MUSE

MUSE
S5 ~ HENTIKAN!!



MUSE S5


EPISODE 45


S5 \~ HENTIKAN!!


\~Nick memang tak bisa menjadi Raja yang mendampingi Ratu, tapi bukankah ia masih bisa menjadi Kesatria yang mengorbankan hidupnya untuk Sang Ratu.\~


_____________________


(Mengandung adegan kekerasan, bagi yang tidak suka bisa dilewatkan saja langsung ke sub bab berikutnya. Mohon bijak dalam membaca dan menyikapi readers ❤️❤️)


Nick menunggu kedatangan Lucas dan anak buahnya pada lobby hotel. Ia telah bersiap untuk bertarung dengan Lucas. Akal sehatnya menghilang seiring dengan kepergian Bella tiga hari belakangan. Nick begitu merindukan wanita itu dan menyesali kekurangannya yang tak bisa melakukan apa pun untuk melindungi Bella.


Sekarang Nick telah menetapkan hati. Menantang Lucas dalam pertarungan satu lawan satu. Bila ia menang, Lucas harus mau mengembalikan Bella padanya dan melepas semua rasa cinta serta pergi dari kehidupan Bella selamanya.


“Nick!! Nick!!” Bella meronta dalam gandengan Lucas, ia terus memanggil nama Nick.


“Bella.” Nick tertegun, Bella terlihat kurus dan pucat, padahal mereka baru berpisah tiga hari.


“Kenapa kau sangat bodoh, Nick?! Pergilah! Kau tak akan menang melawan Lucas. Jangan sakiti dirimu sendiri.” Bella masih terus berusaha lepas dari gandengan Lucas. Lucas hanya diam saja, tak menunjukan ekspresi apapun.


“Tidak Bella aku pasti akan menang dan menyelamatkanmu!” ujar Nick.


“Nick!! Jangan bodoh!! Belum terlambat untuk berhenti!! Belum terlambat untuk menyerah.” Bella terisak, air matanya kembali menetes. Mata Bella mulai panas dan perih akibat terus menangisi hidupnya beberapa hari belakangan ini.


“Benar kata, Bella. Belum terlambat untuk menyerah.” Lucas menyeringai, menatap Nick penuh hina.


“Aku tak akan pernah menyerah pada cintaku.” Nick mengepalkan tangannya geram. “Meski aku harus mati di tanganmu aku tak akan pernah menyesal.”


“Ck, jangan banyak bicara, ayo segera keluar dan selesaikan semuanya.” Lucas menarik paksa lagi tangan Bella.


Bella terus bergeleng dan menangis melihat Nick. Ia tak mengerti kenapa Nick bisa begitu nekat demi dirinya? Mereka hanya berpacaran tak lebih dari beberapa bulan saja. Bella semakin menyesal, menyesal karena telah memberikan cintanya pada pria yang tak bersalah. Andai Bella tak membuka hatinya dulu, Nick pasti tak perlu bertemu dengan Lucas.


“Ada sasana tinju dekat sini, kosongkan sanggar itu Mile. Kita bertanding di sana.” Lucas menyuruh Miller mengosongkan sanggar boxing di sebuah gym dekat hotel.


“Baik Tuan.”





Miller mengawasi Bella. Sementara Nick dan Lucas berada di atas ring tinju. Boxing memang keahlian Lucas, namun Nick tak mengajaknya mengadu bakat tinju, ataupun pertarungan lain yang punya aturan. Nick mengajaknya bertarung tanpa aturan. Sampai titik darah penghabisan. Hanya satu aturannya, yang kalah menyerah akan perasaannya terhadap Bella.


Lucas melepaskan kemejanya, menampilkan tubuhnya yang atletis. Nick melakukan hal yang sama. Nick meloncat merenggangkan otot-ototnya. Lucas hanya menyeringai, baginya Nick tak lebih adalah seorang bocah. Bocah nakal yang berani menyentuh miliknya, yang harus dihajar agar dia tahu diri.


Cresss ...


Lucas menghidupkan rokok, ia menghisap dalam-dalam aroma tembakau yang terbakar, meniupkannya perlahan kesamping. Lucas merokok pada sela-sela kegiatannya membebat telapak tangan dengan kain.


“Bebat saja kepalan tanganmu!” Ia melemparkan juga pada Nick. Nick melakukannya juga, melindungi telapak tangannya agar tidak lecet saat meninju.


