah, ada suatu hal yang tak bisa aku ceritakan padamu, Mom.”


“Oke, selesaikan masalahmu. Jangan terlalu membawa emosi dalam sebuah hubungan. Itu tidak akan membantumu menyelesaikan semuanya.”


“Oke, aku akan mencoba bersabar.”


Mommy benar, aku terlalu emosi karena sikap Ra yang menyebalkan. Kali ini pasti Ken tak bisa datang karena Ra. Tapi Ken sendiri juga menyebalkan, kenapa dia tak bisa mengalahkan Ra?!


“Dad!! Aku pergi dulu! Ingat janjimu padaku!” Aku pamit pada si Sugar Daddy-ku itu.


“OK!!” lambai daddy. Mommy sedikit heran, memang apa yang telah daddy janjikan untukku?


Aku melajukan papan skateku menuju ke rumah Keano. Aku mendorong skateboard sembarangan saat meloncat turun. Papan seluncur itu menabrak dan berhenti di depan pintu garasi. Dengan wajah super marah aku masuk ke dalam garasinya.


“Ken!!” seruku.


Keano sedang asyik membetulkan motornya. Dia bertelanjang dada dan memamerkan semua otot kencangnya . Ah, sialan, kenapa dia harus melepaskan kaosnya?! Apa dia sengaja ingin membuat rasa marahku menghilang dan berganti dengan rasa gemas?


“Hish...! Berisik! Mau apa kemari?” tanyanya dengan nada sebal.


“Ken! Aku mau bicara dengan Ken!” Dugaanku benar, cowok menyebalkan di depanku ini bukan Ken! Dia Ra!


“Dia ada di dalam sini! Ketuk saja!” goda Ra sambil menyeringai, dia menunjuk dada bidangnya dengan jempol tangan.


“Hei!” protesku.


“Kenapa? Kau sudah sering menyentuhnya bukan? Kau pun begitu menikmatinya saat kita bersentuhan kemarin,” wajahku spontan menghangat, senyumku berubah kecut! Sialan cowok brengsek ini.


“Kenapa tak menghadiri kelulusanku?!” tanyaku dengan nada sebal.


“Hei! Memang siapa dirimu?!” ucapan Ra membuatku ingin menonjok wajahnya, tapi wajah itu adalah wajah Ken!


“Ugh ...! Tak bisakan kau kembali dan biarkan Ken keluar?!” Aku mendekatinya.


“Heh, coba saja bangunkan sendiri.” Ra kembali acuh dan membetulkan motornya.


“Sialan! Baiklah.” Aku menarik tubuhnya dan mendekati wajahnya.


“Ken!! Keluar atau aku akan mencium Ra!”


“Ken!!!” Aku memeluk tubuhnya, aku mengira Ken suda keluar.


“Wah, wah, sekangen itu ya dengan, Ken?” Suaranya berubah lagi. Ra muncul lagi.


“Kau sengaja menggodaku?!” Aku mendorong tubuhnya menjauh. Ra berpura-pura menjadi Ken lagi, seperti kemarin.


“Kau bilang ingin menciumku?! Jadikah?!” Ra menarik tanganku dan memaksakan bibirnya menempel pada bibirku. “Ah, Sweet baby!!” goda Ra setelah melepaskan kecupannya!


“Br*ngsek!!” umpatku sebal.


“Ck, walaupun aku benci padamu, nyatanya tubuh ini benar-benar menyukai sensasinya.” Ra mendengus sebal.


“Ra!!”


“Pergilah Inggrid! Ken tak akan keluar, aku yang menguasai tubuh ini sekarang!” Ra kembali menuju ke motornya, membetulkan motornya yang sudah usang.


“Kau mengekang Ken?”


“Iya.”


“Kenapa?”


“Karena kalau dia keluar, kalian akan berusaha menghapus keberadaanku.”


“Lalu? Bagaimana denganku? Apa kau tak akan pernah membiarkan aku menemui Ken? Apa kau tak akan membiarkanku memiliki Keano?!” bentakku dengan keras! Aku mencengkram siku lengannya agar dia fokus kepadaku.


“Bukankah kau sama saja? Ingin aku menghilang?” Ra menepis tanganku.


“Tidak, Ra. Bukan begitu maksud kami.” Aku sadar dia pasti juga terluka.


“Kau bohong, Inggrid. Kau juga ingin aku pergi bukan?” tatapannya menajam.


“Aku hanya ingin Keano kembali menjadi Keano.”


