MUSE

MUSE
S2 ~ EXTRA PART



MUSE S2


EPISODE 92


S2 \~ EXTRA PART


\~ Memang hanya sebuah kisah cinta biasa, tapi bisa membuat kalian merasa sangat luar biasa — dee.Meliana \~


•••


Kriingcliing Kling.... 🎶


Terdengar bunyi lonceng yang menggema, aku langsung menoleh untuk mengetahui siapa yang datang sepagi ini.


“Mmmoooommm...!” dua orang bocah nakal masuk dan saling mendorong.


“Minggir, aku dulu!”


“Bukan, aku dulu!”


“Inggrid!! Nick!!” seruku pada mereka berdua.


Kenalkan, ini anak pertamaku yang hampir berusia 6 tahun, namanya Inggrid. Inggrid punya wajah yang sangat mirip dengan Arvin. Semua orang bilang Inggrid adalah Arvin versi wanita. Inggrid sangat pintar, namun sedikit manja. Dia memang anak kesayangan Daddy nya.


Kalau yang ini anak keduaku yang berumur 4 tahun, namanya Nicholas. Dia laki-laki, tapi sangat mirip denganku. Laki-laki yang manis, dia selalu berhasil menjadi yang nomor satu dan itu membuat Inggrid marah. Nick tipe pendiam, namun sangat bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri.


“Kenapa kau mengajak mereka kemari, Kak?”


“Gabby, terus menangis. Dia tak mau makan dan minum susu.” Arvin menggendong anak ke tiga kami, namanya Gabriel, kami memanggilnya Gabby. Si kecil imut dengan wajah mirip boneka. Gabby baru berusia 1 tahun 10 bulan, ia bergelayut manja pada lengan Daddy nya.


“Sepertinya gigi Gabby akan keluar.” Aku menengok ke dalam mulut mungilnya.


“Pantas saja sangat rewel.” Arvin menurunkan Gabby, supaya gadis kecilku itu bisa bergabung bersama dengan kakak-kakaknya.


“Masih pegel punggungnya?” Arvin mengelus punggungku.


“Nggak, sudah lebih baik.”


“Jangan menggendong Gabby terus, Kalila. Kaukan sedang hamil!” Arvin kembali mengingatkan diriku akan kehamilanku yang menginjak 5 bulan.


“Iya, iya.”


Kalian pasti heran bukan? Kenapa anak kami sangat banyak? Sesuai janjinya padaku, aku akan melahirkan banyak anak untuknya asal dia yang mengasuh dan membesarkan mereka. Arvin menepati janjinya, dia bekerja sambil mengurus anak-anak. Sedangkan aku, menikmati peran sebagai istri dan Mama yang begitu manja.


“Aku punya 3 anak tapi rasanya seperti punya 4 anak.” ledek Arvin padaku.


“Ck, akukan memang anakmu yang paling besarkan, Om Ganteng!!” Aku mencubit pipinya.


“Dasar, kucing nakal!”


Aku tertawa dan mengecup bibirnya. Beginilah keseharian kami saat ini. Penuh dengan rasa emosi dan luapan cinta. Kadang juga merasa lelah mengurus 3 orang anak, kadang juga merasa lucu, gemas, dan bahagia. Namun aku bersyukur, aku punya banyak anak dan juga suami yang baik. Sebagai orang yang hidup sebatang kara, hidupku jauh lebih sempurna dengan kehadiran mereka.


“Ayo siapa yang mau ice cream?!” seruku.


“Aku, Aku, Aku, Aku.” Mereka berebut untuk duduk dan menunggu ice cream.


“Yang duduknya paling rapi Mommy kasih paling awal.”


Mereka berdua duduk dengan rapi, hanya Gabby yang masih berdiri dan bermain dengan hiasan meja. Dia belum mengerti arti sebuah penundukan diri, namanya juga bayi.


“Daddy juga ingin ikut berbaris.” Arvin menerobos dan duduk di tengah-tengah.


Aku tertawa melihat tingkahnya dan memberikan satu scoop ice cream padanya. Lalu Nick, Inggrid, dan si kecil Gabby. Aku bahagia saat melihat mereka semua tersenyum bahagia.


— MUSE S2 —


•••


Aku berdiri pada ambang pintu untuk melihat Arvin membantu anak-anak menyikat gigi sebelum mereka beranjak untuk tidur. Aku sudah menidurkan si kecil Gabby. Kini giliran Arvin menidurkan si duo nakal.