Lucas dan Nick saling beradu pandang. Nick memasang pose tubuhnya pada mode siaga penuh. Ia tak bisa meremehkan Lucas karena pria itu bisa menghajar Mark dengan mudahnya. Sementara Lucas, dia berdiri dengan santai, masih berusaha menghabiskan rokok yang dihisapnya.


“Ayo mulai!! Sudahi ini sesegera mungkin!” Teriak Nick.


“Kalau itu maumu!” Lucas menyeringai. Secepat kilat ia menghantamkan tinju tangan kanannya ke arah dada Nick. Nick terkejut, ia menahan serangan Lucas dengan mendekap kedua lengannya di depan dada.


Brengsek!! Sakit banget, tenaganya kuat sekali! Pikir Nick.


Nick membalas Lucas dengan menyikut perutnya menggunakan lutut. Lucas meloncat ke belakang untuk menghindar. Ia lalu tersenyum puas, tak ia sangka Nick bisa menahan pukulan telaknya.


“Kau boleh juga, aku akan mulai serius.” Lucas menyentilkan puntung rokoknya ke wajah Nick, Nick menepisnya.


Saat menepisnya, Lucas sudah terlebih dahulu memberikan tendangan tinggi. Nick kelabaan, ia langsung mundur dan menutup kembali dadanya, menyilangkan tangan di depan agar pukulan Lucas kembali mengenai tangan, bukan organ vitalnya.


Lucas bergerak cepat, Nick tak bisa membaca gerakan Lucas. Dengan segera Lucas menarik tangan Nick memberikan kuncian dan membanting badannya.


“URG!!!” Nick menahan rasa sakitnya.


“Nick!!” teriak Bella ketakutan.


Lucas menginjak dada Nick, ia menatap Nick dengan pandangan penuh hina. Bagaimana bisa pria lemah seperti ini menantangnya untuk memperebutkan Bella?!


“Nick bangkitlah!!” teriak Bella lagi memberi semangat.


Lucas berdecis. Emosinya tersulut, Lucas mengambil ancang-ancang hendak menendang Nick, namun Nick memutar tubuhnya, rolling beberapa kali ke samping. Nick kembali bangkit. Membuat senyuman terkembang di wajah Bella.


“Sebenarnya apa yang Bella lihat dari pria lemah sepertimu? Kau bahkan tak bisa melindungi dirimu sendiri, dan kau ingin melindunginya.” Lucas bergeleng pelan.


“Setidaknya aku bukan pria yang membuangnya begitu saja!! Aku bukan pria pengecut yang tak berani memperjuangkan cintanya.” Nick menghunus hati Lucas dengan tajamnya kata-kata. Membuat Lucas terdiam, Nick tak menyiakan kesempatan itu. Ia langsung menghantam Lucas, tepat pada wajah tampannya.


Lucas terpelanting ke kiri. Sudut bibirnya mengeluarkn darah. Nick berhasil melukainya. Bella mendekap tubuhnya, ia terlihat begitu bahagia.


Nick kembali menendang wajah Lucas, ia menghujani Lucas dengan pukulan-pukulan kasar. Membuat pria kekar itu tersungkur. Namun Lucas sama sekali tak merasakan sakit pada tubuhnya, baginya serangan Nick tak berarti apa-apa karena dia pernah mengalami pertarungan yang lebih besar. Yang membuatnya lemah adalah hatinya yang merasakan sakit karena melihat Bella mendukung pria lain dan bukan dirinya.


Andai saja pria ini tidak ada?! Apakah Bella akan memandangnya kembali? Andai saja dia berhasil mengalahkan Nick, apakah Bella akan kembali mencintainya?


Binar mata Bella menyorotkan jawabannya. Sebuah jawaban penolakan yang di rasa Lucas saat memandang mata itu.


Sia-siakah semua ini?


Sia-siakah penantiannya?


Sia-siakah rasa cintanya?


Apakah memang Lucas harus kembali bengis dan kejam untuk bisa mendapatkan kembali hati Bella?!


Lucas menggeram, ia mengepalkan tangannya dan bangkit. Mengencangkan ototnya untuk menahan pukulan Nick. Nick kaget, mundur beberapa langkah, mengambil ancang-ancang untuk menendang Lucas.