“Dengan memenangkan Ken?”


“Bukan memenangkan, Ken. Tapi memang Ken adalah pemilik tubuh itu,” jawabku.


“Oh, ya? Lalu kenapa dia tak bisa keluar sekarang? Kenapa tekatnya tak cukup kuat? Kenapa jiwanya kalah dengan jiwaku?”


“Ra ..., tak bisakah kalian bersatu saja dan menjadi Keano?!”


“Tidak! Jiwanya tak sama denganku.”


“Kenapa?”


“Itu karena dia pecundang!! Pengecut!! Lemah! Dia tak pantas menjadi Keano! Dan asal kau tahu, semua itu karenamu, Inggrid!! Kau yang membuatnya menjadi seperti itu!”


“Tidak ... Ken sudah begitu sejak kecil?”


“Oh, ya?! Sejauh apa kau mengenalnya?”


“Kami selalu bersama sejak bayi!”


“Kau juga bersamaku sejak kecil! Kau kira siapa yang kau beri kaktus itu?! Itu aku, bukan Ken!”


“Lalu maumu apa?!” Aku berteriak padanya, air mataku terus mengalir deras.


Aku bingung dan bimbang. Aku tak menyangka bisa terjebak di antara dua jiwa seperti ini, dan keduanya adalah Keano pria yanh kucintai, teman masa kecilku, belahan hatiku. Bayangkan saja, aku terus marah dan juga membela orang yang sama. Kalian tau betapa anehnya hatiku saat ini? Bisa kalian bayangkan betapa freaky-nya perasaanku?!


“Aku mau kau menganggapku sebagai seorang pribadi! Sebagai Keano! Aku akan membuat Keano menjadi sosok yang kuat.”


“Lalu Ken?”


“Aku akan menghapus keberadaannya.”


“Kenapa kau jahat?”


“Apa bedanya dengan kalian? Jadi kalau kalian yang menghapusku kalian tidak merasa diri kalian jahat?” Ra tersenyum sinis.


“Bukan begitu maksudku, Ra.”


“Kau egois, Inggrid.”


Ra benar, kami semua egois. Kami semua punya kepentingan kami masing-masing. Baik Inggrid, Baik Ra dan Ken, semuanya tak ada yang mau mengalah, kini tinggal kuat mana jiwa mereka saat bertarung.


“Kumohon jangan sakiti Ken.”


Ra bangkit, dia mendekatiku dengan pandangan yang menakutkan. Aku mundur beberapa langkah ke belakang sampai akhirnya mentok pada dinding. Ra mengikat tanganku dengan tangannya yang kotor karena oli motor. Tanpa ragu dia menciumku paksa. Memaksakan lidahnya masuk, perlakuannya menyakiti perasaanku.


“Berhenti!! Ini memuakkan!” tandasku, aku terus bergeleng agar ciumannya tak bisa mengenai bibirku.


“Aku juga Keano, Inggrid!” Ra kini mengunci wajahku dengan kedua telapak tangannya. Kini aku tak bisa mengelak, membiarkan Ra menyesap kuat bibirku.


“Hiks,” tangiskulah yang menghentikan aksinya. Ra menatapku sebelum akhirnya berkata, “ pergilah!”


“I hate you, Ra!!” Aku memandangnya dengan nanar sebelum keluar dari rumahnya.


Padahal aku sudah berjanji pada mommy untuk tidak memakai emosi dalam menyelesaikan masalah ini, tapi perlakuan Ra tak bisa tak membuatku emosi.


Lalu bagaimana nasib Ken? Aku harus menyelamatkannya dari, Ra!


— MUSE S4 —


Ken ... kau cowok lemah!


Wkwkwkwkwk


Tapi aku suka, duh, suka semuanyalah.


MUSE UP


YUK DUKUNG AUTHOR DENGAN VOTE


VOTE KALIAN 10 pointpun berarti buat saya gaes.


Suport saya dengan dukungan point dan koin.


Jangan lupa juga buat like dan commentnya.


Biar MUSE FEMES!! Author rengginan jadi author femes!! 🤭🤭🤭


❤️❤️❤️❤️


Jangan lupa bagi cinta untuk banyak orang


Jangan lupa cintai alam


Jangan lupa bawa kantong belanja sendiri


Jangan lupa kalau saya cinta kalian


🥰🥰😝


Jangan lupa masih berhadiah pulsa untuk voter terbanyak tiap minggunya!!