Arvin menepuk pelan punggung Nick dan mengelus rambut Inggrid. Memberikan rasa aman dan nyaman agar mereka bisa segera terlelap. Tak butuh waktu lama bagi Arvin untuk menidurkan mereka berdua. Arvin mencium kening keduanya sebelum bangkit untuk mematikan lampu.


“Gabby sudah tidur?” Arvin melirihkan suaranya dan berjalan mendekatiku.


“Sudah,” jawabku.


“Giliran aku menidurkanmu?” goda Arvin.


“Mandikan aku dulu, rasanya sangat gerah,” pintaku, hamil memang sering membuatku kepanasan akhir-akhir ini.


“Baiklah, ayo!” jawabnya seraya masuk ke kamar mandi. Arvin menyiapkan air hangat pada bathtube.


Arvin menghampiriku dan membantuku masuk ke dalam bathtube. Arvin bersandar pada sisi ujung yang lain, begitupula diriku. Aku memandang wajah tampannya yang terlihat lelah. Ia bekerja meneruskan pekerjaan orang tuanya sambil mengurus 3 orang anak. Ya, walupun Mama Rose selalu datang membantu, tetap saja pasti capekkan.


“Aku rindu padamu, Baby.” ucapnya seraya mendekatiku.


“Aku juga,” jawabku sambil mengelus wajahnya.


Buih sabun terlihat memenuhi permukaan air bathtube. Kami menikmati kebersamaan yang hanya bisa dilakukan dimalam hari ini sambil berendam air hangat.


Arvin mengelus perutku yang membuncit dengan buih sabun. Sesekali ia menciumnya dan meletakkan telinga di atas perut. Arvin berusaha mendengar dan berbicara dengan calon bayinya.


“Dia bergerak.” Arvin mengelus lagi perutku.


“Iyalah, kan udah besar, pasti terasa gerakkannya.” Aku mengelus rambut Arvin.


Arvin kembali mencium perutku sebelum akhirnya bangkit, ia memutar badanku dan memelukku dari belakang. Menguncir naik rambutku dan mencium leherku pelan. Rasanya sangat nyaman.


Arvin mengambil sabun dan membersihkan punggungku. Lalu turun untuk mengelus perutku yang menyembul dari permukaan air.


“Thanks, Kak,” kataku lirih, aku menyukai perlakuan dan caranya mencintaiku.


“Kenapa berterima kasih? Sudah tugasku merawat dan melindungimu. Selain kerena aku terlalu mencintaimu, tubuhmu saat ini sedang membawa calon anakku.” Arvin mengelus perutku. Ah, aku meleleh mendengar ucapannya, caranya mencintaiku memang sangat luar biasa.


“Giliran aku yang membersihkanmu, Om Ganteng.” Aku memutar tubuhnya.


Aku mengusapkan sabun pada punggungnya yang lebar, menggosoknya dengan sedikit kencang.


“Auch, sakit Kalila.” rintih Arvin. Aku memang sengaja menggodanya.


“Hihihi..., biar bersih,” jawabku sambil cekikikan.


Aku mengusap semua bagian tubuhnya, memijatnya pelan agar sia merasa sedikit nyaman. Ada tatto huruf K pada leher belakangnya, sangkin cintanya dia padaku sampai membuat inisial namaku tertulis pada tubuhnya. Aku mencium tattot itu, Arvin mengelus kepalaku.


“Jangan pernah berhenti mencintaiku, Kalila.”


“Yeah, you too, baby!!” jawabku menirukan caranya memanggil namaku.


“8 tahun menikah baru kali ini kau memanggilku baby!!” Arvin memutar tubuhnya untuk protes.


“Hahaha...,” tawaku nyaring.


Arvin memelukku, akupun menerima pelukkan mesranya, mendekap erat tubuhnya sampai air bathtube meluber keluar. Aku mencium bibirnya dengan begitu lekat dan dalam, mellumatnya, kami bertukar napas dan kehangatan.


Terima kasih Arvin sudah selalu ada untukku.


Terima kasih Arvin sudah mencintai anak-anak kita.


Dan


Terima kasih Arvin, kau telah sembuh untukku.


— MUSE S2 —


•••


Arvin mengambil handuk dan mengeringkan rambutku. Sementara aku masih memakai jubah mandi sambil duduk dan meminum susu hamil buatannya.


“Aku merasa seperti ratu hari ini,” gelakku disambut dengan senyuman simpulnya.


“Ratu Kalila, cocok juga.”


“Kau besok mau makan apa?”


“Semur daging kelihatannya oke.”


“Baiklah, aku besok akan masak itu untukmu.”


“Ratu Kalila akan turun tangan dan memasak?” ledeknya.