Lucas menahan tendangan Nick dengan tangannya. Ia langsung menarik kaki Nick sampai pria ini terjatuh, terjungkal. Lucas meloncat, hendak memberikan pukulan dengan sikut lengannya pada tubuh Nick. Nick membelalak, ia menggeser tubuhnya.


“Aku akan membuatmu menderita malam ini!! Aku akan menyiksamu di depan Bella supaya dia memohon ampunan dan juga cintaku kembali.” Lucas berkata dengan wajah garang.


Nick memacu tubuhnya untuk melesat cepat, melompat dan menghantamkan tinju pada wajah Lucas kembali. Namun sia-sia, lagi-lagi Lucas berhasil menangkisnya. Lucas menahan tangan Nick agar tubuhnya tak bisa menghindar, dengan sekuat tenaga pula Lucas melayangkan tinjunya pada Nick. Bogem mentah itu tepat mengenai wajah Nick. Membuat darah segar langsung mengucur dari hidungnya.


“ARGH!!” Nick berteriak kesakitan.


“Nick!!” Panggil Bella. Ia berusaha meronta dari cengkraman Miller.


“Ck, lemah sekali!” Decak Lucas.


Nick berusaha bangkit, ia menggelengkan kepalanya, mengumpulkan kembali kesadarannya. Bayangan Lucas menjadi dua, di mata Nick yang kabur. Nick tetap berusaha fokus padahal telinganya mulai berdengung dan kepalanya pusing.


Nick menyerang Lucas, ia berlari, meloncat dan menghantamkan kepala Lucas dengan lututnya. Membuat Lucas menggelengkan kepalanya. Darah segar kembali menetes, Lucas kembali terluka. Namun bukannya sedih atau ketakutan Lucas malah tertawa terbahak-bahak.


“Baguslah!! Kau memang hebat bisa melukaiku.” Tukas Lucas


“Diamlah dan lawan aku!” Sela Nick.


Lucas mengibaskan tangannya sebelum mengayunkan lagi sebuah pukulan pada dada Nick. Nick menahannya dengan tangan, namun Nick ceroboh, Lucas hanya mengalihkan perhatiannya, serangan berikutnya adalah yang asli. Lucas menghantamkan hook pada perut Nick. Membuat Nick mual dan muntah darah.


“Ohok ...! Ohok ...!” Nick meringkuk memegang perutnya.


“Nicckk!!!” teriak Bella.


“Beraninya kau membuat Ella meninggalkanku!!” Lucas menjambak rambut Nick, melihat wajah Nick yang penuh dengan darah. Tubuh Nick mulai lemas dan melemah.


DUAK!!


Lucas menghantamkan kepala Nick pada lututnya. Membuat Nick hampir pingsan.


“Tidak!!! Hentikan!! Lucas berhenti!!” Bella meronta dari cengkramn Miller. Kini pria itu hampir kualahan dengan gerakan brutal Bella.


Lucas tak berhenti, ia memukul wajah Nick dengan kepalan tangannya berkali-kali. Keberutalan Lucas membuat wajah Nick hampir-hampir tak bisa dikenali karena penuh dengan darah dan keringat.


Kesadaran Nick mulai menghilang. Ia terjatuh begitu Lucas melepaskan cengkramannya pada rambut Nick. Nick merasakan tubuhnya terasa begitu sakit, luluh lantah karena pukulan Lucas. Lucas kembali menendang perut Nick. Membuat Nick menggelepar kesakitan.


“TIDAK!! HENTIKAN!!” Teriak Bella. Ia menginjak kaki Miller sekuat mungkin.


Miller spontas melepaskan cengkramannya, Bella berlari sekuat tenaga, menghambur masuk ke dalm ring, memasang badannya untuk Nick agar Lucas tak lagi menyakitinya.


“Nick hentikan!! Menyerahlah, Nick!! Menyerah saja.” Bella menangis di sisi Nick.


“Tidak, Bella.” Nick masih berusaha bangkit.


“Minggir!!” Lucas memandang tajam ke arah Bella.


“Hentikan, Lucas. Aku mohon, hentikan. Aku akan menuruti semua perkataanmu. Aku janji akan belajar mencintaimu kembali. Aku mohon lepaskan Nick. Lepaskan dia.” Bella berlutut di depan Lucas, air matanya mengalir dengan deras.


“Aku akan menghabisnya!” Lucas menginjak tangan Nick yang memperlihatkan sedikit tatonya. Lucas cemburu saat melihat mereka berdua ternyata punya tato couple.