“Tiap hari juga akukan yang memasak.” Aku mengerucutkan bibirku sebal.


“Iya, iya.” tangan Arvin masih sibuk mengeringkan rambutku.


“Kita cari pengasuh juga, yuk, Kak!”


“Untuk siapa?”


“Gabby, setelah ini kita pasti akan repot mengurus Levin.” Aku mengelus perutku.


“Ck, aku masih bisa kok mengurus mereka. Ada Mama juga yang selalu membantu.”


“Ck, akukan nggak mau kau kelelahan.”


“Ck, melihat senyummu membuat lelahku hilang!” pelukkan Arvin kembali bersarang pada pundakku.


“Ck, Jangan gombal, Kak!!” kami saling beradu decak sebal.


“Hahaha, iya, sudah ayo tidur. Kita pikirkan masalah pengasuh besok saja kalau benar-benar sudah kualahan.”


“Oke.”


“Good nite, baby.” Arvin mencium keningku, lalu mengecup bibirku pelan.


“Good nite, Kak.”





Semur daging dengan kentang goreng dan wortel rebus siap. Aku meletakkan sepiring besar bola-bola daging cincang yang si masak dengan kecap dan juga pala. Di sampingnya ada kentang dan wortel sebagai sayuran pendamping. Hanya Arvin yang berbinar bahagia karena memang sedang ingin memakannya. Sedangkan Inggrid dan Nick langsung menurunkan bahunya karena kecewa melihat sayur wortel.


“Mom, boleh kami makan sereal saja?” usul Inggrid.


“No, no, no, kalian nggak boleh pilih-pilih makanan!”


“Mom, aku akan makan semuanya asal boleh bermain game.” Nick memberikan syarat sebagai imbalannya memakan wortel.


“No!! School day, no game, that’s the deal!” Aku melepaskan apron masak, lalu kembali dengan segelas kopi hitam untuk Arvin.


“Thanks, baby.” senyum Arvin saat menerimanya. Ia masih menyuapi Gabby dengan sabar.


Aku kembali melihat muka ke dua anakku yang banyak maunya. Mereka memandang wortel sebagai sayuran yang menakutkan.


“Cobalah terlebih dahulu, sayang. Sebelum kalian mengatakan tidak ingin memakannya.” Aku meletakan seruas kecil wortel rebus dan daging cincang pada piring mereka masing-masing.


Inggrid dan Nick saling memandang.


“Try!!”


“Oke, Mom.” dengan berat hati mereka mengangkat sendoknya dan memasukkan kombinasi masakan itu pada mulut mungil mereka.


“How?”


“Enak!!” seru mereka bersama.


“Good!” seruku juga. Aku tersenyum melihat mereka berdua mau memakan wortel.


Aku mengambilkan Arvin nasi beserta lauk, begitu pula dengan mereka. Aku menggendong Gabby agar Arvin bisa memakan sarapannya.


Melihat mereka semua makan dengan lahap dan juga tersenyum lebar membuatku merasa menjadi wanita paling beruntung di dunia.


— MUSE S2 —


•••


Jadi menurut kalian, Arvin itu Iblis atau Malaikat? Lalu menurut kalian bagaimana aku harus memandang malam penuh hujan kala itu? Sebagai kebahagian atau kesialan?


Tak ada yang tahu tentang garis kehidupan manusia selain Tuhan. Tapi benar kata Arvin, pasti akan selalu ada pelangi setelah hujan. Dan aku telah melihat pelangiku, aku menemukan kebahagiaanku bersama dengan dirinya juga keluarga baruku.


Terima kasih, Tuhan.


Terima kasih juga, para pembaca, telah membaca kisah cinta kami yang apa adanya ini. Memang hanya sebuah kisah cinta biasa, tapi bisa membuat kalian merasa sangat luar biasa bukan?


— MUSE S2 —


HAPPY FASTING, HAPPY SAHUR, HAPPY BUKA, ENJOY RAMADHAN WITH LOVE...


VOTE, LIKE, COMMENT.


Berikan feedback terbaik kalian tentang pertanyaan Kalila ( tentang kisah cinta Arvin dan Kalila yang saya blok hitam). Tulis di kolom komentar, berikan hastag #pulsagratis.


Menangkan pulsa 50 ribu dari Author untuk 2 orang dengan komentar terbaik.


Saya tunggu sampai akhir bulan April 2020. Pengumuman di Grup Chat ya. (Tgl 1 Mei)


I lope yu readers..


❤️❤️❤️


God bless yu in this Ramadhan.


Muach \~❤️