“ARGH!!!” Rintih Nick kesakitan.


“Lucas!! Jangan! Kumohon Lucas.” Bella memukul punggung Lucas. Namun Lucas malah mendekap tubuhnya.


“Berikan aku pisau, Mile!”


Miller memberikan Lucas pisau, membuat mata Bella terbelalak. Ia begitu ketakutan, takut Lucas akan membunuh Nick. Takut Lucas menyakiti Nick.


Lucas membakar pisau besi itu, memanasinya dengan api dari pematik rokoknya. Setelah membara merah, Lucas mengambil tangan Nick dan membakar kulitnya dengan pisau itu.


“AAARRRGGHHHH!!!” Jeritan kesakitan Nick membuat hati Bella hancur. Bella menutup mulutnya tak percaya, Lucas nekat membakar kulit Nick yang punya tatto sama dengannya.


“Hentikan, Lucas!! Hentikan!! Kenapa kau begitu kejam?!!!” Bella menangis, tersungkur.


“Itu menjijikkan bagiku.”


“Kalau begitu bakar milikku juga!! Bakar!!” Bella memberikan tangannya dengan inisial Q di atasnya.


Nick masih memegang tangannya, ia merintih kesakitan, kulitnya melepuh, Lucas menghapus inisial K pada tangannya. Nick berguling pelan, menahan rasa panas dan sangat perih itu.


Lucas tak tega melihat Bella menangis, ia bangkit dan meninggalkan Bella, meneguk air mineral dan mengguyurkan sisanya pada wajah.


“Nick!! Nick!!” Bella merangkak mendekati tubuh Nick yang bersimba darah.


Tangan Bella gemetaran saat mengelus wajah Nick, ia sudah tak tahu lagi harus dari mana menyentuh wajah itu, semuanya penuh dengan luka lecet yang mengangga.


“Ma—maaf, Be-lla, aku kalah.” Nick mendesah kesakitan.


“Tidak, Nick. Kau tidak kalah, bukankah kau yang memiliki hatiku,” lirih Bella, ia mengambil tangan Nick yang tidak terluka dan mencium punggung tangannya.


“Be—lla, aku mencintaimu.”


“Aku juga, Nick. Maafkan aku, aku membawamu dalam semua kesakitan ini.” Bella menangis, ia tak kuasa lagi menahan kesesakan yang membuncah di dalam dadanya.


“Maybe I’m not your King, but I’ll always be your knight, My Queen.” bisik Nick. Bella langsung menangis histeris, terisak-isak di atas dada Nick, Nick memang tak bisa menjadi Raja yang mendampingi Ratu, tapi bukankah ia masih bisa menjadi Kesatria yang mengorbankan hidupnya bagi Sang Ratu.


“Cium aku, Bella. Cium aku untuk yang terakhir kalinya.” Nick mengelus wajah Bella perlahan-lahan. Bella mengangguk, bibirnya bergetar dengan hebat. Perlahan Bella mengecup bibir Nick, membuat bibir pucat Bella berwarna merah karena darah.


Rasa anyir menyesap masuk saat mereka saling bertukar saliva. Bella mengullum cepat bibir Nick, Lucas yang melihatnya kembali geram. Ia menarik tubuh Bella dari dekapan Nick.


“Hiks ...! Nick!” tangis Bella, tangannya terulur untuk menggapai Nick yang terus menjauh.


“Bella ...,” lirih Nick sebelum akhirnya jatuh pingsan.


“Nick!!” Bella memanggil nama kekasihnya.


“Ayo jalan!” Lucas menggandengan tangan Bella.


“Lucas!! Kau berjanji tak akan membunuhnya!! Kau berjanji akan melepaskannya.” Bella menatap nanar ke arah Lucas.


“Tergantung bagaimana kau bersikap, Ella.” Tantang Lucas.


“Baik, aku akan melayanimu malam ini. Aku akan membuatmu puas. Kini tolong Nick!! Kalau kau membiarkannya seperti itu dia akan mati.”


...


“Mile!” Lucas memberi kode kepada Miller, pria itu mengangguk tanda mengerti.


Bella masih terus memandang Nick sampai ia keluar dari area gym. Mengikuti langkah kaki Lucas yang membawanya kembali ke hotel.


— MUSE S5 —


Vote yang kenceng donk


Biar othor bahagia 🤭😍


Jangan lupa like sama commentnya.